Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Menjadi Indonesia (559): Pahlawan Indonesia dan Pagoejoeban Pasoendan; Organisasi Kebangsaan dan Federasi PPPKI

Tempo Doelo by Tempo Doelo
28.04.2022
Reading Time: 21 mins read
0
ADVERTISEMENT




false
IN


























































































































































 

RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini

Pasoendan
adalah salah satu organisasi kebangsaan Indonesia (baca: Hindia Belanda) yang
kurang lebih dibentuk sejaman dengan Boedi Oetomo, Sumatranen Bond, Sarikat
Ambon, Bataksche Bond dan Kaoem Betawi. Organisasi-organisasi inilah yang
kemudian menjadi anggota dari federasi organisasi kebangaan Indonesia (PPPKI)
pada tahun 1927. Satu hal yang menjadi pertanyaan sejak kapan (organisasi) Pasoendan
terbentuk?

ADVERTISEMENT

Paguyuban Pasundan adalah
organisasi budaya Sunda berdiri tanggal 20 Juli 1913. Selama keberadaannya,
organisasi ini telah bergerak dalam bidang pendidikan, sosial-budaya, politik,
ekonomi, kepemudaan, dan pemberdayaan perempuan. Paguyuban ini berupaya untuk
melestarikan budaya Sunda. Secara tidak langsung, kelahiran Paguyuban Pasundan
dipengaruhi oleh pendirian Budi Utomo pada 1908. Pada awalnya, cukup banyak
orang Sunda yang bergabung. Cabang-cabang Budi Utomo juga banyak bermunculan di
Jawa Barat, seperti di Bandung dan Bogor. Namun beberapa tahun kemudian,
keanggotaan orang Sunda dalam Budi Utomo menurun drastis. Hal ini disebabkan
karena menurut mereka, dari segi sosial-budaya, organisasi tersebut hanya
memuaskan penduduk Jawa saja. Atas inisiatif siswa-siswa Sunda di STOVIA di
Batavia diupayakan pembuatan organisasi untuk orang-orang Sunda. Selanjutnya,
para siswa yang berusia sekitar 22 tahun itu, berkunjung ke rumah Daeng
Kanduruan Ardiwinata, yang saat itu sudah dianggap sebagai sesepuh orang Sunda.
Setelah Ardiwinata menyanggupi, maka di rumahnya di Gang Paseban, pada hari
Minggu tanggal 20 Juli 1913 diadakan rapat. Dalam rapat itu disepakati
pendirian organisasi dinamai “Pagoejoeban Pasoendan”. Ardiwinata sebagai
penasihat dan Dajat Hidajat sebagai ketua. Dengan surat keputusan nomor 46
tanggal 9 Desember 1914, izin diberikan. Sampai tahun 1918 lebih bersifat
sosial-budaya. Seiring dengan dibentuknya Volksraad, upaya untuk wakilnya di
lembaga tersebut, selanjutnya dengan surat keputusan nomor 72, tanggal 13 Juni
1919, pemerintah mengesahkan Paguyuban Pasundan sebagai perkumpulan politik.
(Wikipedia).

Lantas
bagaimana sejarah organisasi Pasoendan
? Seperti disebut di atas, Pasoendan adalah salah satu organisasi
kebangsaan yang terbentuk pada era Hindia Belanda. Namun kapan sebenarnya Pasoendan
terbentuk?  Lantas bagaimana sejarah Pasoendan
? Seperti kata ahli sejarah
tempo doeloe,
semuanya
ada permulaan.
Untuk menambah
pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.

Pahlawan Indonesia dan
Pagoejoeban Pasoendan; Organisasi Kebangsaan Era Hindia Belanda

Berdasarkan
informasi di dalam laman Wikipedia, disebut Pagoejoeban Pasoendan didirikan pada
hari Minggu tanggal 20 Juli 1913 dimana Ardiwinata sebagai penasihat dan Dajat
Hidajat sebagai ketua. Pagoejeoeban Pasoendan kemudian diakui statutanya
berdasarkan surat keputusan (beslit) Nomor 46 tanggal 9 Desember 1914, Namun
berdasarkan surat kabar De Indier 3 Juli 1917di Bandoeng  baru akan didirikan. Apa perbedaannya di
Batavia dan Bandoeng?

De Indier, 03-04-1917: ‘Al weer een
vereeniging.
Menurut Kaoem Moeda [surat kabar terbit di
Bandoeng] dalam waktu dekat akan dibentuk paguyuban khusus orang Sunda di
Bandung dengan nama Pagoejoeban Pasoendan. Tujuannya adalah untuk menjalin
hubungan yang lebih erat antara orang Sunda dan kelompok penduduk lainnya,
dengan menanamkan manfaat besar kerjasama dan persatuan nasional kepada para
anggota. Melihat situasi sekarang, terlihat adanya perpecahan antara orang
Sunda dengan bagian masyarakat lainnya’.

Apakah
orang-orang Soenda telah keluar dari Boedi Oetomo dan akan membentuk paguyuban
sendiri? Yang jelas pada bulan Mei 1917 di Jogja dibentuk Komite Nasional dalam
merespon pembentukan dewan pusat (Volksraad) (lihat De Indier, 26-05-1917).
Dalam rapat di kepatihan Pakoealam hadir sejumlah organisasi seperti Solosche
Prinsenbond, Jogjasche Prinsenbond, persatuan guru (PGHB) Central SI dan
pengurus Boedi Oetomo. Rapat dipimpin oleh Ketua Majelis Pusat Budi Utomo, PRMT
Woerijaningrat. Pada intinya perwakilan SI menganggap komite ini hanya bersifat
Jawa dan tidak sesuai namanya sebagai komite nasional. Central SI tidak setuju
dengan ini, karena kata “nasional” menunjukkan promosi kepentingan
semua pribumi di seluruh Hindia. Rapat, tampaknya deadlock, karena tidak ada
keputusan yang diambil. Disebutkan sikap akan diambil setelah Kongres Boedi
Oetomo yang akan diadakan di Batavia bulan Juli. Disebutkan, akhirnya, pengurus
harian diperintahkan untuk menulis surat kepada pengurus Pagoejoeban Pasoendan
Bandoeng untuk bergabung menjadi panitia.

Nun jauh disana di Belanda diadakan Kongres
Hindia. Suatu kongres yang dihadiri sejumlah organisasi mahasiswa asal Hindia
atau para peminat Hindia baik Belanda/Indo, Cina maupun pribumi. Orang pribumi
diwakili pengurus Indische Vereeniging, orang Cina diwakili pengurus Chung Hwa
Hui. Ketua panitia kongres adalah HJ van Mook. Perwakilan pribumi yang
berbicara dalam kongres antara lain Sorip Tagor Harahap, Dahlan Abdoellah dan Loekman
Djajadingrat. Dalam kongres ini perwakilan pribumi meminta agar Hindia diganti
Indonesia dan orang Hindia disebut Indonesier. Lalu apa respon orang-orang
Belanda/Indo? Yang jelas pada kongres tahun berikutnya (1918) nama kongres
disebut Kongres Indonesia. Yang turut hadir dan berbicara dalam kongres ini
dari pihak Indonesia (pribumi) antara lain Goenawan Mengoenkoesomo, Sorip Tagor
Harahap dan Dahlan Abdoellah. Sejak inilah nama Indonesia muncul sebagai
identitas nasional (pribumi).

Tampaknya
Pagoejoeban Pasoendan sudah terbentuk di Bandoeng. Akan tetapi tidak disertakan
dalam rapat pembentukan Komite Nasional di Jogjakarta. Komite Nasional baru
akan meminta Pagoejoeban Pasoendan untuk ikut bergabung dalam panitian nasional
tersebut. Catatan: Dalam statuta organisasi kebangsaan Boedi Oetomo hanya untuk
Jawa dan Madoera, tetapi mengapa orang Soenda tidak terwakili lagi? Lalu
bagaimana dengan Sumatra, Sulawesi, Ambon dan lainnya?

Nasional(isme) ala Jogjakarta yang ditentang
Central SI, tampaknya juga ditolak oleh Pagoejoeban Pasoendan sebagaimana De
Indier, 07-01-1918 menurunkan artikel yang mengutip artikel seorang pribumi. Di
dalam artikel tersebut orang Sunda tidak dapat mengatakan bahwa dia adalah Orang
Jawa. Asosiasi Boedi Oetomo telah menemukan sedikit atau tidak ada penerimaan
dengan orang Soenda. Ketika Cabang Boedi Oetomo didirikan, muncul perbedaan
pendapat antara orang Jawa di satu sisi dan orang Sunda di sisi lain. Cabang
Boedi Oetomo di Bandoeng terpaksa membelah diri menjadi dua sub-bagian,
sehingga menimbulkan kemerosotan dari keduanya, Penyebabnya tentu tidak hanya
terletak pada perbedaan cara hidup kedua kelompok penduduk, tetapi juga dan
mungkin sebagian besar dalam bahasa lisan. Ketangguhan itulah yang membuat
selalu ada perbedaan antara Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jawa Timur. Dalam
pertemuan yang menggunakan bahasa Jawa, orang Sunda tidak akan betah, seperti
halnya orang Jawa yang menemukan dirinya dalam pertemuan yang hanya menggunakan
bahasa Sunda. Jika Anda bertanya kepada seorang penduduk Preanger orang desa
seperti apa dia, dia akan menjawab bahwa dia adalah orang asli Jawa Barat,
tetapi dia bukan orang Jawa. Dia orang Sunda. Bahasa ibunya adalah bahasa
Sunda. Nasionalisme, yang di satu sisi membuat suatu bangsa kuat secara
batiniah, di sisi lain memperkenalkan pembedaan yang tajam kasus khusus di Jawa
antara orang Jawa, Sunda, dan Madura. Empat tahun yang lalu sebuah perkumpulan
“Pasoendan” didirikan di Tanah Sunda yang tujuannya adalah untuk
memelihara dan, jika mungkin, mengembangkan bahasa Sunda. Timur dan Barat
menjadi lebih tajam akibat gerakan itu, tetapi persatuan ini dapat menembus
masyarakat Sunda lebih dalam daripada Boedi Oetomo yang hanya mencapai kaum
terpelajar (saja). tapi dia berusaha untuk membangkitkan orang Sunda dan
menanamkan ide-ide modern, sehingga di masa depan dapat dibicarakan kolaborasi
antara orang Sunda dan Jawa. Orang Sunda pasti akan lebih merasakan Hindia lebih
baik dari Nasionalisme Jawa. Nasionalisme dalam arti sempit membawa kesulitan
di Hindia Belanda. Catatan: dalam artikel ini disebutkan pagutuban Pasoendan
telah didirikan empat tahun lalu (1913?). Ini dengan sendirinya telah mengkonfirtmasi
pertanyaan di atas.   

Cikal
bakal Pagoejoeban Pasoendan telah terbentuk pada tahun 1913 (lima tahun setelah
Boedi Oetomo didirikan tahun 1908). Eksistensi Pagoejoeban Pasoendan dikukuhkan
pada tahun 1917. Ketua Pagoejoeban Pasoendan adalah Raden Wirasapoetra (lihat De
Preanger-bode, 19-02-1918). Penguatan wilayah Soenda (Soendaland) melalui
Pagoejoeban Pasoendan juga beriringan dengan pengembangan sisten demokrasi
dalam hubungannya pembentukan dewan pusat (Volksraad) dan muncul gagasan
desentralisasi, khususnya di Jawa.

Wilayah Nusantara sejak dibentuk menjadi satu
pemerintahan di bawah kerajaan Belanda (sejak 1800, setelah dibubarkan VOC
tahun 1799), dijadikan sebagai semacam provinsi (jauh) dari Kerajaan Belanda
(di Eropa). Sebagai provinsi dipimpin oleh seorang Gubernur. Namun karena
wilayah Hindia Belanda yang luas diangkat sejumlah gubernur. Sebagai pemimpin
diantara gubernur disebut Gubernur Jenderal yang berkedudukan di Batavia.
Gubernur diangkat di Ambon (Maluku dan Papua) dan di Makassar (Sulawesi plus
sebagian Nusantara). Pada tahun 1838 dibentuk province Sumatra’s Westkust
dengan mengangkat seorang gubernur di Padang. Province Sumatra’s Wsetkust ini
terdiri dari tiga residentie: Residentie Padangsche Benelanden, Residentie Bovenlanden
dan Residentie Tapanoeli. Provinsi Sumatra’s Westkust dilikuidasi pada tahun
1905. Sebaliknya pada tahun 1915 dibentuk provinsi baru dipantai timur Sumatra
(Province Sumatra’s Oostkus) dengan ibu kota di Medan, Pada tahun 1918 mulai
muncul gagasan desentralisasi dengan membangi pulau Jawa ke dalam tiga
provinsi. Selama ini di (pulau) Jawa hanya terdiri dari residentie-residentie. Gagasan
pembentukan provinsi di (pulau) Jawa dibagi menjadi tiga provinsi: barat,
tengah dan timur (termasuk Madura). Ada gagasan provinsi di barat pulau Jawa (West
Java) sebagai Province Soendaland. Selain tiga provinsi itu dipisahkan secara
tersendiri bagian Jawa Tengah sebagai Province Vortstenlanden (Soeracarta dan
Jogjakarta). Sebagaimana nanti, pada tahun 1921 terbentuk Province West Java,
namanya tidak Sondaland, ibu kotanya tidak di Bandoeng tetapi di Batavia. .

Semakin
menguatnya Pagoejoeban Pasoendan juga seiring dengan semakin intensnya para
pribumi mempopulerkan mengidentifikasi diri atau kelompok dengan menggunakan
nama Indonesia. Seperti disebut di atas, usulan penggunaan nama Indonesia
bermula dalam Kongres Hindia di Belanda tahun 1917.  Bukti semakin menguatnya Pagoejoeban
Pasoendan, dalam berbagai isu perwakilan Pasoendan terwakili, seperti kongres
pertama bahasa, tanah dan etnologi (Eerste Congres van Taal-, Landen
Volkenkunde) (lihat De Preanger-bode, 06-07-1918) dan pembentukan konsentrasi
demokrasi (lihat Bataviaasch nieuwsblad, 23-11-1918).

De locomotief, 05-02-1919: ‘Sebuah media baru.
Sebuah iklan di dalam [surat kabar] Kaoem Moeda yang mengumumkan terbitnya
majalah mingguan Sinar Pasoendan pada tanggal 15 Februari sebagai organ daari
Pagoejoeban Pasoandan dengan redaktur RS Soerjaamidjaja dan R Sastraatmadja.
Majalah ini akan diterbitkan dalam bahasa Melayu.

Pengukuhan
Pagoejoeban Pasoendan sejak 1917,  baru
mendapat pengesahan dari pemerintah setelah dilakukan perbaikan statuta (lihat De
locomotief, 15-08-1919). Disebutkan Pagoejoeban ‘Pasoendan’ di Batavia telah
mendapat persetujuan untuk perubahan anggaran dasar, yang tujuannya sekarang
adalah sebagai berikut: moral dan sosial perkembangan umat, dengan mempengaruhi
pengasuhan dan pendidikan, serta dengan mencoba memuliakan konsep-konsep
populer dan dengan demikian meningkatkan kapasitas untuk bekerja dan pada
gilirannya kondisi kehidupan.

Tunggu deskripsi lengkapnyaapnya

Pagoejoeban Pasoendan: Federasi
Organisasi Kebangsaan Indonesia (PPPKI)

Tunggu
deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

 

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post

RPU 148.630 Mhz di Gunung Lawu

Frekuensi 147,180 Mhz RPU ORARI di mana?

Iklan

Recommended Stories

Bank Mandiri KCP Pademangan Jakarta

30.12.2015

Resep Ayam Kecap Wijen Masak Bumbu Jahe

28.07.2016

Peta Jakarta dari abad ke-17/18: Satu basis tiga versi (2)

10.03.2025

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?