
masih sesekali menyapa –. Setelah hampir setengah hari menunaikkan wear test sepatu kesana kemari, aku berakhir di Gramedia. Sambil menanti
hujan yang tak jua reda, aku iseng membaca buku-buku sample (yang plastiknya sudah terbuka), beberapa buku nggak menarik,
beberapa lainnya nggak asyik. Yha~ 😁
KonMari yang masih kepikiran beli buku Sparks of Joy apa nggak, aku menghampiri
tumpukan buku self development dan declutter
ala Jepang. Lihat-lihat doang sih… kali aja ada diskon 😋. Salah satu buku
yang menarik perhatianku adalah Ikigai: The Japanese Secret to a Long and Happy
Life karya Hector Garcia dan Francesc Miralles, sebab ada sample-nya boleh dong aku membaca sambil menunggu hujan reda 😉.
buku 😋.
kehidupan dan gai adalah nilai,
terjemahan bebasnya; nilai kehidupan alias value
of life. Meski demikian, ikigai
juga diartikan sebagai alasan kenapa kita bangun pagi. Namun menurutku sendiri ikigai adalah konsep mengenai esensi
hidup, semacam life purpose khususnya dalam ranah pekerjaan.
Happy Life setengahnya saja, hujan sudah reda dan aku sudah ingin pulang,
ngantuk ziz… 😒 Di perjalanan pulang aku malah jadi agak kepikiran; “apakah aku sudah
menemukan ikigai-ku?”.
bilang kalau aku sering over thinking
30-60 menit setelah bangun pagi. Saat itu, aku sering berpikir… Kalau saja aku
memiliki kuasa untuk mengubah keadaan yang nggak menyenangkan ini pasti akan ku
lakukan, aku bahkan
kuinginkan. Macem; here take my money… 😅
ngapain ya?”.
hari yang ku inginkan, but all paid
off. Ada kepuasan yang meledak-ledak
saat aku berhasil mencapai hari-ku, rasanya seperti menonton di bioskop
sendirian di seat paling tengah untuk
film terbaik. Segalanya tampak luas dan terbuka 🤩. Ada langit sungguhan dan
panji-panji yang berkibar mengiringi makan malamku di aula Hogwarts.
ngapain ya?” rasanya lebih berharga ketimbang semua hasil qerja qeras bagai
quda yang pernah ku miliki.
pagi dan bertanya pada diri sendiri; “hari ini ngapain ya?”. Nggak setiap hari sih…
sebab kadang kesiangan atau memang sedang jadwalnya hari malas 😆 Meski
sebenarnya sudah tahu hari ini mau ngapain, kupikir “hari ini ngapain ya?”
adalah sugesti terbaik untuk mengawali hari.
sebab (sampai saat ini) aku belum
menemukan korelasinya. Alasan bangun pagi ya alasan bangun pagi, ikigai ya ikigai. Yha~ mungkin memang sudah seharusnya aku beli bukunya, biar
ilmunya nggak nanggung hehe 😋
adalah titik sumbu yang menghubungkan 4 elemen penting dalam hidup ini, yakni; passion, profession, vocation dan mission.

kuasai (ehm… a little self proclaimed
wouldn’t hurt, isn’t?).
eye pleased. Aku suka menjadikan hal-hal lebih terorganisir. Aku
menikmati momen dimana aku berada di rumah,
homebody. Aku suka bepergian dan mengunjungi tempat-tempat baru. Aku
menikmati hari-hari menyenangkan dimana aku bisa berjalan kaki sepuasnya. Aku suka
hal-hal absurd. Aku suka berpikir.
Aku suka berimajinasi.
diri sendiri.
sukai dan di kuasai, maka bolehlah kalau ku bilang passion-ku
Menulis tentang diriku sendiri haha 😊 Kupikir, itu adalah alasan terbaik kenapa
aku lebih suka menjadi blogger
ketimbang menjadi writer.
Memang profesiku ini nggak se-‘wah’ atau se-prestige
profesi lainnya yang terdengar keren saat diucapkan dan ditulis dengan bangga di
bio. Nggak sedikit juga yang mencoba
mengasosiasikan footwear designer sebagai bagian dari fashion designer, nggak salah sih… 😅 tapi kita (footwear dan fashion)
beda lho… 🤔
designer (ketimbang designer di ranah lainnya)? Well… aku hanya bisa bilang; aku suka
sepatu 🥰. Mungkin nggak semua orang akan setuju denganku, namun kupikir sepatu
adalah statement items yang paling lugas (ketimbang tas atau aksesoris). Sebab se-absurd apa pun padu padan fashion-mu, selama sepatunya keren semuanya
akan auto termaafkan 😋.
di kuasai dan hal yang membuat kita dibayar karenanya, maka sudah dipastikan
ya… profesiku adalah footwear designer. Meski kadang ingin mencoba
profesi selain di ranah desain, aku suka profesiku 😉.
untuk saat ini nggak banyak yang membutuhkan skill-ku sebagai footwear
designer kecuali manufaktur atau UKM
yang bergerak di bidang persepatuan, tapi karena nggak banyak itulah footwear designer menjadi profesi yang cukup limited.
Drive. Akulah yang memikirkan kombinasi material dan warna untuk sepatumua. Akulah
yang mengurusi segala hal yang terjadi di balik sepatu yang kau pakai saat ini.
Akulah yang membuat sepatumu begitu manis, begitu keren, begitu asyik… It was me 😊.
membuat (kita) dibayar dan hal yang dibutuhkan oleh banyak orang, maka itu
artinya vocation-ku adalah footwear designer. Kuharap akan ada saatnya dimana aku akan bekerja untuk
diriku sendiri 👊🏻.
ini lebih ke tugas jangka panjang ya, berat
juga memikirkan jawabannya. Di satu sisi aku suka diriku dan disisi lain aku adalah
footwear designer, keduanya bukan hal yang seirama.
cara mainnya? Haha 😅 Kupikir karya yang terlahir dariku mestilah merupakan sebagian
dari diriku, sedikit personal touch mungkin akan membuatnya lebih manits…
Mungkin ya… 🤭 Bagaimana dengan menulis? Meski untuk saat ini konten blog-ku nggak selalu berfaedah dan
melulu tentangku, kupikir menjadi blogger
adalah salah satu hal terbaik yang ku lakukan.
di sukai dan (ternyata) menjawab kebutuhan banyak orang, maka aku memutuskan mission-ku untuk saat ini adalah
memiliki signature untuk setiap
desain yang pernah kubuat, gitu kali ya haha 🤣🤣🤣
adalah titik sumbu yang menghubungkan 4 elemen penting dalam hidup ini, yakni; passion, profession, vocation dan mission. Maka bisa dibilang ikigai-ku untuk saat ini
masih meraba-raba 😌 antara footwear
designer dan menulis
sendiri
diri sendiri; “hari ini ngapain ya?” bisa dikatakan sebagai ikigai.
nggak semudah ekspektasiku, ada banyak pertimbangan dan fokus yang terbelah
saat aku mencoba menganalisa diri. Aku punya banyak spesifikasi untuk semua
istilah, ikigai, value of life dan life purpose memiliki
makna yang berbeda untukku, makanya jadi bingung sendiri 🙁.
alasan kenapa kita bangun pagi, kupikir aku sudah menemukan jawabannya tanpa
mesti menyambungkan 4 elemen penting dalam hidup ini, yakni; passion, profession, vocation dan mission. Bertanya pada diri sendiri;
“hari ini ngapain ya?” saat bangun pagi membuatku yakin bahwa aku siap
menjalani dan menaklukkan hari. Baik buruknya 🥺, susah senangnya 🥺, baper julidnya 🥺.
belum kelar ya haha 😅 Masih rancu dan aku mesti memikirkan ulang apakah ikigai hanya berarti alasan kenapa kita
bangun pagi ataukah lebih dari itu. Ku harap bisa secepatnya memutuskan apa ikigai-ku, semakin lama semakin liur,
malay jadinya.
menyenangkan 😘.





































