Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Explore

Mesjid Besar Bujang Salim Krueng Geukuh, Aceh Utara

Explore by Explore
26.02.2017
Reading Time: 9 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Makan Siang di Meeting Point (Rebranding Umanusa Resto) Bandung

Keuntungan Menginap di Dormitory Room dan Tips Nyaman Menikmatinya

Kiat Hijrah dalam Konteks Berwisata

ADVERTISEMENT
Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh benar benar menorehkan bentuknya di Masjid Besar Bujang Salim di Krueng Gekeuh, ibukota kabupaten Aceh Utara ini.

Masjid Besar Bujang Salim merupakan masjid
pertama yang dibangun dikawasan yang kini dikenal dengan kecamatan Dewantara,
kabupaten Aceh Utara. Pembangunan masjid ini diprakarsai dan dibangun di atas tanah
seorang bangsawan kerajaan Nisam,
Teuku Rhi Bujang alias Teuku Bujang Slamat bin Rhi
Mahmud yang kemudian dikenal dengan nama Bujang Salim. Semasa hidupnya beliau juga dikenal sebagai
pejuang kemerdekaan, dan nama masjid ini merupakan salah satu bentuk
penghormatan kepada beliau.

Masjid Besar Bujang Salim ini seringkali
disebut sebagai kembarannya Masjid Raya Baiturrahman di Kutaraja Banda Aceh
karena kemiripan diantara keduanya. Namun demikian kedua masjid ini tidaklah
benar benar serupa meski memang pembangunan masjid Bujang Salim ini meniru gaya
masjid Raya Baiturrahman. Sekilas pandang kedua masjid ini memanglah tampak
serupa. Namun demikian, bila Masjid Raya Baiturrahman memiliki tujuh buah
kubah, Masjid Besar Bujang Salim ini hanya memiliki lima kubah saja.

Masjid Budjang Salim

Jl. Ramai Keude Krueng Geukueh

Ds. Beringin Dua, Kec. Dewantara,
Kab. Aceh Utara

Provinsi Aceh, Indonesia

Masjid Percontohan
Nasional 2016

Masjid Besar Bujang Salim meraih penghargaan
sebagai
juara satu lomba masjid percontohan kategori Riโ€™ayah
(pembangunan/pemeliharaan) tingkat nasional tahun 2016 yang digelar Kementerian Agama (Kemenag) RI. Pada awal
2016, Masjid Besar Bujang Salim terpilih menjadi masjid besar percontohan di
Aceh, menjadikannya sebagai
wakil provinsi Aceh
untuk mengikuti lomba masjid tingkat nasional yang
diadakan Kementerian Agama RI melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat
Islam.

Proses penilaian diawali dengan
verifikasi oleh tim Kemenag RI pada September 2016. Tim yang turun langsung ke
lokasi masjid ini, menilai idarah (manajemen), imarah (kemakmurah/peribadatan),
dan riโ€™ayah. Aspek penilaian bukan hanya dalam bentuk fisik, tapi juga sarana
dan kegiatan di masjid. Hasil
verifikasi lapangan ini diperiksa kembali dalam sidang yang melibatkan Dewan
Majelis Indonesia (DMI), Majelis Ulama Indonesia (MUI), panitia lomba, serta
organisasi masyarakat Islam.

Pada 13 Desember 2016, Kabid
Imarah Bujang Salim Tgk M Katsir Syamsyuddin memenuhi undangan panitia untuk
mempresentasikan profil masjid tersebut di hadapan para guru besar dari
berbagai universitas dan unsur lainnya, yang menjadi dewan juri, di Lumire
Hotel Pasar Senen, Jakarta Pusat. Setelah
melewati proses panjang dan perbandingan dengan masjid-masjid lain dari seluruh
Indonesia, dewan juri sepakat menetapkan Masjid Besar Bujang Salim sebagai
juara satu masjid percontohan untuk kategori Riโ€™ayah
(pembangunan/pemeliharaan). Sementara juara kedua diraih oleh Masjid Asmaul Husna Banten dan juara tiga
Masjid Baitul Makmur, Kepulauan Riau.

Fitur interior Masjid Besar Bujang Salim
Tropi dan piagam penghargaan yang
diteken Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin, diserahkan Sekretaris Direktorat
Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI, Prof Dr Muhammadiyah Amin.
Tropi itu diterima Ketua Badan Kesejahteraan Masjid Besar Bujang Salim Tgk
Jalaluddin Ibrahim, didampingi Tgk M Katsir Syamsyuddin dan Kasi Kemasjidan
Kantor Wilayah Kemenag Aceh Rizal Mulyadi MA, di Lumire Hotel, Jakarta. Selain tiga masjid tersebut, juga
diberikan piagam penghargaan kepada 9 masjid lain di Indonesia dalam kategori
percontohan iradah, imarah, dan paripurna.

Sejarah Masjid Bujang
Salim

Masjid Bujang Salim dibangun pada tahun
1921 dengan semangat memperkuat persatuan dan kesatuan. Kala itu, belum ada
masjid di kawasan yang kini masuk wilayah Kecamatan Dewantara, sehingga
masyarakat setempat harus melaksanakan
shalat jamaah di rumah masing-masing atau di meunasah dengan kondisi yang
terbatas. Kondisi ini mendapat
perhatian serius dari bangsawan kerajaan Nisam Teuku Rhi Bujang alias T Bujang
Slamat bin Rhi Mahmud. Pria pemberani yang kerap menentang kolonial Belanda ini
merupakan pahlawan perintis kemerdekaan RI yang berasal dari Nisam.

Teuku Bujang Slamat memprakarsai
pembangunan masjid, di atas tanahnya yang berada pusat Keude Krueng Geukueh
dengan ukuran 20 x 15 meter. Namun,
sebelum dapat meletakkan batu pertama pendirian masjid tersebut, tahun 1921
Teuku Bujang diasingkan ke Papua,
karena menentang Kolonial Belanda. Bahkan, untuk menghilangkan pengaruhnya dari
negeri ini, Bujang Slamat diasingkan hingga ke Australia. Kendati demikian,
pembangunan masjid yang digagasnya terus dilanjutkan oleh masyarakat setempat.

Jemaah sholat jum’at di dalam Masjid Besar Bujang Salim
Pembangunan masjid ini
dilanjutkan Uleebalang asal Dewantara, Ampon Hanafiah. Hingga kemudian berhasil
dibangun masjid sederhana dengan ukuran 20×15 meter. Dalam perjalanannya,
masyarakat setempat sepakat menambalkan nama Teuku Bujang Slamat menjadi nama
masjid Jamik tersebut, yaitu dengan nama Bujang Salim.

Tahun 1980 dibawah pimpinan tokoh masyarakat, Tgk H
A Gani masjid ini diperluas
dari ukuran
20 x 15 meter menjadi 40 x 30 meter. Tahun 1990 statusnya
menjadi Masjid Besar Bujang Salim, karena selain karena masjid pertama yang
didirikan di Dewantara juga karena lokasinya berada di pusat kecamatan serta
sudah banyak masjid jamiโ€™
lainnya di sekitar kawasan tersebut.

Perluasan masjid tersebut kembali
dimulai pada 1996 atas usulan masyarakat yang dipimpin Camat Dewantara kala
itu, Drs H Marzuki M Amin. Masjid yang sebelumnya berukuran 40 x 30 meter
menjadi 60 x 30 m. Perluasan juga dilakukan untuk pekarangan masjid, dari
ukuran 50 x 30 meter menjadi 95 x 80 meter dan pembangunan menara, Taksiran
dana yang digunakan untuk membangun masjid itu sudah mencapai Rp 12 miliar.

Mimbar dan Mihrab Masjid Besar Bujang Salim

Aktivitas Masjid Besar
Bujang Salim

Masjid Besar Bujang Salim tidak saja memiliki
ukuran yang besar namun juga memiliki keindahan tersendiri baik ekterior maupun
interiornya. Masjid Bujang Salim memiliki luas 1650 meter persegi dan mampu menampung
hingga 2500 jemaah sekaligus. Pembangunannya di danai oleh masyarakat muslim
setempat serta bantuan dari beberapa perusahaan seperti
PT AAF, PT PIM,
PT Arun, Pemda Aceh Utara, dan Pemerintah Aceh.

Tak hanya salat lima waktu dan
salat Jumat, Masjid Bujang Besar Salim juga digunakan untuk pengajian rutin
saban malam yang diasuh sejumlah ulama. Kecuali Senin malam dan Jumat malam karena pada Senin malam
pengurus masjid masjid ini
meng
ikuti
pengajian di Abu Paloh Gadeng (Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh Utara,
pimpinan dayah di Paloh Gadeng).
Di masjid ini, ada pula majelis taklim dari kelompok pemuda, pengajian
kaum ibu, dan pengajian anak-anak. Selain dari semua itu, masjid Besar Bujang Salim ini juga memiliki aula
dan Stasiun Radio sendiri.

Genset di masjid ini memiliki cerita unik
tersendiri. Adalah
Wakil Gubernur Aceh Muzakkir Manaf atau Mualem, dalam
satu kesempatan ber iโ€™tikaf dalam masjid tersebut seusai Magrib, tiba-tiba
listrik padam. Dan sebulan
kemudian di a
wal tahun 2013 beliau memberikan bantuan
generator set (genset) otomatis berukuran besar untuk masjid Besar Bujang Salim.

Teuku Bujang bin Teuku Rhi Mahmud (1891-1959) Pahlawan Pergerakan Kemerdekaan asal Aceh yang belum menjadi Pahlawan Nasional.

Siapakah Bujang Salim
?

Bujang Salim (1891-1959) atau Teuku Rhi Bujang
Selamat atau Bujang Salim Bin Rhi Mahmud dikenal sebagai salah seorang Pahlawan Perintis Pergerakan
Kebangsaan / Kemerdekaan). Beliau dilahirkan pada tahun 1891 di Nisam, Kecamatan Keude
Amplah, Kabupaten Aceh Utara. Putra
Uleebalang Nanggroe Nisam.

Pada tahun 1912 beliau menyelesaikan
kelas 5 (lima) Kweekschool dan Osvia di Bukit Tinggi (Sumatera Barat) dan
kemudian kembali ke Aceh.ย Tahun
1913 menjabat sebagai Zelfbsrtuurdier Nanggroe Nisam, namun pada tanggal 8 Februari 1920 beliau dipecat dan dibuang ke Mearuke (Papua) akibat dari aktifitasnya di bidang politik dan
keagamaan, yang mengundang
kekhawatiran pihak penjajah Belanda.

Selama di sana, Bujang Salim juga
melakukan aktifitas pendidikan dan keagamaan yang merupakan suatu kegiatan
bertentangan dengan kebijakan Belanda
ketika itu dan lagi lagi beliau dibuang ke Tanah Merah (Digul) pada 5 April
1935. Semasa penjajahan
Jepang, pada
11 Mei 1942, Bujang Salim diungsikan ke hutan Bijan,
kemudian dikembalikan lagi ke Meurauke. Pada 3 November 1942, ia kembali dibawa
pulang ke Tanah Merah. Pertengahan tahun 1943, atas anjuran Van Der Plas
pemerintahan interniran Belanda, mengangkut semua orang buangan untuk
diungsikan ke Australia, termasuk Bujang Salim. Tiba di Mackay, Australia, 5
Juni 1943.

Masjid Besar Bujang Salim.ย 
Akhir tahun 1945, pemerintah
interniran Belanda memerdekakan orang-orang buangan tersebut dan dijanjikan
akan dipulangkan ke masing-masing tempat asal. Pada 7 Oktober 1946, Bujang
Salim dan rombongan eks buangan diberangkatkan dengan kapal barang tentara
sekutu dan tiba di Jakarta, 14 Oktober 1946. Ia dimasukkan ke kamp Chause Complex, satu bulan kemudian,
anggota rombongan lainnya diberangkatkan ke Cirebon dan diserahkan kepada pemerintah Indonesia.
Sedangkan Bujang Salim, karena anaknya sakit keras, tidak jadi diberangkatkan
sampai empat bulan lamanya.

Bujang Salim kemudian berhubungan
sendiri dengan pemerintah Indonesia di Pegangsaan Timur dan dibolehkan
berangkat ke Purwokerto. Pada 15 Februari 1947 oleh Kementrian Dalam Negeri di
Purwokerto, dipekerjakan di sana sementara menunggu kapal yang berangkat dari
Cilacap menuju Sumatera. Karena Agresi I Belanda pada 31 Juli 1947, ia dan
keluarga terpaksa mengungsi ke lereng-lereng gunung Slamet (Jawa Tengah) selama
enam bulan.

Pada Maret 1948, ia ditangkap
oleh satu pasukan patroli Belanda dan ditahan untuk diperiksa. Dua hari
kemudian ia dilepaskan dan dengan dasar janji Belanda di Australia dulu, ia
dibawa ke Medan (Sumatera Utara),
tiba 20 April 1948. Pada Februari
1950 dengan bantuan Gubernur Aceh ketika itu, Bujang Salim diberangkatkan ke
Kutaradja (Banda Aceh). Lalu, 31 Juli 1950 ia pulang ke Krueng Geukuh, yang
saat itu merupakan bagian dari
Nanggroe Nisam. Bujang Salim meninggal dunia pada Rabu, 14 Januari 1959 dan dikebumikan di Krueng
Geukuh, di dekat Masjid
Besar Bujang Salim yang beliau prakarsai pembangunannya. Selama hidup, beliau dikaruniai 8 (delapan) orang putra dan putri.***
Silahkan untuk di copy paste dengan mencantumkan link ke bujangmasjid.blogspot.co.id
Tags: Alamat MasjidInfo MasjidMasjidMusolahTempat IbadahTempat Sholat
ShareTweetPin
Explore

Explore

Related Posts

Makan Siang di Meeting Point (Rebranding Umanusa Resto) Bandung
Explore

Makan Siang di Meeting Point (Rebranding Umanusa Resto) Bandung

20.01.2026
Keuntungan Menginap di Dormitory Room dan Tips Nyaman Menikmatinya
Explore

Keuntungan Menginap di Dormitory Room dan Tips Nyaman Menikmatinya

17.01.2026
Kiat Hijrah dalam Konteks Berwisata
Explore

Kiat Hijrah dalam Konteks Berwisata

16.01.2026
Roti Tawar Bobo Pontianak Tanpa Pengawet
Explore

Roti Tawar Bobo Pontianak Tanpa Pengawet

15.01.2026
Coto Makassar Kapuas Indah Pontianak
Explore

Coto Makassar Kapuas Indah Pontianak

09.01.2026
Martabak Pak Salim, Martabak Legendaris di Jalan Burangrang Bandung
Explore

Martabak Pak Salim, Martabak Legendaris di Jalan Burangrang Bandung

04.01.2026
Next Post

Sejarah Bandung (32): Bandoeng Vooruit! Mooi Bandoeng; Dari Bandung, Oleh Bandung, Untuk Bandung

TAK KENAL MAKA TAK BENCI PADA ORANG KAFIR

Iklan

Recommended Stories

Pemkab Sergai Serius Kembangkan Destinasi Wisata Desa Bartong

01.05.2023

Miss Roekiah dan Raden Mochtar dalam film Siti Akbari, 1940

14.11.2020

Yuk ke Tanjung Lesung

09.03.2013

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE ยป

Terkini

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

21.01.2026
Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

21.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?