Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Jambi (31): Sejinjang, Pulau Sungai Batanghari di Hilir Kota Jambi; Mitologi Putri Santubong-Putri Sejinjang di Serawak

Tempo Doelo by Tempo Doelo
11.09.2022
Reading Time: 12 mins read
0
Rekomendasi Restoran Khas Bali di Ubud yang Bersertifikat CHSE
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

ADVERTISEMENT


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Jambi dalam blog ini Klik Disini  

Bagaimana sejarah Sijinjang? Siapa yang
peduli. Lantas apa pentingnya sejarah Sejinjang. Yang jelas kini, nama Sijinjang
hanyalah desa kecil terpencil di luar (batas kota) metropolitan Kota Jambi.
Namun sejarah tetaplah sejarah. Dalam hal ini nama Sijinjang tidak terlalu penting
tetapi dimana nama itu berada sebagai suatu desa, di masa lampau adalah suatu
pulau penting di tengah sungai Batanghari sebagai penanda navigasi pelayaran
perdagangan. Nama Sejinjang sendiri ditemukan di Serawak sebagai mitologi
(cerita rakyat).


Putri
Santubong dan Putri Sejinjang adalah dua putri dari Kayangan. Ayah mereka
mengutus mereka ke bumi karena ada perseleisihan dari dua negeri. Sebelum
mereka berangkat, sanga ayahanda berpesan, jika tidak terjadi damai dan malahan
kedua putri justru ikut berselisih di bumi, mereka tidak boleh pulang, hanya
tinggal di bumi. Keduanya memihak salah satu pihak dimana Putri Santubong beperanan
sebagai pahlawan perang dibantu oleh Putri Sejinjang. Namun pasca perang
keduanya bersaing dan tertarik dengan Putra Serapi, pangeran mahkota yang
menyebabkan kemarahan Dewa Kayangan. Putri Santubong di dalam kisah menjadi
asal usul nama gunung Santubong di Kuching (konflik antara penduduk Kampung
Pasir Putih dan Kampung Pasir Kuning), Serawak (Borneo Utara) dan juga asal
usul nama gunung Sejinjang dan gunung Serapi
(Wikipedia).

Lantas bagaimana sejarah pulau di sungai
Batanghari, Sejinjang di hilir Kota Jambii?
Seperti yang disebut di atas, mitilogi Sejinjang di
Serawak adalah hal lain. Dalam hal ini nama Sejinjang di Jambi adalah dulu
sebuah puplau penting tetapi kini hanya sekadar nama des/kelurahan di wilayah
Kota Jambi. Lalu
bagaimana
sejarah pulau di sungai Batanghari, Sejinjang di hilir Kota Jambii?  Seperti kata ahli
sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan
meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo
doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama
yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*. Peta 1695

Pulau di Sungai Batanghari, Sejinjang di Hilir Kota
Jambi; Mitologi Putri Santubong dan Putri Sejinjang di Serawak

Apakah ada yang memperhatikan nama pulau Sejinjang
dan sejarah Pulau Sejinjang? Tampaknya tidak ada. Oleh karenanya tidak ada yang
tertarik dengan pulau Sejinjang dan karena itu pula tidak ada yang menarasikan
sejarah Pulau Sejinjang. Oleh karenanya kita mulai disini (dari sini).
Pertanyaan pertama, mengapa tidak ada yang menyebut nama Pulau Sejinjang pada
masa ini?


Pulau Sejinjang sudah lama eksis di tengah sungai Batanghari. Boleh jadi
sudah eksis sejak zaman kuno. Sebagai pulau yang sudah eksis sejak zaman kuno,
menarik untuk ditanyakan mengapa pulau ini tetap eksis, sementara banyak
pulau-pulau yang terbentuk di tengah sungai Batanghari telah hilang (terkikis
oleh arus sungai). Jika pulau Sejinjang sudah eksis sejak zaman kuno, bagaimana
pulau itu terbentuk? Yang jelas keberadaan pulau Sejinjang sudah diidentifikasi
pada Peta 1695. Pulau ini berada di hilir kota Jambi. Satu pertanyaan yang
memerlukan perhatian tentang pulau Sejinjang ini adalah elevasinya dari masa ke
masa dan secara geologi pulau terbentuk dari apa?

Disebut Pulau Sejinjang karena wujudnya memang suatu
pulau. Pulau tidak hanya di laut, tetapi juga di danau dan di tengah sungai.
Tentu saja pada masa ini wujud pulau ini di sisi sungai Batanghari tidak kentara
lagi karena perairan (arus sungai) yang memisahkan pulau dengan daratan telah
 menyempit menjadi hanya sungai/kanal kecil.
Kanal/sungai kecil ini mengambil arus di hulu dan bermuara di hilir Bersama dengan
muara sungai Kompeh. Catatan: sungai Kompeh berhulu di pedalaman arah selatan kota
Jambi, di kota.kampong Arang-Arang terbagi dua satu cabang ke utara bermuara di
sungai Batanghari di pulau Sejinjang dan satu cabang yang lain kea rah selatan
yang juga bermuara di sungai Batanghari di Muara Kompeh.


Temppe doeoloe nama pulau adalah Sidjindjang, tetapi nama Sijinjang kini hanya
disebut Sejinjang. Apakah itu ada perbedaan? Tentu saja tidak soal fonetik
tetapi soal makna. Tampaknya jaman dulu nama Sidjindjang juga bukan nama
sebenarnya tetapi perubahan fonetik dari sebutan yang umum di masa lampau. Nama
Sejinjang kini hanya terkesan sebagai sekadar nama saja, tidak memiliki makna
apa-apa, seperti nama-nama tempat yang berasal dari era Hindoe/Boedha. Akan
tetapi nama sejinjang diduga kuat nama local yang memiliki makna. Apakah
si-djindjang atau si-jinjang berasal dari bahasa setempat?

Pada Peta 1936 Pulau Sidjindjang (P. Sidjindjang)
masih diidentifikasi sebagai pulau yang nyata yang ditandai secara navigasi
sebagai perairan yang masih lebar antara pulau dengan daratan, Artinya perairan
ini masih dapat dilayari oleh perahu atau kapal. Hal ini karena di sisi daratan
terdapat kota/kampong Sidjindjang, suatu pemukiman tua dengan mangambil nama
dari nama pulau. Jadi dalam hal ini pulau Sidjindjang adalah satu hal dan
kampong Sidjindjang adalah hal lain lagi. Yang jelas pada masa kini perairan
yang membatasi kampng Sejinjang dan pulau Sejinjang diidentifikasi sebagai
Sungai Kompeh (mengapa bukan sungai Sejinjang?)

 

Satu hal yang khusus yang perlu diperhatikan di Kawasan pulau Sejinjang
ini adalah tentang pulau sendiri, nama kampong Sidjindjang dan muara sungai
Kompeh. Sungai Kompeh yang mengalir menuju sungai Batanghari secara garis lurus
tetapi berbelok dengan tajam mengikuti arah sungai Batanghari, lalu bermuara di
sungai. Antara titik belok sungai dengan sungai Batanghari seakan menggambarkan
suatu tanjong. Pada sisi lain tanjong ini beseberangan dengan suatu kampong di
sungai Kompeh dengan nama Moera Koempeh Hoeloe (merujuk pada nama kampong/kota
Moera Kompeh di hilir (cabang sungai kompeh ke selatan di sungai Batanghari).
Pertanyaannya: apakah pembentukan pulau dan tanjong memiliki sifat geologi yang
sama? Hal lain yang perlu diperhatikan di Kawasan ini berdasarkan Peta 1936, kampong
Sidjindjang bertetangga dengan kampong Kasang di arah hulu sisi sungai (tidak
jauh dari danau Tebat). Di seberang kampong Sidjindjang dan Kasang di sisi
utara sungai Batanghari terdapat pemukiman/kampong deengan nama Tandjoeng
Djohor (tetangganya kampong Niasa). 


Tunggu deskripsi lengkapnya

Mitologi Putri Santubong dan Putri Sejinjang di
Serawak: Relasi Jambi dan Borneo Tempo Doeloe

Sidjindjang juga terdapat
dalam mitologi di Serawak,
Putri Santubong dan Putri Sejinjang, dua nama putri Kayangan
yang telah dilestarikan di Serawak sebagai nama-nama gunung. Bagaimana dengan
nama Sidjindjang di Jambi? Yang jelas ada nama tempat di Jambi yang disebut
Pulau Sejinjang. Nama Sidjindjang adalah nama yang unik, hanya ditemukan di
Jambi dan di Serawak. Apakah ada relasi nama Sidjindjang diantara dua tempat?
Seperti dikutip di atas, nama Sidjindjang juga terdapat
dalam mitologi di Serawak,
Putri Santubong dan Putri Sejinjang, dua nama putri Kayangan
yang telah dilestarikan di Serawak sebagai nama-nama gunung. Bagaimana dengan
nama Sidjindjang di Jambi? Yang jelas ada nama tempat di Jambi yang disebut
Pulau Sejinjang. Nama Sidjindjang adalah nama yang unik, hanya ditemukan di
Jambi dan di Serawak. Apakah ada relasi nama Sidjindjang diantara dua tempat?


Di bumi Santubung mengajar menenun dan Sijinjang mengajar menumbuk padi. Santubung sang kakak dan sang adik Sijinjang. Dalam
perselisahn antara Santubung dan Sidjindjang, sang adik memukul sang kakak
dengan alu, lalu benjol di kepala, dan kemudian dibalas dengan menikam sang
adik di kepala sehinga darah/otak berceceran. Lalu kemudian Dewa Kayangan
menarik mereka ke kayangan. Dari sinilah nama gunung yang tampak benjol disebut
gunung Santubung dan pulau-pulau di sebelang sungai yang tampak berserakan
disebut pula Kera. Di sekitar dua Kawasan ini terdapat Kawasan yang disebut Semula
Jadi. Lantas apa arti Santubung, Sejinjang dan Semula Jadi. Santubong dalam
bahasa Iban diartikan keranda (tempat orang mati ke kubur). Lalu apa arti
Sejinjang?  Dari berbagai bahasa yang
berhasil dihimpun, ketiga nama itu ditemukan dalam bahasa Batak Angkola Mandailing
di pnatai timur Sumatra: Santubung merujuk pada tubung yang dalam bahasa
Angkola Mandailing adalah kerucut sangkar ayam dari kulit bamboo; jenjang/jenjeng
dalam bahasa Angkola Mandailing adalah si kecil yang manja; Mulajadi adalah
awal terjadinya tuhan, Mulajadi na Bolon=awal mula tuhan yang maha besar.
Sebagai tambahan gunung Kinabalu diduga berasal dari bahasa Angkola Mandailing
Ina-bolon=ibu yang maha besar atau inabulu=ibu yang melahirkan. Sungai
Kinabatangan adalah sungai ibu, batang dalam bahasa Angkola Mandailing adalah
sungai. Di Serawak sebelum terbentuk kota Kuching/Serawak ada dua kota tua yakni
Sibu dan Bintulu. Sibu mirip nama kota Siabu dan Bintulu mirip nama kota
Bintuju di Angkola Mandailing. Bahkan nama Brunai diduga berasal dari dari nama
di Angkola Mandailing, sungai Baroemoen dan sungai Panai (gabungan Baroe-Nai).
Sungai yang bermuara di Brunai disebut sungai Limbang, suatu marga Batak, Di
Siabu masa ini ditemukan candi kuno yang berasal dari abad ke-8 dan di
pertemuan sungai Barumun dan sungai Panai terdapat belasan candi yang berasal
dari abad ke-11. Masih banyak nama-nama tempat Bornoe Utara yang mirip dengan
nama-nama tempat di Tanah Batak.

Besar dugaan bahwa nama pulau Sijinjang di Jambi
diduga merujuk pada mitologi di Serawak Santubung dan Sejinjang. Hal itu karena
dalam mitologi di Serawak Santubung menjadi nama gunung dan Sejinjang menjadi
pulau-pulau kecil. Antara gunung dan pulau-pulau ini terbentuk sungai yang
diberi nama sungai Santubung (merujuk pada nama gunung). Namun bagaimana relasi
wilayah Jambi dan wilayah Brunai/Serawak dengan wilayah Tanah Batak? Satu yang
pasti tentang kampong Sidjindjang di tepian sungai Batanghari adalah
kota/kampong Kasang, suatu nama kota di Tanah Batak, yakni kota Hasang.


Dalam laporan seorang utusan Portugis, Mendes Pinto yang berangkat dari
Malakan ke ibu kota Kerajaan Aru Batak Kingdom di pantai timur Sumatra tahun
1537 mencatat Kerajaan Aru Batak Kingdom memiliki kekuatan 15.000 pasukan,
dimana delapan ribu orang Batak dan sisanya didatangkan dari Jambi, Indragiri,
Minangkabau, Brunai dan Luzon. Menurut Mendes Pinto (1537-1539) dalam bukunya, juga
disebutkan bahwa sebelum kehadiran Portugis di Malaka (1511), Kerajaan Aru
pernah menyerang Kerajaan Malaka, dan selalu Kerajaan Malaka takut kepada
Kerajaan Aru. Dua kerajaan ini hanya dipisahkan oleh Selat Malaka. Pusat
Kerajaan Aru berada di daerah aliran sungai Barumun/Panai (tempat dimana
ditemukan puluhan candi). Kerajaan Aru di sungai Barumun adalah sukses Kerajaan
Panai (lihat Negarakertagama 1365) dan prasasti Tanjore (1030). Kerajaan Panai
diduga beribukota di Minanga (lihat prasasti Kedoekan Boekit (682 M).   

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post

Dari album foto tentang Garut dan sekitarnya karya Thilly Weissenborn, 1922 (2)

Manusia Paling Dibenci Allah

Iklan

Recommended Stories

PERKARA BESAR DAN KECIL SEMUANYA MINTALAH KEPADA ALLAH

22.04.2021

Save Our Heritage “Sebuah Tugas Mata Kuliah”

16.04.2012
Gimana kabare

Eksplorasi Aruna dan Lidahnya, Restoran Padang Merdeka

11.10.2018

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?