Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Menjadi Indonesia (528): Pahlawan Indonesia dan Raden Kamil Guru Studi ke Belanda; Guru Menjadi Anggota Volksraad

Tempo Doelo by Tempo Doelo
12.04.2022
Reading Time: 24 mins read
0
ADVERTISEMENT




false
IN


























































































































































 

RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini

Raden Kamil dapat dikatakan salah
satu mata rantai perjuangan bangsa Indonesia studi ke Belanda dan salah satu
mata rantai guru-guru Indonesia di era Hindia Belanda yang terus berjuang. Oo,
begitu. Memang, siapa Raden Kamil? Nah, itu dia.

ADVERTISEMENT

Kweekschool adalah salah satu
jenjang pendidikan resmi untuk menjadi guru pada zaman Hindia Belanda dengan
pengantar Bahasa Belanda (sejak 1865). Di Belanda sendiri, lembaga tersebut
kini dijuluki Pedagogische academie voor het basisonderwijs (“akademi
pedagogis untuk pendidikan dasar”). Sebagai kelanjutan dari Keputusan
Raja, tanggal 30 September 1848, tentang pembukaan sekolah dasar negeri maka
untuk memenuhi kebutuhan guru pada sekolah-sekolah dasar tersebut dibuka
sekolah pendidikan guru negeri pertamama di Nusantara pada 1852 di Surakarta didasarkan
atas keputusan pemerintah tanggal 30 Agustus 1851. Pada waktu sebelumnya,
Pemerintah telah menyelenggarakan kursus-kursus guru yang diberi nama Normaal
Cursus yang dipersiapkan untuk menghasilkan guru Sekolah Desa. Sekolah guru di
Surakarta ini murid-muridnya diambil dari kalangan priyayi Jawa. Bahasa
pengantarnya adalah bahasa Jawa dan melayu. Setelah pendirian Sekolah guru di
Surakarta berturut-turut didirikan sekolah sejenis di Bukittinggi (Fort de
Kock) pada 1856, Tanah Baru (seharusnta Tanobato), Tapanuli pada 1864, yang
kemudian ditutup pada 1874, Tondano pada 1873, Ambon pada 1874, Probolinggo
pada 1875, Banjarmasin pada 1875, Makassar pada 1876, dan Padang Sidempuan pada
1879. Jenis sekolah ini mengalami pasang surut karena adanya perubahan
kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan sehingga beberapa sekolah
ditutup dengan alasan penghematan keuangan negara. Kweekscool yang ditutup
terletak di Magelang dan Tondano pada 1875, Padang Sidempuan (1891),
Banjarmasin (1893), dan Makassar (1895). Penutupan sekolah ini akibat dari
malaise.
(Wikipedia).

Lantas
bagaimana sejarah Raden Kamil
? Seperti disebut di atas, Raden Kamil adalah salah
satu mata rantai guru studi ke Belanda dan guru-guru Indonesia yang berjuang
dengan cara sendiri. Raden Kamil berjuang hingga ke dewan pusat Voksraad. Lalu
bagaimana sejarah Raden Kamil
? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya
ada permulaan.
Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.

Pahlawan Indonesia dan Raden
Kamil Guru Studi ke Belanda: Guru Menjadi Anggota Volksraad

Raden
Kamil adalah salah satu dari tiga guru muda yang dikirim Pemerintah
Hindia Belanda untuk studi keguruan di Belanda. Dua guru muda lainnya adalah Si
Hamza’ dan Soeyoed. Mereka bertiga berangkat tahun 1877 dengan menumpang kapal
ss Koning der Nederlandern dari Batavia dengan tujuan akhir Nederland (lihat Algemeen
Handelsblad, 30-06-1877). Tidak disebutkan berangkat tanggal berapa. Dari
puluhan penumpang hanya mereka bertiga dengan nama non Eropa/Belanda.

Pengiriman guru ke Belanda berawal dari
inisiatif Sati Nasoetion alias Willem Iskander. Pada tahun 1857, setelah
menyelesaikan sekolah dasar, Sati Nasoetion berangkat ke Belanda untuk studi keguruan
(pribumi pertama studi ke Belanda). Sati Nasoetion lulus di Haarlem dengan akta
guru pada tahun 1860. Sati Nasoetion alias Willem Iskander kembali ke tanah air
pada tahun 1861. Pada tahun 1862 Willem Iskander mendirikan sekolah guru
(kweekschool) di kampongnya di Tanobato (onder afdeeling Mandailing, afdeeling
Angkola Mandailing, residentie Tapanoeli). Pada tahun 1864 Kepala Inspektur
Pendidikan Pribumi CA van der Chijs berkunjung ke Tanobato. Chijs menilai
sekolah guru Tanobato terbaik jika dibandingkan sekolah guru di Soeracarta
(didirikan tahun 1851) dan sekolah guru di Fort de Kock (didirikan tahun 1856).
Atas prestasi Willem Iskander dan sekolah guru Tanobato, pemerintah mengirim
tiga guru muda ke Belanda untuk studi keguruan. Tiga guru yang dikirim
pemerintah adalah Barnas Lubis (lulusan sekolak guru Tanobato), Raden Sorono
dari Soerakarta dan Raden Sasmita dari Bandoeng. Untuk mendamping tuga guru
muda ini diminta Willem Iskander dengan memberi beasiswa kepada Willem Iskander
untuk studi keguruan di Belanda untuk mendapatkan akta guru kepala. Sekolah
guru Tanobato ditutup dan sekolah guru akan dibuka tahun 1879 di Padang
Sidempoean (onderafdeeling Angkola) yang mana sepulang dari Belanda Willem
Iskander akan menjadi direktur. Mereka berempat berangkat dari Batavia bulan
Mei 1874. Akan tetapi mereka berempat tidak kembali satu per satu meninggal
dunia di Belanda antara tahun 1975-1876.

Tidak
lama dari meninggalnya guru Sati Nasoetion alias Willem Iskander di Belanda
pada tanggal 8 Mei 1876 tiga guru muda berangkat dari Hindia menuju Belanda
pada bulan Juni 1877.  Setahun kemudian
Pemerintah Hindia Belanda kembali mengirim dua guru muda studi ke Belanda yakni
Jozias Ratulangi dan Elias Kandou. Kapal ss Prins van Oranje berangkat ke Nederland
dimana terdapat dua nama Jozias Ratulangi dan Elias Kandou (lihat Bataviaasch
handelsblad, 27-04-1878). Si Hamzah tidak lama di Belanda, tidak meneruskan
studi dan kembali ke tanah air. Pada tahun 1880 tiga guru muda, Raden Kami, Jozias
Ratulangie dan Elias Kandou di Belanda pada bulan September diberitakan lulus
ujian dan mendapat akta guru.

Het nieuws van den dag : kleine courant, 23-09-1880:
‘Di antara mereka yang lulus ujian asisten guru kemarin di Haarlem adalah tiga
orang Hindia sejak lahir. Tidak hanya mereka yang lulus, Inspektur Pendidikan
Dasar memberikan selamat secara khusus kepada mereka dengan cara yang mereka
lakukan. Anak-anak muda ini, yang dilatih di negeri Belanda oleh dan di bawah
pengawasan D Hekker Jr. di Amsterdam, bernama: Raden Kamil, lahir di Moentilan
Residentie Kedoe, di Jawa; Jozias Ratu Langie, lahir di Tondano, di Sulawesi,
dan Elias Kandou, lahir di Tonsealama, di Sulawesi’.

Raden
Kamil dkk kembali ke tanah air pada bulan Desember 1880 (lihat Opregte
Haarlemsche Courant, 06-12-1880). Disebutkan Amsterdam 4 Desember berangkat
tujuan akhir Batavia kapal ss Prins van Oranje dimana diantara penumpang
terdapat nama Raden Kamil, Jozias Ratulangi dan Elias Kandou. Dari puluhan
penumpang hanya mereka bertiga nama non Eropa/Belanda. Sementara itu Raden
Soejoed belum menyelesaikan studinya dan masih berada di Belanda.

Dengan lulusnya Raden Kamil, Jozias Ratulangi
dan Elias Kandou studi di Belanda dengan akta guru maka sejauh ini baru empat
pribumi yang berhasil. Seperti disebut di atas Sati Nasoetion alias Willem Iskander
mendapat akta guru di Belanda pada tahun 1860. Ada jarak 20 tahun. Selain itu,
diharapkan Raden Soejoed yang berasal dari Magelang dapat menyelesaikan
studinya di Belanda. Sementara itu Pemerintah Hindia Belanda sudah merencanakan
mengirim tiga guru muda satu dari Residentie Padangsche Benelanden dan dua dari
Residentie Ambon.

Di
tanah air Raden Kamil ditempatkan sebagai guru di sekolah guru di Magelang
sedangkan Ratulangi dan Kandou di sekolah guru di Tondano. Raden Kamil, ditempatkan
di sekolah guru di Magelang pada bulan September (lihat De locomotief :
Samarangsch handels- en advertentie-blad, 01-10-1881). Pada tahun 1881 sekolah
guru yang ada di Hindia Belanda berada di Magelang (suksesi Soeracarta), Fort
de Kock. Tondano (didirkan 1873), Ambon (didirikan 1874), Probolinggo (didirikan
1875), Banjarmasin (1875-1893), Makassar (1876-1895) dan Padang Sidempuan (1879-1891).

Untuk memenuhi kebutuhan guru, selain tetap
akan mengirim guru muda ke Belanda, Pemerintah Hindia Belanda juga melakukan
pelatihan dan ujian khusus 1881. Seorang guru muda Sundanees Mas Ardi Sasmita,
dipanggil pada awal tahun 1881 ini di bawah bimbingan guru Eropa di Cheribon,
untuk memenuhi syarat ujian (akta) guru (bantu), sementara guru muda lulusan sekolah
guru di Fort de Koek Si Hamsnh, yang pernah telah studi di Belanda namun tidak
selesai untuk melakukan ujian dengan terlebih dahulu melanjutkan studinya di
rumah salah satu guru Eropa di Fort de Koek.

Sementara
Raden Kamil, J Ratulangi dan E Kandou sudah aktif mengajar, pada tahun 1882
akhirnya Raden Soejoed berasal dari Magelang lulus mendapat akta guru di
Belanda (lihat Opregte Haarlemsche Courant, 28-04-1882). Disebutkan di
Amsterdam 27 April lulus ujian guru diantaranya Raden Soejoed. Ini dengan
sendirinya menambah jumlah guru lulusan sekolah guru di Belanda.

Raden Soejoed kemudian kembali ke tanah air
(lihat
Het vaderland, 13-07-1882). Disebutkan kapal
ss Conrad berangkat dari Amsterdam menuju Batavia dimana penumpang antara lain
Raden Soejoed. Sebelum Raden Soejoed kembali ke tanah air, dua guru muda dari
Ambon Anakotta dan JH Wattimena berangkat ke Belanda (lihat Het nieuws van den
dag : kleine courant, 16-09-1881). Disebutkan kapal ss Conrad dari Batavia
menuju Amsterdam pada tanggal 13 Agustus 1881 dimana di dalam manifest kapal
ini hanya mereka berdua yang pribumi. JH Wattimena selama mengikuti pendidikan
tidak menemukan kesulitan.

Dalam
perkembanganya Raden Kamil diangkat lagi sebagai guru di sekolah guru di
Magelang (lihat Bataviaasch handelsblad, 21-02-1884). Dalam berita ini juga
disebutkan Raden Soejoed dan Si Hamzah diangkat di sekolah guru Probolinggo.

Pada tahun 1884, JH Wattimena dikabarkan lulus
sekolah guru di Amsterdam dan mendapat akta guru Lager Onderwijs (LO) (lihat
Algemeen Handelsblad, 07-04-1884). Disebutkan dari 14 kandidat yang diuji oleh
Universiteit Amsterdam empat siswa dinyatakan lulus, salah satu diantaranya JH
Wattimena (dari Amsterdam). ME Anakotta sendiri tidak berumur panjang, ME
Anakotta meninggal selama pendidikan karena penyakit paru-paru di Amsterdam.
Ini menambah daftar guru-guru yang meninggal di Belanda. Tiga guru muda yang
dulu tahun 1874 meninggal satu per satu selama pendidikan. Willem Iskander guru
senior yang telah menyelesaikan pendidikannya, sebelum pulang ke tanah air juga
dikabarkan meninggal di Amsterdam. Setelah semua urusan beres di Belanda, JH
Wattimena kembali ke tanah air. Dalam manifes kapal yang diberitakan Algemeen
Handelsblad,  06-09-1884 terdapat nama JH
Wattimena. Kapal Prins van Oranje yang ditumpangi JH Wattimena berangkat dari
Amsterdam menuju Batavia pada tanggal 6 September 1884.

Tunggu deskripsi lengkapnya

Guru dan Sekolah Guru: Guru Willem
Iskander hingga Guru Soetan Goenoeng Moelia

Pada
tanggal 3 Oktober 1908 di Djogjakarta diselenggarakan Kongres Boedi Oetomo yang
pertama. Kongres ini dibuka oleh ketua Boedi Oetomo afdeeling Djogjakarta,
Wahidin Soedirohoesodo. Dalam kongres ini juga hadir pengurus Boedi Oetomo
afdeeling Batavia. Dalam kongres ini juga dihadiri oleh berbagai pihak, juga
pemuka Cina dan pejabat Belanda setempat. Dalam kongres juga hadir Raden Kamil,
Inspektur Pendidikan Pribumi dan dan Raden Atmodirono, arsitek yang keduanya
berdomisili di Semarang.

Organisasi kebangsaan Boedi Oetomo didirikan
di Batavia pada tanggal 20 Mei 1908 oleh sejumlah siswa di Batavia dan sekitar
yang dimotori siswa-siswa STOVIA seperti Raden Soetomo dan Raden Goenawan.
Organisasi kebangsaan pertama didirikan di Padang pada tahun 1900 yang
diinisiasi oleh Saleh Harahap gelar Dja Endar Moeda, seorang pensiunan guru
yang menjadi pemimpin surat kabar Pertja Barat di Padang. Organisasi kebangsaan
di Padang ini diberi nama Medan Perdamaian. Di Belanda, guru Radjioen Harahap
gelar Soetan Casajangan yang tengah studi keguruan melihat arah Boedi Oetomo
telah bergeser dari visi nasional mengerucut menjadi visi kedaerahan (terbatas
di Jawa dan Madoera). Boleh jadi untuk mengantisipasi itu, Boedi Oetomo yang
telah dikooprasi oleh para senior, Soetan Casajangan menginisiasi pembentukan
organisasi (kebangsaan) yang terdiri dari pribumi yang studi di Belanda yang
bervisi nasional (seperti Medan Perdamaian). Pada tanggal 25 Oktober di
kediaman Soetan Casajangan di Leiden berkumpul sebanyak 15 orang sepakat
mendirikan organisasi kebangsaan dengan visi nasional yang diberi nama Indische
Vereeniging. Dalam pertemuan ini secara aklamasi menujuk Soetan Casajangan
sebagai ketua dan Raden Soemitro sebagai sekretaris. Dalam rapat ini juga
dibentuk komite untuk menyusun statuta (AD/ART) yang terdiri dari Soetan
Casajangan, Raden Soemitro, Hoesein Djajadiningrat dan Raden Kartono (abang RA
Kartini). Dalam hal Soetan Casajangan adalah adik kelas Dja Endar Moeda di
sekolah guru Kweekschool Padang Sidempoean.

Kehadiran
Raden Kamil dalam kongres Boedi Oetomo ini dapat dianggap penting. Di satu sisi
salah satu tujuan pendirian Boedi Oetomo adalah peningkatan pendidikan di Jawa,
sementara di sisi lain Raden Kamil sendiri adalah Inspektur Pendidikan Pribumi.
Tahun 1908 ini dapat dikatakan awal momentum peningkatan pendidikan di Jawa.
Peran Raden Kamil menjadi sangat strategis.

 

Inspektur Pendidikan Pribumi adalah jabatan tertinggi
bagi guru pribumi. Dalam hal ini sejak kelulusan di Belanda tahun 1881 telah
berlalu 27 tahun. Pada tahun 1902 Dja Endar Moeda mewakili Medan Perdamaian
mengirimkan sebesar f14.000 bantuan peningkatan pendidikan di Semarang. Bantuan
itu dikirimkan melalui Inspektur Pendidikan Pribumi di Pantai Barat Sumatra,
Charles Adriaan van Ophuijsen untuk diteruskan ke Semarang. Besar dugaan yang
menerima bantuan ini di Semarang adalah Raden Kaml, Inspektur Pendidikan
Pribumi di Jawa. Raden Kamil diangkat sebagai inspektur pendidikan pribumi di
Semarang tahun 1901 (lihat De locomotief : Samarangsch handels- en
advertentie-blad, 02-05-1901). Charles Adriaan van Ophuijsen adalah mantan guru
Dja Endar Moedan dan Soetan Casajangan di Padang Sidempoean. Selama delapan
tahun menjadi guru di Kweekschool Padang Sidempoean, lima tahun terakhir
sebagai direktur sekolah. Sejak 1904 Charles Adriaan van Ophuijsen diangkat
sebagai guru besar di Universiteit Leiden. Pada tahun 1908 ini Soetan
Casajangan menjadi asisten van Ophuijsen di Universitas Leiden dalam pengajaran
bahasa Melayu. Sebagaimana disebut di atas, Raden Kamil adalah salah satu
lulusan sekolah keguruan di Belanda (lulus tahun 1881).  Pada tahun ini CA van Ophuijsen diangkat
sebagai guru di Kweekschool Padang Sidempoean yang belum lama dibuka (dibuka
1879). Salah satu siswa angkatan pertama adalah Dja Endar Moeda (lulius 1884).
Pada tahun 1884 ini Soetan Casajangan diterima di Kweekschool Padang
Sidempoean.

Demikianlah
guru berjuang dengan caranya sendiri-sendiri. Pada tahun 1908 guru-guru Charles
Adrian van Ophuijsen, Raden Kamil, Dja Endar Moeda dan Soetan Casajangan telah
memainkan perang penting dalam awal kebangkitan bangsa. Dua guru inilah yang
pertama kali menginisiasi organisasi kebangsaan: Dja Endar Moeda di dalam
negeri di Padang tahun 1900 dan Soetan Casajangan di luar negeri di Belanda
tahun 1908.

Dja Endar Moeda yang sudah pensiun dari guru,
sebagai pemimpin redaksi surat kabar Pertja Barat di Padang , pada tahun 1898
mengatakan bahwa pendidikan dan jurnalistik sama pentingnya: sama-sama mencerdaskan
bangsa. Dja Endar Moeda adalah pribumi pertama yang memegang posisi editor di
dalam surat kabar (jauh sebelum Tirto Adhi Soerjo). Dja Endar Moeda menjadi
editor Pertja Barat tahun1895, sedangkan Tirto Adi Soerjo memulai tahun 1903 di
Batavia.

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

 

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post

Gunung Tilu Girimukti Juara Keindahan Alamnya

‘Umdah al-Salik wa ‘Uddah al-Nasik

Tips Mudik Lebaran Lewat Jalan Tol, Agar Tak Bosan pada Kemacetan

Iklan

Recommended Stories

Bank Mandiri KCP Pademangan Jakarta

30.12.2015

Resep Ayam Kecap Wijen Masak Bumbu Jahe

28.07.2016

Peta Jakarta dari abad ke-17/18: Satu basis tiga versi (2)

10.03.2025

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?