Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Menjadi Indonesia (508): Pahlawan Indonesia – Gondowinoto Studi Hukum di Belanda; Pribumi Bergelar Doktor Hukum

Tempo Doelo by Tempo Doelo
02.04.2022
Reading Time: 22 mins read
0
ADVERTISEMENT




false
IN


























































































































































 

RELATED POSTS

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini

Siapa Gondowinoto? Sudah ada yang
menulis narasi sejarahnya. Semua narasi yang ada tampaknya mengacu pada buku
Poeze. Okelah utu juga berguna. Lantas mengapa narasi sejarah Gondowinoto yang
disebut sarjana hukum (Mr) Indonesia harus ditulis lagi, Sejauh data baru
ditemukan, narasi sejarah tetap harus ditulis. Semakin banyak data yang
tersedia semakin lengkap penulisan narasi sejarah. Sejarah sendiri adalah
narasi fakta dan data.

ADVERTISEMENT

Sejarawan Harry A. Poeze dalam
bukunya yang berjudul: “Di Negeri Penjajah”, menyebut orang Indonesia
pertama yang meraih gelar Meester in de rechten (Mr.) atau sarjana hukum adalah
Raden Mas Gondowinoto pada 1918. Meskipun demikian, juga ada pendapat lain yang
mengatakan bahwa Sarjana Hukum pertama orang Hindia Belanda adalah Oi Jan Lee.
Namun artikel ini bermaksud mengacu pada orang pribumi pertama peraih gelar
sarjana hukum. Universitas Leiden. Universiteit Leiden, Belanda, memiliki
sejarah yang cukup dekat dengan komunitas hukum Indonesia. Gondowinoto lahir
pada 1889 di Yogyakarta. Putra dari Pangeran Notodirodjo, saudara Pakoe Alam
VI. Ayahnya sangat peduli dengan pendidikan. Karenanya dia dan saudara-saudaranya
dimasukkan ke sekolah Belanda. Setelah lulus pendidikan ELS dan HBS pada 1907,
dia menyusul kakaknya, Raden Mas Notokworo, meneruskan pendidikan ke Negeri
Belanda. Notokworo menjadi orang Indonesia pertama yang menjadi dokter dari
Universitas Leiden tanpa lebih dulu mengikuti pendidikan STOVIA. Pada 1910,
Gondowinoto, yang menguasai bahasa Latin dan Yunani, mengikuti langkah kakaknya
yang lain, Noto Soeroto, mengambil jurusan hukum di Universitas Leiden. Noto
Soeroto menjadi orang Indonesia pertama yang menempuh ujian kandidat hukum atau
kandidaatexamen (semacam sarjana muda). Namun, dia gagal meraih gelar Mr.
Sehingga Gondowinoto yang menjadi orang Indonesia pertama meraih gelar Mr pada
tahun 1918
(https://www.hukumindo.com)

Lantas
bagaimana sejarah Gondowinoto? Seperti disebut di atas, Gondowinoto studi hukum
di Belanda dan dianggap sebagai pribumi pertama sarjana hukum (Mr). Lalu
bagaimana sejarah Gondowinoto? Seperti kata ahli
sejarah tempo doeloe, semuanya
ada permulaan.
Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.

Pahlawan Indonesia dan
Gondowinoto: Studi Hukum di Belanda

Setelah
lulus sekolah dasar berbahasa Belanda (ELS), Gondowinoto melanjutkan sekolah
menengah (HBS). Pada tahun 1902 Gondowinoto lulus ujian masuk di HBS Semarang
(lihat Soerabaijasch handelsblad, 03-05-1902). Pada tahun 1903 Gondowinoto
lulus ujian transisi naik dari kelas satu ke kelas dua di HBS Semarang (lihat De
locomotief, 04-05-1903). Yang sama satu kelas dengan Raden Mas Gondowinoto antara
lain Raden Slamet dan RM Manoerijo. Di atas mereka satu tahun (naik ke kelas
tiga) antara lain RM Notosoeroto, RM Aboesono, Raden Achmat dan Raden Soedjono.
Yang naik ke kelas empat antara laon Raden Noer Singgih dan RM Moeliono. Pada
kelas tertinggi naik ke kelas lima tidak ada nama non Eropa/Belanda.

Pada tahun 1903 Dr AA Fokker akan menerbitkan
majalah dwi mingguan di Belanda yang diberi nama Biintang Hindia. Untuk
mendukung rencana tersebut, AA Fokker bekerjasama dengan Dja Endar Moeda, pemimpin
surat kabar Pertja Barat di Padang. Dalam hubungan ini, Dja Endar Moeda juga
merekomendasikan Abdoel Rivai. Dalam kunjungan Dja Endar Moeda pada tahun 1903
ini ke Belanda, membawa dua guru untuk membantu Bintang Hindia yakni Radjioen
Harahap gelar Soetan Casajangan dan Djamaloedin. Soetan Casajangan adalah guru
di Padang Sidempoean yang juga merupakan adik kelas Dja Endar Moeda di sekolah
guru Kweekschool Padang Sidempoean. Sedangkan Djamaloedin adalah guru muda
lulusan Kweekschool Fort de Kock yang selama ini membantu Dja Endar Moeda
sebagai editor pada majalah Insulinden yang terbit di Padang. Pada awal tahun
1905 Soetan Casajangan pulang ke ke tanah air sehubungan dengan rencananya
untuk melanjutkan studi di Belanda. Soetan Casajangan berangkat kembali ke
Belanda pada bulan Juli 1905. Pada akhir tahun 1905 Soetan Casajangan menulis
artikel yang dimuat di Bintang Hindia yang berisi tentang ajakan studi ke
Belanda yang disertai tip persiapan di tanah air, selama pelayaran dan selama
studi. Soetan Casajangan juga menginformasikan perguruan tinggio yang dapat
dipilih oleh siswa asal Hindia.

Pada
tahun 1904 RM Gondowinoto nak dari kelas dua ke kelas tiga (lihat De locomotief,
26-04-1904). Raden Slamet dan RM Manoerijo juga naik ke kelas tiga. Di bawah
mereka satu tahun yang naik ke kelas dua antara lain RM Soegdjarto, Raden
Simbardjo, Jap Hong Tjoen, RM Soemito, Raden Soebiakto, RM Soehoed, RM
Notodiningrat, RM Soerjopoetro dan Be Tiat Tjong. Pada tahun 1905 RM
Gondowinoto lulus ujian naik ke kelas empat (lihat De Preanger-bode, 27-04-1905).
Yang sama-sama naik kelas empat antara lain RM Moenarjo dan Raden Achmat. Yang
lulus pada kelas terendah naik ke kelas dua antara lain RM Oetarjo.RM Alibazah
dan Be Soen Tjong. Pada kelas tertinggi naik ke kelas lima RM Notosoeoroto, Jap
Soen Tjong dan RM Soedjono.

Pada tahun 1906 Raden Mas Notosoeroto lulus
ujian akhir di HBS Semarang (lihat De locomotief, 21-05-1906). RM Notosoerorto
adalah saudara RM Gondowinoto, putra RMA Notodirpdjo (kerabat Pakoealaman).
Pada bulan Juli R< Notosoeroto berangkan ke Belanda (lihat De locomotief, 20-07-1906).
Disebitkan kapal ss Ophir berangkat dari Semarang dengan tujuan akhir
Nederland. Hanya Notosoeroto dengan nama non Eropa/Belanda dan sebagian besar
penunpang adalah militer. Sebagaimana diketahui RMA Notodirodjo adalah
pensiunan militer dengan pangkat terakhir Majoor. Sementara itu satu putra
Notodirodjo sudah ada yang studi di Belanda, berangkat tahun 1905.

Pada
tahun 1907 RM Gondowinoto lulus ujian akhir di HBS Semarang (lihat De
locomotief, 04-06-1907). Yang sama-sama lulus di HBS Semarang antara lain RM
Moenarijo dan RM Soedjono. Sementara yang lulus di Batavia antara lain Mas
Doeta Koesoemoningrat. Sedangkan di Soerabaja hanya satu siswa yang lulus. Dalam
hal ini RM Gondowonoto lancar dalam studi (tidak pernah ketinggalan kelas).
Lalu Gondowinoto melanjutkan studi ke Belanda.

Seperti halnya saudara-saudaranya langsung
berangkat ke Belanda. RM Gondowinoto berangkat 29 Agustus dengan kapal ss
Vondel dari Batavia dengan tujuan akhir Nederland (lihat Sumatra-bode, 26-08-1907).
Kapal ss Vondel singgah tanggal 22 September di Genua (lihat Het vaderland, 25-09-1907).
Yang satu kapal antara lain A Baadilla. Pada tahun 1908 satu lagi putra
Notodirodjo yang lulus ujian HBS Semarang adan berangkat ke Belanda adalah RM
Notodiningrat. RM Notodiningrat lulus di HBS Semarang (lihat De locomotief, 03-06-1908)
dan berangkat dari Batavia dengan kapal ss Willis 23 Juli dari Semarang dengan tujuan
akhir Nederland (lihat De locomotief, 20-07-1908). Yang juga dalam satu kapal
antara lain RM Oetarjo dengan sebagian besar penumpang adalah militer. Kapal
telah singgah di Marseille tanggal 16 Agustus (lihat Haagsche courant, 20-08-1908).

Dimana
RM Gondowinoto studi berlum diketahui. Hal ini karena harus memenuhi syarat
dengan lulus ujian nasional masuk perguruan tinggi (semacam UMPTN pada masa
ini). Yang jelas Gondowinoto bersaudara sudah ada empat orang, putra Majoor
tituler RMA Notodirodjo di Belanda,

Pada bulan Oktober 1908 di Belanda, Radjioen
Harahap gelar Soetan Casajangan meminta Raden Soemitro (lulusan HBS di Belanda)
yang telah diterima di Nederlanasch Administrative Diesnt untuk mengirimkan
undangan kepada semua mahasiswa pribumi di berbagai kota di Belanda. Pada
tanggal 25 Oktober di tempat kediaman Soetan Casajangan di Leiden berkumpul 15
orang mahasiswa. Semua setuju dengan pembentukan organisasi mahasiswa yang
diberi nama Indische Vereeniging. Lalu secara aklamasi diangkat sebagai ketua
Soetan Casajangan dan Raden Soemitro sebagai sekretaris. Soetan Casajangan
adalah mahsiswa kedua di Belanda tiba tahun 1903 (yang pertama adalah Raden
Kartono, abang dari RA Kartini). Dalam pembentukan organisasi ini turut
dihadiri Gondowinoto bersaudara.

RM
Gondowinoto studi hukum di Leiden bersama Notosoeroto sedangkan Notodingrat di
Technische Hoogeschoool di Delft (lihat De nieuwe courant, 17-12-1910). Dalam
berita ini juga disebutkan ketiganya telah mengajukan diri untuk militer
cadangan di tentara Belanda. Pada tahun 1911 permohonan itu masih
dipertimbangkan di Tweede Kamer (lihat De Maasbode, 29-06-1911). Pada tahun
1912 RM Gondowinoto lulus ujian kandidat di Leiden (lihat Het vaderland, 19-06-1912).
Sementara saudara tertua mereka, Notokworo studi kedokteran di Amsterdam.

Pada tahun 1911 salah satu siswa sekolah guru
di Jogjakarta Sjamsi Sastra Widagda dikirim pengrus Boedi Oetomo untuk
melanjutkan studi di Belanda. Sjamsi Sastra Widagda dititipkan kepada Soetan
Casajangan dan mengawasinya pendidiknya di Haarlem. Pada rapat tahunan Boedi
Oetomo yang diadakan di Jogjakarta tahun 1912 pengurus mendapat serangan
pertanyaan setelah ketua Notokoesoemo berbicara yang intinya apa yang telah
bisa diperbuat para pengurus. Notokoesoemo menjawab untuk menjalankan program
peningkatan guru telah dilakukan penerbitan majalah Goeroe Desa dan pengiriman
siswa sekolah guru melanjutkan studi ke Belanda. Pada hari kedua pertemuan
Notokoesoemo tidak hadir tetapi menimpikan surat. Lalu surat dibaca yang
menyatakan Notokoesoemo mengundurkan diri. Lalu pengurus yang lain mengundurkan
diri (padahal masih tersisa dua tahun lagi masa kepengurusan). Lalu muncul mosi
untuk pemilihan pengurus baru. Dalam pemilihan ketua terpilih RMA Notodirodjo
(ayah dari Gondowinoto bersaudara). Lalu bagaimana nasib Sjamsi Sastra Widagda?
Soetan Casajangan sendiri pada tahun 1911 lulus ujian mendapat akata guru MO
(sarjana pendidikan, setara lulusan IKIP pada masa ini). Pada tahun 1911 ini
Soetan Casajangan diangkat sebagai guru bahasa Melayu di Handelsschool di
Amsterdam. Saat inilah Soetan Casajangan, mantan ketua Indische Vereeniging
yang pertama berininisiatif bersama Abdoel Firman Siregar gelar Mangaradja
Soangkoepan membentuk studiefond. Dana yang terkumpul tumbuh dan cepat
berkembang. Pada saat Soetan Casajangan akan kembali ke tanah air karena telah
diangkat sebagai direktur sekolah guru di Fort de Kock, dalam pertemuan
Indische Vereeniging, Soetan Casajangan menitipkan pesan agara alokasi dana
studiefond porsinya lebih banyak untuk mahaiswa yang mengambil studi keguruan
karena peningkatan pendidikan pribumi di Hindia masih diperlukan. Namun dalam
pertemuan itu Notosoeroto keberatan, dan sebaliknya lebih ditujukan kepada
mahasiswa yang akan mengambil kedokteran, teknik dan hukum. Tampaknya cara pandang Soetan Casajangan berbeda dengan cara pandang Notosoeroto. Memang Soetan
Casajangan berhak meminta alokasi itu karena studiefond adalah inisiatifnya.
Lalu bagaimana nasib Sjamsi Sastra Widagda?

Tunggu
deskripsi lengkapnya

Mr Gondowinoto: Pribumi
Bergelar Doktor Hukum

RM
Gondowinoto lulus ujian akhir dan mendapat gelar sarjana hukum (Mr) di Leiden
pada tahun 1918 (lihat  De Tijd :
godsdienstig-staatkundig dagblad, 03-07-1918). Disebutkan RM Gondowinoto
berasal dari Soerabaja. RM Gondowinoto tidak segera pulang ke tanah air.
Sebagaimana disebut di atas, Gondowinoto sudah berada di Belanda (Leiden) sejak
1907 (dan belum pernah pulang). Gondowinoto masih melanjutkan studi ke tingkat
doktoral untuk meraih gelar doktor (Ph.D).

Pribumi yang studi di Belanda yang sudah
meraih gelar doktor di Belanda, yang pertama adalah Raden Hoesein
Djajadiningrat pada tahun 1913. Seperti disebut di atas, Hoesein
Djajadiningrat, lulus HBS di Batavia tiba di Belanda tahun 1906. Dr Abdoel
Rivai juga disebut telah meraih gelar doktor di bidang kedokteran di Gent
(Belgia).

Mr RM
Gondowinoto berhasil mempertahankan desertasi dan meraih gelar doktor di bidang
hukum pada tahun 1919 (lihat De Tijd : godsdienstig-staatkundig dagblad, 21-02-1919).
Disebutkan dipromosikan menjadi doktor dengan tesis RM Gondowinoto lahir di
Jogjakarta. Ini menambah jumlah pribumi studi di Belanda yang meraih gelar
doktor.

Sementara semakin banyak yang meraih gelar
sarjana hukum (Mr) di Belanda, jumlag pribumi yang studi di Belanda juga
semakin banyak yang meraih gelar doktor di bidang hukum. Gondokoesoemo, lulusan
Rechtschoool Batavia yang kemudian melanjutkan studi ke Belanda tahun 1920
meraih gelar doktor di bidang hukum pada tahun 19222 (lihat De standaard, 29-06-1922).
Gondokoesoemo lahir di Blora dengan desertasi ‘Vernietiging van Dorpsbesluiten
in Indie’. Pada bulan Februari di Leiden lulus ujian sarjana hukum, RM Koesoemah
Admadja lahir di Pekalongan (lihat De Maasbode, 25-02-1922). Yang lulus juga ujian
sarjana hukum pada tahun 1922 adalah R Oerip Kartodirdjo dari Madioen; R Moekiman
dari Keboemen; M Besar dari Pekalongan; M Soemardi dari Rembang; R
Sastromoeljono dari Pati; dan R Pandji Singgih dari Pasoeroen (lihat De
Preanger-bode, 22-01-1923). Dalam berita ini juga disebut R Soegondo dari
Rembang promosi bersama Koesoemah Admadja. Pada bulan Juni 1923 Koesoemah
Admadja meraih gelar doktor di bidang hukum (lihat De avondpost, 30-06-1923).
Dalam berita ini juga disebut Mr  Raden
Pandji Singgih berhasil meraih gelar doktor di bidang hukum. Pada tahun 1925
yang meraih gelar doktor di bidang hukum adalah Alinoedin Siregar gelar Radja
Enda Bioemi kelahiran Batang Toroe, Padang Sidempoean (lihat Algemeen
Handelsblad, 30-05-1925) dan R Soebroto, kelahiran Pasoeroean (lihat De
Maasbode, 25-09-1925).

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

 

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Kanker darah tidak boleh makan ini
Sejarah

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

11.07.2024
Sejarah

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

10.07.2024
Sejarah

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

09.07.2024
Sejarah

Apel terakhir pasukan Inggris sebelum meninggalkan Indonesia dan menyerahkan kontrol militer kepada tentara Belanda, 28 November 1946

08.07.2024
Sejarah

Peta kuno dari sekitar tahun 1633: Posisi Nusantara di Asia

07.07.2024
Sejarah

Pemindahan warga Belanda/Indo mantan penghuni kamp Jepang ke Australia, 1946

06.07.2024
Next Post

CARA MEMBUAT PUDING BUNGA TELANG

ORANG BERIMAN DAPAT DUA KEBAHAGIAN SAAT BERBUKA PUASA

Iklan

Recommended Stories

Yovie Widianto, Playlist Pencipta Lagu Terbanyak Di-stream di Dunia

29.10.2020
PBB : Israel Lakukan Kejahatan Kemanusiaan dan Genosida di Palestina

Kode Pos Gedong Tengen, Yogyakarta

25.10.2016

Keistimewaan Hari Arofah By : Ust Husni (Ugm)

10.08.2019

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?