Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Bangka Belitung (23): Pulau Lepar, Selat Gaspar. Antara Bangka dan Belitung; Mengapa Penting Sejarah Pulau Lepar?

Tempo Doelo by Tempo Doelo
02.10.2022
Reading Time: 9 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

ADVERTISEMENT


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Bangka Belitung dalam blog ini Klik Disini 

Nama pulau Lepar sudah dikenal sejak lama,
bahkan sejak era Portugis. Meski dalam sejarahnya, pulau Lepar tidak terlalu
penting (karena kontribusinya dalam pertambangan timah), tetapi pulau Lepar
memiliki sejarahnya sendiri. Dalam hal ini pulau Lepar berada di selat gaspar
dimana antara pulau Bangka dan pulau Belitung terdapat pulau Lepar di barat dan
pulau Mendanau di timur yang disela oleh pulau Liat (pulau Pongok). Ibarat pada
suatu masa antara pulau Bangka dan pulau Belitung dihubungkan dengan jembatan,
tiga pulau ini pasti sejarahnya tidak terlupakan.


Pulau
Lepar adalah sebuah pulau yang terletak di lepas pantai tenggara Pulau Bangka.
Secara administrasi pemerintahan, pulau ini merupakan bagian dari Kabupaten
Bangka Selatan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dan merupakan pulau
terbesar ketiga di provinsi tersebut setelah Pulau Bangka dan Belitung, dengan
luas 169 km2. Pualu Lepar terletak di Selat Gaspar yang memisahkan kedua pulau
tersebut. Pulau ini membentang dari timur ke barat sekitar 22 km dan 17 km dari
utara ke selatan, dengan kota-kotanya Tanjunglabu, Tanjungsangkar, dan Penutuk
yang menjadi pusat populasi utama. Pulau ini diadministrasikan sebagai
Kecamatan Lepar Pongok, yang dulunya mencakup Pulau Pongok—sebuah pulau
berdekatan yang berukuran sedang—sampai tahun 2012 ketika dimekarkan sebagai kecamatan
sendiri dengan nama Kecamatan Kepulauan Pongok. Pulau ini sebagian besar datar
tanpa ketinggian yang menonjol, dengan sisi tenggara memiliki lereng paling
curam. Ia dipisahkan dari Pulau Bangka oleh sebuah selat yang dikenal sebagai
Selat Lepar. Pulau ini dikelilingi oleh sekitar selusin pulau kecil, beberapa
di antaranya tidak berpenghuni. Empat sungai kecil mengalir di pulau itu,
bernama Pangku, Elang, Bunut, dan Bayan. Kecamatan Lepar dibagi menjadi 4 desa,
yang juga mencakup pulau-pulau kecil di sekitar Lepar: Penutuk, Tanjung Labu, Tanjung
Sangkar dan Kumbung
(Wikipedia)

Lantas bagaimana sejarah pulau Lepar di selat
Gaspar, antara Bangka dan Belitung? Seperti disebut di atas, pulau Lepar sebagai
pulau besar diantara Bangka dan Balitung yang kini sebagai satu kecamatan
memiliki sejarah sendiri yang menjadi bagian sejarah Bangka Belitung yang
menyebabkan mengapa penting sejarah Pulau Lepar? Lalu bagaimana sejarah pulau
Lepar di selat Gaspar, antara Bangka dan Belitung? Seperti kata ahli sejarah
tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan
meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo
doeloe.

Sejarah
seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan bukti catatan
tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan menciptakan
imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama yang
digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan majalah
sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung
(pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis)
dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber
disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.

Pulau Lepar di Selat Gaspar,
Antara Bangka dan Belitung; Mengapa Penting Sejarah Pulau Lepar?

Pulau Lepar sudah dikenal sejak lama. Di dalam
peta-peta semasa Portugis/VOC nama pulau Lepar diidentifikasi dengan nama yang
berbeda (bukan nama Lepar). Satu yang penting dalam peta-peta tersebut, pulau
Lepar tidak seluas sekarang. Bahkan pulau Mendanau (dekat pulau Belitung) lebih
luas. Dalam peta-peta tersebut pulau Lepar bagian barat ke arah pulau Bangka
terdapat gosong (daratan pasir) yang sangat luas (bahkan lebih luas dari pulau
asli/daratannya). Mengapa bisa demikian? Yang jelas pada tahun 1846 kembali
persitiwa penting di sekitar pulau Lepar.


Nederlandsche
staatscourant, 29-07-1846: ‘Sekunar perang Belanda, Cameleon, ditangkap oleh
perompak, yang berkekuatan empat puluh prahu, berawak, masing-masing
bersenjatakan 60 orang dan satu artileri panjang, dan dipimpin oleh seorang
mantan perwira Belanda. yang setelah diberhentikan dari dinas beberapa tahun
yang lalu, melarikan diri ke perampok Illanoor, dan menikah disana sebagai
rekan putri salah satu kepala suku, dan dikatakan telah menyibukkan diri dengan
para perampok dalam bisnis mereka. Ini kemudian akan mendarat di pulau Banka, menghancurkan
sebuah desa di pantai, membunuh semua yang melawan, membawa wanita dan
anak-anak sebagai budak, serta sejumlah uang dan timah. Surat kabar Singapore
Free Press tanggal 2 Juni memuat: ‘Kami telah melaporkan serangan oleh bajak
laut yang dilakukan terhadap sekunar perang Belanda. Cameleon, dekat Banka, di
timur April terakhir’. Sekarang “peristiwa itu, betapapun rumitnya
dinyatakan, tampaknya salah atau setidaknya terkait dengan tanah yang berbeda,
asalkan kami menemukannya disebutkan di Javasche Courant bahwa Cameleon,
diperintahkan oleh letnan komandan Hoogenhuizen. Catatan resmi menunjukkan
bahwa sembilan kapal perampok Soloksche, yang telah berkembang menjadi empat
belas, memiliki keberanian untuk berlabuh di kota utama salah satu distrik
Banka. Residen kemudian mengirim sekunar de Haai untuk melawan mereka. disamping
lima kapal penjelajah dan bantuan dari kepala Billiton dan Lepar. Para perompak
di demang Kurauw di distrik Koba, yang wanitanya telah jatuh kedalam gerombolan
perampok, atas kemauannya sendiri mengirim lima prahu bersenjata untuk melawan
mereka dengan 100 pria’.

Sebagaimana diketahui, pemerintahan mulai
dibentuk di pulau Bangka pada era pendudukan Inggris. Namun efektifnya baru terselenggara
setelah kembalinya Pemerintah Hindia Belanda yang dengan menempatkan asisten
residen (residetie Palembang) di Muntok. Namun Kawasan Bangka Beliting dan
selat Bangka kerap terjadi gangguan termasuk gangguan dari para bajak laut.
Pada tahun 1820 terjadi gangguan di Palembang (lihat De Curaçaosche courant, 18-11-1820).
Sejak ini status pemerintahan di Bangka ditingkatkan menjadi pejabat Residen
yang merangkap sebagai komandan militer (pangkat Letnan Kolonel). Pada akhir
tahun 1820 ini di Bangka juga terjadi gangguan para bajak laut di wilayah
selatan di sekitar Toboali dan pulau Lepar (lihat s Gravenhaagsche courant, 11-06-1821).
Tampaknya Kawasan pulau Lepar kerap menjadi sasaran bajak laut. Mengapa? Lalu
kemana para bajak laut setelah tahun 1821.


Pada
tahun 1833 Sultan Jambi mulai gelisah dan kontak dengan dunia luar terganggu
karena aktivitas bajak laut di wilayahnya, di pintu masuk Jambi di hilir sungai
Batanghari. Saat ini Kesultanan Jambi masih independent. Lalu pada tahun ini
Sultan Jambi meminta bantun kepada Pemerintah Hindia Belanda. Gayung bersambut.
Para bajak laut berhasil diusir, tetapi konsekuensinya seorang pejabat
Pemerintah Hindia Belanda ditempatkan di Moeara Kompeh.  Namu pada akhir tahun, Sultan Jambi melakukan
invasi ke wilayah Rawas. Pemerintah Hindia Belanda di Palembang mengerahkan
militer untuk ‘mengusir’ dari wilayah residentie Palembang, namun kekuatan
tidak mencukupi. Lalu Residen Palembang meminta bantuan ke Batavia dengan
pasukan yang didatangkan di bawah komando Letnan Kolonel AV Michiles. Invasi
dapat diredam. Akhirnya perjanjian antara Pemerintah Hindia Belanda dan Sultan
dibuat dimana wilayah hilir (kota) Jambi sepenuhnya di bawah control Residen
Palembang dengan tetap mempertahankan seorang pejabat setingkat Controleur di
Moera Kompeh. Dalam peta terbatu wilayah hilir sungai Batanghari dimasukkan
menjadi bagian wilayah Residentie Palembang (alih-alih untuk mengembalikan
wilayah Rawas ke wilayah Jambi, malah wilayah kesultanan Jambi berkurang). Hal
serupa ini juga pernah terjadi di residentie Palembang, pasca kerusahan tahun
1812 di Palembang, Sultan Palembang menyerahkan (wilayah) Bangka dan Billiton
kepada Inggris dengan perjanjian.

Kembalinya serangan bajak laut di sekitar
pulau Lepar, mengindikasikan Kawasan selat Gaspar adalah wilayah yang rawan
dari aktivitas bajak laut. Tiga tahun sebelum aktivitas bajak laut di sekitar
pulau Lepar di selat Gaspar, pada bulan September 1843, atas permintaan Inggris
di Singapoera, Residen Riau dengan kapal perang mengejar bajak laut yang belum
lama beroperasi di Kedah dan Penang dan dilaporkan lari ke pantai timur Sumatra
di sekitar sungai Batang Tungkal (lihat Javasche courant, 29-11-1843). Dengan
bantuan Controleur di Moera Kompeh dan Sultan Jambi, bajak laut dapat dikejar
ke pedalaman di kampong Penyingat. Namun para bajak laut telah melarikan diri
melalui darat, dan dua nakhoda ditemukan dan sebanyak 50 korban (lak-,
perempuan dan anak-anak) penculikan dari Kedah.


Di
satu sisi cabang pemerintahan sudah terbentuk di Bangka dan Belitung, namun
aktivitas para bajak laut tidak pernah menyurut. Kawasan perairan antara pantai
timur Sumatra, semenanjung Malaya dan pulau-pulau di Bangka dan Belitung,
menjadi area yang startegis bagi para bajak laut untuk beroperasi. Seperti
disebut di atas, para bajak laut yang beroperasi di Kawasan adalah bajak laut
lintas internasional diantara batas-batas internasional. Para bajak laut tidak
hanya datang dari wilayah Filipina (Solosche) juga dari penduduk lokal di dalam
kawasan operasi. Yang perlu dicatat dalam laporan tahun 1846, salah satu
perwira Belanda yang telah dipecat terlibat dalam operasi bajak laut. Dalam
konteks inilah nama pulau Lepar dianggap penting, di satu sisi menjadi sasaran
bajak laut, juga para pemimpin local di pulau Lepar turut aktif dalam mengusir
para pajak laut. Catatan: Kawasan bajak laut tersebar di seluruh wilayah Hindia
Belanda mulai dari ujung utara Sumatra hingga pantai selatan Papua.0

Tunggu deskripsi lengkapnya

Mengapa Penting Sejarah Pulau
Lepar? Apakah Ada Terlupakan dalam Narasi Sejarah Bangka dan Belitung?

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post

Persiapan Hindia-Belanda menghadapi Perang Dunia II: Penggemblengan penerbang pesawat tempur di Kalijati

Orang Yang Enggan Masuk Syurga

Iklan

Recommended Stories

Bank Mandiri KCP Pademangan Jakarta

30.12.2015

Resep Ayam Kecap Wijen Masak Bumbu Jahe

28.07.2016

Peta Jakarta dari abad ke-17/18: Satu basis tiga versi (2)

10.03.2025

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?