Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Menjadi Indonesia (514): Pahlawan Indonesia-Guru Bahasa Melayu; Pengajaran Bahasa Melayu di Malaysia, Sejak Kapan?

Tempo Doelo by Tempo Doelo
05.04.2022
Reading Time: 22 mins read
0
ADVERTISEMENT




false
IN


























































































































































 

RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini

Pada artikel sebelum ini
dideskripsikan transformasi bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia sebagai
lingua franca di wilayah nusantara (Hindia Belanda). Keberadaan bahasa Melayu
sendiri sudah eksis sejak zaman kuno seperti dapat diperhatikan pada prasasti
Kedukan Bukit 682 M. Pada era ini juga diketahui bahasa Melayu sebagai bahasa
pengantar di sekitar pelabuhan Canton (pantai timur Tiongkok). Pada saat orang
Belanda datang ke Hindia Timur (1505-1597)  lebih dulu belajar bahasa Melayu di
Madagaskar. Kamus bahasa Melayu mulai dikembangkan dan tata bahasa Melayu mulai
dipelajari. Tata bahasa Melayu adalah materi utama dalam pengajaran bahasa
Melayu.

ADVERTISEMENT

Sejak kapan pengajaran bahasa Melayu dimulai tidak
diketahui secara pasti. Kebutuhan pelajaran bahasa Melayu terutama ditujukan
kepada orang-oranfg Eropa yang ingin bisa berbahasa Melayu. Dalam sejarah
pengajaran bahasa Melayu di Hindia tidak dimulai di Batavia tetapi dimulai di
Belanda. Para pengajar adalah orang-orang Belanda sendiri yang pernah di Hindia
Belanda. Pengajaran bahasa Melayu menjadi sempurna di Belanda sejak kehadiran
Charles Adrian van Ophuijsen pada tahun 1904 di Belanda yang diangkat sebagao
dosen bahasa Melayu di Universiteit Leiden. Pada tahun 1912 Prof CA van
Ophuijsen menerbitkan buku tata bahasa Melayu. CA van Ophuijsen sendiri awalnya
sebagai guru bahasa Melayu di sekolah guru Kweekschool Padang Sidempoean,
Residentie Tapanoeli. Sejak CA van Ophuijsen menhajar bahasa Melayu di
Universiteit Leiden pengajaran bahasa Melayu semakin intens dilakukan. Salah
satu pribumi yang membantu pengajaran bahasa Melayu di Universiteit Leiden
adalah Radjioen Harahap gelar Soetan Casajangan (mantan muridnya di Kweekschool
Padang Sidempoean). Dari delapan tahun CA van Ophuijsen sebagai guru di
Kweekschool Padang Sidempoean sejak 1881, lima tahun terakhir menjadi direktur
sekolah.

Lantas
bagaimana sejarah pengajaran bahasa Melayu? Seperti disebut di atas, sejarah
bahasa Melayu adalah satu hal, sedangkan pengajaran bahasa Melayu adalah hal
lain lagi. Pengajaran bahasa Melayu mulai intens dilakukan sejak era Prof CA
van Ophuijsen di Belanda. Lalu bagaimana sejarah pengajaran bahasa Melayu? Sejak
kapan pengajaran bahasa Melayu di Malaysia? Seperti kata ahli
sejarah
tempo doeloe,
semuanya
ada permulaan.
Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.

Pahlawan Indonesia – Guru
Bahasa Melayu: Tata Bahasa Melayu Karya Prof Charles Adriaan van Ophuijsen

Bahasa
Melayu sudah sejak lama digunakan di berbagai tempat di Hindia Belanda (baca:
Indonesia), terutama di kota-kota utama yang bersifat melting pot. Sudah barang
tentu pengajaran bahasa Melayu tidak dilakukan di sekolah berbahasa Belanda
(ELS). Demikian juga tidak akan diajarkan di sekolah menengah (HBS) yang belum
lama dibuka, yakni pada tahun 1860.

Sejak 1848 sudah banyak sekolah pemerintah
untuk siswa pribumi yang dibangun. Tentu saja di sekolah pemerintah tersebut
(sekolah dasar) tidak diajarkan bahasa Melayu. Meski bahasa pengantar di
sekolah kedokteran (Docter Djawa School) yang dibuka sejak 1851 adalah campuran
bahasa Melayu dan bahasa Belanda tentu saja tidak ada pengajaran (pelajaran)
bahasa Melayu, Pengajaran bahasa Melayu hanya dimungkinkan di sekolah guru
pribumi (inlandshe kweekschool). Sekolah guru yang menerima lulusan sekolah
(dasar) pemerintah yang dididik untuk menjadi guru. Hingga tahun 1862 baru ada
tiga sekolah guru (kweekschool), yakni di Soeracarta (dibuka 1851), di Fort de
Kock (dibukan 1856) dan di Tanobato, Afdeeling Angkola Mandailing Residentie
Tapanoeli.

Pada
tahun 1864 Kepala Inspektur Pendidikan Pribumi, CA van der Chijs berkunjung ke
sekolah guru Kweeschool Tanobato. Dari laporannya yang dipublikasikan pada
tahun 1865 bahasa Melayu diajarkan di Kweekschool Tanobato. CA van der Chijs
juga pernah menyebutkan diantara tiga sekolah guru yang ada (di Hindia Belanda)
hanya Kweekschool Tanobato yang berkualitas. Dalam hal ini tampaknya ada
korelasi antara sekolah berkualitas dengan kurilum yang memadai, termasuk dalam
pengajaran bahasa Melayu. Laporan Chijs juga mengindikasikan sekolah guru di
Fort de Kock gagal total. Menurut Chijs sekolah guru Fort de Kock tidak pantas
memakai nama sekolah guru. Laporan Chijs menggarisbawahi siswa-siswa sekolah
guru Tanobato juga belajar tiga bahasa sekaligus. Menurut Chijs disini
(maksudnya Tanobato) bahasa Melayu diajarkan oleh orang non Maleijer, di daerah
non-Melayu dengan sangat baik. Buku Braven Hendrik yang terkenal di Eropa telah
diterjemahkan ke dalam bahasa Angkola Mandailing.

Nieuwe Rotterdamsche courant: staats-,
handels, nieuws- en advertentieblad, 20-03-1865: ‘Izinkan saya mewakili orang
yang pernah ke daerah ini. Di bawah kepemimpinan Godon daerah ini telah banyak
berubah, perbaikan perumahan, pembuatan jalan-jalan. Satu hal yang penting
tentang Godon telah membawa Willem Iskander studi ke Belanda dan telah kembali ke
kampungnya. Ketika saya tiba, disambut oleh Willem Iskander, kepala sekolah
dari Tanabato diikuti dengan enam belas murid-muridnya, Willem Iskander duduk
di atas kuda dengan pakaian Eropa dan murid-muridnya dengan kostum daerah….Saya
tahun lalu ke tempat dimana sekolah Willem Iskander didirikan di Tanobato…siswa
datang dari seluruh Bataklanden…mereka telah diajarkan aritmatika, ilmu alam,
prinsip-prinsip fisika, sejarah, geografi, matematika…bahasa Melayu, bahasa
Batak dan bahasa Belanda….saya sangat puas dengan kinerja sekolah ini’. Java-bode:
nieuws, handels- en advertentieblad voor Nederlandsch-Indie, 14-11-1868
; ‘Mari
kita mengajarkan orang Jawa, bahwa hidup adalah perjuangan. Mengentaskan
kehidupan yang kotor dari selokan (candu opium). Mari kita memperluas
pendidikan sehingga penduduk asli dari kebodohan’. Orang Jawa, harus belajar
untuk berdiri di atas kaki sendiri. Awalnya Chijs mendapat kesan (sebelum ke
Tanobato) di Pantai Barat Sumatra mungkin diperlukan seribu tahun sebelum
realisasi gagasan pendidikan (sebaliknya apa yang dilihatnya sudah terealisasi
dengan baik). Kenyataan yang terjadi di Mandailing dan Angkola bukan dongeng,
ini benar-benar terjadi, tandas Chijs’

Apa
yang dilaporkan oleh Kepala Inspektur Pendidikan Pribumi tahun 1865
mengindikasikan pengajaran bahasa Melayu dilakukan di sekolah guru Kweekschool
Tanobato. Boleh jadi hanya di sekolah ini diantara tiga sekolah guru yang ada
yang dilakukan pengajaran bahasa Melayu. Sejauh ini, hanya di sekolah guru
Tanobato yang diketahui dilakukan pengajaran bahasa Melayu.

Sekolah guru di Tanobato belum lama dibuka.
Ini bermula tahun 1857, Sati Nasoetion lulusan sekolah dasar pemerintah di
Panjaboengan (onderafdeeling Mandailing) tidak melanjutkan studi ke sekolah
kedokteran di Batavia dan juga tidak melanjutkan ke sekolah guru yang baru
dibuka di Fort de Kock. Sati Nasoetion berangkat ke Belanda untuk melanjutkan
studi (pribumi pertama studi ke Belanda). Sati Nasoetion lulus ujian tahun 1860
dan mendapat akta guru. Pada tahun 1861 Sati Nasoetion alias Willem Iskander
kembali ke tanah air. Pada tahun 1862 Willem Iskander membuka sekolah guru di
kampongnya di Tanobato (menjadi sekolah guru ketiga di Hindia Belanda).
Pengasuh sekolah guru di Soeracarta dan di Fort de Kock adalah orang Belanda.
Hanya di Tanobato yang diasuh oleh orang pribumi dengan akta guru dari Belanda.
Dengan kata lain di tiga sekolah guru itu sama-sama memiliki akta guru dari
Belanda.

Pengajaran
bahasa Melayu di sekolah guru Tanobato sudah barang tentu dilakukan dengan
metode pengajaran dengan kurikulum (seperti mata pelajaran lainnya). Dari
laporan CA van der Chijs juga diketahui di sekolah guru Tanobato diadakan
pengajan bahasa Batak dan bahasa Belanda. Sudah barang tentu pula dua pelajaran
bahasa itu dilakukanh dengan metode kurikulum.

Jauh sebelum buku Tata Bahasa Melayu disusun
oleh Gharles Adrian van Ophuijsen (1912), sudah ada buku Tata Bahasa Batak yang
disusun oleh Dr NH van der Tuuk. Buku Tata Bahasa Batak pada tahun 1857. Dalam
surat-surat NH van der Tuuk diketahui, AP Godon (asisten residen Angkola
Mandailing) dan Sati Nasoetion (asisten penulis AP Godon) termasuk naras sumber
dari NH van der Tuuk (sebelum Sati Nasoetion berangkat studi ke Belanda). Besar
dugaan, metode pengajaran (kurikulum) bahasa Melayu di sekolah guru Tanobato
diadopsi Willem Iskander dari buku Tata Bahasa Batak dan buku Tata Bahasa
Belanda. Dalam hal ini, sangat masuk akal bahwa pengajaran bahasa Melayu (di
sekolah) pertama diadakan di sekolah guru Tanobato. Lagi pula, Sati Nasoetion
alias Willem Iskander sangat piawai dalam bidang linguistik (bahasa-bahasa). Willem Iskander kelak lebih dikenal sebagai kakek buyut dari Prof Andi Hakim Nasoetion (Rektor IPB Bogor 1978-1987). 

Pada
tahun 1875 seorang yang baru lulus di Belanda, bernama Charles Adrian van
Ophuijsen diangkat sebagai pegawai pemerintah dan ditempatkan di Panjaboengan (oderafdeeling
Mandailing) sebagai pengawas (Opziener). Anehnya, sebaga pengawas pemerinth
mngisi waktunya mempelajari sastra Batak yang menarik perhatiannya. Di daerah
ini van Ophuijsen juga mulai mempelajari bahasa Melayu (tentu saja sebagian orang
Angkola Mandailing bisa berbahasa Melayu / dwi bahasa seperti masa kini). Seperti
halnya sebelumnya Willem Iskander, dari daerah inilah awal mula CA van
Ophuijsen menjadi pengajar bahasa Melayu.

Pada tahun 1879 Gubernur Jenderal berkunjung
ke Afdeeling Angkola Mandailing. Pada saat di Panjaboengan Gubernur Jenderal menganjurkan
CA van Ophuijsen untuk menjadi guru (karena lebih sesuai) karena di sekolah
guru masih kekurangan guru. Gayung bersambut. Lalu CA van Ophuijsen
mempersiapkan diri. Pada tahun 1879 yang bersamaan dengan dibnkanya sekolah
guru Kweekschool Padang Sidempoean (di onderafdeeling Angkola), CA van
Ophuijsen mengikuti ujian di bawah suatu komite yang dibentuk di Padang. CA van
Ophuijsen lulus ujian guru dan juga lulus untuk pelajaran botani. CA van Ophuijsen
yang telah mendapat akta guru diangkat pemerintah sebagai guru dan ditempatkan
di sekolah guru Kweekschool Probolinggo sebagai guru bahasa Melayu. Pada tahun
1881 CA van Ophuijsen dipindahkan dari Kweekschool Probolinggo ke Kweekschool
Padang Sidempoean (tentu saja akan mengajar bahasa Melayu dan pelajaran Botani).

Di
Padang Sidempoean, sementara mengajar di sekolah guru, CA van Ophuijsen
melakukan banyak penelitian yang juga melibatkan siswa-siswa tentang
kesusastraan Batak, kebudayaan Batak dan berbagai kajian tentang bahasa Melayu.
Tulisan-tulisannya diterbitkan dalam bentuk buku dan juga dikirim ke
majalah)-majalah) yang terbit di Batavia. Saat di Padang Sidempoean ini, CA van
Ophuijsen, atas prestasinya di bidang penelitian, diangkat (bebas biaya dan
iuran) menjadi anggota Bataviaasch Genootschap Van Kunsten En Wetenschappen. CA
van Ophuijsen semakin nyaman di Padang Sidempoean, tidak hanya telah diiangkat
sebagai direktur Kweekschool Padang Sidempoean juga telah menjjadi anggota yang
terhormat lembaga ilmu pengetahuan di Batavia (Bataviaasch Genootschap Van
Kunsten En Wetenschappen).

Selama delapan tahun sebagai guru di
Kweekschool Padang Sidempoean yang mana lima tahun terakhir menjadi direktur, ada
dua siswa Charles Adrian van Ophuijsen yang sangat berbakat yang kelak menjadi
terkenal. Kedua siswa itu adalah Saleh Harahap gelar Dja Endar Moeda (lulus
tahun 1884) dan Radjioen Harahap gelar Soetan Casajangan (lulus 1887). Pada
waktunya nanti ketika Charles Adriaan van Ophuijsen sebagai guru besar di
Universiteit Leiden, Soetan Casajangan yang tengah melanjutkan studi keguruan
di Belanda menjadi asisten Prof CA van Ophuijsen dalam pengajaran bahasa
Melayu.

Prestasi
Charles Adrian van Ophuijsen sebagai guru di Kweekschool Padang Sidempoean, Gubenur
Jenderal pada tahun 1889 mengangkat direktur Kweekschool Padang Sidempoean menjadi
Kepala Inspektur Pendidikan Pribumi di Province Sumatra’s Westkust (Provinsi
Pantai Barat Sumatra) di Padang. Province Sumatra’s Westkust terdiri dari tigas
residentie: Residentie Padangsche Benelanden, Residentie Padangsche Bovenlanden
dan Residentie Tapanoeli, Dengan demikian, meski sudah berkantor di Padang,
karena fungsi dan perannya sebagai inspektur pendidikan pribumi di Province
Sumatra’s Westkust masuh terhubung dengan Kweekschool Padang Sidempoean.

Murid-murid Charles Adrian van Ophuijsen di
Kweekschool Padang Sidempoean, sudah cukup banyak (selama delapan tahun), tentu
saja yang terkenal adalah Dja Endar Moeda dan Soetan Casajangan, tetapi juga terdapat
murid-muridnya yang kemudian dikenal sebagai ayah dari orang-orang terkenal
seperti Mangaradja Hamonangan, ayah dari Todoeng Harahap gelar Soetan Goenoeng
Moelia (guru bergelar doktor yang menjadi Menteri Pendidikan RI kedua
menggantikan Ki Hadjar Dewantara); Soetan Pangoerabaan (ayah dari para sastrawan
Armijn Pane dan Sanoesi Paane); Soetan Martoewa Radja, guru terkenal di Taroetoeng
dan direktur sekolah guru Normaal School di Pematang Siantar ayah dari Ir MO
Parlindoengan).

Pada
tahun 1904 Charles Adrian van Ophuijsen, Kepala Inspektur Pendidikan Pribumi di
Province Sumatra’s Westkust diangkat menjadi guru besar di Universitas Leiden.
Pada tahun 1905 Soetan Casajangan pensiun diri menjadi guru di Padang
Sidempoean dan melanjutkan studi keguruan ke Belanda. Dalam satu artikelnya
yang dimuat pada majalah yang terbit di Belanda Bintang Hindia, salah satu yang
pertama dihubunginya di Belanda adalah Prof CA van Ophuijsen. Pada saat inilah
asal usul pengajaran bahasa Malayu di tingkat universitas dimana yang menjadi
dosen adalah Prof CA van Ophuijsen dan asistenya Soetan Casajangan, dua guru
dan murid yang pernah di (kweekschool) Padang Sidempoean.

Tunggu
deskripsi lengkapnya

Guru-Guru Indonesia: Sejak
Kapan Mulai Pengajaran Bahasa Melayu di Malaysia?

Tunggu
deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

 

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post

BERPUASA DENGAN LANDASAN IMAN DAN MENGHARAP PAHALA

Inilah 5 Tempat dan Cara Ngabuburit yang Menambah Pahala

Inilah 5 Tempat dan Cara Ngabuburit yang Menambah Pahala

Iklan

Recommended Stories

Misteri Manusia Purba – Benarkah Nabi Adam Tingginya Mencapai 27 Meter?

Sensasi Perjalanan dan Keindahan Alam di Jalur Cangar kota Batu

08.04.2015
Menanti Kedatangan Umar dan Shalahuddin

Milkiyo, Kenikmatan Susu Sapi Segar di Pontianak

14.12.2018
Alamat PT Pegadaian Di Gianyar

Alamat PT Pegadaian Di Gianyar

18.04.2017

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

21.01.2026
Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

21.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?