Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Lampung (13): Pulau Lagundi di Lampung; Pantai Lagundri di Nias, Pantai Lagundi di Banten dan Kampong Sialagundi

Tempo Doelo by Tempo Doelo
24.10.2022
Reading Time: 9 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

ADVERTISEMENT


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Lampung di dalam blog ini Klik Disini  

Pulau Lagundi berada dekat di ujung pulau
Sumatra, di sisi barat teluk Lampung. Pulau Lagundi menjadi semacam pos pulau dalam
navigasi pelayaran untuk mendekati kota Telok Betoeng di sisi dalam teluk. Namun
kini, namanya kurang popular, kalah penting dari nama pulau Pahawang atau dan pulau
Tegal Mas. Di ujung pulau Sumatra, selain teluk Lampong ada juga teluk Semangka.
Pulau Lagundi juga seakan batas antara kedua teluk. Nama Lagundi mirip dengan
nama di tempat lain.


Pulau
Legundi adalah sebuah pulau yang terletak di wilayah administratif kecamatan Punduh
Pidada, tidak begitu jauh dari daratan Sumatra, penduduk sedikit, sekitar 80
penduduk per kilometer persegi dan berprofesi sebagai petani dan nelayan
(Wikipedia), Desa Legundi
terletak di Pulau Legundi. Akses Menuju ke desa/pulau legundi melalui jalur
laut membutuhkan waktu tempuh kurang lebih 1.5 jam dari dermaga Ketapang. Masyarakatnya
berharap pulau legundi bisa menjadi salah satu destinasi wisata unggulan
seperti pulau Pahawang. Potensi wisata pantai yang indah serta masih sangat
alami di pulau ini terletak hampir di sekeliling pulau, masyarakatnya ramah dan
sangat antusias dengan pengunjung atau wisatawan yang datang menjadi nilai
tambah tersendiri
(https://potensi.pesawarankab.go.id/). Pulau Lagundi berada
di gugusan pulau-pulau indah di kawasan Teluk Lampung, memiliki panorama darat
dan bawah laut yang sangat mempesona. Terumbu karang dan ikan kecil. Namanya
memang tak sementereng Pulau Pahawang atau juga Pulau
Tegal Mas. Dari Kota Bandar Lampung jaraknya sekitar 47 km dengan waktu
tempuh sekitar tiga sampai empat jam perjalanan. Untuk sampai ke pulau nan
cantik ini, pengunjung harus menempuh rute perjalanan darat dan laut. Juga bisa
dipilih pengunjung melaui dermaga Canti Lampung Selatan. Pasir putih dan
jejeran pepohonan yang sejuk akan menyambut anda. Dari darat, pengunjung bisa
menikmati keindahan alam yang ada di pulau, kemudian pengunjung bisa menikmati
keindahan bawah laut. Ombak lautnya tenang dan aman
(https://www.lampung.co/)

Lantas bagaimana sejarah Pulau Lagundi di
Lampung? Seperti disebut di atas, pulau Lagundi berada di teluk Lampung yang
merupakan pulau dekat ujung daratan pulau Sumatra. Namanya sudah dikenal sejak
lama. Nama Lagundi mirip nama pulau Lagundri di Nias, nama pantai Lagundi di
Banten dan nama kampong Siala Gundi di Angkola Mandailing, Tapanuli. Lalu bagaimana
sejarah Pulau Lagundi di Lampung? Seperti kata ahli
sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan
meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo
doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama
yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.

Pulau Lagundi di Lampung; Pulau Lagundri di Nias,
Pantai Lagundi di Banten dan Kampong Siala Gundi

Pulau Lagundi, diduga kuat nama awal adalah
pulau Gundi. Peta-peta sejak era Portugis dan peta-peta era VOC/Belanda nama
pulau Lagundi diidentifikasi dengan nama pulau Gundi. Lantas mengapa menjadi
nama Lagundi (La-gundi)? Perubahan nama adalah suatu yang lumrah, jika
membandingkan antara peta-peta lama dengan peta-peta baru masa kini. Hal itu
karena siapa yang menjadi sumber bagi para pelaut/ahli kartografi. Dalam hal
ini dialek para sumber dapat mempengaruhi nama-nama geografis dalam bidang
kartografi (lihat TIJDSCHRIFT van het Koninklijk Nederlandsch AARDRIJKSKUNDIG
GENOOTSCHAP, 1935).


Mengapa
nama pulau Gundi berubah menjadi nama Lagundi? Seperti kita lihat nanti, hal
itu diduga karena para migran orang Bugis yang terjadi pada era VOC pasca
Perang Gowa yang juga bermukim di pesisir selatan Lampong (reluk Lampoeng dan
teluk Semangka). Dalam pembuatan peta-peta, terutama pada era Pemerintah Hindia
Belanda, nama-nama geografis dikembalikan ke bentuk penamaan yang sebenarnya
yang dijadikan penduduk asli (penduduk setempat) sebagai rujukan. Hal ini
dilakukan karena banyak nama-nama geografis dalam peta-peta lama yang berasal
dari era Portugis ditulis berdasarkan coding para pelaut Portugis yang
didasarkan apa yang mereka dengar dari pengucapan lisan saja dengan cara
menuliskannya dengan bentuk grammar Portugis. Juga para pelaut Portugis
cenderung menggunakan sumber dari orang-orang di pantai (para pendatang), tanpa
mengkonfirmasi ke para penduduk asli di belakang pantai.

Pada Peta 1665 nama pulau diidentifikasi
dengan nama pulau Guhndi. Peta tersebut dibuat oleh Johannes Vingboons. Pada lembar
peta yang lain, Johannes Vingboons menulis nama pulau dengan nama pulau Gondi. Nama
Gundi (Guhndi atau Gondi) ini tampaknya lama bertahan. Pada Peta 1724 nama
pulau tetap diidentifikasi sebagai nama pulau Gundy (pulau Gundi). Pada peta-peta
awal Pemerintah Hindia Belanda, nama pulau masih didiidentifikasi dengan nama
pulau Gundi (lihat Peta 1803).


Pada
era Pemerintah Hindia Belanda, nama pulau Gundi telah berubah menjadi nama
pulau Lagoendi (lihat Peta 1886). Pada Peta 1927 nama pulau Lagundi bergeser lagi
dengan dieja dengan nama pulau Legoendi. Seperti disebut di atas, seiring
dengan pemukiman orang Boegis yang sudah lama di teluk Lampoeng dan teluk Semangka
sejak era VOC, penamaan nama awal pulau Gundi telah bergeser dengan nama pulau
Lagundi dan kemudian menjadi Legundi.

Tunggu deskripsi lengkapnya

Pulau Lagundri di Nias, Pantai Lagundi di Banten dan
Kampong Siala Gundi: Apakah Ada Kaitan Satu Sama Lain?

Nama pantai di pantai barat Banten disebut
pantai Lagundi haruslah dilihat dalam konteks selat Sunda dimana pulau Gundi
yang kemudian menjadi nama Lagundi yang diduga terkait dengan nama tempat di
pantai barat Banten. Dalam peta-peta lama tidak ada nama tempat di pantai barat
Banten diidentifikasi dengan nama Lagundi. Besar dugaan nama Lagundi di Banten
merujuk pada nama pulau Lagundi. Lagundi menjadi nama yang khas di seputar
selat Sunda.


Nama
Lagundi mirip dengan nama-nama kuno tentang nama geografis yakni Laguna, Laguni
atau Lagunia. Nama-nama kuno ini berasal dari era Hindoe Boedha. Namu nama
Lagundi dengan Laguna berbeda. Nama Lagundi tidak dikenal dengan nama-nama
zaman lampau. Juga pada era Hindoe Boedha juga tidak ditemukan. Lantas
bagaimana dengan nama pantai di pulau Nias, pantai Lagundri? Tampanya nama Lagundri
di pulau Nias adalah khas, dan tersendiri. Tentu pula tidak ada hubungan nama
Lagundi dengan gundik atau variannya.

Nama Gundi sendiri adalah nama tempat zaman kuno
yang berasal dari era Hindoe Boedha. Nama tempat Gundi juga ditemukan di India.
Lantas apakah ada nama Gundi di Nusantara? Nama-nama tempat dengan nama Gundi
ditemukan di Jawa bagian tengah, terutama di pantai utara. Di pulau Sumatra,
selain nama pulau Gundi di Lampong, ada satu nama tempat di Angkola Mandailing
(residentie) Tapanoeli, yakni Siala Gundi. Siala dalam hal ini dalam bahasa Angkola
semacam tandan bunga untuk rempah-rempah masakan (asam siala). Asam siala ini juga
dikenal dengan nama asam cikala. Nama tempat Sialagundi di Angkola/Sipirok
adalah nama tempat yang unik, satu-satunya. Nama unik biasanya berasal dari
zaman kuno.

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Kanker darah tidak boleh makan ini
Sejarah

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

11.07.2024
Sejarah

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

10.07.2024
Sejarah

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

09.07.2024
Sejarah

Apel terakhir pasukan Inggris sebelum meninggalkan Indonesia dan menyerahkan kontrol militer kepada tentara Belanda, 28 November 1946

08.07.2024
Sejarah

Peta kuno dari sekitar tahun 1633: Posisi Nusantara di Asia

07.07.2024
Sejarah

Pemindahan warga Belanda/Indo mantan penghuni kamp Jepang ke Australia, 1946

06.07.2024
Next Post

CARA MEMBUAT KUE LAPIS INDIA KHAS BANJARMASIN

Hukum Mendatangkan Arwah

Hukum Mendatangkan Arwah

Iklan

Recommended Stories

Siapakah Syaikh Robi’ Itu?

Siapakah Syaikh Robi’ Itu?

24.01.2017

Alamat Kantor Imigrasi Di NTT

28.06.2016

Keindahan Kota Polewali

15.05.2018

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?