Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Filipina (12): Etnik Aeta, Penduduk Asli Manila Mirip Etnik Batak Pulau Panay, Pulau Palawan; Asal Usul dari Tanah Batak?

Tempo Doelo by Tempo Doelo
20.04.2021
Reading Time: 19 mins read
0
ADVERTISEMENT




false
IN


























































































































































 

RELATED POSTS

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Filipina
dalam blog ini Klik Disini
 

Dalam
sejarah zaman kuno, banyak pertanyaan yang sulit dijawab
? Sebab data yang tersedia sangat minim. Okelah itu
satu hal. Namun keterbatasan data masa lampau dapat digunakan data masa kini.
Proses memahami masa lampau berdasarkan data masa kini disebut pendekatan
retrospektif. Data masa lalu digabung dengan data masa kini (data retrospektif)
diharapkan dapat lebih memperkaya pemahaman. Dalam hal ini pemahaman (understanding)
tentang penduduk asli Filipina.

ADVERTISEMENT
Ada yang menulis bahwa penduduk asli Filipina
adalah penduduk asli Aeta di teluk Manila, pulau Luzon. Tapi itu sangat naif,
karena Filipinan terdiri dari banyak pulau. Pulau-pulau besar di Filipina,
selain pulau Luzon adalah pulau Mindanao, pulau Panay, pulau Mindoro dan pulau
Palawan serta pula Zebu. Hal serupa itu juga di Indonesia adalah pulau Sumatra,
Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Oleh 
karena penduduk asli ada di berbagai pulau-pulau di Hindia Timur
(Indonesia dan Filipina), tetapi tidak dengan sendirinya penduduk asli Aeta di
teluk Manila (dan juga penduduk Betawi di teluk Jakarta) sebagai penduduk asli
Filipina dan penduduk asli Indonesia yang paling tua. Yang jelas penduduk asli
Indonesia yang berbahasa Melayu dapat dianggap penduduk muda, karena
komunitasnya cenderuung di kota-kota pantai dan komunitas penduduk di pantai
cenderung bersifat bauran (mix population).

Lantas
bagaimana sejarah awal etnik Aeta, yang kerap disebut penduduk asli di teluk Manila?
Penduduk asli Aeta dalam berbagai tulisan antropologis disebut mirip etnik Batak,
penduduk asli pulau Palawan dan di pulau Panay. Lalu, dari namanya, apakah etnik
Aeta dan etnik Batak di Filipina memiliki asal usul dari Tanah Batak di pulau
Sumatra? Dalam hal inilah data zaman kuno dapat digabungkan dengan data masa
kini (data retrospektif) untuk digunakan memahaminya. Seperti kata ahli
sejarah
tempo doeloe,
semuanya
ada permulaan.
Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.

Persebaran Penduduk Bumi: Kerajaan
Aroe, Pulau Panay, Kampong Manila

Berdasarkan
penelitian mutakhir (menggunakan data DNA), persebaran penduduk bumi dimulai
dari Afrika. Dalam perkembangannya ras manusia (berdasarkan warna kulit)
menjadi terbagai dua: ras putih menyebar ke utara (hingga Eropa) dan ras hitam
dari Afrika menyebar ke arah timur lautan hingga ke Pasifik.

Antara ras hitam dan ras putih ini terbentuk
tiga ras baru  yakni merah (Rusia),
kuning (Mongol) dan coklat (India). Ras merah dari Eropa dan Asia menyebar ke
Amerika yang membentuk (ras) Indian; ras kuning dari Mongol menyebar ke
Tiongkok dan Jepang; ras coklat menyebar ke Hindia Timur.

Dalam
sejarah modern (sejak era Hindoe-Boedha), pedagang-pedagang dari Ceylon dan
India kemudian membentuk koloni-koloni di pulau Sumatra, Semenanjung dan Jawa.
Ras coklat (asal India) ini kemudian melahirkan ras coklat yang lebih terang
yang menjadi penduduk asli yang baru di Sumatra (Batak, Kerintji Komering dan
Lampung), Semenanjung (Semang) dan Jawa (Jawa). Pada fase inilah terbentuk
bahasa Sanskerta dan aksara Pallawa.

Peneliti-peneliti Belanda menyatakan bahwa
pada era VOC masih ditemukan pada beberapa titik ras berkulit warna gelap (hitam)
yang disebut negrito (dari asal usul kata orang setempat (negorij, negeri) di
Jawa dan Semenanjung. Ras negrito ini tidak lagi adanya di Sumatra. Ras negrito
inilah yang menjadi penduduk asli Sumatra yang setelah berbaur dengan migra
asal India terbentuk etnik-etnik di Sumatra (Batak, Kerintji Komering dan
Lampung). Idem dito di pulau Jawa (etnik Jawa) dan di Semenanjung (etnik
Semang).

Sehubungan
dengan perkembangan di Sumatra, Jawa dan Semenanjung, penyerbaran penduduk bumi
terus berlanjut ke arah timur yang menyebabkan terjadi percampuran dengan
penduduk asli (negrito) yang disebut Melanesia (Alifoeroe) seperti di timur
kepulauaan Soenda Ketjil (Nusa Tenggara), Maluku dan Filipina. Etnik ras coklat
yang terbentuk di Sumatra, Semenjanjung dan Jawa plus Borneo dan Celebes
disebut ras Austronesia.

Sejaman dengan perseberan ras Austonesia ke
arah timur, muncul ras kuning yang lebih gelap yang merupakan penduduk asli di tenggara
daratan Asia (Indochina). Ras Indochina (di daerah aliran sungai Mekong)
menyeberang ke pulau Borneo dan Semenanjung (ernik Dayak). Ras kuning dari
utara (Jepang) juga menyerberang ke pulau-pulau di selatan di Filipina
(Filipino) dan Semenanjung Celebes (Manado). Gabungan dari penduduk asli
Sulawesi (negrito) dengan ras coklat dari barat (Sumatra dan ras kuning dari
utara di Sulawesi dan Maluku terbentuk ras coklat Alifoeroe (seperti etnik
Minahasa dan Toradja). Hingga kehadiran orang-orang Eropa (Portugis, Spanyol
dan Belanda) di Hindia Timur, keberadaan pendduduk asli (negrito) masih ditemukan
di Jawa, di kepulauaa Soenda Ketjil, Maluku (seperti di Sula dan Halmahera) dan
pulau-pulau di Filipina (seperti di pulau Negros)

Setelah
migrasi dari Ceylon dan India ke Hindia Timur, lalu muncul pedagang-pedagang beragama
Islam dari Asia Ketjil (termasuk Arab, Persia dan Turki plus Mesir). Kafilah
terakhir dari pedagang-pedagang Islam berasal dari Afrika Utara di Laut
Mediterani yang disebut bangsa Moor (di semenanjung Iberia; Spanyol dan
Portugal). Pasca Perang Salib di Eropa, orang-orang Moor ini bergeser dari
Semenanjung Iberia dan memusat di Afrika Utara (Mauritania, Maroko, Tunisa dan
Mali) dan sebagian menyebar ke Afrika Timur seperti Madagaskan hingga mencapai
India (Goa) dan seterusnya menemukan jalan ke pantai barat Sumatra dan pantai
barat Semenanjung.

Tunggu
deskripsi lengkapnya

Etnik Aeta dan Batak di
Filipina:  Asal Usul dari Tanah Batak?

Tunggu
deskripsi lengkapnya

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Kanker darah tidak boleh makan ini
Sejarah

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

11.07.2024
Sejarah

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

10.07.2024
Sejarah

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

09.07.2024
Sejarah

Apel terakhir pasukan Inggris sebelum meninggalkan Indonesia dan menyerahkan kontrol militer kepada tentara Belanda, 28 November 1946

08.07.2024
Sejarah

Peta kuno dari sekitar tahun 1633: Posisi Nusantara di Asia

07.07.2024
Sejarah

Pemindahan warga Belanda/Indo mantan penghuni kamp Jepang ke Australia, 1946

06.07.2024
Next Post

Sejarah Filipina (13): Bahasa Tagalog dan Lingua Franca Nusantara (Bahasa Melayu); Bahasa Tagalog Jadi Bahasa Resmi Filipina

Air Terjun di Kabupaten Kudus

Sejarah Filipina (14): Sejarah Awal Agama di Hindia Timur; Islam, Katolik di Filipina, di Manado Katolik Digantikan Protestan?

Iklan

Recommended Stories

Presiden Erdogan Desak Hukum Mati Pelaku Teror di Selandia Baru

Kota Muaragembong

16.02.2014

Kuliner Bogor – Baso Seuseupan

12.05.2012

Kota Tanjungsari – Kab Sumedang

29.06.2014

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?