*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini
Pada masa ini klub studi dari orang
pribumi terpelajar Indonesia pada era Pemerintah Hindia Belanda hanya populer
dan diarahkan pada klub studi Algemeene Studie Club di Bandoeng yang didirikan
tahun 1926 (yang mana ketuanya M Putuhena). Tentu saja tidak hanya itu. Klub
studi pada era yang sama juga didirikan di Soerabaja, Batavia dan Solo. Klub
studi pertama yang didirikan berada di Soerabaja pada tahun 1924.

Studie Club (ASC) adalah klab kuliah umum yang didirikan oleh para intelektual
nasionalis Bumiputera/i di Tanah Pasundan, Bandung pada zaman Hindia Belanda
tahun 1926. Presiden Sukarno adalah salah satu anggota pendirinya. Sebagai
kelanjutan kelompok studi itu, Soekarno dengan kawan-kawan kemudian mendirikan
Perserikatan Nasional Indonesia yang merupakan cikal bakal Partai Nasional
Indonesia pada 4 Juli 1927. Pemerintah kolonial Belanda tampak sangat khawatir
melihat kepopuleran Soekarno, bersama Maskun, Gatot Mangkupradja, Supriadinata
dan pertumbuhan pesat PNI. Dengan dalih menjaga ketertiban dan keamanan,
pemerintah kolonial menangkap dan menahan ratusan aktivis PNI pada 29 Desember
1929. Mereka kemudian diadili ke depan pengadilan Landraad Bandung 18 Desember
1930 dengan pembelaan Indonesia Menggugat. (Wikipedia)
Lantas
bagaimana sejarah klub studi di Solo yang diberi nama ‘Kaoem Indonesia’?
Seperti disebut di atas, klub studi di Solo adalah salah satu klub studi yang
didirikan pada era Pemerintah Hindia Belanda. Lalu bagaimana sejarah klub studi
di Solo? Seperti
kata ahli sejarah
tempo doeloe, semuanya
ada permulaan. Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.
Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.
Pahlawan Indonesia – Klub
Studi ‘Kaoem Indonesia’ di Solo: Klub Studi di Soerabaja, di Bandoeng dan di
Batavia
Klub
studi diantara orang pribumi terpelajar pada era Pemerintah Hindia Belanda
adalah suatu klub yang dibentuk untuk menyatukan sejumlah pihak yang bertujuan
untuk menerjemahkan situasi dan kondisi yang dihadapi masyarakat khususnya
penduduk pribumi. Dalam upaya memahami penduduk (bangsa) sendiri para orang
pribumi terpelajar ini membingkainya dengan teori dan praktek yang mereka pelajari
di sekolah/fakultas maupun berdasarkan pengalaman yang dimiliki. Salah satu
klub studi yang dibentuk berada di Solo yang diberi nama klub studi ‘Kaoem Indonesia’.

‘Klub studi “Kaoem Indonesia”. Solo, 21 Mei. Kemarin malam, di rumah Mr
Soesanto diadakan pertemuan pendiri klub studi Indonesia yang disebut Klub Studi
“Kaoem Indonesia” yang dipimpin oleh Mr Soesanto. Yang bertujuan
mempelajari tanah air dan orang-orang. Untuk mencapai tujuan, ada kuliah dan diskusi.
Pada tanggal 31 Mei, pertemuan anggota akan diadakan di Keparan, dimana klub studi
Soerabaja, Bandoeng dan ‘Batavia akan diundang’.
Tunggu deskripsi lengkapnya
Klub Studi ‘Kaoem Indonesia’
di Solo: Mengapa di Tengah Peradaban Jawa Disebut Kaoem Indonesia
Tunggu
deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com




