Islam di Burkina Faso
Burkina Faso mayoritas beragama Islam. Sebagaimana dilansir oleh pemerintah
Burkina Faso sebagai hasil sensus penduduk tahun 2006 ditemukan bahwa 60.5%
penduduk Burkina Faso beragama Islam. Sebagian besar dari muslim Burkina Faso
adalah muslim suni dan hanya sangat sedikit yang berfaham suni.
![]() |
| Masjid Agung Bobo Dioulasso di abadikan dalam sebuah perangko Pantai Gading semasa negara itu masih dibawah jajahan Prancis. |
lain di Burkina Faso adalah Kristen 23.2% (Katholik Rhoma 19%, Berbagai aliaran
Protestan 4,2%). 15.3% penduduk masih menganut ajaran kepercayaan tradisional,
0.6% menganut agama lain dan masih ada 0.4% yang tidak beragama sama sekali.
Angka angka tersebut juga diamini oleh situs CIA the world factbook.
termasuk di dalamnya Republik Burkina Faso dalam tiga gelombang. Pertama,
abad ke-9 ketika bangsa Berber Afrika Utara menyebarkan Islam ke kerajaan
Ghana. Kedua, abad ke-13, ketika kerajaan Mali terbentuk dan menyebarkan
Islam ke seluruh Sabana di Afrika Barat hingga abad ke-18. Terakhir, abad
ke-19 ketika seorang pahlawan Muslim asal Mali, Samore Toure, menyebarkan Islam
ke arah selatan Afrika.
gelombang kedua melalui berbagai upaya yang dilakukan oleh warga suku bangsa
Fulani, baik dengan cara damai maupun cara kekerasan – penulis Barat
menyebutnya ‘kombinasi perang dan perdagangan’ – karena pada kenyataannya Mossi
sebagai suku terbesar di Burkina Faso memang sangat gigih mempertahankan
kepercayaan animisme hingga abad ke-19. Para pemimpin ini sangat menentang
penyebaran Islam; namun pada akhirnya sebagian besar mereka memeluk Islam.
pemerintahan dan kemajuan Islam di Burkina Faso. Yousouf
Ouedraogo Menteri Luar Negeri Burkina Faso, termasuk tokoh yang disegani.
Islam makin berjaya di Burkina Faso ketika terjadi kekisruhan di Pantai
Gading pada tahun 2002, karena salah satu tokoh kunci pihak oposisi
adalah Allasane Dramane Ouattara ditengarai masih keturunan bangsa
Burkina Faso, dan beragama Islam serta sangat cerdas. Akibat kisruhan tersebut,
sekitar 350. Burkinabe yang mayoritas muslim lari ke Burkina Faso.

diperjuangkan oleh umat Islam di Burkina Faso. Pertama, mengembalikan kejayaan
Islam di tingkat pemerintahan pusat. Kedua, membendung kegiatan misionaris
Kristen yang sangat agresif memurtadkan warga Muslim, antara lain dengan cara
mendirikan stasiun radio di seantero Burkino Faso. Sasaran utama mereka adalah
suku Fulani, yang dikenal sangat taat memegang teguh ajaran Islam.
Faso The Ahlul Barr Society, mempunyai peran penting untuk membendung
kegiatan kristenisasi tersebut. Beberapa di antaranya adalah EI-Hajj
Oumarou Kanazae seorang pengusaha terkenal, Souleymane Kore, Mamadou
Sawaidogu dan Al-Haji Sakande, tercatat sebagai tokoh Muslim Burkinabe yang
aktif mengibarkan kejayaan Islam di Burkina Faso.
keunikan arsitekturalnya. Masjid Bobo Dioulasso dibangun dari bahan lumpur
dan batang batang kayu sebagai rangka dan penguatnya. Nama Bobo Dioulasso sendiri bermakna “rumah
bagi Jula yang berbicara dalam bahasa Bobo” sebuah nama yang kemungkinan lahir
dari ketidakmampuan bangsa prancis yang menjajah Burkina Faso dalam menentukan
identitas dari lokasi tersebut yand begitu kompleks.*** (dari berbagai sumber,
data diolah).
& Like akun Instagram kami di @masjidinfo
informasi masjid di Nusantara dan mancanegara.
dunia Islam.
Juga









































