*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini
Partai
Buruh belum lama ini mengusulkan Marsinah diberi gelar Pahlawan Nasional. Oke,
itu adalah slah satu hal. Hal yang ingin difokuskan dalam artikel ini adalah
bagaimana sejarah buruh (pekerja) di Indonesia. Yang jelas perjuangan para
(kaum) pekerja sudah ada sejak era Pemerintah Hindia Belanda. Gerakan
perjuangan para pekerja (Indonesia) era Hindia Belanda merujuk pada gerakan
para buruh di tingkat internasional.

partai politik yang pernah ada di Indonesia. Partai ini didirikan sebagai
serikat buruh nasional pusat, Barisan Buruh Indonesia, BBI, pada tanggal 15
September 1945. Pada Kongres BBI pada tanggal 9 November 1945, BBI berubah
menjadi sebuah partai politik dan mengadopsi nama PBI. Awalnya PBI dijalankan
oleh orang-orang yang pernah bekerja di Departemen Tenaga Kerja selama
pendudukan Jepang. Tapi pada tahun 1946 Setiadjit kembali ke Indonesia dari
pengasingan di Belanda, dan ia memegang kepemimpinan partai dan menjadi
ketuanya. Barisan Buruh Wanita (BBW) adalah sayap perempuan dari partai ini.
BBW dipimpin oleh S.K. Trimurti (Menteri Tenaga Kerja pertama Indonesia,
melayani di kabinet Amir Sjarifuddin 1947-1948), yang juga anggota dari
Eksekutif PB. Pada masa kini, Partai Buruh adalah sebuah partai politik di
Indonesia yang didirikan pertama kali pada tanggal 28 Agustus 1998. Partai
politik ini pernah menjadi peserta Pemilu 1999, Pemilu 2004, dan Pemilu 2009.
Selama menjadi partai politik, Partai Buruh telah menggunakan tiga nama yang
berbeda, yaitu Partai Buruh Nasional (1998), Partai Buruh Sosial Demokrat
(2005) dan Partai Buruh (2009). Pada 5 Oktober 2021, oleh Said Iqbal, Partai
Buruh dideklarasikan kembali dengan simbol partai yang berbeda. Alasan utama
dalam terbentuknya kembali Partai Buruh, diantaranya Omnibus law dan Undang-Undang
Cipta Kerja. (Wikipedia).
Lantas
bagaimana sejarah perjuangan pekerja Indonesia era Hindia Belanda? Seperti
disebut di atas, perjuangan pekerja Indonesia seiring dengan masa dimana para
pejuang-pejuang Indonesia (baca: pribumi) ingin mendapatkan keadilan dan
berjuang untuk kemerdekaan bangsa Indonesia. Perjuangan pekerja adalah bagian
dari perjuangan seluruh Indonesia. Lalu bagaimana sejarah perjuangan pekerja
(buruh) Indonesia? Seperti
kata ahli sejarah
tempo doeloe, semuanya
ada permulaan. Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.
Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.
Pahlawan Indonesia dan
Perjuangan Pekerja Indonesia: Era Hindia Belanda
Tunggu
deskripsi lengkapnya
Perjuangan Pekerja Indonesia: Marsinah
di Era Republik Indonesia
Tunggu
deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com



