Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Menjadi Indonesia (748): Pulau Hainan, Pulau Formosa dan Geomorfologi; Nama Kuno China Berasal Bahasa Batak?

Tempo Doelo by Tempo Doelo
01.08.2022
Reading Time: 19 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

ADVERTISEMENT


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini

Pada masa ini Hainan adalah salah satu provinsi
negara China. Negara Taiwan di pulau Formasa diklaim negara China sebagai wilayahnya.
Boleh jadi itu dipicu karena sejarah awal dimana pendatang Tiongkok dari
daratan bermigrasi ke kedua pulau tersebut. Namun dalam sejarahnya, dua pulau
itu justru awalnya dihuni oleh penduduk asli dan penduduk pendatang dari
selatan (nusantara). Bagaimana bisa?


Hainan adalah sebuah provinsi yang terkecil dan terselatan dari Republik
Rakyat Tiongkok. Disingkat sebagai Qiong. Beribu kota di Haikou. Pada tahun
2002, luasnya adalah 33.920 km². Penduduknya berjumlah 8.030.000 jiwa (kepadatan:
237/km²). Secara kebudayaan, Hainan berbeda dengan Republik Rakyat Tiongkok
dari segi budaya dan bahasa. Ada kelompok etnis Melayu juga yang mendiami pulau
Hainan dengan populasinya yang banyak juga. (Wikipedia). Formosa adalah pulau
yang kini menjadi negara Taiwan. Pulau Formosa di utara pulau Luzon Filipina
yang disebut Namanya berasal dari bahasa Portugis (cantik). Di wilayah Formosa
pernah berada Belanda (VOC) tetapi diserang armada Tiongkok di bawah pimpinan
Cheng Cheng Kung pada bulan Mei 1661 yang kemudian Belanda (VOC) menyerah pada
bulan Februari tahun 1662. Belanda membuat koloni di Formosa pada tahun 1642,
tidak lama setelah Portugis diusir VOC dari Kamboja. (Sumber lain di internet)

Lantas bagaimana sejarah geomorfologi
pulau Hainan dan pulau Formosa?
Seperti disebut di atas, dua
pulau ini berada di pantai timur Tiongkok. Bagaimana sejarah awal dua pulau ini
hingga kehadiran orang Eropa menarik diperhatikan secara geomorfologi.
Lalu bagaimana sejarah geomorfologi
pulau Hainan dan pulau Formosa? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe,
semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan
sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe

Sejarah seharusnya memiliki
permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang
bahkan oleh penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari
hal itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.

Geomorfologi Pulau Hainan dan Pulau Formosa; Bagaimana
Sejarah Zaman Kuno Hainan dan Formosa?

Satu yang penting dari sejarah kuno, awal terbentuknya pulau Hainan masa
ini adalah bahwa pulau Hainan zaman kuno sngat kecil dibandingkan dengan masa
kini. Pulau Hainan kecil di perairan laut Cina ini terbilang sangat jauh dari
pantai daratan Tiongkok. Sebab sebelumnya semenanjung Hainan belum ada.
Semenanjung itu (kini Semenanjung Leizhou). terbentuk bersamaan dengan semakin
meluasnya pulau Hainan ke arah barat (saling mendekati dengan semenanjung).
Terbentuknya semenanjung dan meluasnya pulau Hainan karena proses sedimentasi
jangka panjang.


Sungai-sungai yang membentuk Semenanjung Leizhou diduga antara lain dua
sungai besar sungai Nanliu Jiang di sebelah barat daya dan sungai Jian Jiang di
sebelah timur laut. Dua sungai ini berhulu jauh di pedalaman di pegunungan.
Aktivitas manusia yang intens di pegunungan/pedalaman menyebabkan massa padat
terbawa oleh arus sungai ke pantai/laut yang kemudian terjadi pengendapan dan
proses sedimentasi jangka panjang. Semenanjung ini bermula dari terbentuk dua
pulau yang semakin membesar menjadi menyatu dengan daratan. Dua pulau awal ini
adalah pulau-pulau kecil yang satu jalur ke arah pulau yang lebih besar (pulau
Hainan). Dengan kata lain semenanjung Leizhou di masa lampau tidak berlangsung
sekaligus, tetapi awalnya terbentuk dua pulau atau lebih. 
Arah pembentukan pulau Hainan berada di selatan (lihat dua sungai besar
di selatan pulau pada Peta 1718)

Pada masa ini pulau Hainan dihuni oleh berbagai populasi dari berbagai
etnik dari pedalaman/daratan Tiongkok dan dari wilayah selatan (nusantara).
Populasi yang datang dari selatan (terutama Indochina) memiliki bahasa yang
berbeda dengan populasi yang datang dari daratan. Mereka yang dari selatan ini
mirip bahasa Melayu. Ada yang menyebut mereka datang dari Champa populasi beragama
Islam (kini Vietnam).


Bagaimana sejarah zaman kuno di (pulau) Hainan tampaknya kurang lebih
sama dengan di pulau Formosa (kini negara Taiwan). Populasi di pulau Formosa
selain datang dari daratan Tiongkok juga ada yang datang dari selatan dari
pulau-pulau Filipina seperti pulau Luzon. Bahasa etnik yang berasal dari
selatan ini mirip dengan bahasa Tagalog/Melayu. Secara geomorfologi pulau
Formosa telah meluas ke arah barat mendekati daratan pantai timur Tiongkok.
Tida ada perubahan radikal secara geomorfologis di pantai timur Tiongkok yang
berseberangan dengan pulau Formosa jika dibandingkan dengan pembentukan wilayah
semenanjung Leizhou dan pulau Hainan. Pulau Formosa juga memiliki gugus pulau ke
timur laut di Jepang. Ini mengindikasikan bahwa pulau Formosa di zaman purba
proses pembentukannya sama dengan pulau-pulau di Filipina dan pulau-pulau di
Jepang. Lalu bagaimana dengan peroses pembentukan awal pulau Hainan? Tampanya terbentuk
baru dari suatu pulau karang. Hal itu karena Kawasan di teluk Tonkin, hanya
pulau Hainan saja yang ada. Besar dugaan terbentuknya pulau karang karena arah arus
laut yang sesuai pembentukan pulau karang. Gambaran ini sesuai dengan proses
pembentukan pulau-pulau di laut China (selatan) yang banyak pulau-pulau karang
seperti di kepulauan Spratly.

Pulau Hainan dan pulau Formosa yang berada di
perairan/laut, jauh terpisah dari daratan Tiongkok pada awalnya penduduk asli
kedua pulau bukanlah berasal dari daratan Tiongkok tetapi justru datang dari
selatan (laut China Selatan). Hal itu karena menurut sejarah zaman kuno orang
Tiongkok bukanlah pelaut, tetapi yang menjadi pelaut adalah orang-orang dari
pulau-pulau selatan (Nusantara). Daratan luas (Tiongkok) tidak memerlukan
kemampuan maritim, tetapi sebaliknya populasi di pulau-pulau dari kepulauan
yang mengembangkan teknologi maritim (teknologi perrahu/kapal dan pengetahuan
astronomi/navigasi).


Indikasi adanya orang dari pulau-pulau di selatan (Nusantara) bermigrasi
ke utara (pantai timur Tiongkok dan pulau Formosa) berasal dari catatan
Tiongkok pada dinasti Han abad ke-2. Disebutkan utusan Raja Yehtiao telah dating
menghadap Kaisar Tiongkok dalam hubungan membuka pos perdagangan. Sejumlah
peneliti pada era Hindia Belanda menginterpretasi Yehtiao itu adalah raja dari
Sumatra (bagian utara). Dari catatan geografi Eropa pada abad yang sama era Ptolomeus
telah memetakan semenanjung Aurea Chersoneus (pulau Sumatra dan semenanjung
Malaya) dan pulau Taprobana (pulau Kalimantan). Dua informasi penting dari
catatan geografis Ptolomeus ini adalah bahwa kamper (benzoin) sentra
produksinya di Sumatra bagian utara dan juga disebut Catigara adalah nama yang pernah
dikunjungi seorang petualang Eropa sebagai tempat terjauh di timur. Pada era
Hindia Belanda sejumlah peneliti mengidentifikasi Catigara itu adalah kota
Kamboja atau kota Phnon Phen yang sekarang. Prasasti Vo Chan abad ke-5
mengindikasikan bahwa ada hubungan dengan kerajaan di pantai timur Sumatra.
Kota Vo Chan ini diduga kota yang tidak jauh dimana kemudian terbentuk kota
Champa. Catatan Tiongkok pada abad ke-7 disebut para pedagang Arab telah
membenyuk koloni di Canton (masih masa kenabian). Dalam hal ini secara historis
orang Tiongkok bukan pelaut, justru sebaliknya ketika perdagangan di pantai
timur Tiongkok (yang dikembangkan oleh pelaut-pelaut dari selatan) semakin
ramai, baru orang Tiongkok dari pedalaman migrasi ke pantai timur Tiongkok. Teori
lain yang mengindikasikan bahwa orang Tiongkok baru menjadi pelaut setelah era
I Tsing (abad ke-7) dimana I Tsing datang ke pantai timur Sumatra justru
menggunakan kapal dagang orang asing. Pada masa ini, ada kerajaan kuat di
Sumatra bagian utara yang memiliki pelabuhan besar bernama Minanga (lihat
prasasti Kedoekan Boekit 682 M). Minanga ini menurut ahli pada era Hindia
Belanda adalah Binanga di wilayah Padang Lawas di Tanah Batak (Tapanoeli).

Bukti lain bahwa Hainan dan pantai timur Indochina tumbuh
dan berkembang karena migrasi dari selatan, didukung teori lainnya di daratan
Indochina bahwa etnik Laos, Vietnam dan Siam baru muncul kemudian (abad ke-13) yang
datang migrasi dari utara. Mereka ini antara lain mendesak orang Khmer dan juga
menyusutkan wilayah orang-orang Champa dan Kamboja. Sebagaimana disebut di
atas, di Kambodja sejak abad ke-2 sudah dikenal nama kota Catigara (kota yang
namanyta merujuk pada nama India pada era Hindoe/Boedha). Catatan:Kota Canigara
pada era itu masih berada di pantai (namun kini kota Kamboja seakan berada jauh
di pedalaman).

Tunggu deskripsi lengkapnya

Nama Awal China Berasal
dari Bahasa Batak? Bagaimana Kehadiran Pendatang Sejak Zaman Kuno hingga Era
Eropa?

Nama Cina (China) tidak dikenal di Tiongkok sejak
zaman kuno. Nama China kali pertama diidentifikasi oleh pelaut-pelaut Portugis
dalam peta-peta mereka yang kemudian ditulis dalam laporan-laporan mereka.
Boleh jadi karena pelaut Eropa yang mencapai pantai timur Tiongkok adalah orang-orang
Portugis (1516-1519). Pelaut-pelaut Portugis menulis nama China dalam peta mereka
Kina. Orang-orang Inggris kemudian melafalkan Kina (Portugis) menjadi China.


Hampir semua orang, bahkan pada masa ini, bahasa Melayu/Bahasa Indonesia
banyak menyerap bahasa dari bahasa asing termasuk bahasa-bahasa Eropa seperti
Portugis, Belanda dan Inggris. Hanya sedikit orang yang mengetahui bahwa bahasa
Melayu ‘niaga’ diserap ke dalam bahasa Portugis menjadi ‘veniaga’ (perdagangan).
Jauh di zaman kuno, bahkan bahasa Batak diserap ke dalam kitab suci Al-Quran
dan bahasa Latin. Benzoin dalam bahasa Batak adalah ‘hapur’. Kata ‘hapur’ ini
diserap ke dalam bahasa Sanskerta menja ‘kapur’ yang di satu sisi menjadi
bahasa Melayu. Kata ‘hapur’ ini juga diserap ke dalam bahasa Persia yang
kemudian masuk kedalam bahasa Arab sebagai ‘kafura’ (sebagaijama dicatat dalam
Al Quran). Orang-orang Eropa dari bahasa Arab  ‘kafura’ dilapfalkan menjadi ‘champer’ dan
kemudian orang Portugis mengejanya menjadi ‘kamper’. Kata ‘gapur’ yang menjadi ‘kamper’
adalah produk kuno yang hanya ditemukan di Tanah Batak yang lebih dikenal ‘kapur
barus’ (kapur yang diekspor dari pelabuhan Tanah Batak di Baroes).

Bagaimana orang (pelaut/pedagang) Portugis menyebut
daratan luas di belakang pantai timur Tiongkok sebagai Cina atau Kina? Sebelum
kehadiran Eropa/Portugis pantai timur Tiongkok adalah ruter navigasi pelayaran perdagangan
Kerajaan Aru Batak Kingdom di pantai timur Sumatra (lihat Mendes Pinto, 1537).
Tidak hanya ke Tiongkok juga ke Brunai, Luzon bahkan Sulawesi dan Maluku
(semuanya di utara khtatulistiwa; sebab di selatan khatulistiwa adalah Madjapahit).


Mendes Pinto yang pernah mengunjungi Kerajaan Aru tahun 1537 menyatakan
kekuatan militer Kerajaan Aru sebanyak 15.000 pasukan yang mana delapan ribu
orang Batak dan sisanya didatangkan dari Minangkabau, Jambi, Indragiri, Brunai
dan Luzon. Kerajaan Aru di daerah aliran Baroemoen (Padang Lawas) dengan ibu
kota Binanga (Minanga dalam prasasti Kedoekan Boekir 682 M) diduga adalah
suksesi Kerajaan Panai pada era Hindoe/Boenda. Di wilayajh Padang Lawas pada
masa ini ditemukan puluhan candi-candi Hindoe/Boedha. Kerajaan Panai pernah
ditaklukkan oleh Kerajaan Chola di India (lihat prasasti Tanjore 1030 M). Sebelum
kehadiran Portugis, menurut Mendes Pinto Kerajaan Aru pernah menyerang Kerajaan
Malaka (dan selalu Malaka takut kepada Aru). Portugis sendiri menaklukkan
Malaka pada tahun 1511.

Palaut-pelaut Portugis dalam pemetaan sudah barang
tentu mengumpulkan dari pedagang local dalam navigasi pelayaran perdagangan.
Dalam pemetaan inilah orang Portugis mengidentifikasi nama Kina dari pelaut local
dengan nama Kina. Dalam hal ini mengapa wilayah daratan luas itu disebut pelaut
lokal Kina?


Kosa-kata elementer ‘ina’=ibu dan ‘ama’=ayah adalah sama untuk bahasa-bahasa
etnik di kawasan Laut Cina adalah etnik Melanau di pantai utara Borneo, ttnik Tidoeng
di pantai timur Borneo, etnik Tausuq di Kepulauan Sulu, etnik Batac di pulau
Palawan, etnik Tagalog di Luzon dan etnik-etnik di pulau Formosa. Kosa kata
elementer di Sumatra hanya ditemukan dalam bahasa Batak. Secara khusus di pulau
Palawan ‘ina’ dilafalkaan sebagai ‘qina/kina’. Hal inilah mengapa gunung
tertinggi di Borneo disebut Kinabalu dan sungai terpanjang sungai Kinabatangan.
Dalam bahasa setempat ‘batang’ adalah sungai, tetapi kata ‘balu’ tidak
ditemukan. Kata ‘balu’justru ditemukan di Tapanoeli sebagai ‘gunung’
(Kinabalu=gunung Kina=gunung Ibu). Jadi besar dugaan bahwa Kina untuk menyebut
daratan luas di utara awalnya disebut oleh pelaut-pelaut local dari berbagai
etnik di kawasan Laut Cina, yang boleh jadi daratan dari mana para istri mereka
dating/didatangkan yang kemudian menjadi ibu dari anak-anak mereka (kampong
asal ibu). Sebagaimana Kawasan ini merupakan wilayah navigasi pelayaran
perdagangan Kerajaan Panai/Kerajaan Aru dari pantai timur Sumatra sejak zaman
kuno (lihat prasasti Laguna. Luzon 900 M) dan prasasti Vo Chan Vietnam (abad
ke-5).

Nama ‘ina’ atau ‘kina’ tidak hanya digunakan untuk
mengidentifikasi daratan luas di utara Laut Cina yakni Kina, Cina dan China,
tetapi juga untuk identifikasi pulau di teluk Tonkin yakni pulai Hainan
(Ha-ina-n). Untuk pulau di utara Luzon orang Portugis menyebutnya pulau Formosa
(bahasa Portugis menjadi ‘formosa’=cantik). Orang-orang Inggris dan Belanda
yang belakangan dating menyebut Kina dengan China. Nama China inilah yang kemudian
menjadi lebih popular dalam dunia ilmu pengatahuan. Dalam Bahasa Indonesia
China atau Chinee dilafalkan menjadi Tjina atau Cina. Dalam hal ini besar
dugaan bahasa nama China berasal dari bahasa Batak sebagaimana ‘champer’ atau
kamper yang juga berasal dari bahasa Batak. 
Nama pulau Taiwan juga diduga berasal dari bahasa Batak.


Dalam sejarahnya pulau Formosa yang sebelumnya disebut pulau Taiwan
(Ta-iwan), sebenarnya adalah Tainan (Ta-inan). Suatu kota palingawal di pulau
Formosa di selatan pulau. Taipei di pantai utara adalah kota baru. Pada awalnya
pulau ini adalah gugus pegununungan yang sungai-sungai bermuara ke pantai barat
dan pantai timur. Sungai-sungai yang mengalir ke pantai barat membentuk daratan
baru melalui proses sedimentasi jangka Panjang. Sementara di panati timur di sisi
timur pulau Formosa terdapat tiga pulau kecil yang menempel ke pulau. Jika di
sebelah barat proses sedimentasi semakin menjauh dari pulau utama (meluas)
sementara di pantai timur proses sedimentasi berada di antara pulau utama
dengan tiga pulau kecil pendamping. Tidak adanya proses sadimentasi di pnatai
timur diduga karena pengaruh gelombang yang sangat besar (dan akumulasi massa
padat menumpuk diantara pulau). Satu yang perlu dicatat di bagian daratan
Tiongkok terdapat nama pulau kecil yang disebut pulau Kelang (suatu nama pulau
di pantai barat Semenanjung Malaya).

Seperti halnya nama Hainan dan Kina (China), nama
pulau Formosa yang awalnya bernama Taiwan diduga merujuk pada nama tempat di
pulau Tainan. Sejak kehadiran Portugis di pulau para pedagang Portugis
membangun benteng/kota di pantai utara dengan nama Formosa. Sejak itu nama
pulau Tainan/Taiwan digantikan dengan nama Portugis menjadi Formosa. Di
benteng/kota Formosa inilah kemudian berkembang kota besar yang kini disebut
Kota Taipei. Dalam hal ini ada hubungan penambahan fonetik dari bahasa Tiongkok
ke dalam nama Ha-inan dan Ta-inan serta Ta-ipe. Besar dugaan kosa kata ‘inan’
mengalami proses linguistic dari kosa kata elementer di Tanah Batak ‘ina’ atau ‘inang’=ibu.


Kosa kata elementer ‘ina’ atau ‘inang’ ini dari Tanah Batak menyebar ke
berbagai tempat di dalam jalur navigasi pelayaran prdagangan kuno seperti yang ditemukan
dalam bahasa etnik Melanau dan Tidoeng (Borneo Utara), Tausug (Sulu), Batac
(Palawan), Tagalog (Luzon) dan bahasa etnik terawal di Taiwan. Kosa kata elementer
‘ina’ sangat unik yang hanya ditemukan dalam bahas-bahasa etnik tersebut, yang
berbeda dengan bahasa Melayu maupun bahasa Tiongkok (Mandarin). Pada masa ini
di Vietnam (di wilayah pegunungan) afda etnik minoritas yang memiliki
kebudayaan yang mirip dengan orang Batak di Tapanuli, Sumatra bagian utara.

Pada era Portugis, sejatinya pelaut-pelaut Portugis
mencapai pantai timur Tiongkok, pulai Hainan dan pulau Tainan/Taiwan justru
dipandu oleh para pelaut-pelaut dari selatan. Ini bermula Ketika pelaut
Portugis meanklukkan Malaka pada tahun 1511. Lima tahun kemudian pada tahun 1516
pelaut Portugis membuka pos perdagangan di suatu pulau di muara sungai Canton.
Namun dalam perkembangannya pelaut Portugis berselisih dengan orang Tiongkok di
Canton. Akhirnya orang Portugis terusir dari Kawasan. Pada tahun 1524 orang
Portugis di Malaka membuka pos perdagangan baru di Brunai, yang kemudian pedagang
Portugis menemukan jalan perdagangan ke Manilia di pulau Luzon.


Pada tahun 1537 seorang penulis Portugis Mendes Pinto mengunjungi
Kerajaan Aru Batak Kingdom di pantai timur Sumatra. Dalam laporan Mendes Pinto
disebutkan sebelum kehadiran Portugis di Malakan, Kerajaan Aru pernah menyerang
kerajaan Malaka dan orang-orang di Malaka selalu takut kerpada kerajaan Aru.
Mendes Pinto juga mencatat bahasa kekuatan Kerajaan Aru sebanyak 15.000 pasukan,
dimana sebanyal 8 ribu berasal dari orang Batak, sisanya didatangkan dari
Minangkabau, Jambi, Indragiri, Brunai dan Luzon. Ini mengindikasikan bahwa orang-orang
dari pantai timur Sumatra (orang Batak) masih terhubung dengan laut China
selatan sejak era Yehtiao abad ke-2 hingga era Portugis (suatu kurun waktu yang
lama).

Dalam hal ini sejarah hubungan antara pantai timur
Sumatra (Tanah Batak) dengan wilayah laut China di Brunai, Palawan (Batac), Luzon
(Bataan dan Batanes), Champa/Vietnam, pantai timur Tiongkok, pulau Hainan dan
pulau Tainan/Taiwan sudah berlangsung lama, bahkan sejak zaman kuno pada era
Ptolomeus, Oleh karenanya nama Hainan (Ha-ina-n) dan nama Taiwan (Ta-ina-n) ada
kemungkinan merujuk pada bahasa Batak, yakni ‘ina’=ibu.


Nama kampong pertama di pulau Hainan dan pulau Tainan (Formosa) sama-sama
berada di selatan pulau. Kampong Hainan berada di selatan pulau Hainan pada sisi
timur muara sungai (lihat Peta 1718). Kampong Tainan/Taiwan juga berada di
selatan pulau Formosa di suatu muara sungai. Ini mengindikasikan bahwa peradaban
awal di pulau Hainan dan pulau Formosa bermula di selatan pulau, Dengan kata
lain peradaban awal di dua pulau berasal (dari) arah laut selatan. Pada masa
ini kemajuan di kedua pulau berada di sebelah barat dan utara pulau (lebih
dekat ke daratan Tiongkok). Dalam hal ini zaman peradaban awal di dua pulau
Hainan dan Taiwan bermula di selatan. Ini dapay dikatakan tidak ada bukti
peradaban awal di dua pulau berasal dari daratan Tiongkok atau dari utara
(Jepang).

Penjelasan bahwa peradaban di pulau Hainan dan pulau
Tainan/Taiwan bermula di selatan pulau memiliki banyak implikasi. Pertama, adanya
pendapat bahwa orang Taiwan kuno dan bahasa kuno yang menjadi cikal bakal
bahasa Melayu berasal (bermula) dari Taiwan tidak berdasar, justru sebaliknya
datang dari selatan. Kedua, navigasi pelayaran perdagangan di selatan (Luat
Cina Selatan) tidak diinisiasi oleh orang Tiongkok dari daratan tetapi justru
orang dari pulau-pulau selatan (Nusantara) bahkan sejak zaman kuno.


Pada abad ke-2 menurut sumber Eropa (catatan geografi Ptolomeus) bahwa
produk kamper (benzoin) sentra produksi di Sumatra bagian utara. Juga pada abad
ke-2 sumber Tiongkok menyebutkan utusan Radja Yahtiao menghadap Kaiser Tiongkok
di Peking untuk meminta izin membuka pos perdagangan. Ada yang berpendapat pos
perdagangan itu berada di kota Hue (Vietnam) yang sekarang (jauh sebelum
terbentuk Champa). Sumber Eropa pada abad ke-5 menyebut kamper diekspor dari Pelabuhan
yang disebut Barouse (menurut para ahli adalah kota Barus di Tapanoeli yang
sekarang). Pada abad ke-7 Radja Dapunta Hyang Nayik dengan pasukan berlayar
dari Minanga (kota yang menurut para ahli masa kini adalah kota Binanga di
daerah aliran sungai Barumun di Padang Lawas (Tepanoeli). Saat itu secara
geomorfologis Minanga masih berada di pantai. Pada abad ke-10 pada prasasti
Laguna. Pulau Luzon disebut Radja Binwangan (yang diduga merujuk pada raja mashur
di Binanga). Sebelum kehadiran orang Eropa/Portugis ke nusantara, menurut
Mendes Pinto kerajaan kuat di pantai timur Sumatra adalah Kerajaan Aru Batak
Kingsom (di daerah aliran sungai Barumun). Menurut Pinto Kerajaan Aru pernah
menyerang Kerajaan Malaka. Kekuatan Kerajaan Aru sebanyak 15.000 pasukan dimana
delapan ribu orang Batak dan sisanyanya didatangkan dari Minangkabau, Jambi.
Indragiri, Brunai dan Luzon. Sebelum kehadiranm Spanyol di Manila, raja yang
ada berasal dari Sumatra yang beragama Islam.

Bagaimana orang-orang dari laut selatan mencapai
utara di pantai Tiongkok (termasuk Hainan dan Taiwan) dari Sumatra (bagian
utara di pantai timur) haruslah dilihat dari kurun sejarah sejak zaman kuno era
Ptolomeus dan Dinasti Han, kemudian era Sriwijaya hingga era Kerajaan Aru dan
Portugis melalui semenanjung ke pantai timur Indochina (Kamboja) hingga Hainan
dan melalui pantai utara Borneo ke pulau-pulau di Filipina (terutama Luzon)
hingga mencapai Taiwan. Dalam konteks inilah sebutan ‘ina’=ibu begitu penting.


Kata ‘ina’=ibu adalah kata elementer bahasa Batak Kuno yang diduga kuat
telah menyebar dan menjadi bagian elementer dari berbagai bahasa di Nusantara.
Dalam bahasa zaman kuno ‘ibu’ adalah nama yang diasosiasikan dengan ‘tanah’
atau ‘bumi’. Dalam kepercayaan sejak zaman kuno (era Hindoe) kata ‘pertiwi’ (prthvi)
dihubungakan dengan ‘bumi’, ‘dunia’ atau ‘benua’. Oleh karenanya pada masa ini
dikenal terminology ‘ibu pertiwi’ yang maksudnya adalah tanah air. Hal itulah
mengapa nama ‘ina’ itu terdapat di pantai utara Borneo dengan nama gunung Kinabalu
dan nama sungai Kinabatangan; di teluk Tonkin (pulau Hainan), di pantai timur
Tiongkok (pulau Tainan); dan daratan luas: Kina=Cina=China. Semua menngindikasikan
bumi dan tanah air ‘ina’ atau ‘ibu pertiwi’.

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post
Wanita Hebat

Wanita Hebat

Enam Manfaat Mengikuti Upacara  Kemerdekaan di Gunung

Enam Manfaat Mengikuti Upacara Kemerdekaan di Gunung

Iklan

Recommended Stories

SHAF PERTAMA LEBIH UTAMA

30.07.2014

Menemukan Jajanan Tempo Doeloe di Pasar Malam Perayaan Sekaten 2013

17.01.2013

Sejarah Surakarta (11): Pendidikan di Kota Surakarta, Bagaimana Bermula? Sekolah Guru (Kweekschool) di Era Hindia Belanda

02.01.2023

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026
Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

21.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?