Aopok – #Ledakan #bom #bunuh diri #mengguncang sebuah #masjid yang berada di #kompleks #kepolisian di #Kota #Kohat, Provinsi #Khyber Pakhtunkhwa, #Pakistan, saat umat Muslim sedang #melaksanakan #salat #Jumat pada Jumat, 18 #September 2026.
Serangan tersebut menimbulkan korban jiwa dan luka-luka dalam jumlah besar. Laporan awal Reuters menyebut sedikitnya 16 orang tewas dan 57 lainnya terluka. Namun, jumlah korban kemudian meningkat dalam pembaruan laporan setelah proses evakuasi dan penanganan korban berlangsung. Associated Press (AP) melaporkan pada 19 September bahwa sedikitnya 21 orang tewas dan 103 orang terluka dalam serangan tersebut.

Baca: Pakar PBB Soroti Dugaan Kejahatan Perang AS di Iran, 177 Warga Sipil Tewas Termasuk 120 Anak
Perbedaan angka korban terjadi karena proses identifikasi dan pendataan korban masih berlangsung setelah serangan serta bentrokan yang terjadi di kompleks kepolisian.
Bom Mobil Meledak Saat Jemaah Salat Jumat
Serangan terjadi ketika petugas kepolisian dan keluarga mereka berkumpul untuk melaksanakan salat Jumat di sebuah masjid yang berada di dalam kompleks Police Lines di Kohat.
Menurut laporan Reuters, pelaku menabrakkan sebuah kendaraan yang dipenuhi bahan peledak ke bagian dinding luar fasilitas kepolisian. Ledakan tersebut kemudian disusul aksi penembakan oleh sejumlah pria bersenjata.
Ledakan menyebabkan bagian dinding kompleks rusak parah. Masjid yang berada di dalam area tersebut juga mengalami kerusakan berat.
Video dari lokasi yang dikutip Reuters memperlihatkan kondisi bangunan yang porak-poranda serta warga dan petugas penyelamat berusaha mengevakuasi korban dari sekitar lokasi ledakan.
Puluhan Polisi dan Jemaah Menjadi Korban
Korban dalam serangan tersebut terdiri dari anggota kepolisian maupun warga yang sedang berada di sekitar masjid.
Dalam laporan awal Reuters, lima anggota polisi termasuk di antara korban meninggal dunia. Sementara itu, AP dalam laporan terbarunya menyebut banyak korban merupakan anggota polisi dan jemaah yang sedang menjalankan ibadah.
Serangan ini terjadi di fasilitas yang bukan hanya digunakan sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi bagian dari kompleks kepolisian yang memiliki sejumlah fasilitas keamanan.
Kompleks tersebut antara lain menjadi lokasi kantor Special Branch serta Counter Terrorism Department dan tempat tinggal sejumlah personel kepolisian yang bertugas menangani operasi terhadap kelompok bersenjata di wilayah tersebut.
Bentrokan Berlanjut Setelah Ledakan
Baca: Pria Viral Tendang Wanita di Senayan City Ditangkap Polisi, Motif Masih Didalami
Serangan tidak berhenti setelah bom meledak.
Menurut laporan AP, sejumlah pria bersenjata kemudian masuk ke kompleks kepolisian dan terlibat baku tembak dengan aparat keamanan. Situasi tersebut membuat operasi keamanan berlangsung selama sekitar 20 jam sebelum akhirnya dinyatakan berakhir pada Sabtu, 19 September 2026.
Polisi menyebut sejumlah penyerang tewas dalam operasi tersebut. AP melaporkan delapan penyerang ditemukan tewas, termasuk pelaku yang melakukan ledakan bunuh diri.
Kondisi tersebut membuat penanganan lokasi kejadian berlangsung cukup lama karena aparat harus memastikan kompleks benar-benar aman sebelum proses pemeriksaan dan evakuasi dapat dilakukan secara menyeluruh.
Kelompok Militan Belum Langsung Mengaku Bertanggung Jawab
Pada laporan awal Reuters, belum ada kelompok yang langsung menyatakan bertanggung jawab atas serangan tersebut. Reuters juga melaporkan bahwa Tehreek-e-Taliban Pakistan atau TTP menyatakan tidak terlibat dalam serangan itu.
Dalam laporan AP yang terbit kemudian, tidak ada klaim tanggung jawab langsung yang dapat dipastikan. Namun, dugaan diarahkan kepada kelompok militan yang aktif di wilayah tersebut, termasuk TTP, yang dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu kelompok yang sering dikaitkan dengan serangan terhadap aparat keamanan Pakistan.
Karena itu, identitas pelaku maupun jaringan yang berada di balik serangan tersebut masih menjadi bagian dari penyelidikan aparat Pakistan.
Kohat Berada di Wilayah yang Rawan Serangan
Kohat berada di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, wilayah barat laut Pakistan yang berbatasan dengan Afghanistan.
Daerah tersebut dalam beberapa tahun terakhir menghadapi peningkatan aktivitas kelompok bersenjata dan serangan yang menargetkan polisi maupun aparat keamanan.
Reuters mencatat bahwa kekerasan militan di wilayah perbatasan Pakistan meningkat dalam beberapa bulan terakhir, dengan polisi dan militer menjadi sasaran utama.
Pemerintah Pakistan juga kerap menuduh adanya tempat perlindungan bagi kelompok militan di Afghanistan. Pemerintah Taliban di Afghanistan membantah tuduhan tersebut dan menyebut persoalan militansi sebagai masalah internal Pakistan.
Pemerintah Pakistan Kecam Serangan
Serangan di Kohat mendapat kecaman dari pejabat Pakistan.
Presiden Pakistan Asif Ali Zardari dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif menyampaikan belasungkawa atas jatuhnya korban serta mengecam serangan tersebut. Mereka juga menegaskan pentingnya upaya menghadapi kelompok bersenjata yang melakukan serangan terhadap masyarakat maupun aparat keamanan.
Sementara itu, aparat keamanan melanjutkan pemeriksaan di sekitar kompleks kepolisian untuk memastikan tidak ada ancaman lain setelah bentrokan berakhir.
Angka Korban Masih Mengalami Pembaruan
Salah satu hal penting dalam pemberitaan serangan Kohat adalah perkembangan jumlah korban.
Ketika laporan pertama muncul, Reuters menyebut 16 orang meninggal dunia dan 57 orang terluka. Angka tersebut kemudian berkembang setelah operasi keamanan dan proses pendataan korban berlanjut.
Dalam laporan AP pada 19 September 2026, jumlah korban disebut mencapai 21 orang meninggal dunia dan 103 orang terluka.
Dengan demikian, pembaca perlu memperhatikan waktu pembaruan laporan ketika membaca informasi mengenai jumlah korban serangan tersebut.
Kesimpulan
Baca: Heboh Video Prajurit TNI Diduga Pukul Warga di Rangko, Korban Babak Belur hingga Masuk Rumah Sakit
Bom bunuh diri di kompleks kepolisian Kohat, Pakistan, terjadi ketika anggota polisi, keluarga mereka dan warga sedang melaksanakan salat Jumat di sebuah masjid.
Ledakan kendaraan bermuatan bahan peledak kemudian diikuti baku tembak antara penyerang dan aparat keamanan. Serangan tersebut menyebabkan puluhan orang menjadi korban dan memicu operasi keamanan yang berlangsung sekitar 20 jam.
Laporan mengenai jumlah korban mengalami perubahan dari laporan awal hingga pembaruan terbaru. Investigasi mengenai identitas pelaku, kelompok yang bertanggung jawab, serta jaringan di balik serangan masih terus berlangsung.

























Comments 1