Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Surakarta (50): Surat Kabar Nieuwe Vorstenlanden di Soerakarta; Koran Bahasa Belanda Sumatraasch Nieuwsblad di Padang

Tempo Doelo by Tempo Doelo
21.01.2023
Reading Time: 12 mins read
0
My First Impression and 11 Facts I just Know About Maldives
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

ADVERTISEMENT


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Surakarta/Solo dalam blog ini Klik Disini

Apa itu surat kabar Nieuwe Vorstenlanden di Soerakarta? Siapa yang peduli?
Nieuwe Vorstenlanden adalah suatu surat kabar investasi Eropa/Belanda berbahasa
Belanda yang diterbitkan di Soerakarta pada era Pemerintah Hindia Belanda.
Surat kabar ini cukup lama bertahan yang merupakan koran utama berbahasa
Belanda di Soerakarta. Tentu saja investasi Eropa/Belanda juga merambah surat
kabar berbahasa Melayu dan berbahasa Jawa seperti Bromartani. Pada tahun 1905
di Padang surat kabar berbahasa Belanda Sumatraasch Nieuwsblad diakuisisi Haji Saleh
Harahap gelar Dja Endar Moeda (pemilik surat kabar berbahasa Melayu, Pertja
Barat).


De
vorstenlanden waren in Nederlands-Indië vier na de kolonisatie overgebleven
inheemse rijken in het midden van Java. De vorsten van deze staatjes waren
formeel “zelfregeerder” maar hun politieke macht was door verdragen
en akkoorden sterk ingeperkt. Het Koninkrijk der Nederlanden was hun suzerein. In
de 20e eeuw waren. Het soenanaat Soerakarta met 1.704.201 inwoners; Het
sultanaat Jogjakarta met 1.399.351 inwoners; Het vorstendom Pakoealaman met
112.005 inwoners; Het vorstendom Mangkoenegaran (Mangkoe-Negoro) met 908.318
inwoners. De vorstenlanden ontstonden in de loop van de 18e en vroeg-19e eeuw
na burgeroorlogen en successieoorlogen binnen de Javaanse adel en waren de
opvolgers van het Rijk van Mataram. Ze waren dichtbevolkt en er werd veel rijst
verbouwd. Er waren twee Solose vorsten de soesoehoenan van Soerakarta (Solo) en
de Mangkoenegara van het gebied Mangkoenegaran en twee Djokjase vorsten: de
Hamengkoeboewono of sultan van Djokjakarta, en de Pakoe Alam van Pakoealaman.
De soesoehoenan van Soerakarta was de eerste opvolger in rechte lijn, de
overige drie vorsten vertegenwoordigden zijlijnen (broer of neef). De vier
vorsten erkenden het Nederlands oppergezag, daar de laatste soesoehoenan van
het huis van Mataram (Pakoe Boewono II) in 1749 zijn erfrecht aan de Verenigde
Oost-Indische Compagnie (V.O.C.) had afgestaan. Voor de vier vorsten gold de
landvoogd of gouverneur-generaal van Nederlands-Indië als
“Grootvader”, terwijl deze hen omgekeerd als
“Kleinkinderen” betitelde. De vorstenstaten hadden geen jurisdictie
over de Europese inwoners en de Oosterlingen zoals Chinezen, zij vielen als
landsonderhorigen onder het gezag en de rechtsmacht van Nederlands-Indië. Naast
de vorst stond de Nederlandse rijksbestuurder of pepatik dalem die de
feitelijke macht uitoefende
(Wikipedia)

Lantas bagaimana sejarah surat kabar Nieuwe
Vorstenlanden di Soerakarta? Seperti disebut di atas, koran ini berbahasa
Belanda yang diterbitkan di Soerakarta oleh investor Eropa/Belanda. Tentu saja
ada juga pribumi yang berinvestasi dalam surat kabar berbahasa Belanda. Lalu bagaimana
sejarah surat kabar Nieuwe Vorstenlanden di Soerakarta? Seperti kata ahli
sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan
meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo
doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama
yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.

Surat Kabar Nieuwe Vorstenlanden di Soerakarta; Koran Berbahasa
Belanda Sumatraasch Nieuwsblad di Padang
 

Sejak kapan surat kabar Nieuwe Vorstenlanden di Soerakarta diterbitkan?
Pada tahun 1883 disebutkan dalam surat kabar bahwa surat kabar
Nieuwe Vorstenlanden akan terbit tanggal 1 April
1883 (lihat De locomotief, 31-03-1883). Disebutkan mulai 1 April, Soerakarta’s
Nieuws- en Advertentieblad akan diterbitkan dengan nama “De Nieuwe
Vorstenlanden” Niisuws- en Advertblad untuk Midden Java, 3 kali seminggu,
dalam format yang lebih besar. Harga berlangganan f9 per setengah tahun.
Peluang bagus untuk iklan: Vogel v. d. Heijde & Co.


Surat kabar Soerakarta’s Nieuws- en Advertentieblad diterbitkan pertama
kali tahun 1879 (lihat Het vaderland, 29-09-1879). Disebutkan di Batavia, 23 Agustus. (lanjutan.)
Nomor pertama telah diterbitkan Soerakarta’s Nieuws- en Advertblad
yang seperti disebut dalam edisi No 52, berafiliasi dengan ‘Vorstenlanden’, yang percetakannya ditutup
pada saat itu atas perintah Pemerintah. Penerbit Jonas Portier & Co. telah
digantikan oleh perusahaan Vogel van der Heyde & Co
.

Namun sedikit membingungkan, pada edisi hari Senin tanggal
2 April 1883 pada halaman utama disebut Tahun 1883 No. 27 tahun XIV.
 Besar dugaan dari yang diberitakan sebelumnya mulai
terbit tanggal 1, sebenarnya turut cetak baru tanggal 2. Artinya, edisi pertama
dengan wajah baru dan nama baru baru benar-benar terbit pertama tanggal 2. Akan
tetapi masih ada kebingungan bahwa edisi pertama ini dengan No.27 tahun ke-14.


Dengan merujuk pemberitaan yang disebut di atas (lihat Het vaderland, 29-09-1879), bahwa pada tahun 1883
sebenarnya nomor edisi
Soerakarta’s Nieuws- en Advertblad terus dilanjutkan dari nomor terakhir 26 pada tahun
ke-14 di tahun 1883. Oleh karena nama surat kabar disebut
Soerakarta’s Nieuws- en
Advertblad
, baru terbit pertama
Agustus 1879, maka surat kabar ini sebelum ditambahkan nama Soerakarta’s diduga
(hanya) bernma
Nieuws-
en Advertblad
, yang diduga terbit pertama
kali tahun 1869 (1883 dikurang 14 tahun) yang diduga saat itu di Batavia.

Surat kabar berbahasa Belanda di Soerakarta diduga
kuat baru muncul tahun 1879. Di Soerakarta selama ini sudah ada surat kabar
berbahasa Jawa, Bromartani yakni pada tahun 1855 terbit pertama surat kabar
(mingguan) berbahasa Jawa di Soerakarta dengan edisi pertama pada tanggal 25
Januari 1855 (lihat Javasche courant, 10-02-1855). Dalam artikel terdahulu, disebutkan
mingguan tersebut diterbitkan oleh Hartevelt en Co atas izin surat kabar
(harian) Javaansche Courant.


Terbitnya surat kabar berbahasa Belanda di Soerakarta tahun 1879 diduga seiring
dengan semakin banyaknya populasi orang Eropa/Belanda di Soerakarta dan juga
keinginan investor untuk membuat persaiangan dengan surat kabar berbahasa
Belanda di Jogjakarta. Ini dapat diperhatikan dari pemberian namanya menggunakan
nama Soerakarta. Sementara itu surat kabar yang terbit pada tahun 1977 di
Jogjakarta diberi nama Mataram (lihat artikel dalam serial artikel sejarah Jogjakarta
dalam blog ini). Akan tetap menjadi berbeda dengan nama wajah baru tahun 1883
yang mana nama Soerakarta dihilangkan dengan memberi nama besar Nieuwe Vorstenlanden plus cakupan di seluruh
Midden Java (tidak hanya menyasar potensi pembaca dan pemasang iklan di Jogjakarta
juga yang di Semarang).

Tunggu deskripsi lengkapnya

Koran Berbahasa Belanda Sumatraasch Nieuwsblad di
Padang: Pers Berbahasa Belanda vs Pers Berbahasa Melayu

Penerbitan surat kabar adalah usaha kegiatan bisnis.
Oleh karenanya, siapa saja boleh masuk, tanpa ada larangan. Demikian yang terjadi
di Soerakarta dan Jogjakarta, maupun di kota-kota lain seperti Batavia,
Semarang, Soerabaja dan Padang. Di Medan sendiri surat kabar berbahasa Belanda
baru terbit pertama tahun 1884 dan di Bandoeng tahun 1902 (selama ini hanya
didatangkan dari Batavia). Pada tahun 1902 ini di Medan mulai ketat persaingan.
Deli Courant yang terbit sejak 1884 mulai mendapat saingan De Sumatra Post yang
terbit tahun 1899 dan kemudian tahun 1902 menerbitkan surat kabar berbahasa
Melayu, Pertja Timor.


Di Padang, surat kabar pertama berbahasa Belanda terbit sejak 1865. Lalu
tahun 1895 tiga orang berbeda bangsa, Bauner (Jerman), Kim (Cina) dan Dja Endar
Moeda (pribumi) menerbitkan surat kabar berbahasa Melayu yang diberi nama
Pertja Barat (nama yang dirujuk oleh Pertja Timor di Medan). Dalam
perkembangannya, Kim mengundurkan diri, yang menjadi editor hanya tinggal Dja
Endar Moeda. Tahun 1900 Dja Endar Moeda mengakuisisi seluruh saham perusahaan
penerbitak (temasuk percetakannya). Pada tahun ini juga Dja Endar Moeda menerbitkan
surat kabar baru yang juga berbahasa Melayu yang diberi nama Tapian Na Oeli
(untuk sasaran pembaca di residentie Tapanoeli) dan juga satu majalan dwimingguan
yang diberi nama Insulinde. Dalam hal ini dapat dikatakan, Dja Endar Moeda
adalah pribumi pertama pemilik surat kabar (penerbitan dan percetakan).  Saleh Harahap gelar Dja Endar Moeda adalah
pensiunan guru, alumni sekolah guru Kweeksxhool Padang Sidempoean (lulus 1884).
Uniknya, pemimpin redaksi Pertja Timor di Medan adalah Hasan Nasoetion gelar
Mangaradja Salamboewe (alumni Kweekschool Padang Sidempoean, 1891). Pribumi
ketiga yang menjadi editor surat kabar berbahasa Melayu adalah Tirto Adhi
Soerjo di surat kabar Pembrita Betawi yang terbit di Batavia (1903). Pemilik Pembrita
Betawi saat itu adalah Karel Wijbrand (mantan editor surat kabar De Sumatra
Post di Medan).

Pada tahun 1905 di Padang, Dja Endar Moeda Kembali mengakuisii
surat kabar. Kali ini, bukan surat kabar berbahasa Melayu, tetapi surat kabar
berbahasa Belanda. Surat kabar berbahasa legendaris di Padang, Sumatra Courant
sudah lama berhenti terbit (terakhir tahun 1899). Lalu muncul surat kabar baru
yakni Sumatraasch Nieuwsblad. Namun surat kabar ini kalah bersaing dengan surat
kabar De Sumatra Post yang terbit di Medan dengan oplah seluruh Sumatra
termasuk di Padang. Dalam posisi ‘ngos-ngosan’ Dja Endar Moeda mengakuisisi
surat kabar Sumatraasch Nieuwsblad.


Seperti halnya investor Eropa/Belanda yang awalnya menerbitkan surat
kabar berbahasa Belanda, juga sejak awal merambah ke segmen pasar pribumi
dengan menerbitkan surat kabar berbahasa Melayu di Soerabaja dan Batavia. Seperti
disebut di atas, secara khusus juga merambah ke bahasa daerah berbahasa Jawa di
Soerakarta, Bromartani. Dja Endar Moeda tampaknya melihat peluang dengan
mengambilalih Sumatraasch Nieuwsblad dimungkinkan untuk menyasar pembaca
pribumi yang bisa berbahasa Belanda dan juga pembaca Eropa/Belanda. Tentu saja
Dja Endar Moeda yang tahun 1897 pernah menyatakan bahwa pendidikan dan jurnalitik
sama pentingnya yakni sama-sama mencerdaskan bangsa. Dalam hal ini Sumatraasch
Nieuwsblad yang berbahasa boleh jadi dimaksudkan agar pajabat pemerintah
terutama yang Belanda yang tidak fasih berbahasa Melayu dapat memahami suaranya,
untuk mempercepat keluhan-keluhan di tengah masyarakat pribumi plus ide-idenya
kepada pemerintah apa yang seharusnya diinginkan pendudukan pribumi. Boleh
jadi  Dja Endar Moeda memiliki motto
lainnya yakni tidak hanya menguntungkan surat kabar berbahasa Belanda juga
menjadi corong yang efektif kepada pemerintah.

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post

Bali dalam jepretan Cornelius Louis André Roosevelt, 1928 (9)

Alamat dan Nomor Telepon Kantor Asuransi AJB Bumiputera 1912 di Bondowoso

Alamat dan Nomor Telepon Kantor Asuransi AJB Bumiputera 1912 di Bondowoso

Iklan

Recommended Stories

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah duku

14.01.2026
Presiden Erdogan Desak Hukum Mati Pelaku Teror di Selandia Baru

Presiden Erdogan Desak Hukum Mati Pelaku Teror di Selandia Baru

19.03.2019
Komik Strip Muslim Show #1

Komik Strip Muslim Show #1

03.03.2014

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

21.01.2026
Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

21.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?