Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Menjadi Indonesia (573): Pahlawan Indonesia dan Rupa Bumi Nusantara Zaman Kuno-Zaman Now; Sumatra Jawa Ramping

Tempo Doelo by Tempo Doelo
06.05.2022
Reading Time: 20 mins read
0
ADVERTISEMENT




false
IN


























































































































































 

RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini

Selama
ini, saya kira hanya saya sendiri, sorangan yang menggunakan teori permukaan
(rupa) bumi Nusantara dalam memahami sejarah Indenesia. Dengan teori rupa bumi
ini saya telah menulis seratusan artikel dalam blog ini, termasuk penentuan posisi GPS kraton Madjapahit. Satu penemuan
terpenting saya dengan menggunakan teori rupa bumi itu adalah berhasil
membuktikan posisi GPS pulau Taprobana (peta 150 M) yang telah diperdebatkan
sejak abad ke-16 hingga ini hari. Pulau Taprobana itu adalah pulau Kalimantan
di Indonesia (lihat Sejarah Menjadi Indonesia (77): Taprobana adalah Borneo;
Kapuas, Kahayan, Barito. Mahakam, Kayan, Sugut Pulau Kalimantan).

ADVERTISEMENT

Indonesia, sebuah negara kepulauan
di Asia Tenggara berada di garis khatulistiwa (diantara benua Asia dan Australia,
antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia.). Sebagian besar wilayah Indonesia
sangat tidak stabil, menjadi pertemuan dari beberapa lempeng tektonik, seperti Lempang
Indo-Australia, Lempeng Pasifik, dan Lempeng Eurasia, terletak di Cincin Api
Pasifik, banyak gunung berapi dan sering mengalami gempa bumi. Busur vulkanik
mulai dari Sumatra, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, Kepulauan Banda di Maluku
hingga ke timur laut Sulawesi. Sekitar 400 gunung berapi, kurang lebih 130 di
antaranya masih aktif. Wilayah terluas keempat negara kepulauan terbesar di
dunia dengan luas 1.904.569 km2, pulau terbanyak keenam di dunia, 17.504 pulau.
Pulau-pulau besar Sumatra, Jawa, Kalimantan (berbagi dengan Malaysia dan Brunei
Darussalam), Sulawesi, dan Papua (berbagi dengan Papua Nugini). Penduduk
terbanyak keempat di dunia mencapai 270.203.917 jiwa tahun 2020, negara
berpenduduk Muslim terbanyak di dunia lebih dari 230 juta jiwa. Sejarah
dipengaruhi oleh bangsa-bangsa pendatang, wilayah perdagangan penting sejak
abad ke-7, yaitu sejak berdirinya Kedatuan Sriwijaya, sebuah kemaharajaan
Hindu–Buddha yang berpusat di Palembang. Terdiri dari suku bangsa, bahasa, dan
agama. Kelompok etnik sekitar 1.340 suku. Banyak penduduk Indonesia yang
mengidentifikasikan dirinya sebagai bagian dari kelompok suku yang lebih
spesifik, misalnya Jawa, Sunda, Melayu, Batak, Madura. Memiliki lebih dari 700
bahasa daerah, Sebagian besar bahasa daerah tersebut termasuk dalam rumpun
bahasa Austronesia, dan di samping itu, ada lebih dari 270 bahasa Papua.
Menurut jumlah penuturnya, bahasa daerah yang paling banyak digunakan
sehari-hari secara berturut-turut adalah Jawa, Sunda, Melayu, Madura, Batak,
Minangkabau, Bugis, Betawi, dan Banjar. Ada enam agama resmi: Islam, Protestan,
Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu: Saat ini, Indonesia terdiri 34 provinsi,
416 kabupaten dan 98 kota, 7.024 daerah kecamatan, 81.626 desa/kelurahan
.(Wikipedia)

Lantas
bagaimana sejarah Rupa Bumi Nusantara Zaman Kuno
? Seperti disebut di atas, ternyata yang mengusung teori rupa bumi
dalam analisis sejarah tidak hanya saya sendiri, sorangan, Ada seorang peneliti
yang terlebih dahulu menggunakan teori rupa bumi tersebut yakni V Obdeijn. Lalu
bagaimana sejarah rupa bumi nusantara zaman kuno
? Seperti kata ahli sejarah
tempo doeloe,
semuanya
ada permulaan.
Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.

Pahlawan Indonesia dan: Sumatra
Jawa Ramping

Ada
satu pendapat yang sama antara tulisan saya terdahulu dengan pendapat V Obdeijn
yakni bahwa garis pantai timur (pulau) Sumatra telah bergeser ke arah timur
karena terjadinya proses sedimentasi jangka panjang. Ada juga satu pendapat
yang berbeda. V Obdeijn menyimpulkan bahwa awalnya Semenanjung Malaya bersatu
dan menjadi satu daratan dengan pulau-pulau kecil di Riau yang sekarang hingga
ke Bangka dan Belitung.

Pendapat V Obdeijn mengindikasikan bahwa pulau
Sumatra yang ramping sejajar dengan semenanjung yang panjang hingga ke Bangka
Beliting. Oleh karenanya jalur navigasi zaman kuno melalui selat Malakan tidak
melalui wilayah Djohor yang sekarang (selat Singapoera) tetapi melalui pantai
selatan Bangka Belitung dengan mengitaris ke arah timur yang kemudian berbalik
ke arah utara hingga pantai timur Semenanjung, terus ke Tiongkok. Laut Jawa
menurut V Obdeijn adalah laut arus kuat yang sulit dilayari oleh navigasi
dengan tingkat teknologi pelayaran saat itu. Menurut V Obdeijn berdasarkan data
yang ada, wilayah terjauh bumi hanya sampai di Sumatra bagian selatan yang
menurut orang Tiongkok sebagai Chao-wa dan orang Arab Djawa. Dalam hal ini Jawa
adalah bagian dari Sumatra bagian selatan dan sebaliknya Djawa adalah Djawa
hingga Sumatra bagian selatan.

Dalam
hal ini saya menolak pendapat V Obdeijn tentang teori daratan panjang
Semenanjung. Saya berpendapat bahwa pulau-pulau di kepulauan Riau sudah eksis
sejak lama seperti halnya Bangka dan Belitung serta pulau Karimata yang berada
di tengah lautan antara Sumatra, Semenanjung, Jawa dan Kalimantan (Boeneo).

Saya berpendapat bahwa keadaan yang sebaliknya
terjadi bahwa telah terjadi pendangkalan di antara sejumlah pulau terutama di
sekitar Riau/Djohor yang menyebabkan selat yang berada diantara Semenanjung dan
Singapura serta selat antara Singapoera dan Pulau Bintan semakin dangkal karena
terjadi pengendapan material padat yang terbawa dari pedalaman Semenanjung
melalui sungai Djohor.

Saya
juga menolak pendapat V Obdeijn yang menyatakan bahwa nama Djawa
mengindikasikan pulau Jawa dan Sumatra bagian selatan sebagai satu kawasan yang
dianggap orang Tiongkok dan Arab tidak ada lagi daratan di timur dan tenggara
Sumatra karena arus kuat Laut Jawa membatasi navigasi pelayaran. Saya
berpendapat bahwa Jawa sudah eksis sejak lama, suatu daratan yang terpisah
dengan Sumatra (di bagian selatan) dan karenanya dua nama pulau sama-sama eksis
Sumatra (Suwarnadwipa) dan Jawa (Jawadwipa).

Tampaknya V Obdeijn tidak memperhitungkan
situasi dan kondisi di pantai barat Sumatra dari Baroes hingga Lampong yang
berbelok di selat Soenda. Pengenalan selat Soenda ini pada masa lampau menjadi
pengetahuan pemisahan Sumatra/Jawa (V Obdeijn) sebagai dua pulau yang berbeda
dan melalui selat Soenda dapat dilayari melalui pulau-pulau kecil di sekitar
Krataua maupun pulau-pulau di utaranya dekat Merak yang sekarang hingga ke Jawa
(pantai selatan dan pantai utara). Dalam hal ini pendapat saya bahwa pengaruh
dari India (Hindoe) relatif bersamaan di Sumatra dan Jawa (sementara V Obdeijn
berpendapat bahwa ada jarak waktu yang lama pengaruh Hindoe di Sumatra baru
kemudian ke Jawa).

Tunggu
deskripsi lengkapnya

Rupa Bumi Nusantara Zaman Kuno:
Teori Baru Sejarah Indonesia

Teori
rupa bumi Nusantara yang dikembangkan oleh V Obdeijn merujuk pada perhatiannya
pada posisi GPS kota Palembang sebagai pusat Sriwijaya dimana ditemukan
prasasti Kedoekan Boekit yang beratarih 682 M. V Obdeijn berpendapat bahwa saat
itu (tanah, lahan) kota Palembang belum terbentuk dan masih berupa perairan). Seperti
halnya kota Fjambi yang sekarang, V Obdeijn berpendapat bahwa pusat Sriwijaya
berada di muara sungai yang berada jauh di hulu sungai Musi yang sekarang. Oleh
karenanya V Obdeijnyakin bahwa kota Palembang yang sekarang secara imajiner
masih berada di tengah lautan (antara daratan Sumatra dan pulau Bangka).

Teori V Obdeijn dan teori yang saya kembangkan
ada persamaan dan perbedaan dalam menjelaskan dan memberikan bukti-bukti pendukung.
Seperti disebut V Obdeijn pusat Sriwijaya tidak berada jauh di daratan sepertt
sekarang melainkan di di garis pantai Sumatra pada zaman doeloe. Sejauh ini
saya sependapat. V Obdeijn menyatakan pusat Sriwijaya di daratan Sumatra di
muara sungai Musi yang berada di garis pantai. Yang berbeda dengan pendapat
saya adalah bahawa pusat Sriwijaya berada di tengah perairan yang tidak berada
di daratan Sumatra, tetapi di sebuah pulau di perairan yang dekat dengan pantai
di depan muara sungai Musi. Dalam hal ini ada perbedaan yang kontras pendapat V
Obdeijn dengan pendapat saya: antara daratan Sumatra di muara sungai versus di
sebuah pulau di tengah perairan yang berada di depan muara sungai. Saya
berpendapat bahwa keberadaan di pulau dibuktikan pada masa ini bahwa ditemukan
prasasti Kedukan Bukit berada di suatu kawasan kota Palembang pada masa uni
yang letaknya berada di ketinggian, suatu kawasan tertinggi dari atas permukaan
laut (dpl) di wilayah kota Palembang. Peta-peta yang diterbitkan pada era VOC yang
saya temukan mendukung bukti tersebut.  

V Obdeijn
dalam teori rupa bumi hanya terbatas mengalisis nama-nama tempat yang berada di
wolayan pantai timur Sumatra mulai dari Palembang hingga Tapanoeli (Padang
Lawas). Analisis V Obdeijn fokus pada upaya menjelaskan keberadaan Sriwijaya
diantara tempat-tempat yang sekarang di wilayah pantai timur Sumatra. Sementara
teori rupa bumi saya sudah aplikasikan di berbagai wilayah (pulau) di Nusantara
seperti di Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Papua serta pantai timur Tiongkok dan
pulau-pulau lainnya di Nusantara (lihat pada sejumlah artikel terdahulu di
dalam blog ini).

Satu penemuan terpenting dalam analisis saya
dengan menggunakan teori rupa bumi adalah mengidentifikasi dimana posisi GPS
pulau Taprobana yang berasal dari peta abad ke-2 yang menjadi isu penelitian
yang tidak pernah terjawab sejak abad ke-16. Seperti disebut di atas, saya
berkeyakinan bahwa pulau Taprobana ini bukan di Sri Lanka sebagaimana pendapat
sebagian besar peneliti dan bahkan ada juga yang berpendapat pulau Sumatra dan
pulau Kalimantan. Hanya saja peneliti yang menduga Sumatra dan Kalimantan tidak
begitu meyakinkan cara bagaimana dijelaskan. Sampai sejauh ini, selain saya
sendiri yang menggunakan teori rupa bumi adalah V Obdeijn sendiri. Dengan teori
rupa bumi secara khusus saya berhasil membuktikan bahwa pulau Taprobana adalah
pulau Kalimantan. Dalam teori rupa bumi pulau Kalimantan, peta Taprobana adalah
awal atau fase pertama dari terbentuknya pulau Kalimantan (sebagaima halnya
pantai timur Sumatra). Wilayah Kalimantan Selatan dan wilayah Kalimantan Barat
yang sekarang adalah perluasan daratan pulau Taprobana yang secara keseluruhan
kini membentuk pulau Kalimantan. Seperti halnya sungai Musi, sungai Batang
Hari, sungai Kampar, sungai Siak, sungai Rokan dan sungai Baroemoen di pantai
timur Sumatra, maka sungai Barito, sungai Kahayan dan sungai Kapuas di
Kaliamantan memberi pengaruh besar dalam proses pembentukan daratan baru
melalui proses sedimentasi jangka panjang (dari tanah-tanah aluvial yang
terbawa dari daratan tinggi/pegunungan apakah karena dampakdari aktivitas
gunung api/gempa atau karena aktivitas manusia seperti pertambangan pembukaan
lahan pertanian).

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

*Akhir
Matua Harahap
, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok
sejak 1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan
Jakarta Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti
di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi
berkebun di seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau.
Menulis artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu
senggang, utamanya jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah),
tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis
Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang
dibuang sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

 

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post
Alamat dan Nomor Telepon Kantor Asuransi AIA Indonesia di Palembang

Alamat dan Nomor Telepon Kantor Asuransi AIA Indonesia di Palembang

Sejarah Menjadi Indonesia (574): Pahlawan Indonesia - Moda Transportasi Pedati dan Perahu Tempo Dulu; MRT-LRT Zaman Now

Iklan

Recommended Stories

Kota Pariaman

04.09.2013

Fiqh Su’ur & Awani

08.12.2013

Hanung Bramantyo Sabet Sutradara Terbaik JAFF – Indonesian Screen Awards 2018

05.12.2018

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?