*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini
Ada perbedaan yang kontras antara
perjuangan Papua di wilayah Indonesia dengan perjuangan Indonesia di wilayah
Papua. Sejak dari awal, yang ada dan terjadi adalah perjuangan Indonesia di
wilayah Papua. Sejarah itu bahkan bermula dari jaman lampau pada era VOC (era
Kerajaan Tidore). Perjuangan Indonesia dalam hal ini adalah perjuangan segenap
bangsa Indonesia di wilayah Hindia Belanda dari mengentaskan Belanda hingga
kini mengentaskan kemiskinan. Perjuangan Indonesia itu berlangsung secara bertahap
sesuai perkembangan permasalahannya. Pada masa ini pembagian wilayah Pupua yang
luas (satu provinsi) menjadi sejumlah provinsi dimaksudkan dalam rangka
meningkatkan kesejahteran (welfare) penduduk dengan prioritas pengentasan
kemiskinan.

Baru di Indonesia (di wilayah Papua). Disebutkan Badan Legislasi (Baleg) DPR RI
menyetujui rancangan undang-undang tiga provinsi baru yaitu daerah otonomi baru
(DOB) di Papua. Tiga rancangan undang-undang itu adalah Rancangan Undang-Undang
(RUU) tentang Provinsi Papua Selatan, Provinsi Papua Tengah, dan Provinsi Papua
Pegunungan Tengah. Baleg menyetujui tiga RUU ini menjadi inisiatif DPR.
Pengambilan keputusan dalam rapat pleno Baleg DPR RI yang digelar pada Rabu
(6/4/2022). Adapun dalam RUU ini wilayah pemekaran provinsi di Papua meliputi:
(1) Papua Tengah (Meepago): ibu kota Timika, Kabupaten Mimika (Kabupaten Paniai,
Kabupaten Mimika, Kabupaten Dogiyai, Kabupaten Deyiai, Kabupaten Intan Jaya, Kabupaten
Puncak); (2) Papua Pegunungan Tengah (Lapago): ibu kota Wamena, Kabupaten
Jayawijaya (Kabupaten Puncak Jaya, Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Lanny Jaya, Kabupaten
Memberamo Tengah, Kabupaten Nduga, Kabupaten Tolikara, Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Yalimo); (3) Papua
Selatan (Ha Anim): ibu kota Merauke (Kabupaten Merauke, Kabupaten Mappi, Kabupaten
Asmat, Kabupaten Boven Digoel). (Merdeka.com)
Lantas
bagaimana sejarah perjuangan
Indonesia di Papua? Seperti disebut di atas, wilayah Papua adalah
wilayah sisa Nusantara yang menjadi wilayah Hindia Belanda. Seperti di daerah-daerah
lain termasuk di Sumatra dan Jawa, perjuangan Indonesia juga berlangsung di
daerah Papua. Lalu bagaimana sejarah perjuangan Indonesia di Papua? Seperti kata ahli sejarah
tempo doeloe, semuanya
ada permulaan. Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.
Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.
Pahlawan Indonesia dan
Perjuangan Indonesia di Papua: Tahapan Pembagian Wilayah Menurut Masa
Tunggu
deskripsi lengkapnya
Perjuangan Indonesia di Papua:
Pengentasan Belanda hingga Pengentasan Kemiskinan
Tunggu
deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com






