*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini
Di
Malaysia dibagi ke dalam tiga golongan bangsa (Melayu, Cina dan India). Di
Malaysia semua orang Nusantara (pribumi), apakah orang Batak, Minangkabau, Jawa
atau Bugis dan beragama Islam disebut bangsa Melayu. Sebaliknya di Indonesia,
semua orang Batak, Minangkabau, Jawa, Bugis atau lainnya, termasuk orang Melayu
apapun agamanya disebut Bangsa Indonesia. Di Malaysia juga semua orang
Indonesia (Batak, Minangkabau, Jawa, Bugis, Melayu dan lainnya) disebut
bangsa/ras Melayu. Apa, iya? Bukankah tidak semua orang Indonesia beragama Islam?
Nah, lo! Yang jelas di Indonesia orang Melayu hanyalah satu suku dari banyak
suku yang terdapat di Indonesia.

Indonesia, juga dikenal sebagai Anak Dagang adalah warga negara Malaysia
keturunan Indonesia. Saat ini, terdapat banyak sekali orang Melayu Malaysia
yang memiliki garis keturunan dari suku-suku di Indonesia dan telah memainkan
banyak peran penting didalam pembentukan dan perkembangan negara Malaysia,
sebagian besar dari mereka telah berasimilasi dengan komunitas Melayu lokal dan
hampir seluruh keturunan Indonesia di Malaysia telah dikelompokkan sebagai
bagian dari masyarakat Melayu atau secara spesifik disebut kelompok “Anak
Melayu dagang”. Sensus di Malaysia tidak mengkategorikan masyarakat yang
berasal dari kelompok etnis di Indonesia sebagai kelompok etnis yang terpisah
(seperti Jawa, Minangkabau, Banjar, Bugis dll), melainkan dikelompokan sebagai
bagian dari masyarakat Melayu. Berbeda dengan Indonesia, di Malaysia, definisi
Melayu telah diperluas ke semua orang yang bisa berbahasa Melayu, beragama
Islam, dan mengikuti tradisi dan adat Melayu, dapat disebut sebagai masyarakat
“Melayu”, bahkan orang asing yang menikah dengan orang Melayu dan memeluk Islam
juga dapat diterima sebagai bagian dari masyarakat Melayu. Di Malaysia ada
kecenderungan politik untuk mencoba menempatkan semua kelompok etnis yang bisa
dan memahami bahasa Melayu dan beragama Islam di bawah satu panji – Melayu
(“Jika Anda berbicara Melayu dan Anda Muslim, maka Anda Melayu”).
Tidak demikian halnya di Indonesia dimana semua suku bangsa memiliki identitas
budayanya masing-masing yang diakui dan dihormati oleh pemerintah. (Wikipedia)
Lantas
bagaimana sejarah semua orang Nusantara (pribumi) di Malaysia disebut bangsa
Melayu? Seperti disebut di atas, ada perbedaan identifikasi bangsa (Melayu) di
Malysia dengan di Indonesia (semua warga negara adalah Bangsa Indonesia). Lalu
bagaimana sejarah semua orang Nusantara (pribumi) di Malaysia disebut bangsa
Melayu? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita
telusuri sumber-sumber tempo doeloe..
Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.
Semua Orang Pribumi Nusantara Beragama
Islam di Malaysia Disebut Bangsa Melayu: Cina dan India
Tunggu
deskripsi lengkapnya
Bangsa Indonesia adalah Semua
Warga Negara Apapun Agamanya
Tunggu
deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com




