Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Lampung (18): Pembangunan Jalan Wilayah Lampung; Bermula Ruas Tarabangi dengan Teloek Betoeng dan Tebing Tinggi

Tempo Doelo by Tempo Doelo
27.10.2022
Reading Time: 7 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

ADVERTISEMENT


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Lampung di dalam blog ini Klik Disini  

Pada masa ini seluruh tempat di wilayah
(provinsi) Lampung sudah terhubung dengan moda transfortasi jalan raya. Dari
kota besar hingga ke kota kecil dan desa-desa serta antar desa. Semua itu
bermula di masa lampau, jalan rintisan oleh penduduk Lampung yang kemudian
dikembangkan oleh Pemerintah Hindia Belanda. Jalan-jalan itu pula yang
ditingkatkan dengan menambah ruas jalan baru pada era Pemerintah Republik
Indonesia.


Satu
yang penting pada masa ini, moda transportasi sudah terhubung antara satu
daerah dengan daerah lain di (pulau) Sumatra, antara provinsi Lampung dengan
semua provinsi di Sumatra melalui jalan utama trans-Sumatra dari Jakarta
dimulai di wilayah Lampung (dulu pelabuhan Teluk Betung/Panjang dan kini
Bakauheni). Akhir-akhir ini status jalan itu telah ditingkatkan dengan moda
transportasi jalan tol.

Lantas bagaimana sejarah pembangunan jalan di wilayah
Lampung? Seperti disebut di atas, semua itu bermula pada era Pemerintah Hindia
Belanda. Dua ruas pertama pembangunan jalan di Lampung adalah ruas Tarabangi
(kini Terbanggi Besar) ke selatan di Telok Betoeng dan ruas ke utara antara
Tarabangi ke Tebing Tinggi (Residentie Palembang). Lalu bagaimana sejarah pembangunan
jalan di wilayah Lampung? Seperti kata ahli
sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan
meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo
doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama
yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.

Pembangunan Jalan di Wilayah Lampung; Awal Mula Ruas
Tarabangi dengan Telok Betoeng dan Tebing Tinggi 

Hingga tahun 1846 belum ada jalan raya di wilayah
(district) Lampoeng (lihat Zollinger 1846). Namun sudah ada perencanaan
pembangunan jalan antara Tarabangi dengan Teloek Betoeng dan Tarabangi dengan Tebing
Tinggi (residentie Palembang). Pertanyaannya: antara Tarabangi dan Teloek
Betoeng dapat dipahami, namun mengapa harus dari Tarabangi ke Tebing Tinggi
(dan bukan ke Palembang)?


Sudah
berang tentu antara tiga kampong/kota itu moda transportasi, namun tidak dalam
bentuk jalan raya (yang dapat dilalui kereta atau pedati), tetapi jalan setapak
yang hanya dapat dilalui dengan menunggang kuda. Diduga jalan setapak ini sudah
terbentuk sejak masa lampau. Di wilayah Lampoeng sendiri menurut H Zollinger
(1846) jarak antara Teloek Betoeng ke Tarabangi sejauh 55 mil Java dan antara
Tarabangi dengan Manggala 33 mil. Zollinger sudah pernah melewati jalan ke dua
kota itu dari Tarabangi dengan mengendarai kuda. Seperti dapat diperhatikan
pada peta di atas jarak antara Teloek Betoeng ke Tarabangi hanya 55 mil,
sementara dari Tarabangi di ujung barat laut Residentie Palembang sangat jauh.
Seperti kita lihat nanti, rute jalan yang direncanakan tahun 1846 tersebut,
sebenarnya pada masa ini merupakan rute antara Tekluk Betung dengan Tebing
Tinggi (trans Sumatra pertama) melalui Bandar Lampung, Terbanggi Besar, Kota
Bumi, Martapura, Muara Enim, Lahat hingga ke Tebing Tinggi.

Pada masa itu sulit direalisasikan jika
rencana jalan antara Teloek Betoeng via Tarabangi dan Manggala ke Palembang
karena masih banyak rawa, lebar sungai yang panjang di wilayah hilir (sementara
moda transportasi masih eksis). Sebaliknya pilihan ke arah Tebing Tinggi, terutama
karena Pemerintah Hindia Belanda ingin membuka isolasi pedalaman dari selatan
(pantai selatan Sumatra/Jawa) hingga jauh ke utara Sumatra di Tebing Tinggi.
Satu yang pasti bahwa pembangunan jalan sudah terbuka dari arah pantai barat
Sumatra di Indrapoera ke pedalaman di Kerintji hingga ke arah timur di dekat
kota Bangko yang sekarang.


Arti
penting wilayah Tebing Tinggi dalam hal ini karena wilayah Tebinggi adalah satu
afdeeling di Residentie Pelembang yang paling jauh dari kota Palembang di
perbatasan wilayah Djambi dan Residentie Sumatra’s Westkust. Akses dari
Palembang ke Tebinggi hanya dilalui melalui sungai yang bekelok-kelok. Boleh
jadi pemerintah daerah di Residentie Palembang memiliki kepentingan untuk
mendorong pembangunan di wilayah Tebingg Tingga setelah terjadi aneksasi Sultan
Djambi di distrit Rawas pada tahuhn 1833. Districr Rawa yanh diklaim Djambi,
setelah dibebaskan militer dimasukkan ke wilayah Residentie Palembang. Pada
tahun 1846 ini satu jalan rintisasn yang sudah ada hanya antara kota Palembang
dan kota Djambi sebagai jalan militer (setelah tahun 1936 Pemerintah Hindioa
Belanda menempatkan seorang pejabat di Moeara Kompeh (hilir sungai Batanghari
di hilir kota Djambi).

Sebagai perbandingan rencana pembangunan jalan
dari Telok Betoeng ke Tebing Tinggi, di satu sisi ingin membuka isolasi, tetapi
tujuan terpenting adalah untuk memperlancar arus barang dan orang serta tentu
saja arus militer. Hal serupa inilah yang dilakukan Gubernur Jenderal Daendels
di Jawa pada tahun 1809-1810 dalam pembangunan trans Java antara Batavia ke
Panaroekan via Buitenzorg, Bandoeng, Semarang dan Soerabaja serta antara
Batavia ke Anjer via Tangerang dan Banten. Pada saat ini (1856) sudah ada
pembangunan jalan antara Padang dan Sibolga via Fort de Kock dan Padang Sidempoean.

Tunggu deskripsi lengkapnya

Awal Mula Ruas Tarabangi dengan Telok Betoeng dan
Tebing Tinggi: Awal Trans Sumatra di Lampung

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Kanker darah tidak boleh makan ini
Sejarah

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

11.07.2024
Sejarah

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

10.07.2024
Sejarah

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

09.07.2024
Sejarah

Apel terakhir pasukan Inggris sebelum meninggalkan Indonesia dan menyerahkan kontrol militer kepada tentara Belanda, 28 November 1946

08.07.2024
Sejarah

Peta kuno dari sekitar tahun 1633: Posisi Nusantara di Asia

07.07.2024
Sejarah

Pemindahan warga Belanda/Indo mantan penghuni kamp Jepang ke Australia, 1946

06.07.2024
Next Post

Sejarah Lampung (19): Kereta Api, Wilayah Lampung; Wilayah Operasi Sumatra Bagian Selatan Antara Telok Betoeng - Palembang

Dari album foto lain keluaran Topografische Dienst van Nederlands-Indië semasa Perang Aceh (4), 1874-1878

Iklan

Recommended Stories

Pantai Samas Bantul yang Terkenal Konservasi Penyu nya

12.06.2015

Kode Pos Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau Kalimantan timur

12.05.2017

Khutbah Arafah Rasulullah SAW

24.10.2012

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?