*Untuk melihat semua artikel
Sejarah Australia dalam blog ini Klik Disin
Aborigin,
demikian disebut untuk merujuk pada penduduk asli benua Australia. Nama ‘aborigin”
sendiri merujuk pada bahasa Latin [ab-origine=dari awal] yang diartikan sebagai
‘penduduk asli’ penduduk yang sejak awal tinggal di suatu pulau. Penduduk Aborigin pada masa kini tersebar di seluruh wilayah
Australia. Jumlah penduduk Abrigin tidak banyak memang, tetapi merekalah yang
kali pertama mendiami daratan besar ini.

berbagai wilayah di benua Australia dan pulau-pulau disekitar, termasuk pulau
dan daratan Tasmania dan pulau-pulau di selat Torres (selat antara Papua-Nugini
dan Australia). Disebutkan bentuk fisik orang Aborigin mirip orang Papua, tetapi
rata-rata lebih kecil dan lebih pendek, sama-sama berambut keriting dan
diantara orang Aborigin tampak kemerahan atau cokelat pucat. Seperti halnya
suku Asmat (di Papua), orang Aborigin juga sangat artistik terutama dalam seni
ukir (seni pahat). Populasi penduduk Aborigin masa kini sekitar 800 ribu jiwa
(sekitar tiga persen penduduk Australia). Penyebaran penduduk Abrorigin
mencakup negara bagian New South Wales (265.000 jiwa); Queensland (221.000
jiwa); West Australia (100.000 jiwa); Nord Teritiry (74.000 jiwa); Victoria
(57.000 jiwa); South Australia (42.000 jiwa); Tasmania (28.000 jiwa) dan Wilayah
Ibu Kota Australia (7.000 jiwa).
Lantas
bagaimana sejarah penduduk Aborigin di Australia? Lalu bagaiman dengan warga pendatang Eropa? Hanya satu pertanyaan: Etnik Aborigin, bagaimana riwayatmu
kini. Sudah barang tentu sudah ada yang menulisnya. Namun jika ditelusuri di
berbagai tulisan yang ada, sejarah penduduk Aborigin kurang terinformasikan.
Mengapa? Nah, itu
dia. Negara Australia yang begitu maju, tetapi tampaknya abai terhadap sejarah
penduduk asli Australia. Bagaimana bisa? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya
ada permulaan. Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.
Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.
Nama Aborigin, Penduduk Asli
Australia
Tunggu
deskripsi lengkapnya
Warga Pendatang Eropa; Etnik
Aborigin, Bagaimana Riwayatmu Kini
Tunggu
deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com



