*Untuk melihat semua artikel
Sejarah Papua dalam blog ini Klik Disini
Universitas
Cendrawasih yang diinisiasi oleh Pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1962
dapat dikatakan sebagai tonggak penting dalam sejarah pendidikan di (wilayah)
Papua. Tentu saja itu tidak dikatakan baru, karena faktanya (yayasan) Universitas
Gadjah Mada baru didirikan pada era perang kemerdekaan di Jogjakarta pada tahun
1946 yang kemudian diakuisinya Universiteit van Indonesie yang dijadikan Universitas
Indonesia tahun 1950, lalu tahun 1952 di Medan dibentuk yayasan Universitas
Sumatra Utara. Antara yang terjauh di barat (Medan, 1952) dan yang terjauh di
timur (Jayapura, 1962) hanya berselang satu dasarwarsa.

Indonesia (baca: Hindia Belanda) sudah mulai tahun 1822, namun secara masif
pendidikan aksara Latin bagi penduduk pribumi baru efektif dimulai pada tahun
1851 dengan didirikannya sekolah guru (kweekschool) di Soeracarta yang kemudian
didirikan di Fort de Kock tahun 1856 dan di Tapanoeli tahun 1862 oleh Willem
Iskander di Tanobato (Afdeeling Mandailing en Angkola, Residentie Tapanoeli).
Tiga sekolah guru di era Pemerintah Hindia Belanda ini menjadi penghasil guru
untuk sekolah-sekolah pribumi. Di Wilayah Maluku, introduksi pendidikan aksara
Latin sudah dimulai sejak era Portugis yang diperankan oleh para misionaris
Katolik. Namun situasi berubah, ketika pada era Pemerintah Hindia Belanda,
tahun 1834 seorang misionaris Belanda (zending) NBJ Roskott di Ambonia
mendirikan sekolah guru. Guru-guru yang dihasilkan sudah mencapai Banda dan
Manado, tetapi belum mencapai Papua. Namun sekolah guru ala NBJ Roskott
dianggap pemerintah tidak memadai (tidak layak) sehingga harus dibubarkan tahun
1864. Sebagai penggantinya pemerintah Hindia Belanda mendirikan sekolah guru
(kweekschoo) di Amboina pada tahun 1874. Guru-guru lulusan sekolah pemerintah
ini juga belum mencapai wilayah Papua.
Lantas
bagaimana sejarah awal pendidikan di (wilayaj) Papua? Seperti disebut di atas introduksi pendidikan di
Maluku sudah dimulai oleh misionaris Katolik Portugis sejak era Portugis, di
wilayah Papua juga dimulai oleh para misionaris (zending) Belanda pada era
Pemerintah Hindia Belanda. Lalu bagaimana awal mulanya? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya
ada permulaan. Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.
Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.
Introduksi Pendidikan Aksra
Latin di Papua: Sekolah Zending
Tunggu deskripsi
lengkapnya
Perkembangan Pendidikan di
Papua hingga Universitas Cendrawasih di Jayapur
Tunggu
deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com






