*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini
Seperti disebut pada artikel
sebelumnya, tokoh Betawi tidak hanya MH Thamrin. Ada Rohjani yang menjadi
anggota panitia Kongres Pemuda 1928. Pada artikel ini akan dideskripasikan tokoh
Betawi lainnya yang juga menjadi salah satu tokoh organisasi kebangsaan Kaoem
Betawi: Dr Mohamad Joesoef.

tidak ada nama Roebini. Dari nama berawal A hingga Z, ditemukan nama Mohamad
Husni Thmarin (T). Tidak ada nama-nama sejaman dengan MH Thamrin. Meski
demikian ada nama tokoh sebelum MH Thamrin yang dicatat Si Pitung (S). Ada nama
yang muncul pada akhir era kolonial yakni Moeffreni Moe’min. Dari ratusan yang
terdapat dalam daftar, hampir semuanya tokoh setelah era Republik Indonesia,
antara lain: Ridwan Saidi; Deddy Mizwar, Fariz RM, Zainuddin MZ, Suwondo
Nainggolan, Chrysse, Phang Tjin Nio, Iko Uwais, Husain bin Abu Bakar Al-Aydrus,
Ida Royani, Rano Karno, Komeng, Tan Tjeng Bok, Mandra dan lainnya.
Lantas
bagaimana sejarah Dr Mohamad
Joesoef?
Seperti disebut di atas, sebenarnya banyak tokoh Betawi tetapi agak kurang
terinfornasikan. Mengapa bisa demikian? Itu satu hal. Hal yang lain dalam hal
ini bagaimana sedapat mungkin mangangkat ke permukaan semua tokoh yang berperan dalam
Sejarah Menjadi Indonesia. Lalu bagaimana sejarah Dr Mohamad Joesoef? Seperti
kata ahli sejarah
tempo doeloe, semuanya
ada permulaan. Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.
Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.
Pahlawan Indonesia dan Dr
Mohamad Joesoef: Tokoh Kaoem Betawi Era Pemerintah Hindia Belanda
Banyak
nama Mohamad Joesoef dalam sejaman. Salah satu bernama Mohamad Joesoef dapat
dihubungkan dengan organisasi kebangsaan Kaoem Betawi. Bagaimana dibedakan nama
Mohamad Joesoef yang banyak itu satu sama lain berbeda. Mohamad Joesoef yang
dihubungkan dengan Kaoem Betawi awalnya menjadi anggota Pasoendan (lihat De
Preanger-bode, 07-11-1923). Disebutkan nama-nama anggota Pasoendan yang
diusulkan menjadi kandidat anggota Volksraad, antara lain Mohamad Joesoef,
dokter Inidisch Arts di Buitenzorg.
Nama Mohamad Joesoef lainnya diberitakan pada
tahun 1922 lulus ujian dokter di STOVIA (lihat Het nieuws van den dag voor
Nederlandsch-Indie, 27-04-1922). Disebutkan ujian Indisch Arts di STOVIA, yang
lulus dan mendapat gelar dokter, antara lain Mohamad Joesoef (Loeboek Sikaping), nona
ME Thomas (Manado), JE Karamoy dengan cum laude (Manado), JM Leimena (Ambon)
dan Goelam (Fort de Kock). Catatan: Nama Mohamad Joesoef dalam hal ini bukan
orang yang sama dengan Dr Mohamad Joesoef yang menjadi anggota Pasoendan.
Leimena juga bukan orang yang sama dengan J Leimena. Kelak diketahui Mohamad
Joesoef menikah dengan teman sekelasnya nona Maria E Thomas. Pada tahun 1921
nama Mohamad Joesoef juga dicalonkan sebagai anggota Volksraad (lihat De
avondpost, 07-03-1921). Besar dugaan dua nama Mohamad Joesoef yang dicalonkan
anggota Volksraad pada tahun 1921 dan pada tahun 1923 diduga adalah orang yang berbeda.
Masih pada tahun 1921 nama Mohamad Joesoef menjadi salah satu anggota dewan
kota (gemeenteraad) di Semarang (lihat De locomotief, 29-10-1921). Mohamad Joesoef
di Semarang anggota Boedi Oetomo (lihat De expres, 23-01-1922). Besar dugaan
Mohamad Joesoef ini adalah orang yang berbeda dengan anggota Pasoendan. Hal ini
karena dua tahun kemudian nama Mohamad Joesoef sebagai salah satu anggota dewan
kota (gemeenteraad) di Semarang masih eksis (lihat Algemeen handelsblad voor
Nederlandsch-Indie, 29-01-1925). Jelas dalam hal ini dari banyak nama Mohamad Joesoef
dapat dibedakan tiga orang.
Pada
tahun 1924 Mohamad Joesoef yang menjadi anggota Pasoendan menjadi salah satu
kandidat dalam pemilihan anggota dewan kota (gemeenteraad) di Batavia (lihat Bataviaasch
nieuwsblad, 09-08-1924). Dalam pemilihan ini juga termasuk MH Thamrin. Pada
tahun 1927 Mohamad Joesoef diketahui menjadi salah satu anggota dewan kota
(gemeenteraad( di Buitenzorg (lihat Algemeen handelsblad voor
Nederlandsch-Indie, 18-05-1927). Ini dengan sendirinya anggota dewan kota di
Buitenzorg pada tahun 1927 menjelaskan nama Dr Mohamad Joesoef di Buitenzorg pada
tahun 1923. Kesimpulan ini diperkuat dengan keterangan yang menyatakan Dr
Mohamad Joesoef dari Kaoem Betawi yang ikut berpartisipasi dalam pertemuan umum
di Batavia (lihat Algemeen handelsblad voor Nederlandsch-Indie, 17-10-1927).
Dalam berita ini nama Mohamad Joesoef dicatat dengan gelar dokter (dr).

organisasi-organisasi kebangsaan Indonesia yang diadakan di gedung Canada di
Decapark Batavia, termasuk salah satu yang berbicara Dr Mohamad Joesoef yang
dicatat nama dengan penambahan gelar dokter (lihat De locomotief, 18-10-1927).
Pertemuan ini membahas masalah mayoritas penduduk pribumi di Volksraad dimana
sebagai ketua panitia adalah MH Thamrin. Pertemuan ini dihadiri para polistisi
pribumi yang menjadi Volksraad, dewan daerah dan dewan kota dari berbagai
tempat. Dalam pembukaannya MH Thamrin menyatakan bahwa soal mayoritas ini sudah
diusulkan pada tahun 1923, rasionya kemudian akan menjadi 30 Pribumi, 25
anggota Eropa, dan 5 Timur Asing. Usulan ini tidak mendapat tentangan di
Hindia, tetapi ditolak oleh Belanda. Catatan: pada tahun 1927 diberitakan nama
Mohamad Joesoef yang lain yang baru saja lulus ujian sarjana hukum di Belanda
(lihat Nieuwe Rotterdamsche Courant, 19-11-1927). Disebutkan ujian perguruan
tinggi di Leiden lulus ujian sarjana Indisch Recht. Ini dengan sendiri paling
tidak sudah ada empat orang yang berbeda dengan nama yang sama.
Dengan demikian dapat disimpulkan salah satu nama Mohamad Joesoef sejaman
adalah seorang dokter, yang pernah menjadi anggota dewan dan juga menjadi
anggota organisasi kebangsaan Kaoem Betawi. Dalam hal ini Dr Mohamad Joesoef
sejaman dengan MH Thamrin. Untuk golongan muda sejaman dengan dua tokoh senior
tersebut adalah Robiini yang pada tahun 1928 menjadi salah satu anggota panitia
Kongres Pemuda dari Pemoeda Kaoem Betawi.
Tunggu
deskripsi lengkapnya
Dr Mohamad Joesoef: Tak Kenal
Maka Tak Sayang
Setelah
menyelesaikan sekolah dasar berbahasa Belanda (ELS), Mohamad Joesoef
melanjutkan studi ke sekolah kedokteran (Docter Djawa School/STOVIA) di Batavia
pada tahun 1904. Pada tahun 1905 Mohamad Joesoef lulus ujian transisi naik dari
kelas satu ke kelas dua tingkat persiapan.

antara lain Abdoel Hakim Nasoetion dari Padang Sidempoean, Tjipto
Mangoenkoesoemo dari Poerwadadi, Abdoel Karim Harahap dari Padang Sidempoean, R
Mohamad Roem dari Pati (lihat Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indie, 07-11-1905).
Yang lulus ujian pada kelas tertinggi naik dari kelas lima ke kelas enam antara
lain Mohamad Daoelay, Pratomo dan Djalaloedin,
Pada
tahun 1907 Mohamad Joesoef lulus ujian transisi naik dari kelas tiga tingkat
persiapan ke kelas satu tingkat medik (lihat Het nieuws van den dag voor
Nederlandsch-Indie, 07-10-1907). Yang sama-sama lulus satu kelas dengan Mohamad
Joesoef antara lain Abdoel Rasjid Siregar, R Ismangil, Mohamad Sjaaf dan R
Soesilo. Pada tahun 1908 Mohamad Joesoef lulus ujian naik dari kelas satu ke
kelas dua tingkat medik (lihat Bataviaasch nieuwsblad, 19-09-1908). Di atas
mereka satu tahun yang lulus antara lain R Angka, JB Sitanala dan R Soeradji.
Di atasnya lagi naik dari kelas tiga ke empat antara lain Latumeten, Goenawan
Mangoenkoesoemo, AB Andu, R Soetomo, R Slamet dan Latumeten. Di atasnya lagi
yang lulus antara lain R Soewarno dan di
atasnya lagi yang lulus antara lain Kajadoe. Sedangkan yang lulus ujian akhir
antara lain R Antariksa.
Sebelumnya pada bulan Mei sejumlah siswa
STOVIA yang berasal dari Jawa mendirikan organisasi kebangsaan di Batavia yang
diberi nama Boedi Oetomo Yang ikut
berpartisipasi dari nama-nama yang disebut di atas antara lain R Soewarno, R
Slamet, R Soetomo, Goenawan Mangoenkoesoemo dan Raden Soeradji. Pada bulan
Oktober nun jauh disana di Belanda, pribumi yang studi di Belanda, Radjioen
Harahap gelar Soetan Casajangan berinisiatif mendirikan organisasi kebangsaan
yang diberi nama Indische Vereeniging. Secara aklamasi diangkat Soetan
Casajangan sebagai ketua dan Raden Soemitro sebagai sekretaris. Suatu komite
dibentuk untuk menyusun statuta (AD/ART) yang terdiri dari Soetan Casajangan, R
Soemitro, Hoesein Djajadinbingrat dan Raden Sosro Kartono (abang dari RA
Kartini).
Tunggu deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com



