Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Menjadi Indonesia (775): Jawa dan Batak, Peradaban Awal Nusantara; Pusat Percandian di Tanah Batak dan Tanah Jawa

Tempo Doelo by Tempo Doelo
15.08.2022
Reading Time: 8 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

ADVERTISEMENT


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini

Di Nusantara (baca: Indonesia) peradaban awal
terjadi sejumlah tempat. Peradaban yang secara khusus hanya terdapat di di
Tanah Batak dan di Tanah Jawa. Namun sejarah peradaban awal di Tanah Batak
kurang terpublikasikan. Selain hanya di Jawa, narasi sejarah kuno Indonesia
(baca: Nusantara) yang monumental hanya di Sumatra bagian selatan (daerah
aliran sungau Musi) dan di Sumatra bagian tengah (daerah aliran sungai
Batanghari). Mengapa sejarah monumental di Sumatra bagian utara (daerah aliran
sungai Batang Pane/Barumun) dikerdilkan?


Pada saat para peneliti sejarah dan ahli arkeologi yang
berasal dari orang Belanda, Inggris dan Prancis sibuk mendiskusikan panjang
lebar sejarah peradaban awal di Jawan di Siam dan Tiongkok serta Semenanjung
Malaya, hanya sayup-sayup mendengar berita penemuan peradaban awal di Sumatra
bagian utara (Tanah Batak). Pembahasan awal peradaban din Jawa (Singhasari dan
Majapahit) menambah kesunyian dalam penemuan bukti peradaban awal di Tanah
Batak di Tapanuli Selatan. FM Schnitger yang belum lama diangkat sebagai kepala
dinas kepurbakalaan di Palembang tahun 1935 mendengat itu segera bergegas ke
Padang Lawas (Tapanuli Selatan). Tidak ada peneliti lainnya yang ikut
bergabung, FM Schnitger bekerja tidak melewatkan dan segera bekerja dengan
sendiri. Studinya di Padang Lawas dengan cepat dipantau di Eropa khususnya di
London. FM Schnitger, bukan orang Belanda tetapi seorang Jerman. Temuan FM
Schnitger kurang terespon oleh peneliti-peneliti Belanda. Boleh jadi dengan
nada menyindir FM Schnitger memberi judul buku yang banyak berkontribusi dari hasil
penelitiannya di Padang Lawas dengan judul: ‘Forgotten Kingdoms in Sumatra’
yang diterbitkan tahun 1939.

Lantas bagaimana sejarah Jawa dan Batak, dua peradaban
awal Nusantara?
Seperti disebut di atas, pusat
percandian hanya di Tanah Batak dan Tanah Jawa. Di Tanah Jawa ditemukan puluhan
candi, di Tanah Batak juga ditemukan belasan candi. Hanya di dua wilayah ini di
Indonesia yang memiliki pusat percandian. 
Lalu bagaimana sejarah Jawa
dan Batak, dua peradaban awal Nusantara? Seperti kata ahli sejarah tempo
doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan
wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama
yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*. Peta era Portugis

Jawa dan Batak, Dua Peradaban Awal Nusantara; Pusat
Percandian hanya di Tanah Batak dan Tanah Jawa

Tunggu deskripsi Sangat beruntung sejarah di Tanah Jawa memiliki teks
Negarakertagama (1365 M) yang masih dapat ditemukan dan dapat dibaca pada masa
ini. Satu yang penting adalah di dalam teks disebut nama (kerajaan) Majapahit pada
pupuh/zang 8 (lihat Kern, 1919).
 Dari
sinilah sumber-sumber lain dihubungkan dan
 
temuan-temuan arkeologi dikaitkan.


Keberuntungan sejarah di Tanah Jawa terbilang tidak terduga. Hal itu
disebut keberuntunga. Teks Negarakertagama ditemukan di puri Cakranegara di
Lombok pasca berakhirnya Perang Lombok (1891-1894).  Jika teks itu terbakar dalam perang akan
menjadi sejarah di Tanah Jawa menjadi sumir. Keberuntungan yang kedua, terjemahan
Prof Kern menjadi berarti setelah sebelumnya ahli bahasa NH van der Tuuk yang telah
menyusun kamus bahasa Kawi di Singaradja Bali.  Teks-teks bahasa Kawi sebelumnya nyaris tidak
berarti karena menggunakan kamus yang telah dikembangkan di India, suatu kamus
yang disusun oleh van der Tuuk. Dr NH van der Tuuk, sebelum ke Bali, telah lama
di Tanah Batak dalam upaya Menyusun kamus dan tata bahasa Batak (1850-1857).

Teks Negarakertagama, terbilang teks yang terbilang
tua dalam bentuk arsip (aksara Jawa kuno dengan bahasa Jawa kuno/Kawi) Teks-teks
tua, kecuali teks-teks catatan Tiongkok dari berbagai dinasti, hanya ditemukan
dalam bentuk prasasti-prasasti yang digurat di dalam permukaan batu. Teks
prasasti tentu saja sangat ringkas relative terhadap teks Negarakertagama. Di dalam
teks prasasti-prasasti yang ditemukan nama Majapahit. Teks Negarakertagama
menjadi penyelamat data sejarah di Tanah Jawa. Teks tua serupa ini tidak
ditemukan di Tanah Batak (hanya dalam teks prasasti). Boleh jadi teks di Tanah
Batak pernah ada tetapi tidak terselamatkan.


Keberadaan candi-candi di Jawa (khususnya Jawa Tengah dan Jawa Timur)
menjadi sangat berarti karena penemuan teks Negarakertagama. Seperti disebut di
atas, dimana nama Majapahit disebut dalam teks menjadi factor penting
menghubungkan bukti-bukti peradaban kuno di Jawa dengan nama Majapahit. Lalu
bagaimana dengan candi-candi di Tanah Batak khususnya di wilayah Padang Lawas?
Seperti halnya di Jawa, hanya candi dan prasasti yang tersisa, di Tanah Batak
sejarah menjadi sangat sumir karena tidak ditemukannya teks seperti Negarakertagama
di Jawa. Dalam hubungan ini, sejarah di Tanah Melayu (Sumatra bagian selatan,
Riau dan Semenanjung), nama Melayu sendiri hanya ditemukan satu kata Malajoer
di dalam teks prasasti Tanjore yang berasal dari abad ke-11 yang ditemukan di
India. Nama Malaka dan dan nama Melayu tidak ditemukan di dalam teks
Negarakertagama. Nama yang disebut di dalam teks di wilayah Semenanjung Malaya antara
lain adalah nama-nama Tumasik, Ujung Medini, Pekan Muar dan Kelang.  

Teks Negarakertagama (1365) menginformasikan tentang
keberadaan (kerajaan-kerajaan) di Tanah Batak. Dalam hal ini teks
Negarakertagama juga keberuntungan bagi sejarah di Tanah Batak. Teks Negarakertagama
menjadi kotak pandora, tidak hanya di Tanah Jawa tetapi antara lain juga di
Tanah Batak. Nama-nama kerajaan di Tanah Batak yang disebut dalam teks
Negarakertagama antara lain adalah Panai, Baroes, Haru, Mandailing dan Rokan.
Namun yang menjadi kegalauan tentang sejarah di Tanah Batak, kerajaan apa Namanya,
sepertyi di Jawa adalah kerajaan majapahit, di Tanah Batak? Apakah Panai, Mandailing
dan lainnya adalah nama kerajaan di Tanah Batak?


Nama Baroes di Tanah Batak menjadi salah satu informasi awal tentang
nusantara. Dalam catatan geografis Ptolomeus abad ke-2 di Eropa disebut sentra
produksi produk kamper berada di Sumatra bagian utara. Sumber ini menjadi lebih
terang pada abad ke-5 dimana sumber Eropa menyebutkan produk kamper diekspor
dari pelabuhan yang disebut Baroes. Dalam prsasasti Kedoekan Boekit (682 M)
disebutkan nama tempat Minanga, darimana raja berangkat dengan pasukan besar,
beraangkat ke Jawa (prasasti Kota Kapoer 686 M). Nama Minanga pada era Hindia
Belanda oleh para peneliti diinterpretasi (kota) Binanga di Padang Lawas. Kota
Binanga ini tepat berada di muara sungai Panai di sungai Barumun.  Nama Panai sendiri pertama kali ditemukan
dalam prasasti Tanjore (1030 M) dan Namanya tetap eksis hingga dicatatat dalam
teks Negarakertagama (1365). Seperti kita lihat nanti, di wilayah Padang Lawas
terdapat Kerajaan Aru Batak Kingdom (lihat Mendes Pinto 1537) dan peta-peta
Portugis dan VOC/Belanda. Ibarat garis continuum rentang sejarah (kerajaan) di Tanah
Jawa (Kalinnga, Seilendra/Mataram Kuno, Kediri, Singhasari, Majapahit dan
Demak.Jepara) di Tanah Batak adalah dengan rentang dari Baroes, Panai/Mandailing
hingga Aru).  

Tunggu deskripsi lengkapnya

Pusat Percandian hanya di Tanah Batak-Tanah Jawa: Dua Induk
Peradaban Awal di Nusantara

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post

Sejarah Menjadi Indonesia (776): Kerajaan Batak - Kerajaan Jawa; Navigasi Pelayaran Perdagangan di Utara dan Selatan Ekuator

HAMBA ALLAH TAKUT DENGAN BURUKNYA AMAL PENUTUP HIDUP

Iklan

Recommended Stories

Bank Mandiri KCP Pademangan Jakarta

30.12.2015

Resep Ayam Kecap Wijen Masak Bumbu Jahe

28.07.2016

Peta Jakarta dari abad ke-17/18: Satu basis tiga versi (2)

10.03.2025

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?