Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Malang (7): Populasi Penduduk di Malang Doeloe, Melting Pot; Orang Madura dan Orang Jawa di Malang pada Masa Kini

Tempo Doelo by Tempo Doelo
25.02.2023
Reading Time: 11 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

ADVERTISEMENT


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Malang dalam blog ini Klik Disini

Populasi penduduk Kota Malang masa ini
berdasarkan SP-2020 sebanyak 843.810 Jiwa. Banyak memang. Akan tetapi itu
bermula dar jumlah yang sedikit. Populasi penduduk kota Malang telah meningkat
dari masa ke masa, bahkan telah dimulai sebelum era Pemerintah Hindia Belanda.
Salah satu elemen populasi dari awal di wilayah Malang berasal dari pulau
Madura atau wilayah pantai dimana komunitas penduduk Madura berada.


Sebagian
besar penduduk Kota Malang berasal dari suku Jawa. Namun, jika dibanding dengan
masyarakat Jawa pada umumnya, suku Jawa di Malang memiliki temperamen yang
sedikit lebih keras dan egaliter. Terdapat pula sejumlah suku-suku minoritas
seperti Madura, Arab, Tionghoa, dan lain-lain. Agama mayoritas di Kota Malang
adalah Islam, diikuti dengan Kristen Protestan, Kristen Katolik, Hindu, Buddha,
dan Konghucu. Bangunan tempat ibadah banyak yang telah berdiri semenjak zaman dahulu
antara lain Masjid Agung Jami’ Kota Malang, Gereja Hati Kudus Yesus, Katedral
Ijen (Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel), Klenteng Eng An Kiong di
Kotalama dan sebuah pura di Puncak Buring. Meskipun Islam adalah agama
mayoritas, Kota Malang menjadi salah satu kota yang memiliki jumlah penduduk
Kristen terbesar di Jawa Timur. Malang juga menjadi pusat pendidikan keagamaan
karena memiliki banyak pesantren dan pusat pendidikan Kristen. Salah satu
pesantren yang terkenal ialah Pondok Pesantren Al Hikam. Ada pula pusat
pendidikan Kristen berupa Seminari Alkitab, Seminari Alkitab Asia Tenggara yang
berdiri di Malang pada 1954. Kota Malang dikenal sebagai kota yang toleransi
antaragamanya tinggi. Keberadaan Masjid Jami’ dan Gereja Protestan Indonesia
Barat (GPIB) Immanuel di Kota Malang menarik. Dua tempat ibadah itu
bersebelahan dan seolah menjadi simbol toleransi masyarakat di Kota Malang.
Bahasa Indonesia merupakan bahasa resmi di Kota Malang, seperti Indonesia.
Namun, bahasa Jawa dengan dialek Jawa Timuran merupakan bahasa sehari-hari
masyarakat Malang. Kalangan minoritas suku Madura menuturkan bahasa Madura.
Malang dikenal memiliki dialek khas yang disebut boso Walikan (osob Kiwalan),
yaitu cara pengucapan kata secara terbalik, misalnya Malang menjadi Ngalam
(Wikipedia)

Lantas bagaimana sejarah populasi penduduk
Malang, melting pot masa lalu hingga Malang masa kini? Seperti disebut di atas,
keberadaan orang Madura sudah diketahui sejak lama di Malang. Dalam
perkembangannya kota Malang menjadi kota melting pot, tidak hanya orang Madura
dan orang Jawa. Lalu bagaimana sejarah populasi penduduk Malang, melting pot masa
lalu hingga Malang masa kini? Seperti kata ahli
sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan
wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama
yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.

Populasi Penduduk Malang, Melting Pot Masa Lalu,
Malang Masa Kini; Orang Madura dan Orang Jawa di Malang

Hanya satu yang relative tidak berubah di (wilayah)
Malang dari masa ke masa, yakni wilayah geografi Malang sendiri (topografi dan
geologi wilayah). Waktu terus bergerak, yang berubah di wilayah Malang adalah
populasinya. Perubahan populasi ini, pada setiap fase meninggal situsnya. Situs
terawal yang dapat dipelajari masa kini adalah bangunan candi dan prasasti
tertulis. Dalam konteks ini juga dapat ditambahkan hal yang diwariskan seperti
nama kampong, bahasa, dan elemen budaya lainnya.


Perubahan populasi penduduk dapat terjadi karena berbagai factor.
Faktornya dapat berbeda antara masa. Misalnya peperangan, epidemic, bencana
alam seperti gempa, letusan gunung berapi dan banjir. Akibatnya, ada fase
dimana wilayah Malang sempat kosong yang lalu kemudian digantikan oleh
populasi. Kehadiran populasi lain bisa karena perpindahan alamiah (nomaden),
atau perpindahan yang disengaja seperti pendudukan dimana para pasukan menetap
atau pengerahan orang untuk memperkuat kekuasaan atau otoritas yang
dipertahankan. Hal itu terjadi di berbagai tempat termasuk di wilayah Malang.
Ibarat kita melihat air sungai, sungainya sendiri dari masa ke masa tetap eksis
(ada saluran dan ada arus), tetapi air itu sendiri berubah setiap detik. Oleh
karena itu, populasi penduduk Malang hari ini boleh jadi bukan orang dari
keturunan yang sama dibandingkan dengan populasi penduduk yang eksis di masa
lampau.  

Secara teoritis, terutama di pulau Jawa dan Sumatra,
dihuni populasi penduduk negroid (berkulit hitam). Bukti-bukti sudah
ditunjukkan oleh para peneliti di era Pemerintah Hindia Belanda bahwa di
wilayah Jawa masih ada ditemukan populasi penduduk negroid seperti yang hari
ini masih ditemukan di wilayah Semenanjung (seku Semang) dan pulau-pulau di
Andaman. Jika pada masa ini populasi penduduk di Sumatra dan Jawa, termasuk di
Malang umumnya berkulit coklat atau ada yang putih, hal itu sudah menunjukkan
adanya perubahan populasi penduduk. Perubahan ras populasi ini juga dapat
dijelaskan dengan adanya perubahan bahasa yang digunakan masa lampau dan masa
kini yang berbeda. Adanya perbedaan aksen bahasa Jawa di Malang dan Madioen dan
Soerakarta sudah mengindikasikan adanya perubahan populasi dan perubahan linguistic.
Biasanya perubahan bahasa karena didahului oleh perubahan populasi. Ada bahasa
yang masuk pada suatu wilayah karena ada orang yang membawanya.


Disebutkan di Malang ditemukan prasasti Dinoyo diduga berasal dari zaman kuno era Hindoe Boedha
tahun 760.
Disebutkan prasasti menggunakan bahasa Sanskerta. Penggunaan bahasa Sanskerta ini masih eksis hingga era kerajaan
Singhasari abad ke-13. Pada abad ke-17 ada kehadiran orang Makassar dan orang
Madura di wilayah Malang. Pada akhir era VOC mulai ada kehadiran orang
Eropa/Belanda yang kemudian disusul orang Cina, orang Arab dan sebagainya pada
era Pemerintah Hindia Belanda. Pada masa ini jika di wilayah Malang ditemukan
dua bahasa yang proporsinya besar, bahasa Jawa dan bahasa Madura, sebenarnya
kita tidak sepenuhnya memahami bahwa kemungkinan ada orang Madura telah berbahasa
Jawa dan sebaliknya ada orang Jawa yang telah berbahasa Madura (apakah akibat
perkawinan atau perubahan tempat tinggal). Keberadaan awal orang Jawa dan orang
Madura di Malang sudah berlangsung sejak lama bahkan ratusan tahun yang lalu.

Tunggu deskripsi lengkapnya

Orang Madura dan Orang Jawa di Malang: Riwayat Kota
Malang Melting Pot Masa ke Masa

Setelah sekian ratus tahun di wilayah Malang, sulit
membedakan siapa berasal dari mana terutama di antara orang Jawa dan orang
Madura. Bahasa Jawa memang masa ini dominan, disbanding bahasa Madura, tetapi
soal asal usul tidak linier. Telah terjadi proses percampuran antar penduduk
melalui perkawinan yang kemudian membentuk populasi melting pot. Bagaimana
ragam penduduk di Malang baru mulai dicatat sejak terbentuknya cabang
Pemerintah Hindia Belanda di Malang.


Berdasarkan statistic tahun 1845 populasi penduduk di district Malang
sebanyak 10.561 jiwa (lihat Tijdschrift voor Neerland’s Indie, 1847).
Komposisinya sebanyak 8.020 jiwa orang Jawa dan sebanyak 2.012 orang Madura. Sementara
itu orang Cina sebanyak 364 jiwa, orang Eropa sebanyak 66 jiwa dan orang Arab
sebanyak enam orang. Yang lainnya orang Malayu dan orang Bugis dan lainnya
sebanyak 91 jiwa. Tidak ditemukan komposisi penduduk pada tahun-tahun ke
belakang. Informasi terawal hanya menyajika total populasi di seluruh afdeeling
Malang pada era pendudukan Inggris yang dicatat dalam buku Raffles (1818)
sebanyak 11.868 jiwa yang mana laki-laki sebanyak 5.912 jiwa dan perempuan
sebanyak 6.926 jiwa.

Wilayah (afdeeling) Malang termasuk salah satu
wilayah tujuan migrasi di (pulau) Jawa, karena wilayah afdeeling Malang sempat
sepi karena adanya perang yang terjadi di masa lampau pada era VOC. Sejak era
Pemerintah Hindia Belanda, terutama pasca pendudukan Inggris, arus migrasi ke
wilayah Malang semakin deras. Para pendatang terutama dari bagian barat Malang di
wilayah pedalaman (orang Jawa) dan bagian timur Malang di wilayah pesisir (orang
Madura). Dengan semakin kondusifnya keamaanan di Malang dan perkembangan
perekonomian yang pesat dengan pengembangan budidaya kopi, orang-orang Cina dan
orang-orang Eropa semakin banyak yang memilih Malang.


Hal itulah mengapa populasi penduduk afdeeling Malang bertambah pesat.
Bandingkan jumlah populasi 1815 yang hanya sebanyak 11.868 jiwa untuk seluruh
afdeeling Malang menjadi kontras dengan jumlah populasi district Malang saja
sebanyak 10.561 jiwa. Afdeeling Malang sendiri terdiri dari enam district:
Malang, Antang, Singosari, Batoe dan lainnya.

Berapa total populasi pendudukan afdeeling Malang pada
tahun 1845 tidak terinformasikan. Namun menurut catatan tahun 1901 jumlah
populasi penduduk district Malang sudah mencapai sebanyak 53.388 jiwa. Jumlah
ini sudah sangat meningkat jauh jika dibandingkan pada tahun pada tahun 1845
yang baru sebanyak 10.561 jiwa (lima kali lipat dalam setengah abad). Jumlah
populasi penduduk afdeeling Malang maupun district Malang akan meningkat lagi
seperti kita lihat nanti dalam Sensus Penduduk 1920 dan Sensus Pendudukan 1930.


Gambaran populasi penduduk pribumi di (afdeeling) Malang yang dimuat
dalam
De
locomotief
, 14-08-1908 disebutkan selain orang Malang asli terdapat orang Batavia dan Soenda, orang Solo dan Djokdja serta orang Bagelen, Madura dan juga orang Boegis dan
Aceh
. Disebutkan orang Aceh
adalah orang Aceh yang diasingkan dari Aceh (pasca Perang Aceh pertama dan
Perang Aceh kedua) dan juga orang Bugis adalah sebagian dari mereka orang-orang
yang diasingkan (pasca Perang Bone dan Perang Makassar). Yang menarik dalam hal
ini sudah terbentuk orang Malang asli (yang sudah ada dari generasi ke
generasi). Orang Madura dan orang Solo dapat dibedakan sebagai pendatang karena
masih mengidentifikasi diri sebagai orang Madura dan orang Solo. Bagiamna
dengan orang Soenda dan orang Batavia? Orang Batavia mungkin maksudnya orang
Betawi.

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post

Sejarah Malang (8): Nama-Nama Kampong Tua di Malang; Ada Nama Berasal Zaman Kuno,Ada Nama Baru Masa Hindia Belanda

Propaganda Jepang dalam bentuk kisah dengan lukisan (2)

Iklan

Recommended Stories

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah duku

14.01.2026
Presiden Erdogan Desak Hukum Mati Pelaku Teror di Selandia Baru

Presiden Erdogan Desak Hukum Mati Pelaku Teror di Selandia Baru

19.03.2019
Komik Strip Muslim Show #1

Komik Strip Muslim Show #1

03.03.2014

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

21.01.2026
Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

21.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?