![]() |
| Ada koerang! (klik untuk memperbesar | ยฉ AVS) |
Gambar ini tampaknya mengkritik masyarakat Belanda yang masih saja merasa ada yang kurang, padahal meja makannya sudah penuh dengan berbagai hidangan.
![]() |
| Koerang satoe cent! (klik untuk memperbesar | ยฉ AVS) |
Gambar ini tampaknya mengkritik para nyonya besar yang masih saja menawar barang dari pedagang kecil, sampai ke sen terakhir.
![]() |
| Soedah panggil tiga kali! (klik untuk memperbesar | ยฉ AVS) |
Agak sulit menebak apa yang disampaikan oleh Menno dalam sketsa ini. Salah satu kemungkinannya adalah ini: Ada orang (digambarkan sebagai nyonya besar) yang ramah jika bertemu orang lain, yang asing, di dalam perjalanan; tetapi, di rumah sendiri, dia merasa tidak perlu sopan dengan orang yang serumah dengan dia, dalam hal ini pembantu.
Waktu: zaman penjajahan Belanda
Tempat: Jawa
Tokoh:
Peristiwa:
Juru gambar: Menno van Meeteren Brouwer
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:





