Pendudukan miltter Jepang tidak hanya di Asia Tenggara, juga di Tiongkok,
Vietnam, Siam dan Filpina serta lainnya. Secara khusus pembagian wilayah Asia
Tenggara di bawah pendudukan (militer Jepang terbagai tiga wilayah (lihat De
opdracht : tijdschrift gewijd aan het nieuwe Indie, 15-01-1945), yakni: 1. Semenenajung
Malaya termasuk Penang dan Singapoera; Sumatra dan pulau-pulau Sekitar; 2.
Borneo (Kalimantan); dan 3. Jawa, Kepulauan Sunda Kecil, Sulawesi, Maluku dan seluruh
Papua, termusuk Papua Nugini). Pembagian hanya didasarkan pada desain/pertimbangan
militer. Sementara itu, pembagian administrasi dan organisasi
dibiarkan tidak tersentuh jika memungkinkan, yang mana sebanyakmungkin orang
Indonesia terlibat dalam pemerintahan (sebagai walikota dan gubernur). Namun
dalam perkembangannya tidak ada orang Indonesia, tetapi orang Jepang yang
disebut sebagai gubernur. Untuk memenuhi kebutuhan sipil, Kementerian Asia
Timur Raya (Jepang) sedang merekrut 170.000 pegawai negeri sipil untuk dinas
lapangan, 30.000 diantaranya telah dikerahkan. Lalu dibentuk Pusat Tebnaga
Rakyat (Putera) yang diketuai oleh Ir Soekarno. Pada Juli 1943 panduan dari
Tokyo bahwa ‘di seluruh Asia Tenggara status kolonial akan terus ada selama
beberapa dekade mendatang, karena wilayah yang luas ini belum matang untuk
kemerdekaan politik dan oleh karena itu harus tetap ada di bawah kekuasaan
Jepang sementara janji Jepang tentang “kemerdekaan untuk Indonesia”,
kemudian dibentuk BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemrdekaan
Indonesia).
Seperti
wilayah lain, di wilayah Asia tenggara juga terdapat kamp-kamp interniran yang
diawasi oleh militer Jepang. Di Semenanjung terdapat Kamp Malaya, demikian juga
sej kamp di Jawa, Sumatra dan lainnya. Di wilayah Asia tenggara
tahanan/interniran Eropa/Belanda dipisahkan antara laki-laki dan
perempuan/anak-anak. Secara khusus, kamp interniran juga termasuk
tahanan/interniran Amerika Serikat seperti di Formosa, Hongkong, Indocina
Prancis, Malaya, Burma, Thailand, Jawa, Sumatra, dan Kalimantan (lihat Amigoe
di Curacao, 06-02-1945).
Angkatan laut Jepang di Asia Tenggara
ditempatkan di Singapoera. Pada posisi strategis ini militer Jepang dapat
mengontrol kawasan Asia Tenggara. Di luar dari arah Australia (di selatan
Indonesia), celah sangat terbuka dari timur laut di Andaman (Inggris) dan dari
timur Papua (angkatan laut Amerika Serikat). Angkatan laut Australia (yang
dibantu Belanda) juga didukung dari dua sisi, barat di Llautan Hindia (Inggris)
dan timur di Pasifik (Amerika Serikat). Okinawa dan Taiwan sulit diterobos
angkatan laut Amerika Serikat. Dua kekuatan laut yang bersekutu ini, tentulah
memiliki misi sendiri: Amerika Serikat ingin membebaskan eks koloni Filipina
dan Inggris membebaskan eks koloni Malaya. Dalam hal ini Belanda hanya pion
kecil yang membantu Australia yang juga tidak berdaya melawan Jepang di
Indonesia. Kekuatan hanya ada di tangan Amerika Serikat dan Inggris, dan
Australia plus Belanda hanya follower untuk membebaskan Asia Tenggara. Asia Tenggara
adalah sumber masalah bagia Jepang, karena kawasan ini memiliki tuannya sendiri
sebelum kehadiran Jepang: Amerika Serikat, Inggris dan Belanda. Dalam hal ini
komando Amerika Serikat ke Asia Pasifik sangat besar sehingga dipimpin dua
komandan yakni Nimitz dan MacArthur dan sementara Inggris hanya satu komandan (Mountbatten).
Belanda sangat tergantung kedua kekuatan itu dalam pembebasan eks koloni
Indonesia.
Tunggu deskripsi lengkapnya
Proklamasi Kemerdekaan di
Indonesia: Bagaimana Situasi dan Kindisi di Semenanjung Malaya?
Tunggu
deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com




