*Untuk melihat semua artikel Sejarah Filipina
dalam blog ini Klik Disini
Beberapa
waktu yang lalu Sultan Sulu di Filipina mengklaim (wilayah) Sabah (bagian timur
laut Borneo) sebagai miliknya dan digabungkan dengan Indonesia asal Indonesia
mengembalikan Sabah kepada Filipina dari Malaysia. Berita ini tentu sangat
menarik karena melibatkan tiga negara: Filipina, Malaysia dan Indonesia. Namun
dalam hal ini yang lebih penting adalah siapa Sultan Sulu (yang bernama Muizul
Lail Kiram) dan bagaimana sesungguhnya sejarah (kesultanan) Sulu.

salah satu provinsi di Filipina (sejak 1917) dengan ibu kota di Jolo. Provinsi
ini terletak di Region Otonomi Muslim Mindanao dengan jumlah penduduk 850 ribu
jiwa, Bahasa yang digunakan penduduk adalah bahasa Sug (resmi), Zamboangueño,
Chavacano dan Melayu. Di wilayah Sulu ini tempo doeloe terbentuk Kesultanan
Sulu dengan sistem pemerintahan Islam yang berawal dari terbentuknya Kerajaan Sulu.
Dalam perkembangannya kesultanan Sulu wilayahnya semakin luas hingga ke perbatasan
Mindanao di tiur laut dan Sabah di sebelah barat daya (wilayah bagian timur
laut pulau Borneo). Disebutkan Kesultanan Sulu didirikan pada 17 November 1405
oleh seorang penjelajah kelahiran Johor dan ulama Sharif ul-Hashim yang awalnya
berdiam di Buansa, Sulu. Kesultanan memperoleh kemerdekaannya dari Kekaisaran
Brunei pada tahun 1578.
Lantas
bagaimana sejarah Sulu di Filipina? Tentu saja sudah ada yang menulisnya. Namun sejauh
data baru ditemukan narasi sejarah Sulu tetap dapat diperkaya. Lalu apa
menariknya wilayah Sulu bagi Filipina? Yang jelas bahwa wilayah ini tempo dulu jaranng
dikunjungi pedagang-pedagang Spanyol dan Belanda Wilayah ini awalnya wilayah
perdagangan Portugis tetapi ketika Spanyol dan Belanda kurang intens,
pedagang-pedagang Inggrislah yang sering mengunjungi kawasan pinggiran ini.
Mengapa? Yang jelas ada peran Amerika Serikat memasukkan
wilayah Sulu ke Filipina. Bagaimana semua itu terkait? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya
ada permulaan. Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.

sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.
Nama Sulu: Pulau Tawi-Tawi
Seperti
Indonesia, khususnya kepulauan Maluku, wilayah Filipina juga meiliki banyak
pulau. Secara keseluruhan wilayah Filipina dibagi tiga grup kepulauan, yaitu
Luzon, Visayas, dan Mindanao. Seluruh negara Filipina kemudian dibagi ke dalam
16 region yang masing-masing terdiri dari beberapa provinsi. Filipina sendiri
memiliki 80 provinsi. Provinsi terluas adalah Palawan, sedangkan provinsi
terkecil adalah Batanes. Provinsi terkenal di dekat Manila adalah Bataan.
Provinsi Sulu berada di region Bangsa Moro.

yakni Basilan, Lanao del Sur, Maguindanao, Sulu dan Tawi-Tawi. Provinsi
Tawi-Tawi berada di sebelah barat daya provinsi Sulu (berbatasan dengan Sabah,
di pulau Borneo); sementara provinsi Basilan berada di sebelah timur laut
provinsi Sulu. Provinsi Lanao del Sur berada di pulau Mindanao sebelah barat
daya dimana terdapat danau (lake) Lanao. Idem dito dengan provinsi Maguindanao
yang juga berada di bagian barat daya pulau Mindanao.
Kampong
(kota) Jolo tempo doeloe termasuk yang dikunjungi Ferdinand Magellan ketika
pelaut-pelaut Spanyol mengunjungi kali pertama Hindia Timur dari arah Pasifik,
1521. Sebelum ke kota Jolo, Ferdinand Megellan telah lebih dahulu mengunjungi
kota Zulu (kini Cebu). Oleh karena itu, Jolo termasuk kampong (kota) tua di
Filipina. Kota Zebu kemudian menjadi koloni pertama Spanyol di Filipina.
Tunggu
deskripsi lengkapnya
Kesultanan Sulu: Antara
Inggris dan Amerika Serikat
Tunggu
deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com



