*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini
Wilayah
(kerajaan) Tiongkok adalah satu hal. Hal lain dalam hal ini adalah wilayah
(kerajaan-kerajaan) di Nusantara (baca: Indonesia). Seperti halnya wilayah
lebih jauh India, Arab, Afrika dan Eropa, interaksi Tiongkok dan Nusantara juga
terjadi. Selama interaksi yang ada hanya dapat dipahami dari sumber sejarah
seperti prasasti dan candi-candi. Sumber tertulis (seperti dari Eropa), sejarah
Nusantara juga dapat dipelajari dari sumber tertulis dari (daratan) Tiongkok.
Sumber Tiongkok (pada dinasti yang berbeda) dapat dianggap telah melengkapi
(menyempurnakan) dalam penulisasn narasi sejarah Nusantara.

sejarah kebudayaan tertua di dunia. Peradaban Tiongkok berawal dari berbagai
negara kota di sepanjang lembah Sungai Kuning pada zaman Neolitikum. Sejarah
tertulis Tiongkok dimulai sejak Dinasti Shang (1750-1045 SM). Cangkang
kura-kura dengan aksara Tionghoa kuno yang berasal dari Dinasti Shang memiliki
penanggalan radiokarbon hingga 1500 SM. Budaya, sastra, dan filsafat Tiongkok
berkembang pada zaman Dinasti Zhou (1066-221SM) yang melanjutkan Dinasti Shang.
Dinasti ini merupakan dinasti yang paling lama berkuasa dan pada zaman dinasti
inilah aksara Tionghoa modern mulai berkembang. Dinasti Zhou terpecah menjadi
beberapa negara kota, yang menciptakan Periode Negara Perang. Pada tahun 221
SM, Qin Shi Huang menyatukan berbagai kerajaan ini dan mendirikan kekaisaran
pertama Tiongkok. Pergantian dinasti dalam sejarah Tiongkok telah mengembangkan
suatu sistem birokrasi yang memungkinkan Kaisar Tiongkok memiliki kendali
langsung terhadap wilayah yang luas. Pandangan konvensional terhadap sejarah
Tiongkok adalah bahwa Tiongkok merupakan suatu negara yang mengalami pergantian
antara periode persatuan dan perpecahan politis yang kadang-kadang dikuasai
oleh suku bangsa asing (non-Han), yang sebagian besar terasimiliasi ke dalam
populasi Suku Han. Pengaruh budaya dan politik dari berbagai wilayah di Asia,
yang dibawa oleh gelombang imigrasi, ekspansi, dan asimilasi yang bergantian,
menyatu untuk membentuk budaya Tiongkok modern. Dinasti dalam sejarah Tiongkok
dapat dibaca dalam laman Wikipedia yang meliputi kronologi dinasti dalam
sejarah Tiongkok, pergantian antar dinasti. (Wikipedia)
Lantas
bagaimana sejarah sumber Tiongkok dan penulisan sejarah Indonesia? Seperti
disebut di atas, peradaban Tiongkok sudah tua yang telah membentuk dinasti ke
dinasti. Sumber-sumber pada dinasti-dinasti ada yang terkait dengan sejarah
Nusantara. Lalu bagaimana sejarah sumber Tiongkok dan penulisan sejarah
Indonesia? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan.
Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita
telusuri sumber-sumber tempo doeloe..

sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.
Pahlawan Indonesia – Sumber
Tiongkok dan Penulisan Sejarah Indonesia; Teks, Prasasti, Candi
Sejak
kehadiran orang-orang Eropa, yang dimulai orang Portugis, sumber data dari
Tiongkok tidak terpikirkan. Sumber yang dari Portugis sudah cukup menjelaskan
kaitan Tiongkok dengan tempat-tempat di Nusantara. Orang-orang Portugis
mendapatkan sumber dari arah barat di India dan orang-orang Arab serta orang
Moor. Laporan-laporan Portugis tentang Tiongkok dari waktu ke waktu semakin
banyak sejak Tome Pires dan Mendes Pinto. Pada era VOC sumber data Tiongkok
belum diangga penting. Baru pada era Pemerintah Hindia Belanda sumber data
Tiongkok dianggap penting terutama kebutuhan para peneliti Inggris dan Belanda.
Sejak inilah para ahli dan penulis Tiongkok menganggap penting catatan Tiongkok
dari dinasti ke dinasti dalam penyelidikan sejarah, tidak hanya bagi orang
Tiongkok tetapi juga para ahli asing.
Pengumpulan data dari catatan Tiongkok dari
dinasti ke dinasti secara formal baru dimulai ketika para ahli Belanda dan ahli
Inggris menemukan adanya hubungan Tiongkok dan Nusantara dalam konteks
penyelidikan sejarah-sejarah kuno di Jawa khususunya Madjapahit dan di Sumatra
khususnya Sriwijaya. Para penyelidik Belanda awalnya kurang perhatian, meski
sudah diawali sejak lama oleh penyelidik sejarah Inggris. Penemuan-penemuan
baru tentang kepurbakalaan di Sumatra telah memicu para penyelidik sejarah
Belanda untuk menjalin kontak intens dengan para penyelidik sejarah Inggris. Dalam
perkembangannya, kehadiran mahasiswa-mahasiswa Cina asal Tiongkok dan asal
Hindia di Eropa/Belanda membuat peta jalan para penyelidik sejarah Belanda dan
Inggris mendapat dukungan.
Groeneveldt
adalah orang Inggris pertama yang terus melengkapi koleksi bahan-bahan dari
Tiongkok.
Tunggu
deskripsi lengkapnya
Sumber Tiongkok dan Penulisan
Sejarah Indonesia: Menggali Lebih Banyak Data dari Sumber Tiongkok
Tunggu
deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com




