*Untuk melihat semua artikel
Sejarah Papua dalam blog ini Klik Disini
Kehadiran
orang Amerika Serikat di Papua sebenarnya tidak hanya sebatas melihat kehadiran
perusahaan Amerika Serikat Frreeport. Kehadiran orang Amerika di Papua juga
tidak hanya sebatas kehadiran pasukan Amerika Serikat pada era Perang Pasifik
(Perang Dunia II). Kehadiran orang-orang Amerika Serikat juga tidak hanya
sebatas kehadiran tentara Amerika Serikat di Pulau Mapia pada tahun 1898, Bahkan
pelaut-pelaut Amerika Serikat sudah pernah singgah jauh sebelumnya dengan
tujuan untuk menangkap ikan paus.

1790 kapal-kapal dagang Amerika Serikat sudah terdeteksi sangat banyak dan
intens berlayar jauh ke Hindia Timur (masih) melalui Afrika Selatan dari
Boston. Baltimore dan pelabuhan-pelabuhan lainnya di pantai timur Amerika. Setelah
Amerika Serikat mengakuisisi pantai barat Amerika dari Spanyol sekitar tahun
1840an maka pelabuhan-pelabuhan di pantai barat Amerika Serikut mului tumbuh
dan berkembang pesat seperti San Franscisco, San Diego dan Los Angeles.
Kota-kota ini dengan cepat terhubung dengan kota-kota di pantai timur Amerika
Serikat. Pada fase inilah yang dikenal sebagai sejarah Wild West (para Cowboy)
dan mulai dibangunnya jalur kereta api dari pantai timur ke pantai barat (coast
to coast). Dengan perkembangan yang spektakuler di Amerika Serikat khususnya di
negara bagian California (pantai barat Amerika Serikat), kapal-kapal dagang dan
kapal-kapal militer Amerika Serikat menjadi penguasa lautan Pasifik hingga
menganeksasi Filipina (dari Spanyol) pada tahun 1898.
Lantas
bagaimana sejarah asal usul kehadiran orang-orang Amerika di Papua? Seperti disebut di atas, kapal-kapal dagang Amerika
Serikat sudah sejak lama mencapai Batavia (kini Jakarta). Setelah Amerika Serikat
mengaukuisisi California dari Spanyol, pelaut-pelaut Amerika Serikat mulai
menemukan jalan ke Hindia Belanda (baca: Indonesia). Lalu bagaiman sejarah
orang Amerika Serikat mencapai Papua, Manado dan Ternate? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya
ada permulaan. Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.
Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan
artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel
saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah
pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk
lebih menekankan saja*.
Orang Amerika Sudah Sejak Lama
Mengenal Indonesia: Teluk Geelvink dan Pulau Mapia
Tunggu
deskripsi lengkapnya
Perang Pasifik: Papua dan
Amerika Serikat
Tunggu
deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com





