menjadi salah satu area favorit saya ketika naik transportasi umum. Di
sini berkumpul 3 moda transportasi umum yaitu TransJakarta, MRT, dan
Commuter Line. Bahkan ada juga stasiun untuk kereta bandara.

stasiun MRT, commuter line, dan kereta bandara yang berseberangan. Tapi,
jaraknya gak terlalu jauh, kok. Saya sering menggunakan transportasi umum
tersebut, kecuali kereta bandara. Belum pernah sama sekali cobain kereta
bandara, nih.
sedang dipindah sementara. Imbas dari proyek pembangunan LRT Jabodetabek.
Memang jadinya agak sedikit ribet kalau mau pulang naik TransJakarta.
Tetapi, saya juga semangat menunggu jadinya LRT. Berarti semakin lengkap
aja di Dukuh Atas.
[Silakan baca:
Begini Caranya Naik LRT Jakarta]

cahaya lampu yang pas hehehe
dindingnya penuh dengan mural. Bikin terowongan ini terlihat cakep dan
unik. Setahu saya, muralnya pernah diganti beberapa kali. Mungkin
menyesuaikan dengan tema tertentu.
kecil di mana kelompok pemusik tampil. Biasanya memainkan musik secara
akustik.
Kotak
pun pernah tampil di sini dalam bagian gelaran “Road to Playfest 2019”.
Memang terkadang ada festival di Terowongan Kendal.
Terowongan
Kendal hanya bisa dilewati oleh manusia. Jadi gak khawatir harus jalan
minggir-minggir karena ada kendaraan yang lewat.
bulan pertama. Kayaknya gak sampai 3x ke luar rumah. Ini gak termasuk
belanja ke pasar/minimarket atau menginap di rumah mamah.
Gepeng Rawamangun sebelum puasa Ramadan. Datang ke
IIMS
untuk meliput salah satu brand mobil (satu-satunya job blogger yang Chi
terima saat pandemi). Satu lagi datang ke acara tunangan ke ponakan di
salah satu cafe di sekitaran Menteng, Jakarta.
[Silakan baca:
Bakso Gepeng Rawamangun yang Legendaris]

mewakili keluarga. Memang kalau dipikir kasihan juga kakak sepupu saya
yang akan menikahkan anaknya. Sudah tidak ada orang tua maupun sesepuh
lainnya. Makanya kalau kami gak datang, semakin sedikit keluarga yang
hadir.
sepupu di acara tunangan tersebut. Ditambah beberapa teman dari pihak
keponakan. Begitu pun dari calon pasangannya juga hanya keluarga dan teman
terdekat yang hadir.
Deg-degan iya, males pun iya. Deg-degan karena akan keluar rumah dalam
waktu yang lumayan lama. Selama ini kan paling lama kalau ke pasar. Gak
penah lebih dari sejam. Sedangkan kalau ke acara tunangan kayaknya gak
mungkin. Itu aja acaranya molor banget hampir 2 jam. Padahal kami datang
on time. Malah dari setengah jam sebelum acara yang tertulis di
undangan.
skincare dan dandan seadanya. Untung aja pakai masker. Jadi gak kelihatan
dandanannya. Pokoknya yang penting gak kucel hihihi.
suami berinisiatif ngajak saya keliling-keliling dulu. Katanya mumpung
jalan-jalan di Jakarta lagi sepi efek pandemi.

sebelahnya stasiun Sudirman. Sebrangnya (gak kelihatan) stasiun MRT
ini. Suami pun langsung setuju. Gak merasa aneh sama keinginan sama yang
kangen sama terowongan. Kayaknya kasihan karena istrinya ini gak pernah
keluar rumah sejak pandemi hahaha!
suasananya gak sepi. Ya mungkin kalau gak pandemi bisa lebih rame
lagi.
nongkrong. Beberapa berfoto-foto, termasuk kami. Tapi, kayaknya hanya kami
berdua yang pakaian formal pakai batik. Ya abisnya dari undangan yang
dress codenya batik hihihi.

terkadang temaram. Jadi seru juga kalau mau foto. Harus nungguin dulu
sampai dapat warna yang diinginkan.
kangen. Kangen banget pengen naik MRT dan commuter line lagi. Masih pengen
juga ke Terowongan Kendal saat pagi atau sore hari. Sekalian kuliner di
sekitaran sana.

Kalau dulu pernah makan di Waroeng Mee. Nanti mau cari kuliner lain, ah!
[Silakan baca:
Semacam Tempat Nongkrong Kekinian Itu Ya di Waroeng Mee]
Terowongan Kendal
Menteng, Jakarta Pusat 10310






































