Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Menjadi Indonesia (656): Dimana Ada Jejak Kebudayaan Batak di Nusantara? Malaya, Borneo, Filipina, Sulawesi, Maluku

Tempo Doelo by Tempo Doelo
16.06.2022
Reading Time: 29 mins read
0
ADVERTISEMENT




false
IN



























































































































































false
IN



























































































































































false
IN


























































































































































Nama Minana, Minanga atau Binanga di Sumatra menjadi penting (sejak abad
ke-7) dalam hubungannya dengan nama-nama tempat di wilayah timur Sumatra
seperti di (semenanjung) Malaya, Filipina dan Sulawesi. Nama Minanga atau
Binanga muncul di Filipina pada abad ke-9 (lihat prasasti Laguna, pulau Luzon, Filipina).
Dalam prasasti ini disebut raja yang kuat berasal dari Binwangan. Besar dugaan
Binwangan adalah Binanga di pantai timur Sumatra dan bahasa yang digunakan
adalah bahasa Sanskerta dengan elemen bahasa Batak. Raja-raja yang tunduk di
teluk dalam prasasti adalah Radja Tondo (Tondi di Tapanuli?), Radja Pulilan
(Puli?), Radja Pila (Bila?) dan Radja Namayan (Huayan?).

RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

Prasasti Laguna ditemukan di teluk Laguna
(Manila yang sekarang). Pada masa ini di kawasan teluk itu ditemukan nama tempat
Marivelle (kini menjadi Corregidor) dan masih tersisa sebagai nama gunung. Penduduk
awal kawasan ini diduga migran yang berasal dari Batak pada era kerajaan kuno.
Etnik Aeta di Marivelles dan etnik Batak di Palawan memiliki kemiripan dalam
beberapa aspek. Aeta adakalanya disebut Ayta, Agta atau Atta). Orang Aeta juga
ditemukan di Zambales, Tarlac, Pampanga, Panay dan di Bataan sendiri. Marivelles
(kini Corregidor) masuk wilayah Bataan, suatu provinsi di region Luzon Tengah (sekitar
teluk Manila). Ibu kota Provinsi Bataan adalah Balanga City (Binanga?).
Beberapa  munisipalitas (kabupaten) di
provinsi Bataan ini adalah Bagac, Hermosa, Mariveles dan Morong. Munisipalitas
Mariveles adalah yang terluas di provinsi Bataan, Nah, sekarang, apakah nama
Bataan merujuk pada nama Batak? Seperti halnya penduduk asli Aeta mirip dengan
etnik Batak di Palawan yang juga ada kemiripan dengan etnik Batak di Tapanuli
(Sumatra Utara) Indonesia. Balanga dalam bahasa Batak adalah cekungan (kuali),
Bagak dalam bahasa Batak adalah Cantik. Yang jelas ada nama kampong kuno (era
Hindoe) dekat Padang Sidempuan, Tapanuli bernama Mosa (mirip Her-mosa) dan
kampong kuno (era Moor, Kerajaan Aru) Morang (mirip Morong). Satu lagi, seperti
sudah disebut di atas bahwa nama geografis banyak yang berawal Ma (seperti
Ma-nila) atau Mar (seperti Mar-ivele), suatu awal dalam kata kerja pada bahasa
Batak untuk me dan ber. Awalan ma dan mar hanya ditemukan di Tanah Batak. Untuk
sekadar menambahkan aksara Batak mirip dengan aksara Filipina. Secara
keseluruhan, nama-nama yang mirip nama Batak banyak ditemukan di Filipina,
termasuk nama provinsi kepulauan di sebelah utara pulau Luzon (provinsi
Batanes) dan pulau Panai (nama sungai di Padang Lawas yang bermuara ke sungai
Barumun).

Dari
Filipina, sebelum ke Bornoe, bagaimana dengan nama-nama tempat di (pulau)
Sulawesi. Nama-nama tempat di Sulawesi pada masa ini cukup banyak dengan nama-nama
tempat di wilayang Angkola/Padang Lawas (pantai timur Sumatra). Tentu saja
dalam hal ini dapat duhubungkan kesamaan aksara Batak dengan aksara Filipina
dan aksara di Sulawesi. Dalam berbagai aspek yang akan dideskripsikan banyak
kemiripian (kebudayaan) Batak dengan di Sulawesi.

ADVERTISEMENT

Selain nama Minanga ditemukan banyak di
Filipina (pulau Luzon), nama Minanga pada masa ini ditemukan di Sulawesi bagian
utara seperti di Minahasa, Boloaang Mengondow dan Siau. Di Minahasa terdapat
nama gunung Empung (ompung/leluhur?) dan nama danau Tondano (Tor/bukit  Dano/danau?) dan kota Amurang (Morang?). Empoeng
sendiri diartikan oleh peneliti Belana N Graafland 1869 sebagai Kasoeroean yang
dikaitkan kepercayaan terhadap leluhur penduduk asli Minahasa (Alifoeroen). Pada
masa kini sebagai lagu rakyat di Minahasa berjudul Amang Kasuruan, suatu lagu
tradisi yang berasal dari zaman kuno dengan syair masa kini. Ada yang
mengatakan lagu Amang Kasuruan ini umum ditemukan di penduduk  Tontemboan. Dalam bahasa Minahasa dialek
Tontemboan terdapat banyak persamaan mirip dengan bahasa elementer di Tapanuli
Selatan, seperti amang=ayah, ina=ibu, ate-hati, lila-lidah, mate=mati,
matua=tua, sisei=siapa, waba=mulut, siow=sembilan. Awalan ma juga digunakan di
Tapanuli Selatan. Dialek Toutemboan ini juga mirip dengan dialek Tonsea. Apakah
ini serba kebetulan? Akan tetapi mengapa sama meski sangat berjauhan secara
geografis. Seperti halnya di Filipinan, aksara Minahasa juga mirip aksara
Batak.

Di
wilayah Sulawesi bagian tengah juga ditemukan nama-nama tempat Minanga. Di
wilayah Sulawesi bagian tengah ini mulai dari pantai hingga pegunungan banyak
yang mirip dengan nama-nama di Tapanuli Selatan, di wilayah pantai  Di wilayah kabupaten Pasangkayu (Sibatangkayu?)
terdapat sungai terpanjang di Sulawesi, sungai Lariang (Gariang?), di muara
sungai terdapat suku-suku dengan populasi kecil dengan bahasa sendiri seperti
Baras (Barus?), Benggaulu (Anggoli? Ampolu?), dan Sarudu (Sarudik?). Nama-nama
tempat di wilayah kabupaten Pasangkayu lainnya adalah Bulu Taba (Bulu Mario/Toba?),
Tikke Raya (Tukka?), Batu Matoru (Batangtoru),   dan di
kecamatan Sarudu terdapat desa Bulu Mario Bulu Mario) dan Duripoku (Duri Pahu/Sipohu)
serta Tammarunang (Sanggarudang). Masih di kawasan pantai barat Sulawesi ini
pada tahun 1919 pemerintahan Belanda membangun sejumlah pelabuhan di Bamabalamatoe,
Pangiang (Tangiang/Tamiang?), Pasangkajoe, Lariang, Karossa (Karo),
Boedong-Boedong (Nabundong/Borong-Borong?). Lamoe (Lamut/Lumut?), Sampagu
(Sampagul?), Belang-Belang (Bolang-Bolang), Kaloekoe dan Mamoedjoe (Mamuge/Mamuja).

Di wilayah pedalaman ada suku.bahasa
masyarakat (kecamatan) Seko dan (kecamatan) Rampi di (kabupaten Luwu). Nama
seko di Tapanuli adalah kemenyan dan nama desa kuno di Angkola Batu Rambi. Nama
luwu di Tapanuli Selatan adalah nama gunung Luwu Raya, dan luwu sendiri adalah
nama tempat (nama perkampungan tua). Di wilayah pedalaman ini ada dua nama
gunung utama yakni gunung Bulu Tarompupu (Tor/Ompung?) dan gunung Buyu Balease
(Bulu Melea?). Pada wilayah ini mengalir sungai terpanjang di Sulawesi sungai
Lariang (Gariang?) bermuara di Pasangkayu (Sibatangkayu). Di arah timur sungai
dari guniung Balease mengalir sungai dan bermuara di Angkona (Angkola?).
Sementara di arah selatan gunung Bulu Tarompupu terdapat gunung Gandangdewata
(Gondang/Debata?) yang masuk wilayah Toraja (Tor/Radja). Masih di wilayah
Toraja (kini Enrekang) selain ada nama tempat Minanga ada juga nama Pana (Panai/Pane?),
Anggeraka (Anggi Raja) dan Banti (Panti?) dan Limbong. Seperti dijelaskan
nanti, di wilayah Toraja ada kemiripan bentuk tongkonan di Toraja dan rumah
bolon di Batak, tarian tor-tor dan rambu solo serta penulisan dan penyebutan
marga yang hampir sama, seperti marga Aritonang, Tobing, Pakpahan/Pohan dan
Pardede pada suku Batak dan ada marga Aitonam, Toding, Pahan dan Pirade pada
suku Toraja. Di dekat Pana terdapat nama gunung/bukit Tokka Moncongloe (Tukka?)
di Bonto Marannu (Marenu?). Di pantai barat Sulawesi dekat Mamuju ada nama gunung/kota
Tappalang (Tappolong) dan nama tempat di sekitar Batoeng (Botung?).

Di
wilayah barat Sulawesi (selatan Pasangkayu), di wilayah Mamuju di daerah aliran
sungai Karama di pedalaman ditemukan situs kuno (arkeologi) Kalumpang (liha Tempo.com). Tidak jauh
dari situs Kalumpang juga ada situs Minanga Sipakko. Disebutkan situs Kalumpang
dan Minanga Sipakko terbilang sebagai kawasan permukiman yang tertua, yang
pernah didiami oleh penutur Austronesia, diketahui bahwa situs itu berasal dari
3.600 Sebelum Masehi. Sejauh ini, situs-situs neolitik yang ditemukan di
kawasan pesisir dan pantai di Sulawesi berusia lebih muda, antara 1.000 sampai
3.000 SM. Sedangkan di Minanga Sipakko dan Kalumpang para arkeolog berhasil
menemukan puluhan alat batu seperti beliung dan kapak batu. Artefak-artefak
itu, ditemukan setelah menggali sampai kedalaman 150 sentimeter dari permukaan
tanah merupakan lapisan pasir dan sedimentasi sungai. Situs Kalumpang dan
Minanga Sipakko terbilang sebagai situs neolitik terlengkap di Indonesia.

Seperti disebut di atas, nama Minanga sangat
luas, Filipina, Sulawesi bagian utara, Sulawesi bagian tengah di Enrekang dan
di Mamuju. Nama Minanga Sipakko tempat dimana ditemukan situs kuno dekat gunung
Gandangdewata (Gondang/Debata), adalah nama Minanga dan nama Sipakko yang juga
ditemukan di Angkola (Tapanuli Selatan). Sipakko adalah nama kerajaan tempoe
oeloe yang kini hanya nama desa, Dalam hal ini situs Minanga Sipakko adalah
situs tua megalitik dari zaman purba adalah satu hal, namun nama Minanga
Sipakko tetntulah nama baru pada era peradaban yang berbeda adalah hal lain
lagi. Seperti halnya sungai Larian, sungai Karama juga adalah pintu masuk dari
pantai barat Sulawesi ke pedalaman. Wilayah dimana terdapat situs tua,
kesanalah aliran penduduk melakukan migrasi.  

Di
situs tua lainnya di kawasan jantung Sulawesi yakni situs Sekko (tanamam seko)
dan situs (lembah) Bada (Badak?) dan Napu (Napa/Tapus). Di Minahasa, wilayah
prasasti Watu Rerumeran ne Empung di dekat gunung Empung dan danau Tondano di
wilayah Seko memiliki prasasti Daliang yang diartikan sebagai tungku empat
bermusyawarah (kosa kata elementer yang mirip dengan di Angkola Mandailing
sebagai ‘dalihan na tolu’. Salah satu situs batu yang ditemukan di Seko terlihat
ada gambar bentuk bangunan yang mirip dengan Angkola (Tapanuli Selatan).

Pada situs batu di Seko (Toraja) terdapat
sejumlah batu peninggalan kuno. Batu-batu tersebut sperti batu lesung tidak
diketahui kapan dibuat. Pada tahun 2019, para peneliti Balai Arkeologi Sulawesi
Selatan melakukan ekskavasi di Situs I’song di Seko  yang menghasilkan temuan fragmen gerabah,
sebaran batu bulat yang ditempatkan secara berpola, bongkahan batu yang disusun
untuk menyangga dasar I’song, dan temuan arang yang terkonsentrasi pada
beberapa titik di kotak ekskavasi. Menurut mereka arang itu salah satu temuan
penting karena dapat dipergunakan untuk sampel analisis penanggalan (tarih).
Hasil analisis dengan metode C14 atau metode carbon yang mengindikasikan sudah
berusia 600 tahun. Jika peradaban Seko ini dihitung mundur itu berarti sekitar
tahun 1400 atau sebelunya. Di Seko juga ditemukan situs struktur batu empat
buah yang mengindikasikan wujud persatuan dari raja-raja (di sekitar bandara
Seko). Situs ini menurut bahasa Seko disebut Laliang, suatu terminologi yang
mirip di Tapanuli yaitu Dalihan Na Tolu 
yang diartikan sebagai tungku yang tiga dalam pengambilan keputusan dari
tiga pihak. Laliang di Seko bertungku empat (semacam dalihan na opat). Dalihan
bahasa Tapanuli Selatan dan Laliang bahasa Seko sama-sama diartikan tungku. Situs
lain, selain situ Batu Eno juga ada situs pemakaman kuno di kampoung tua yang
disebut Lipu Matua [seperti nama saya]. Situs lainnya adalah Hatu Hila (batu
lidah) dan situs Tonnong Kaha semacam benteng tanah yang melindungi area
sekitar 10 Ha. Situs lainnya adalah situs Bongko yang dianggap perkampungan
yang lebih tua dari Lipu Matua. Lalu situs Hatu Rondo di dusun Poyahaang desa
Tanamankaleang berupa batu seluas 12 v 8,5 meter yang di diatas dibuat ukiran
seperti wujud rumah, parang, mata tombak, tanduk kerbau, tengkorak. Bentuk
rumah itu mirip dengan bentuk rumah (adat) di Tapanuli Selatan. Satu lagi situs
batu tegak seacam tugu yang meruncing ke atas yang berada di antara desa Lodang
dan desa Padang Balua yang mana batu tegak ini disebut warga Bata[k]. Dari
berbagai keterangan di atas, nama-nama geografi di Seko juga mirip di Tapanuli
Selatan yakni desa Padang Balua (Padang Bolak) dan Batu L’song (Losung Batu),
desa Lodang (Lidang), perkampungan tua Limbong (Limbong), Nama-nama lainnya
Onondowa  Batunadua), (kecamatan) Rampi
(Batu Rambi) dan Padang Toroha. Tentang nama yang berawalan To seperti
To[bara], To[raja] dan To[roha] dalam bahasa Tapanuli Selatan bara=biara,
raja=raja, roha=jiwa. Di wilayah Rampi ini terdapat beberapa arca batu bentuk
wajah orang. Wilayah Seko ini terbilang kawasan yang memiliki banyak kerbau.
Adanya penemuan tembikar mengindikasikan wilayah ini sudah dikenal zaman kuno.
Banua Batang disebut rumah yang memiliki arsitektur sendiri. Namun demikian,
seperti halnya Tobara, Toroha dan Toraja juga memiliki kemiripan dengan
nama-nama geografi di Kerajaan Aru yang berawalan To atau Ta, seperti (danau
besar) Toba, (sungai besar) Toru, sungai Torop, , nama tempat Tolang, Tobang,
Tobing, Tamiang, Tabuyung, Tamosu, Tahalak, Tabusira dan sebagainya. Tentu saja
arti kata tanah (land) sebagai Tano atau Tana dan arti bukit atau gunung
sebagai Tor. Lalu apakah Toraja berasal dari To-Raja atau Tor-Raja. Di wilayah
Minahasa juga ada nama-nama Tomohon dan Tondano yang merujuk pada Tor-Mohon
(bukit memohon) dan Tor-Dano (bukit danau). Semua itu tentu saja boleh jadi
serba kebetulan

Tunggu
deskripsi lengkapnya

Apakah Ada Jejak Kebudayaan
Batak di Nusantara? Aspek Bahasa dan Budaya di Semenanjung, Borneo, Filipina,
Sulawesi, Nusa Tenggara dan Maluku

Lantas
mengapa banyak nama tempat di Filipina dan Sulawesi yang mirip dengan nama
tempat di Tapanuli Selatan? Lalu bagaimana di Nusa Tenggara dan Maluku serta di
Borneo Utara dan Semenanjung Malaya? Untuk itu aspek nama-nama tempat
(toponimi) kita tambahkan aspek lainnya seperti bahasa dan budaya.

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

 

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post

149.010 Mhz - Muntilan/Magelang

Alamat Lengkap dan Nomor Telepon Kantor Asuransi Indolife Pensiontama di Cirebon

Alamat Lengkap dan Nomor Telepon Kantor Asuransi Indolife Pensiontama di Cirebon

Iklan

Recommended Stories

Alamat Lengkap dan Nomor Telepon Kantor Bank Seabank Indonesia di Semarang

Alamat Lengkap dan Nomor Telepon Kantor Bank Seabank Indonesia di Semarang

15.06.2021

NIKMAT WAKTU JANGAN DIHABISKAN UNTUK URUSAN DUNIA

19.05.2021

Resep Sup Tahu Jamur Spesial

02.11.2013

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026
Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

21.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?