Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Menjadi Indonesia (766): Jose Rizal, Tokoh Filipina Sejaman Dja Endar Moeda; Mengapa Disebut Berjuang Demi Melayu?

Tempo Doelo by Tempo Doelo
10.08.2022
Reading Time: 15 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

ADVERTISEMENT


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini

Nama Melayu adalah suatu
nama yang sudah jelas dan harus dijaga eksistensinya. Namun penempatan nama
Melayu haruslah disesuaikan dengan konteksnya. Tidak tepat Bahasa Indonesia
disebut Bahasa Melayu Indonesia, juga tidak pas candi Borobudur disebut salah
satu hasil peradaban Melayu. Ada pula yang menyebut pejuang Filipina Jose Rizal
berjuang atas nama Melayu. Apa iya? Juga di pantai barat Sumatra, pejuang
sejaman dengan Jose Rizal Bernama Dja Endar Moeda disebut berjuang atas nama
Melayu.


Pada tahun 1949 terbit sebuah buku tentang Jose Rizal
yang ditulis oleh Rafael Palma dengan judul The Pride of the Malay Race: A
Biography of José Rizal. Dalam buku ini disebut Jose Rizal bisa 22 buah bahasa
termasuk bahasa Melayu. Ada juga tulisan yang dibuat oleh Leon Guerrero dengan
judul The First Filipino: A Biography of Jose Rizal. Disebutkan didalamnya Jose
Rizal ingin menjadikan bangsa Melayu Filipina setara bangsa-bangsa lain di
dunia. Dua buku inilah yang kemudian kerap dikutip para penulis di Malaysia.
Lalu mengapa di Filipina ada yang menyebut Jose Rizal berjuang atas nama
Melayu? Itu satu hal. Hal lainnya adalah di mengapa akhir-akhir ini nama Jose
Rizal di Malaysia menjadi penting dalam konteks Melayu? Bukankah Jose Rizal
bukan beragama Islam, dan Jose Rizal juga bukan berasal dari orang (etnik)
Melayu.

Lantas bagaimana sejarah Jose Rizal pahlawan
Filipina sejaman Dja Endar Moeda dan mengapa pula Jose Rizal disebut berjuang demi
Melayu? Seperti disebut di atas, Jose Rizal bukan beragama Islam dan Melayu
disebut harus orang Islam.
Lalu bagaimana sejarah Jose Rizal pahlawan
Filipina sejaman dengan Dja Endar Moeda di pantai barat Sumatra? Seperti kata
ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan
dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber
tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama
yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.

Jose Rizal Pahlawan Filipina Sejaman Dja Endar Moeda;
Mengapa Disebut Berjuang Demi Melayu?

Jose Rizal dan Dja Endar Moeda adalah dua tokoh sejaman,
sama-sama lahir tahun 1861. Jose Rizal lahir di kampong Kalamba, pantai barat
danau Laguna, Luzon, Filipina, Dja Endar Moeda lahir di kampong Saboengan, Padang
Sidempoean. Jose Rizal memulai Pendidikan di kampongnya lalu belajar di Ateneo
Municipal de Manila dan lulus pada 1877.
Ia meneruskan pelajarannya
di Ateneo Municipal untuk meraih ijazah dalah bidang pengukuran dan pemetaan
tanah dan pada masa yang sama, belajar di Universitas Santo Tomas dalam bidang
sastra dan filsafat.


Saleh Harahap gelar Dja Endar Moeda setelah lulus sekolah dasar melanjutkan
studi di kota Padang Sidempoean di sekolah guru (kweekschool) tahun 1879. Dja
Endar Moeda lulus tahun 1884 dan kemudian ditempatkan sebagai guru di kampong
Batahan (Natal, pantai barat Sumatra). Pada tahun 1887, Dja Endar Moeda menjadi
editor majalah guru Soeloeh Pengadjar yang terbit di Probolinggo. Pada tahun
1893 Dja Endar Moeda pension dini sebagai guru di Singkil, lalu berangkat haji
ke Mekah. Setelah pulang dari Mekah, Dja Endar Moeda memilih tinggi di ibu kota
provinsi Sumatra’s Westkust di Padang. Pada tahun 1895 Dja Endar Moeda membuka
sekolah swasta di Padang dan juga pada tahun itu Dja Endar Moeda bersama rekannya
Jerman dan Cina mendirikan surat kabar berbahasa Melayu yang diberinama Petja
Barat. Salah satu guru Dja Endar Moeda di Padang Sidempoean adalah Charles
Adrian van Ophuijsen, lulus sekolah kedokeran di Belanda yang ditempatkan di
Mandailing tahun 1876 namun kemudian beralih profesi menjadi guru bahasa
(bahasa Batak dan bahasa Melayu) yang ditempatkan di sekolah guru di Probolinggo.
Pada tahun 1881 Charles Adrian van Ophuijsen dipindahkan dari Probolinggo ke sekolah
guru di Padang Sidempoean.  

Pada tahun 1886 dalam tugas belajarnya Jose  Rizal menulis terjemahan Wilhelm karya Schiller dalam bentuk ortografi (bahasa Tagalog). Pada
tahun 1887 Jose Rizal menerbitkan novel pertamanya. Jose Rizal dapat dikatakan
sebagai pembaharu ejaan bahasa Tagalog. Jose Rizal kemudian terbantu dan lebih
bersemangat setelah membaca tulisan Dr. Pardo de Tavera tentang sastra dan
bahasa yang diterbitkan di surat kabar Manila pada tahun 1888. Sebelum Jose
Rizal menerbitkan novelnya, Dr. Pardo de Tavera telah menerbitkan tulisan berjudul
El Sanscrito en la lengua Tagalog. Dalam perkembangannya, Jose Rizal berangkat
ke Eropa


Di Eropa (Madrid, Spanyol), Jose Rizal terus memperdalam ortografinya.
Jose Rizal kemudian menerbitkan tulisannya yang dimuat dalam majalah/jurnal Madrid
Revue La Solidaridad, Vol II No. 29 (hal.88 dan dst).  Artikel tersebut diterjemahkan ke dalam
bahasa Jerman dengan judul
DIE
TRANSCRIPTION DES TAGALOG
. Artikel Jose Rizal ini memiliki sub judul Briefan Meine Landsleute dimuat dalam jurnal
(berbahasa Belanda)
Bijdragen tot de taal-, land-
en volkenkunde van Nederlandsch-Indië, 1893 (8) [volgno 2]
Deel: 8.

Jose Rizal dalam hal ini dapat dikatkan sebagai
orang pribumi pertama di Filipina yang sangat peduli sastra dan bahasa Tagalog.
Orang Spanyol sendiri sudah ada beberapa, tetapi satu yang disukai Jose Rizal
yakni Dr. Pardo de Tavera. Novel-novelnya ditulis dalam bahasa Tagalog,
artikel-artikel (studi) bahasanya ditulis dalam bahasa Spanyol. Artikel tentang
(studi) bahasa dari Jose Rizal banyak disinggung penulis lain (termasuk
penulis-penulis Belanda).


Jose Rizal dan Dja Endar Moeda meski berasal dari latar belakang yang
sama, tetapi sama-sama memiliki minat yang sama dalam sastra, mengusung
pembangunan sesame bangsa. Perbedaan keduanya adalah Jose Rizal melakukan studi
bahasa sedangkan Dja Endar Moeda terjun dalam dunia jusnalistik. Novel pertama Dja
Endar Moeda diterbitkan pada tahun 1895 berjudul ‘Hikajat tjinta kasih sajang’
yang diterbitkan oleh Otto Bäumer di Padang. Novel keduanya yang lebih terkenal
dengan judul ‘Hikajat dendam ta’ soedah: kalau soedah merewan hati’ yang
diterbitkan pada tahun 1897. Karya sastra/bahasa lainnya dari Dja Endar Moeda
adalah ‘Kitab sariboe pantoen: ibarat dan taliboen, Volumes 1-2’, yang diterbitkan
Insulinde, 1900 dan menulis bersama dengan LJW Stritzko dengan judul ‘Tapian na
Oeli na pinararat ni Dja Endar Moeda ni haroearkon ni toean’ yang diterbitkan
tahun 1900 juga.

Tunggu deskripsi lengkapnya

Jose Rizal Disebut Berjuang Demi Melayu? Politik
Melayu di Malaysia Berbeda dengan Politik Melayu di Filipina

Novel Jose Rizal berjudul Noli Me Tangere (1887)
telah menandai semangat dan kesadaran berbangsa Jose Rizal di Filipina. Jose
Rizal mengamati apa yang terjadi di lingkungannya, bagaimana orang-orang
Spanyol
para biarawan yang dengan
persetujuan penuh dari pemerintah Spanyol, menurunkan moral, kehilangan,
membodohi dan mengeksploitasi tanah airnya, Dia telah memberontak melawan
kekuatan jahat para biarawan, dimana dia melihat penyebab kondisi paling
menyedihkan di negaranya; dia kemudian harus melarikan diri, menghabiskan
beberapa tahun di Inggris, Amerika, Spanyol, dan Jerman, Kembali ke kampong
halaman ditangkap, dibuang ke penjara bawah tanah, dan akhirnya menjadi korban
pembalasan para biarawan. Tamat Jose Rizal. Namun kisahnya terus bergulir.


Jose Rizal dengan sinis menyebut Filipina “tanah para
biarawan”, dan dalam novelnya “Au pays des moines” dia
melukiskan keadaan tanah airnya sebelum perang, dan bagaimana keadaan itu
dibebani oleh kemahakuasaan para Yesuit, Fransiskan, Doinikan, dan ordo
monastik lainnya. Novel Jose Rizal berjudul Noli me Tangere telah diterjemahkan
ke dalam bahasa Prancis oleh H. Lucas et R. Sempau dengan judul Au Pays des
Moines yang diterbitkan P. Stock di Parijs (lihat De Hollandsche revue jrg 4,
1899, no 8).

Sebelumnya, baik di Filipina maupun di Indonesia
(baca: Hindia Belanda), perjuangan dilakukan secara terbuka dengan senjata oleh
para pribumi. Tentulah, dengan kekuatan yang lemah dari kekuasaan yang kuat
dapat ditaklukkan. Perlawan senjata berakhir dengan berakhirnya perang, tetapi
tidak dengan tulisan. Tulisan para pejuang pribumi terus hidup selama buku-buku
tersebut dibaca oleh para penerusnya.


Di Indonesia (baca: Hindia Belanda), perjuangan lewat tulisan/buku itu telah
dimulai oleh Willems Iskander dengan bukunya yang terkenal Siboeloes-Boeloes,
Siroemboek-Roemboek yang diterbitkan di Batavia pada tahun 1872. Seperti buku
Jose Rizal Noli me Tangere, buku Sati Nasoetion alias Willem Iskander masih
dicetak hingga ini hari. Willem Iskander setelah lulus sekolah dasar, pada
tahun 1857 Willem Iskander berangkat studi keguruan di Belanda. Lalu setelah
lulus pada tahun 1861 kembali ke kampong halaman di Mandailing dan pada tahun
1862 mendirikan sekolah guru di Tanobato, Mandailing (Tapanoeli).  Pada tahun 1862 buku terjemahannya
diterjemahkan ke dalam bahasa Batak. Willem Iskander menulis sendiri buku
pelajaran di sekolah guru (kweekschool) Tanobato. (sekolah guru ketiga di
Hindia Belanda setelah di Soerakarta dibuka 1851 dan yang kedua di Fort de Kock
1856). Ada beberapa buku Willem Iskander yang diterbitkan tetapi buku Siboeloes-Boeloes,
Siroemboek-Roemboek yang terkenal. Di dalam buku itu, Willem Iskander menyerukan
agar orang Belanda dientaskan karena sudah terlalu kenyang (hasil eksploitasi tanah
dan penduduk). Sekolah guru Tanobato ditutup tahun 1873. Hal itu karena Willem
Iskander akan melanjutkan studi ke Belanda, namun tahun 1876 Willem Iskander
fdi Belanda dikabarkan meninggal (diduga dibunuh). Sebagai pengganti sekolah
guru Tanobato, dibuka sekolah guru yang lebih besar di Padang Sidempoean tahun
1879. Salah satu siswa pertama adalah Dja Endar Moeda. Sati Nasoetion alias
Willem Iskander adalah kakek buyut Prof Andi Hamin Nasution (rector IPB
1978-1987).

Jose Rizal telah tiada, Jose Rizal, atas perjuangannya
dieksekusi mati pada tahun 1896. Di pantai barat Sumatra, Dja Endar Moeda terus
berjuang untuk bangsanya. Pada tahun 1898 sekolah yang didirikannnya semakin
maju dan perjuangannya melalui bidang jurnalis semakin terasa. Dja Endar Moeda
mengatakan ‘pendidikan dan juranalis sama pentingnya, sama-sama untuk
mencerdaskan bangsa’.


Rizal dianggap terlibat dalam kegiatan-kegiatan pemberontakan yang sedang
berkembang dan pada Juli 1892 ia dibuang ke Dapitan di provinsi Zamboanga
(Mindanao). Di sana ia mendirikan sebuah sekolah dan rumah sakit. Pada 1896,
pemberontakan yang dirancang oleh Katipunan, sebuah perhimpunan rahasia
nasionalis, berkembang menjadi suatu revolusi besar-besaran, sebagai sebuah
pemberontakan nasionalis sejati dan menyebabkan diproklamasikannya republik
pertama yang benar-benar demokratis di Asia. Rizal ditahan di tengah
perjalanan, dipenjarakan di Barcelona, dan diajukan ke pengadilan. Ia
dinyatakan terlibat dalam revolusi melalui hubungannya dengan para anggota
Katipunan dan diadili di pengadilan militer dengan tuduhan pemberontakan,
pengkhianatan, dan permufakatan. Selama dalam perjalanan, ia tidak dirantai dan
mempunyai banyak kesempatan untuk melarikan diri, tetapi ia menolaknya. Itu
adalah lambang wataknya bahwa tak seorang Spanyol pun yang dapat menyentuhnya.
Rizal dinyatakan terbukti bersalah atas ketiga tuduhan dan dijatuhi hukuman
mati.
Sementara hukumannya semakin
mendekat, Rizal menulis puisinya yang terakhir, yang, meskipun tidak berjudul,
akhirnya dikenal sebagai “Mi Último Adiós” (Selamat Tinggalku yang
Terakhir).
Setelah Rizal dijatuhi hukuman
mati, muncul banyak keraguan mengenai kejadian-kejadian di sekitar kematiannya.
Banyak orang yang tetap percaya bahwa Rizal tidak menikahi kekasihnya tercinta
Josephine Bracken sesuai tradisi Katolik Roma beberapa jam sebelum hukuman
matinya, ataupun mencabut bagian-bagian tulisannya yang bernada anti Katolik,
sebuah pertikaian yang tidak kunjung berkurang. Di tempat ia gugur kini berdiri
sebuah patung
.(Wikipedia)

Pada tahun 1900 Dja Endar Moeda mengakuisisi
sepenuhnya surat kabar Pertja Barat beserta percetakannya. Ini membuat Dja
Endar Moeda lebih bebas, lebih spesifik untuk memperjuangkan sesame sebangsa (pribumi).
Pada tahun ini juga Dja Endar Moeda menerbitkan surat kabar baru berbahasa
Melayu yang diberi nama Tapian Na Oeli dan satu majalah pembangunan dengan nama
Insulinde. Bersamaan dengan itu semua, Dja Endar Moeda mendirikan organisasi
kebangsaan yang diberi nama Medan Perdamaian. Organ dari organisasi kebangsaan
Indonesia pertama ini adalah tiga media yang dimilikinya. Pada tahun 1902 Dja Endar
Moeda sebagai presiden Medan Perdamaian memberikan bantuan pendidikan ke
Semarang sebesar f14.000 melalui direktur Pendidikan pribumi di pantai barat
Sumatra (Charles Adrian van Ophuijsen, yang juga mantan gurunya di Padang
Sidempoean).


Pada tahun 1896 seorang pribumi lulusan sekolah menengah (HBS) Raden Kartono
melanjutkan studi ke Belanda di Universiteit te Delft. Namun kemudian Kartno pindah
kuliah di Leiden untuk mendalami sastra dan filsafat. Pada tahun 1903 Dja Endar
Moeda membawa seorang guru di Padang Sidempoean, Radjioen Harahap gelar Soetan
Casajangan untuk melanjutkan Pendidikan (keguruan). Soetan Casajangan adalah
adik kelas Dja Endar Moeda di Kweekschool Padang Sidempoean. Pada tahun 1908, Ketika
jumlah mahasiswa pribumi di Belanda sebanyak 20 oranhg, Soetan Casajangan
mendirikan organisasi mahasiswa yang diberi nama Indische Vereeniging. Soetan
Casajangan sebagai presiden, dan Raden Kartono juga ikut menjadi pengurus Bersama
Raden Soemitro sebagai sekretaris. Selama kuliah, Soetan Casajangan membantu
gurunya Charles Adrian van Ophuijsen yang mejadi guru besar di Universitas
Leiden sejak 1903, sebagai asisten dosen dalam pengajaran bahasa Melayu. Organisasi
inilah kemudian yang memotori perjuangan bangsa Indonesia melalui golongan
terpelajar. Organisasi kemudian diubah namanya menjadi Perhimpoenan Indonesia
tahun 1924 (pada saat ketuanya Mohamad Hatta)..  

Dja Endar Moeda mulai banyak protes terhadap
pemerintah. Yang pertama Dja Endar Moeda meminta pemerintah menaikkan anggaran Pendidikan
untuk pribumi. Yang kedua Dja Endar Moeda meminta pemerintah untuk meniadakan
bahsa Belanda sebagai bahasa pengantar di sekolah-sekolah guru. Ketiga, Dja
Endar Moeda di dalam surat kabarnya mulai melaporkan kejahatan para pejabat Belanda.
Hal yang ketiga inilah kemudian terkena delik pers tahun 1906 dimana hukumannya
pada tahun 1907 dengan hukuman cambuk dan diusir dari kota Padang. Namun Dja
Endar Moeda tidak berhenti, pada tahun 1907 mendirikan suratkabar pertama di
Band Atjeh yang diberinama Pembrita Atjeh dan pada tahun ini juga Dja Endar Moeda
mendirikan organisasi kebangsaan di Medan dengan nama Sjarikat Tapanoeli dan
lalu pada tahun 1909 mendirikan surat kabar di Medan dengan nama Pewarta Deli (sebagai
organ dari Sjarikat Tapanoeli). Sebagaimana kita lihat nanti, di Batavia pada
tahun 1908 Soetomo dkk mendirikan organisasi kebangsaan Boedi Oetomo (sementara
Soetan Casajangan di Belanda dengan organisasi kebangsaan Indische
Vereeniging).

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post

Terpilih Menjadi Smiling West Java Ambassador, Apa Saja Tugasnya?

Kejahilan, Tidak Semua Orang Dapat Udzur Karenanya

Kejahilan, Tidak Semua Orang Dapat Udzur Karenanya

Iklan

Recommended Stories

Misteri Manusia Purba – Benarkah Nabi Adam Tingginya Mencapai 27 Meter?

Sensasi Perjalanan dan Keindahan Alam di Jalur Cangar kota Batu

08.04.2015
Menanti Kedatangan Umar dan Shalahuddin

Milkiyo, Kenikmatan Susu Sapi Segar di Pontianak

14.12.2018
Alamat PT Pegadaian Di Gianyar

Alamat PT Pegadaian Di Gianyar

18.04.2017

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

21.01.2026
Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

21.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?