Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Menjadi Indonesia (673): Pantai Timur Sumatra, Masa ke Masa; Kadaram Muar dan Malaka Malaya Malay Malaysia

Tempo Doelo by Tempo Doelo
25.06.2022
Reading Time: 16 mins read
0
ADVERTISEMENT




false
IN


























































































































































RELATED POSTS

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

 

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini

Sejarah
pantai timur Sumatra adalah bagian dari Sumatra bagian utara. Catatan Sumatra
bagian utara sudah ada sejak era Ptolomeus abad ke-2 dan dikenal nama Barus
hingga abad ke-7 (sumber impor kamper). Catatan pantai timur Sumatra tertua
terdapat dalam prasasti-prasasti abad ke-7 (seperti prasasti Kedoekan Boekit
682 M), kemudian prasasti Laguna 900 M dan prasasti Tanjore 1030 M. Catatan
pantai timur Sumatra semakin kaya dengan prasasti-prasasti berikutnya plus
candi-candi serta laporan orang Moor, Italia, Arab, Tiongkok dan Jawa plus
Portugis. Dalam konteks inilah muncul nama-nama di pantai barat (semeanjung)
Malaya, dari nama Kadaram hingga nama Malaysia.

ADVERTISEMENT

Sejarah masa lampau dan sejarah masa kini haruslah
bersesuain (bersifat continuum). Demikian juga sejarah di pantai timur Sumatra
(vis-à-vis pantai barat Semenanjung Malaya). Satu yang perlu ditambahkan dalam
sejarah kuno pantai timur Sumatra haruslah dihubungkan dengan geomorfologi
wilayah dimana sejarah terbuktukm dicatat dan terus lestari. Satu bukti yang
tetap lestari tentang sejarah kuno di pantai timur Sumatra, ridak hanya
prasasti-prasasti juga ada candi-candi yang sangat banyak terutama di daerah
aliran sungai Barumun (Padang Lawas) yang merupakan jarak terdekat ke pantai
barat Semenanjung dari wilayah mana pun. Bukti-bukti sejarah yang juga masih
lestari hingga ini hari, yang jarang disinggung para ahli sejarah, adalah
bahasa dan budaya Melayu di satu sisi dan bahasa dan budaya Batak di sisi lain.
Dalam hubungan ini, di wilayah Batak di pantai timur Sumatra (Padang Lawas)
aspek bahasa dan budaya banyak yang bisa menjelaskan sejarah lama. Boleh jadi
nama Malaka (yang muncul tahun 1400) berasal dari nama pohon Balaka di Padang
Lawas. Bandingkan bukti-bukti kuno di Padang Lawas dengan bukti-bukti kuno di
Malaka, tidak ada bukti kuno di Malaka (hanya berada di kawasan kecil di
Kedah). Disebut Malaka sangat mashur, namun bukti sejarah yang ada hanya
berasal dari sejarah Eropa (sejak Portugis dan disusul Belanda/VOC).

Lantas
bagaimana sejarah pantai timur Sumatra dari masa ke masa? Seperti disebut di
atas, sejarah di kawasan adalah berasal dari sejarah kuno, dan bahkan masih
eksis. Kawasan ini tidak hanya strategis ke selatan (Palembang) juga ke utara
di Atjeh (Pasai) dan tentu saja di Malaka (Semenanjung Malaya). Lalu bagaimana
sejarah pantai timur Sumatra dari masa ke masa? Seperti kata ahli sejarah tempo
doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan
wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.
.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*. Peta Negarakertagama, 1365

Pantai Timur Sumatra dari Masa
ke Masa: Kadaram, Muar, Malaka, Melayu, Malaya, Malay, Malaysia

Dalam
teks Negarakertagam (1365) disebut nama-nama yang diduga di pantai timur
Sumatra antara lain: Rokan, Mandailing, Padang Lawas/Aru dan Pane (semuanya di
wilayah Tapanuli bagian selatan) plus di pantai barat Barus. Nama tempat
lainnya di utara adalah Kampe, Tamiang, Perlak, Samudra dan Lamuri, sementara
di selatan antara lain Siak, Kandis, Kampar, Karitang dan Jambi. Di pantai
barat Semenanjung antara lain Muar, Klang dan Kedah.

Dalam prasasti Tanjore (1030 M) nama-nama
tersebut di atas ada juga yang mirip yakni Kadaram (Kedah) dan Lamuri.
Nama-nama lainnya adalah Pane dan Mandailing, Nama-nama lain yang disebutkan di
sekitar Padang Lawas adalah Torgamba, Angkola, Langgapayung, Binanga, Sunggam,
Malaiur, Sipalpal, Limbong dan Mandurana. Dalam prasasti Kedoekan Boekit (682
M) disebut nama Miannga yang diduga Binanga; yang juga disebut dalam prasasti
Laguna (900 M) dengan nama Binwangan. Dalam prasasti Batugana (abad ke-12
hingga abad ke-14) disebutkan nama-nama tempat antara lain Batugana di Padang
Lawas dan Darmasraya di hilir dan Pane.

Nama
(pasar) Muar dan Klang adalah nama baru di Semenanjung Malaya. Besar dugaan
nama Muar merujuk pada nama Moor (orang Moor beragama Islam dari Afrika
Utara/laut Mediterania) dan Kalang merujuk pada nama Keling (India). Seorang
utusan Moor disebutkan berkunjung ke selat Malaka tahun 1345 diduga ke Samudara
dan Muar. Sampai sejauh ini tidak terdapat nama Malaka.

Sepeeri halnya nama Barus (yang dicatat sejak
abad ke-2) di pantai barat Sumatra, nama yang terbilang tua di pantai timur
Sumatra adalah Binanga dan Pane. Besar dugaan bahwa jarak antara Barus dan
Binanga tidak terlalu jauh yang diantaranya terdapat wilayah kerajaan. Dalam
hal ini Barus adalah pelabuhan pantai barat dan Binanga adalah pelabuhan pantai
timur Sumatra. Binanga saat itu berada di muara sungai Barumun dan di sungaii
yang lain di Pane. Nama Barumun juga dapat dikaitkan dengan nama Haru./Aru.

Dalam
catatan Tiongkok (abad ke-10 hingga abad ke-15) disebutkan nama San-fo-ts’i dan
Che-li-foche. Nama San-fo-ts’i diduga adalah Tambusai yang dipertukarkan dengan
nama Rokan dan Che-li-foche yang diduga nama Silo Pasai (yang dipertukarkan
dengan nama Samudra). Silo kini berada di Simalungun dan Pasai di Atjeh (di
utara Taamiang dan Kampe). Kamper sendiri di Deli.

Dalam catatan Tiongkok lainnya pada abad ke-15
Ma Huan (era Cheng Ho) menyebut nama-nama utusan kerajaan yang berkunjung ke
Tiongkok antara lain Samudara, Aru dan Malaka. Dalam hal ini nama Malaka adalah
nama baru (di semenanjung Malaya). Berdasarkan sumber lain raja pertama Malaka
adalah Parameswara yang relokasi dari Palembang pada tahun 1403. Besar dugaan
relokasi ini karena serangan Madjapahit pada era Patih Gadjah Mada. Sebelum
muncul kerajaan Madjapahir diduga telah terjalin hubungan natara Singhasasri
dan Padang Lawas. Hal ini karena ada candi yang mirip di Padang Lawas dengan di
Singasari. Radja terkenal Singhasari adalah Kertanegara.

Dalam
catata Portugis Mendes Pinto yang pernah berkunjung ke Kerajaan Aru Batak Kingdom
tahun 1537 menyebut kerajaan Aru pernah menyerang Malaka dan orang di Malaka
selalu takut kepada pasukan Aru. Nama lain yang disebut Mendes Pinto adalah
Pahang. Pada saat kunjungan Mendes Pinto, kerajaan Aru tengah berperang dengan
Atjeh. Kerajaan Aru balas dendam karena dua putra raja terbunuh di Nakur
(Nagur, Simalungun) dan Lingga, Karo). Kerajaan Malaka sendiri ditaklukkan
Portugis pada tahun 1511.

Tunggu
deskripsi lengkapnya

Kadaram, Muar, Malaka, Melayu,
Malaya, Malay, Malaysia: Kerajaan Srieijaya hingga Kerajaan Aru

Tunggu
deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

 

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Kanker darah tidak boleh makan ini
Sejarah

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

11.07.2024
Sejarah

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

10.07.2024
Sejarah

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

09.07.2024
Sejarah

Apel terakhir pasukan Inggris sebelum meninggalkan Indonesia dan menyerahkan kontrol militer kepada tentara Belanda, 28 November 1946

08.07.2024
Sejarah

Peta kuno dari sekitar tahun 1633: Posisi Nusantara di Asia

07.07.2024
Sejarah

Pemindahan warga Belanda/Indo mantan penghuni kamp Jepang ke Australia, 1946

06.07.2024
Next Post

Sejarah Menjadi Indonesia (674):Silat Lidah Sejarah Melayu? Menulis Ulang Sejarah Melayu di Barat Malaya dan Timur Sumatra

Sakaratul Maut, Detik-detik Kematian

Sakaratul Maut, Detik-detik Kematian

Iklan

Recommended Stories

Sejarah Menjadi Indonesia (159): Terusan Panama 1914 dan Bangkitnya Indonesia Timur; Navigasi Pelayaran Amerika Serikat

08.10.2021

Bank Mandiri KK Hayam Wuruk

13.12.2015

Chef Joan Monfaredi at C’s Steak & Seafood Restaurant

23.10.2014

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?