Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Bahasa (97): Bahasa Bangka Pulau Bangka – Ragam Dialek di Bangka; Dialek Bahasa Melayu di Bangka dan di Betawi

Tempo Doelo by Tempo Doelo
24.10.2023
Reading Time: 6 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

ADVERTISEMENT


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Bahasa dalam blog ini Klik Disini

Suku
Bangka atau Melayu Bangka adalah kelompok etnis yang mendiami Pulau Bangka di
Provinsi Bangka Belitung. Orang Bangka menuturkan bahasa Bangka. Bahasa Bangka
adalah dialek bahasa Melayu di pulau Bangka dengan beragam variasi bahasa.


Bahasa
Bangka atau Basé Bangka adalah bahasa yang dituturkan di Pulau Bangka. Bahasa
Bangka terdiri 4 dialek: Ranggi Asam, Tua Tunu, Jeriji, Tempilang. Dialek
Ranggi Asam dituturkan di Ranggi Asam, Jebus, Bangka Barat; Dialek Tua Tunu
dituturkan di Tua Tunu, Gerunggang, Kota Pangkal Pinang; Dialek Jeriji
dituturkan di Jeriji, Toboali, Bangka Selatan; Dialek Tempilang dituturkan di Tempilang,
Tempilang, Bangka Barat. Secara umum hampir mirip dengan bahasa Betawi. Itu
hanya kilasan saja. Bahasa Bangka memang tergolong unik dan terbilang begitu
kompleks, karena walaupun berada dalam satu kawasan yang sama belum tentu
dialek nya akan sama pula. Bisa sama atau berbeda sama sekali. Dialek Bangka
bagian timur tidak sama dengan dialek Bangka bagian Selatan. Begitu juga di
daerah Bangka bagian utara dan barat. Bangka bagian Timur dengan Ibu kota
Belinyu memiliki dialek lebih kental menggunakan akhiran O dan E bahasa ngapo
dan bahasa panji mirip dialek Palembang. Sedangkan Bangka Selatan lebih akrab
dengan akhiran “E” kuat (logat Melayu Malaysia)
. (Wikipedia)

Lantas bagaimana sejarah bahasa Bangka di pulau
Bangka dan ragam dialek di pulau Bangka? Seperti disebut di atas, bahasa Bangka
adalah dialek bahasa Melayu di pulau Bangka dengan ragam variasi. Dialek bahasa
Melayu di Bangka dan di Betawi. Lalu bagaimana sejarah bahasa Bangka di pulau
Bangka dan ragam dialek di pulau Bangka? Seperti kata ahli sejarah tempo
doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan
wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama
yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja.

Bahasa Bangka di Pulau Bangka dan Ragam Dialek di
Bangka; Dialek Bahasa Melayu di Bangka dan di Betawi

Bahasa Bangka di pulau Bangka. Bagaimana sejarah
bahasa Bangka? Namun sebelum itu ada baiknya memperhatikan lebih dahulu
kelompok-kelompok populasi yang terdapat di residentie Bangka, khususnya di
pulau Bangka. Fakta bahasa kelompok populasi orang Cina (berbahasa Hakka) cukup
signifikan di residentie Bangka khususnya di pulau Belitung. Seperti dikutip di
atas, bahasa Bangka adalah salah satu dialek bahasa Melayu.


Pulau Bangka berada di residentie Bangka (termasuk pulau Belitoeng dan
pulau-pulau kecil lainnya). Residentie Bangka terdiri dari dua afdeeling:
Afdeeling West Bangka (Sebagian besar pulau Bangka) dan afdeeling Noord Bangka
(termasuk pulau Belitung). Berdasarkan hasil sensus pendudukan 1930 jumlah penduduk
afdeeling West Bangka sebanyak 45.531 jiwa dan afdeeling Noord Bangka sebanyak
70.379 jiwa. Jumlah orang Cina di afdeeling West Bangka sebanyak 18.231 jiwa dan
di afdeeling Noord Bangka sebanyak 46.692 jiwa. Ini mengindikasikan proporsi
terbanyak penduduk di afdeeling Noord Bangka adalah orang Cina.

Nama Bangka sendiri sudah dikenal sejak lama, bahkan
sejak era Portugis. Pulau Bangka menjadi sentra produksi lada seiring dengan meningkatnya
jumlah para pendatang. Ditemukannya timah di pulau Bangka, pada era VOC mulai
didatangkan pengusaha dan tenaga kerja asal Tiongkok untuk melakukan usaha
pertambangan timah. Arus tenaga kerja dari Tiongkok tersebut terus mengalir
hingga era Pemerintah Hindia Belanda. Hal itulah yang menyebabkan ragam
kelompok populasi di pulau Bangka sangat beragam.


Kelompok populasi yang
pertama mendiami pulau Bangka adalah suku Maras. Suatu populasi disebut Maras
diduga merujuk pada nama gunung di pulau Bangka (gunung Maras). Gunung ini
dapat dikatakan gunung tertinggi di pulau Bangka (700 m). Gunung Maras ini
seakan berada di pedalaman pulau, tetapi dapat diakses dari pantai utara pulau
memasuki teluk besar yang memanjang ke pedalaman. Besar dugaan pada masa lampau
gunung Maras ini tepat berada di pesisir pantai utara di bagian dalam teluk. Wilayah
Maras (kini desa Berbura, kecamatan Riau Silip, kabupaten Bangka), gunung dan
pusat peradaban awal di pulau Bangka, diduga peradaban semakin berkembang
dengan terbentuknya kota-kota baru seperti kota Muntok, kota Sungai Liat dan
kota Pangkal Pinang. Kota-kota besar di pulau Bangka (bagian utara) ini, berada
di lingkaran radar peradaban awal di pulau Bangka yang dulunya berpusat di
Maras.

.

Tunggu deskripsi lengkapnya

Dialek Bahasa Melayu di Bangka dan di Betawi: Apakah Ada
Kemiripan Bahasa Bangka dan Bahasa Betawi

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur.
Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Kanker darah tidak boleh makan ini
Sejarah

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

11.07.2024
Sejarah

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

10.07.2024
Sejarah

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

09.07.2024
Sejarah

Apel terakhir pasukan Inggris sebelum meninggalkan Indonesia dan menyerahkan kontrol militer kepada tentara Belanda, 28 November 1946

08.07.2024
Sejarah

Peta kuno dari sekitar tahun 1633: Posisi Nusantara di Asia

07.07.2024
Sejarah

Pemindahan warga Belanda/Indo mantan penghuni kamp Jepang ke Australia, 1946

06.07.2024
Next Post

Sejarah Bahasa (98): Bahasa Belitung Pulau Belitung dan Ragam Suku; Ameng, Bangka, Laut, Mapur, Sawang, Sekak dan Tionghoa

Rumah tradisional warga Papua saat Belanda kembali berkuasa, 1945

Iklan

Recommended Stories

Kita Kehilangan Khilafah Karena Nasionalisme, dan Kita Harus Menolaknya untuk Mendapatkan Khilafah Kembali

Aquascape DIYChoosing a Spot for Your AquariumAquarium Designs

13.02.2011

Serunya Susur Kali Sunter Usai Semarakkan Kumpul Akbar AMIN di JIS

10.02.2024
Jawaban Cerdas Mengapa Azan Harus Dikumandangkan Keras-Keras, Pakai Sepeaker Pula

Jawaban Cerdas Mengapa Azan Harus Dikumandangkan Keras-Keras, Pakai Sepeaker Pula

24.07.2020

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Hayati Kamelia Bantah Cekcok dengan Irish Bella di Medsos: Kenal Saja Enggak

Hayati Kamelia Bantah Cekcok dengan Irish Bella di Medsos: Kenal Saja Enggak

23.01.2026
Insanul Fahmi Akhirnya Minta Maaf pada Wardatina Mawa, Akui Khilaf Lakukan Poligami

Insanul Fahmi Akhirnya Minta Maaf pada Wardatina Mawa, Akui Khilaf Lakukan Poligami

23.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?