*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini
Tidak
ada kawasan di Asia serumit kawasan di Asia Tenggara yang berada di bawah
otoritas kolonial Inggris. Awalnya Inggris membuat koloni di pulau Penang dan
kemudian di pulau Singapoera. Pada tahun 1824 Inggris melakukan tukar guling
Malaka (Belanda) dan Bengkulu (Inggris). Pada tahun 1957 Inggris memberikan
kemerdekaan kepada Federasi Malaya (di Semenanjung Malaya) dan otonomi penuh
kepada negara Singapoera (pulau) pada tahun 1957. Lalu pada tahun 1963 Inggris
membentuk Federasi Malayasi terdiri dari Federasi Malaya, Singapoera, Sarawak
dan Sabah.

dan Melaka dicapai pada 31 Agustus 1957 dengan nama Federasi Malaya.] Singapura
masih berada di bawah kekuasaan Britania Raya pada saat itu karena letaknya
yang stategis. Pada 16 September 1963, Federasi Malaya bersama-sama dengan
koloni mahkota Britania, yaitu Sabah (Borneo Utara), Sarawak, dan Singapura,
membentuk Malaysia. Kesultanan Brunei, meski mulanya berminat menggabungi
Federasi, menarik kembali rencana penyatuan itu karena adanya penentangan dari
sebagian penduduk, juga dalih tentang pembayaran royalti minyak dan status
Sultan di dalam perencanaan penyatuan. Tahun-tahun permulaan pembentukan atau
kemerdekaan diganggu oleh konflik dengan Indonesia yang dicetuskan oleh
Soekarno melalui Dwikora karena ketidak sesuaian dengan laporan Sekretaris
Jenderal PBB menyangkut pelanggaran Manila Accord dalam pembentukan Malaysia, (Wikipedia)
Lantas
bagaimana sejarah Federasi Malaya menjadi Federasi Malaysia 1963? Seperti
disebut di atas, Federasi Malaya (adalah negara merdeka), kemudian dengan tiga
negara yang belum merdeka dibentuk negara baru yang disebut Federasi Malaysia
tahun 1963. Lalu bagaimana sejarah Federasi Malaya menjadi Federasi Malaysia
1963? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita
telusuri sumber-sumber tempo doeloe..
Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan
artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel
saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah
pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk
lebih menekankan saja*.
Federasi Malaya Menjadi
Federasi Malaysia 1963; Semenanjung, Singapura, Sarawak dan Sabah
Pada
tahun 1963, Federasi Malaya (di Semenanjung Malaya) sudah mendapat kemerdekaan
pada tahun 1957 (tanggal 31 Agustus) dan Singapoera akan mendapatkan
kemerdekaan tahun ini (juga Brunai). Dalam hubungan ini Inggris juga
merencanakan menggabungkan Federasi Malaysia, Singapoera, Brunai, Sarawak dan
Sabah menjadi satu federasi (disebut Federasi Malaysia) yang akan diwjudkan
akhir Agustus 1963. Namun di Brunai terjadi pemberontakan yang anti federasi
dan anti Inggris.
Isu Ciua di Federasi Malaya (Semenanjung Malaya)
dan di negara otonomi penuh di Singapoera. Jumlah pneduduk di Federasi Malaya
sebanyak 7 jut jiwa dengan komposisi (Melayu 50 persen, Cina 37 persen dan
India 11 persen). Sementara di Singapoera dengan penduduk 3 juta jiwa
didominaSI Cina sebanyak 70 persen. Satu isu tambahan tentang Cina adalah lebih
sayap kiri. Pemberontakan baru-baru ini di Malaka umumnya berasal dari orang
Cina. Untuk dapat mengimplementasikan aliansi yang diinginkan itu sendiri,
pihak ketiga dalam federasi itu dicari, yang akan mengamankan mayoritas Melayu.
Yang ketiga harus Bomeo Inggris yaitu Serawak, Broenei dan Borneo Utara
Inggris. Namun persoalannya di Brunai tengah bergolak. Di
Malaya — nama Inggris untuk Federasi Melayu — gagasan tunku Abdul Rachman didukung (nama Malaysia).
Tunggu
deskripsi lengkapnya
Federasi Malaya Menjadi
Federasi Malaysia 1963: Singapoera Dipisahkan atau Memisahkan Diri?
Tunggu
deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com




