Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Menjadi Indonesia (746): Teluk di Manila, Danau Laguna di Pulau Luzon dan Geomorfologi; Danau Terbesar Danau Toba

Tempo Doelo by Tempo Doelo
31.07.2022
Reading Time: 12 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

ADVERTISEMENT

 

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini

Manila kini adalah kota metropolitan tang menjadi ibu
kota negara Republik Filipina. Kota orang Tagalog ini berada di teluk Manila. Wilayah
Manila ini kini seakan memisahkan teluk Manila dengan danau Laguna. Kini hanya
dihubungkan oleh sungai Pasig. Apakah pada masa lalu teluk dan danau menjadi
satu kesatuan perairan/laut?


Laguna de Bay adalah danau terbesar di Filipina dan kedua terbesar di
Asia Tenggara setelah Danau Toba di Indonesia. Danau ini terletak di Pulau
Luzon antara Provinsi Laguna di selatan dan Rizal di utara. Metro Manila terletak
di tepi baratnya. Luas permukaan danau ini adalah 949 kilometer persegi dan
memiliki kedalaman rata-rata sekitar 2 meter. Laguna de Bay mengalir ke Teluk
Manila melalui Sungai Pasig. Di tengah danau ini terletak sebuah pulau yang
bernama Pulau Talim, yang merupakan bagian dari Binangonan, Rizal dan Cardona,
Rizal di Provinsi Rizal. Prasasti Lempeng Tembaga Laguna ditemukan pada tahun
1989 di Laguna de Bay, Manila, Filipina. Penanggalan yang tertera menunjukkan
tahun 822 Saka, atau 21 April 900. Prasasti ini menggunakan bahasa Melayu Kuno
meskipun banyak kata-kata dari bahasa Sanskerta, bahasa Jawa Kuno, dan bahasa
Tagalog Kuno serta ditulis dengan aksara Kawi. Gulungan tembaga ini agak
berbeda pembuatannya apabila dibandingkan dengan gulungan tembaga dari Jawa
semasanya. Huruf-huruf pada keping Laguna ditatah pada kepingnya langsung,
sedangkan di Jawa ditulis pada keping yang dipanaskan dan menjadi lunak. Isi
prasasti ini mengenai pernyataan pembebasan hutang emas terhadap seseorang
bernama Namwaran. Di dalamnya juga menyebutkan sejumlah nama tempat di sekitar
Filipina (Tondo, Pila, dan Pulilan) dan tempat yang belum bisa dipastikan
(Dewata dan Medang). Prasasti ini menjadi petunjuk mengenai adanya pengaruh
Kerajaan Sriwijaya di Pulau Luzon pada awal abad X.
(Wikipedia).

Lantas bagaimana sejarah geomorfologi teluk
Manila pulau Luzon dan danau Laguna?
Seperti disebut di atas, danau Laguna adalah danau
terbesar kedua di Asia Tenggara setelah danau Toba. Danau ini diduga tempo
doeloe Bersatu dengan teluk Manila.
Lalu bagaimana sejarah geomorfologi teluk Manila pulau
Luzon dan danau Laguna? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada
permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional,
mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama
yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.

Geomorfologi Teluk Manila Pulau Luzon dan Danau
Laguna; Danau Terbesar Kedua Setelah Danau Toba

Peta 1720 masih mengindikasikan bahwa teluk Manila
dan danau Laguna dapat dikatakan masih terhubung. Hanya saja belum terpisah
sepenuhnya. Dalam hal ini Kota Manila berada di sisi luar di suatu pulau yang
besinggungan dengan teluk dan pulau lain di sisi dalam yang bersinggungan
dengan danau. Tanda-tandanya pada masa ini cukup jelas sebagai sungai Pasig.
 


Pada masa ini salah satu sisi pulau menjadi sungai Pasig yang bersumber
dari danau dan sisi yang lain menjadi sungai Taguig. Sungai Taguig bermuara ke
sungai Pasig (pulau Taguig di dalam danau). Di arah muara sungai Pasig juga
terdapat pulau (kemudian menyatu dengan daratan). Pada pertemuan sungai Taguig
dengan sungai Pasig juga bermuara sungai Marikina (yang bersumber dari
pegununungan). Dalam peta masa kini, danau disodet dengan membuat kanal yang
dialirkan ke sungai Marikina (besar dugaan pembuatan kanal dimaksudkan untuk
pengendali banjir).

Sungai Pasig pada masa ini dari danau ke teluk
Manila hanya sekitar 27 Km. Dalam hal ini dapat dikatakan danau Laguna adalah
perairan teluk yang terjebak di bagian dalam karena terjadi proses sedimentasi
jangka Panjang di bagian sempit teluk yang kemudian menjadi rawa-rawa dan
terbentuk daratan baru (dimana kini pusat Kota Manila). Oleh karena danau
Laguna terbentuk dari suatu perairan teluk maka kedalamannya juga cukup
dangkal, lebih-lebih terus terjadi proses sedimentasi di dasar danau (kini
kedalaman danau hanya sekitar dua meter). Danau Laguna ini hingga kini masih
sangat luas (disebutkan danau terbesar kedua di Asia Tenggara setelah danau
Toba di Sumatra bagian utara)


Kampong/kota Manila sesuai Peta 1720 tidak berada di pantai tetapi di belakang
pantai yang diduga berada di pertemuan sungao Pasig, sungai Taguig dan sungai
Marikina. Lalu dalam perkembangannya pemerintah Spanyol membangun benteng di
muara sungai Pasik (sisi selatan sungai) yang disebut Fort Santiago (dalam Peta
1720 benteng Santiago masih berada di luar teluk di pantai arah seletan pintu
teluk (di teluk Balayan). Tipologi pembentukan awal kota colonial Manila (cikal
bakal kampong Manila) yang bermula di Fort Santiago mirip dengan pembentukan
awal kota colonial Jakarta (cikal bakal kampong Jacarta) yang bermula di Fort
Batavia. Dalam peta-peta yang lebih baru area kota sudah berada di dekat pantai
(tidak jauh dari benteng Santiago).

Sungai Pasig ini awalnya adalah jalur perairan
sempit dari lautan/luar ke pedalaman. Namun karena proses sedimentasi jangka panjang
jalur perairan sempit ini menyempit menjadi sungai (sungai Pasig). Terbentuk
pulau Taguig di arah hulu sungai Pasig di danau lambat laun terdapat perbedaan
tinggi permukaan danau dengan permukaan laut di teluk. Hal itulah yang
mengakibatkan arus sungai terbentuk dari dana ke jalur pantai. Arus air ini
semakin deras karena danau yang terbentuk di bagian dalam yang sangat luas dimana
sejumlah sungai-sungai kecil bermuara.


Berdasarkan Peta 1720, nama-nama tempat yang diidentifikasi selain
kampong/kota Manila, juga diidentifikasi nama Laguna (yang kemudian menjadi
nama danau) dan nama Tondo (suatu daerah/aliran sungai di arah utara sungai
Marikina. Nama Tondo akan mengingatkan kita dengan salah satu nama (tempat) yang
dicatat dalam prasasti Laguna (900 M). Dalam hal ini nama Tondo di sekitar
teluk Manila sudah eksi paling tidak selama 800 tahun (suatu masa yang sangat
lama).

Tunggu deskripsi lengkapnya

Danau Laguna Terbesar Kedua Setelah Danau Toba: Apakah
Ada Relasi Pensduduk Antara Pantai Timur Sumatra dan Teluk Manila?

Dalam peta-peta awal Portugis, pulau-pulau di Filipina
sudah diidentifikasi. Bagaimana mereka menggambarkan pulau-pulau itu sebenarnya
masih sangat sederhana. Pulau Mindanao sudah digambarkan dengan baik. Satu yang
penting dalam hal ini pulau Luzon seakan terpisah dua bagian yang mana
dipisahkan oleh suatu rawa besar/pulau-pulau yang banyak di sekitar teluk
Manila. Dalam hal ini boleh jadi antara teluk Manila dan danau Laguna masih
berupa perairan luas dimana diantaranya terdapat pulau-pulau kecil. Ini
mengindikasikan bahwa danau Laguna belum terbentuk.


Setelah Portugis menaklukkan Malaka tahun 1511, navigasi pelayaran
perdagangan Portugis langsung diarahkan ke Maluku. Pada tahun 1516 Portugis
membuka pos perdagangan di muara sungai Canton di pantai timur Tiongkok. Namun
pada tahun 1519 terjadi perselisihan antara Portugis dan Tiongkok yang
menyebabkan Portugis terusir dari Canton. Pada tahun 1521 Spanyol menemukan
jalan hingga ke Filipina di pulau Zebu. Setelah Portugis terusir dari Canton,
Portugis membuka hubungan perdagangan dengan Brunai tahun 1524 (sejak inilah
nama pulau disebut Borneo). Pelaut-pelaut Portugis memperluas perdagangan
hingga pulau Parago (kini Palawan) hingga ke pulau Luzon. Pada tahun 1537
Mendes Pinto tiba di Malaka. Mendes Pinto melakukan kunjungan ke pantai timur
Sumatra di Kerajaan Aru Batak Kingdom. Dalam laporannya Mendes Pinto
menyebutkan Kerajaan Aru Batak Kingdom adalah kerajaan yang kuat yang pernah
menyerang kerajaan Malaka (sebelum kehadiran Portugis). Mendes Pinto menyatakan
kekuatan militer Kerajaan Aru sebanyak 15.000 pasukan yang mana delapan ribu
adalah orang Batak dan sisanya didatangkan dari Minangkabau, Jambi, Indragiri,
Brunai dan Luzon.

Bagaimana situasi dan kondisi di pulau Luzon saat
mana Mendes Pinto menyebut pasukan Kerajaan Aru Batak Kingdom di pnatai timur
Sumatra didatangkan dari Luzon tidak diketahui secara jelas. Namun pulau Luzon
sudah dipetakan oleh pelaut-pelaut Portugis. Yang jelas dalam hal ini ada
hubungan antara Kerajaan Aru di pantai timur Sumatra dengan pantai utara Borneo
dan pulau Luzon. Sejak Spanyol dan Portugis menemukan jalan ke pulau-pulau di
Filipina terjadi persaingan diantara mereka. Persaingan itu tidak hanya di
Maluku tetapi juga di pulau-pulau Filipina. Dalam perkembangannya Portugis
lebih konsentrasi di selatan sedangkan Spanyol terkonsentrasi di tengah hingga
merangsek ke utara di pulau Luzon.


Dalam berbagai tulisan disebut sejarah kampong (kota) Manila bermula saat
pelaut Spanyol Miguel López de Legazpi tiba di Manila pada tanggal 24 Juni 1571
yang mengambil keuntungan dari konflik wilayah Tondo versus Manila untuk
membenarkan pengusiran atau pemindahan penjajah Muslim Brunei yang mendukung
pengikut Manila. Sementara cucu Miguel dari Meksiko Juan de Salcedo menikah
dengan seorang putri Tondo, López de Legazpi memerintahkan agar bangsawan lokal
dieksekusi atau diasingkan setelah kegagalan Konspirasi Maharlikas, sebuah plot
di mana aliansi antara datu, raja, pedagang Jepang dan Kesultanan Brunei akan
bersatu untuk mengeksekusi orang Spanyol, bersama dengan Amerika Latin mereka.
rekrutan dan sekutu Visayan. Orang Spanyol yang menang menjadikan Manila, ibu
kota Hindia Timur Spanyol. Pada tahun 1574 Manila dikepung oleh bajak laut Cina
Lim Hong, yang akhirnya digagalkan oleh penduduk setempat. Setelah pemukiman
Spanyol, Manila segera dibangun yang menjadi bagian Keuskupan Agung Meksiko.

Pada tahun 1665
seorang belanda Johannes Vingboons mengunjungi Manila. Dalam lukisannnya Manila
digambarkan hanya (masih) wujud suatu koloni (Spanyol) berupa benteng (fort)
dengan empat bastion pada masing-masing sudut. Kota benteng ini berada di huk
sungai Papangan (kini sungai Pasig) dan laut (teluk Manila). Di Dalam benteng
kota ini terdapat sejumlah bangunan yang didiami oleh orang-orang Spanyol. Di
sebelah utara di seberang sungai terdapat sejumlah rumah yang terpencar-pencar
dan terdapat satu banguan besar sebagai gereja. Demikian juga di ssebalah utara
sepanjang pantai terdapat sejumlah rumah dan juga terdapat banguna besar
sebagai gereja. Di sebelah timur di belakang benteng juga terdapat beberapa
rumah. Kota benteng Manila di sisi luarnya terdapat perkampongan. Pada bagian
lain teluk di suatu tanjung juga terdapat kota benteng (Fort Cavila atau
Cabitta). Di bagian dalam (sebelah selatan) kota benteng Cavila ini juga
terdapat perkampongan dengan bangunan besar berupa gereja. Kota benteng Cavila tampaknya
pelabuhan perdagangan. Kota Cavila atau Cabitta ini kini disebut Kota Cavite.


Sebagaimana diketahui setelah Belanda/VOC mengusir
Portiugis dari Maluku, hanya tinggal satu kekuatan lagi yang bersaing yakni
Spanyol di Ternate. Spanyol sendiri sudah sejak lama eksis di Zebu dan
pulau-pulau Filipina lainnya. Setelah Belanda berhasil mengusir Portugis dari
Malaka (1641) dan Kamboja (1642), kemudian pada tahun 1657 Belanda berhasil
mengusir Spanyol dari Ternate dan Manado. Pada tahun tahun 1661 di Manado sudah
ditempatkan seorang pejabat VOC (setingkat Residen). Pada tahun 1665 di Manado
mulai dibangun benteng VOC (Fort Amsterdam). Sejak inilah Spanyol (hanya)
terkonsentrasi di Filipina (minus pulau-pulau di selatan seperti Mangindanao,
Soeloe dan Tawi-Tawi serta Paragoa/Palawan). Boleh jadi Johannes Vingboons
mengunjungi Manila tahun 1665 karena situasi dan kondisi sudah kondusif.

Bagaimana situasi dan kondisi di teluk Manila
sebelum kehadiran Portugis/Spanyol tidak diketahui secara jelas. Namun teluk
Manila jelas bukan wilayah perdagangan baru, tetapi diduga kuat menjadi salah
satu pusat perdagangan sejak zaman lampau (lihat prasasti Laguna, 900 M). Bagaimana
situasi di Kawasan berdasarkan catatan prasasti Laguna 900 satu yang pasti
disebutkan nama Tondo. Seperti dideskripsikan di atas, wilayah Tondo di utara
bertetangga dengan wilayah Manila di selatan. Jelas dalam hal ini nama Tondo
jauh lebih tua daripada Manila.

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post
Fase-Fase Penulisan Al Quran

Fase-Fase Penulisan Al Quran

Dari buku foto "Tjandi Parambanan op Midden-Java" karya Isaäc Groneman dan Kassian Céphas, 1893 (7)

Iklan

Recommended Stories

SHAF PERTAMA LEBIH UTAMA

30.07.2014

Menemukan Jajanan Tempo Doeloe di Pasar Malam Perayaan Sekaten 2013

17.01.2013

Sejarah Surakarta (11): Pendidikan di Kota Surakarta, Bagaimana Bermula? Sekolah Guru (Kweekschool) di Era Hindia Belanda

02.01.2023

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026
Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

21.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?