Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Kalimantan (55): Sejarah Gambut Borneo; Bentuk Pulau Kalimantan Masa Kini Berbeda Pulau Borneo Tempo Doeloe

Tempo Doelo by Tempo Doelo
03.11.2020
Reading Time: 30 mins read
0
ADVERTISEMENT




false
IN


























































































































































 

*Untuk
melihat semua artikel Sejarah Kalimantan Selatan di blog ini Klik Disini

Pada
masa ini, pulau Kalimantan termasuk salah satu pulau di Indonesia yang memiliki
tanah gambut yang luas. Berdasarkan peta-peta gambut pulau Kalimantan, kawasan
gambut ini terdapat di semua provinsi yang berada di kawasan yang bersinggungan
dengan lautan (kaasan pantai). Namun kawasan gambut ini juga terdapat di
pedalaman di daerah aliran sungai Kapuas dan daerah aliran sungai Mahakam.

Tanah gambut adalah tanah yang terbentuk dari endapan
lumpur dan sampah tumbuhan seperti daun dan batang pohon yang tinggi kandungan
bahan organiknya. Saat kering dapat terbakar, terbakar yang sulit dipadamkan. Tanah
gambut Indonesia terluas kedua di dunia (setelah Brazil) yang diperkirakan
mencapai 22 juta Ha. Hamparan tanah gambut ini di Indonesia yang terluas di Papua
dengan luas 6,3 juta Ha yang kemudian disusul Kalimantan Tengah (2,7 juta Ha),
Riau (2,2 juta Ha), Kalimantan Barat (1,8 juta Ha) dan Sumatera Selatan (1,7
juta Ha). Selain di provinsi Kalimantan Tengah tanah gambut terdapat di
Kalimantan Timur (0,9 juta Ha), Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara
masing-msing sekitar 0,6 juta Ha.

Lantas
bagaimana sejarah gambut pulau Kalimantan
? Pertanyaan tentu saja menyebabkan pertanyaan lain
muncul: Bagaimana terbentuknya kawasan gambut sebagai dampak dari proses
sedimentasi jangka panjang akibat faktor banjir dari sungai-sungai besar (seperti
Barito, Kapuas, Mahakam, Kayan). Dalam hal ini proses sedimentasi dan
terbentuknya gambut (turf atau wetland) menjadi bagian sejarah pulau itu
sendiri. Seeperti dikatakan
ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada
permulaan.
Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita
telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.

Gambut: Awal Sejarah
Kalimantan Terbentuk

Gambut
adalah suatu kata baru yang merujuk pada tanah basah (wetland). Tanah gambut
ditemukan di banyak tempat di Papoea, Borneo dan Sumatra. Di Sumatra Timur ada
area yang disebut tanah gambut, sebagai suatu nama kampong, Tanah Gamboet yang
dijadikan sebagai konsesi lahan perkebunan (lihat Deli courant, 21-07-1928).

Nama gambut (Gamboet) pertama kali dicatat
pada tahun 1886 sebagai salah satu marga orang Belanda (lihat Algemeen
Handelsblad, 24-05-1886). Nama gambut juga dicatat di wilaya Tegal sebagai nama
sungai, Kali Gamboet (lihat Bataviaasch nieuwsblad, 08-12-1900). Nama gambut
juga ditemukan di wilayah Atjeh sebagai nama gunung (lihat Deli courant, 14-03-1904).
Juga ramboetan oetan disebut gambut (lihat De Indische mercuur; orgaan gewijd
aan den uitvoerhandel, 30-04-1907). Sebagai nama bukit juga diteukan di
Bengkoelen (lihat Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië, 26-08-1931).
Tentu saja nama gambut ditemukan di Bandjarmasin sebagai nama suatu area (lihat
Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indie, 04-03-1937). Nama gambut juga
ditemukan di pantai Afrika Utara (Lybie) sebagai nama kota (lihat De
residentiebode, 25-10-1941).

RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

Gambut
sebagai suatu jenis lahan tampaknya sudah lama dikenal  di berbagai tempat. Paling tidak hal ini
ditemukan di Sumatra Timur dan di Tegal yang tampaknya nama gabut merujuk pada
situasi dan kondisi lahan tertentu karena jenis tanahnya berbeda dengan lahan
lain di sekitarnya. Gambut dalam bahasa Belanda disebut turf. Penggunaan nama
turf sudah lama ada dan orang-orang Belanda menyebut turf untuk jenis tanah
yang disebut penduduk sebagai gambut. Dalam pengertian teknis, terminologi
gambut di Indonesia besar dugaan masih baru (era Republik Indonesia). Hal ini
karena tidak pernah ditemukan pada era kolonial.

ADVERTISEMENT
Gambut sebagai nama tempat di Bandjarmasing
menjadi penting. Gambut sebagai suatu kawasan berada diantara Banjarmasin dan
Martapoera. Berdasarkan Peta 1953 kawasan Gambut ini sebagian areal persawahan
dan sebagian yang lain masih rawa-rawa.

Nama
gambut sebagai suatu jenis tanah adalah satu hal dan gambut sebagai nama tempat
adalah hal lain lagi. Sebagaimana di Sumatra Timur dan Tegal, di Bandjarmasin gambut
adalah nama tempat yang menunjukkan jenis tanahnya. Tanah gambut di Gambut (Bandjarmasin)
tentu saja belum lama adanya. Tanah gambut yang terbentuk di Gambut, belum
ribuan tahun tetapi baru sekitar ratusan tahun sehubungan dengan proses
sedimentasi di pulau Borneo.

Proses sedimentasi ini diduga terjadi secara
intensif sejak kehadiran orang-orang Eropa (Portugis, Belanda dan Inggris) yang
menyebabkan karena intensitas perdagangan di hilir dan proses produksi di
wilayah hulu. Pembalakan, pembakaran hutan telah menyebabkan sampah (daun dan
batang pohon) hanyut ke hilir yang diikuti proses erosi yang membawa lumpur. Jika
memperhatikan peta-peta Portugis batas daratan-lautan tidak di posisi GPS yang
sekarang, tetapi di Kotawaringin, Sampit, Kota Palangkaraya yang sekarang,
Muara Pulau, Muarabahan dan Martapoerra.

Adanya
proses sedimentasi jangka panjang dan terbentuknya gambut menyebabkan bentuk pulau
Kalimantan pada masa ini sesungguhnya berbeda dengan pulau Borneo tempo doeloe
(era Portugis dan VOC). Tentu saja pada saat itu daratan dimana kota
Bandjarmasin yang sekarang masih rawa-rawa. Kota-kota kuno (di era Hindoe)
berada di Martapoera, Nagara dan Taniampoera (Tanjungpura). Dengan kata lain
kota Martapura dan Nagara (Marabahan) yang sekarang tempo doeloe berada di
pantai (tepi laut).

Tunggu deskripsi lengkapnya

Penyelidikan Awal Kawasan Gambut
Borneo: Dr CM Swachner (1841-1853)

Tunggu
deskripsi lengkapnya

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com 

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post

Sejarah Kalimantan (56): Kisah Bajak Laut di Pulau Borneo, Membajak Kerajaan Kecil Kesultanan Besar; Proteksi Militer Belanda

Tenun Ikat Sintang, Kain Khas Kalimantan Yang Hanya Boleh Dikerjakan Oleh Perempuan

Iklan

Recommended Stories

Pemkot Surabaya Siapkan Antisipasi Lonjakan Wisatawan Saat Libur Nataru 2024

11.12.2023

Lagi Rencanakan Bulan Madu Berkelas? Jelajahi Destinasi Romantis ini Untuk Perjalanan yang Berkesan

28.12.2023
Syeikh Yusuf Qardhawi Serukan Pemerintah Kaum Muslimin Bersatu Selamatkan Masjid Al-Aqsa

Syeikh Yusuf Qardhawi Serukan Pemerintah Kaum Muslimin Bersatu Selamatkan Masjid Al-Aqsa

08.11.2014

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

21.01.2026
Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

21.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?