*Untuk melihat semua artikel Sejarah Kupang dalam blog ini Klik Disini
Apalah
arti sebuah nama? Itu pendapat William Shakespeare. Nama begitu
penting di nusantara. Nama tidak hanya menunjukkan orang juga menunjukkan
bangsa (etnik). Nama juga menunjukkan pulau. Nama-nama geografis di nusantara
sudah eksis sejak zaman kuno (era Hindoe), namun adakalanya nama lama diganti baru
seperti nama Pulau Mangarai di zaman kuno telah diubah namanya menjadi Pulau Flores.

wilayah Kabupaten Alor (ibu kota berada di Kalabahi). Wilayah kabupaten Alor sendiri
terdiri sebanyak sembilan pulau. Pulau yang lebih besar adalah Pulau Alor,
Pulau Pantar dan Pulau Pura. Pulau-pulau lainnya adalah Pulau Tereweng, Pulau
Ternate, Pulau Nuha Kepa, Pulau Buaya, Pulau Kura dan Pulau Kangge (Marisa,
Mariso). Dari pulau-pulau besat di provinsi Nusa Tenggara Timur hanya satu pulau
yang berubah namanya yakni Flores (nama lamanya Mangarai). Nama-nama pulau
Timor, Sabu, Komodo, Lembata, Rote, Solor, Pantar, Mariso dan Pura adalah
nama-nama zaman kuno yang merujuk pada nama India (era Hindoe).
Bagaimana
sejarah (pulau) Alor di kabupaten Alor? Yang jelas dari pulau ini ada pemain sepak bola
nasional yang berasal dari kompong Moru, Yabes Roni Malaifani. Nama Moru juga
merujuk nama zaman kuno. Lantas bagaimana sejarah Alor. Seperti
kata ahli sejarah
tempo doeloe, semuanya
ada permulaan. Untuk
menambah
pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.
Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.
Nama Alor Sejak Zaman Kuno
Tunggu
deskripsi lengkapnya
Sejarah Pulau Alor hingga
Kabupaten Alor
Tunggu
deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com


