Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Pendidikan (1): Era Hindoe Boedha dan Era Islam di Nusantara; Prasasti, Candi, Teks Negarakertagama dan Tanjung Tanah

Tempo Doelo by Tempo Doelo
17.05.2023
Reading Time: 7 mins read
0
Gisel Baru Tahu Ternyata Agama Islam Mengajarkan untuk Senyum Ramah, Riang, dan Bahagia
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

ADVERTISEMENT


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Pendidikan dalam blog ini Klik Disini

Sejarah
seharusnya memiliki permulaan. Demikian juga sejarah pendidikan di Indonesia.
Tentu saja pendidikan dan system pendidikan antara satu era dengan era
berikutnya berbeda. Tidak bisa dibandingkan masa kini dengan masa lampau. Lalu
mengapa itu penting? Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Namun yang menjadi
persoalan apa yang menjadi rujukannya. Pada masa ini, sumber sejarah pendidikan
di masa lampau, zaman Hindoe Boedha dan zaman Islam sangat terbatas: prasasti, candi
dan teks Negarakertagama dan Tanjung Tanah. Okelah. Sejarah seharusnya memiliki
permulaan.


Siapa
Guru Zaman Hindu-Buddha & Bagaimana Sistem Pendidikannya? Selasa, 23 Nov
2021. Jakarta – Keberadaan profesi guru di Indonesia sudah ada sejak zaman sebelum
agama masuk ke Indonesia. Akan tetapi, saat itu sistem pengajaran dan apa yang
diajarkan masih lebih sederhana. Seseorang yang ingin belajar haruslah
mengunjungi seorang petapa. Pada era tersebut, petapa disebut sebagai guru oleh
para murid-muridnya. Para murid tersebut juga menggarap ladang si petapa untuk
keperluan hidup. Ketika agama mulai masuk ke Nusantara, sosok guru pun
mengalami perkembangan. Demikian juga dalam hal pengajaran dan tempat
mengajarnya. Di awal perkembangan Hindu-Buddha, sistem pengajaran seluruhnya
memuat pendidikan keagamaan dan dilakukan di padepokan atau biara. Guru yang
mengajar saat periode awal Hindu-Buddha adalah biksu. Para biksu mengajari baca
tulis huruf Sansekerta. Saat periode kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia, pendidikan
sudah banyak berkembang. Pendidikan kala itu tidak hanya mengajarkan ilmu
agama. Pada zaman kerajaan Hindu-Buddha, yang menyelenggarakan pendidikan dan
pengajaran adalah kaum Brahmana. Pelajaran yang diberikan adalah teologi,
bahasa, sastra, ilmu kemasyarakatan, ilmu eksakta seperti perbintangan,
perhitungan waktu, seni rupa, seni bangunan, ilmu pasti, dan sebagainya.
Kemudian, jelang akhir zaman kerajaan Hindu-Buddha, pengajaran tidak lagi
dilakukan secara kolosal atau dihadiri banyak orang. Para guru kala itu mulai
mengajar di padepokan-padepokan dengan jumlah murid yang cukup terbatas.
(https://www.detik.com/)

Lantas bagaimana sejarah Pendidikan era Hindoe
Boedha dan era Islam di Nusantara? Seperti disebut di atas,
sejarah seharusnya memiliki permulaan. Namun persoalannya sumber sejarah
pada permulaan sangat terbatas. Hanya ada prasasti, candi dan teks Negarakertagama dan Tanjung Tanah di wilayah
Indonesia. Lalu bagaimana sejarah pendidikan era Hindoe Boedha dan era Islam di
Nusantara? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan.
Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita
telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama
yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.

Era Hindoe Boedha dan Era Islam di Nusantara;
Prasasti, Candi serta Teks Negarakertagama dan Tanjung Tanah di Wilayah
Indonesia

Tentang bagaimana pendidikan era Hindoe Boedha dan era
Islam di Nusantara, sulit dipahami? Bagaimana berlangsung, apa yang dijarkan? Siapa
murid dan siapa guru? Dimana saja dilakukan dan kapan itu berlangsung? Semuanya
adalah pertanyaan yang tetap sulit dijawab. Namun demikian, hasilnya dapat
diketahui dalam berbagai wujud seperti prasasti dan bangunan (arsitektur)
candi.


Satu yang penting dalam mendeskripsikan sejarah pendidikan tempoe doeloe
(dalam hal ini era Hindoe Boedha dan era Islam di Nusantara) tidak dapat diperbandingkan
dengan yang kita pahami tentang pendidikan masa kini. Bentuk pendidikan dalam
konteks masa kini dibedakan antara informal, non formal dan formal. Tingkatan pendidikan
juga berbeda-beda rendah hingga tinggi. Apa yang diajarkan juga dilakukan
secara bertahap seperti pendidikan awal dalam kemampuan membaca, menulis,
berhitung, mengukur, menggambarkan; mata ajar lebih lanjut seperti geografi,
sejarah dan astronomi. Tentu saja yang penting diperhatikan pendididikan
berlangsung dengan menggunakan bahasa apa dan aksara apa. Bagaimana itu
semuanya terjadi di masa lampau sulit diketahui. Kita hanya mengetahuinya
tentang apa yang tersisa masa kini yang dapat dilihat dan apa yang bisa dibaca.

Dalam prasasti yang ditemukan di berbagai tempat yang
berasal dari berbagai era di Indonesia (baca: nusantara) kita bisa membaca apa
yang tertulis dalam bahasa apa dengan menggunakan aksara apa serta tentang perihal
yang dibicarakan. Dari prasasti itulah kita bisa menafsirkan pendidikan itu. Fakta
bahwa tulisan (bahasa dan aksara) dalam hal ini terlaksana karena proses
pembelajaran (diajarkan dan dipelajarI). Proses pembelajaran sendiri adalah
inti pendidikan itu sendiri. Secara historis Pendidikan diwariskan dari
generasi ke generasi.
 


Apa yang bisa dibaca sekarang dalam prasasti kita tidak bisa menjelaskan
lebih lanjut siapa yang menjadi guru dan siapa yang menjadi murid, dalam bentuk
apa pendidikan itu berlangsung dan sebagainya, tetap sulit terjelaskan. Sejauh
ini tidak ada teks prasasti yang menjelaskan itu. Satu-satunya dalam teks yang terjelaskan
adalah tentang apa yang dibicarakan di dalam teks. Dimana prasasti itu
ditemukan dan prasasti berasal dari era (ber)apa mengindikasikan proksi dimana pendidikan
itu telah diselenggarakan pada era tertentu plus bahasa apa yang digunakan dan ditulis
dengan aksara apa.

Sejarah pendidikan tempo doeloe juga dapat
dijelaskan tentang apa yang dibuat oleh tangan manusia, tidak hanya yang ditemukan
dalam prasasti, juga bangunan-bangunan (struktur) yang masih bisa dilihat
sekarang yang bersifat tetap dan cenderung tidak berubah seperti struktur
dimana prasasti ditulis dan dilukiskan (termasuk dinding di gua), candi (dalam
berbagai bentuk), kanal/bendungan, peralatan (senjata) dan perlengkapan
(termasuk gerabah/kramik) yang semua terbuat dari bahan tahan lama seperti
batu, logam, kayu dan sebagainya.


Candi menunjukkan bukti lebih banyak dari hasil proses pendidikan. Secara
umum struktur bangunan candi, semakin rumit mengindikasikan tingkat pendidikan yang
diperlukan lebih tinggi. Candi-candi seperti Brobudur dan Prambanan menggambarkan
bagaimana tingkat kesulitan dalam membangunannya. Tidak hanya pengetahuan berhitung
saja, juga dibutuhkan pengetahuan tentang pengukuran. Kemampuan mengukur jauh
lebih tinggi dari kemampuan menghitung yang artinya ada perbedaan tingkat pendidikan
yang dijalani setiap orang. Secara khusus dalam bangunan candi ditemukan
berbagai relief yang menggambarkan berbagai bentuk yang dapat dipahami dan
dipelajari lebih lanjut dalam kaitannya dengan pendidikan (proses belajar).
Relief pada dinding candi Brobudur dapat dianggap sebagai buku ensiklopedia
yang kaya dengan informasi.

Tunggu deskripsi lengkapnya

Prasasti, Candi serta Teks Negarakertagama dan Tanjung
Tanah di Wilayah Indonesia: Konstruksi Sistem Pendidikan Masa Permulaan

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur.
Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post

WISMA DJEMBRANASARI

Cerita Dulu

Cerita Dulu

Iklan

Recommended Stories

Lakukan Perjalanan “Kecil” untuk Menghindari Bermaksiat Saat Sendirian di Kamar

Fatawa Syaikhul Islam Zakariyya al-Anshari

04.08.2015

Al Amtsal (3)

30.11.2019

Potret Sentot Prawirodirjo dari sekitar tahun 1840-1850

18.06.2017

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?