*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini
Seperti halnya pulau-pulau di
(kepulauan) Maluku, penemuan pedalaman di pulau-pulau Timor juga baru terjadi
belakangan. Sementara itu, pulau-pulau di kepulauan Maluku dan kepulauan Nusa
Tenggara (Timor group) sudah dikenal sejak era Portugis/VOC, namun hanya terbatas
di kota-kota pantai. Pada era Pementah Hindia Belanda, pulau-pulau bear di Tmor
Group mulai dikunjungi hingga wilayah pedalaman. Satu yang terlewatkan penemuan
di pedalaman adalah situs-situs jaman kuno yang justru baru ditemukan pada masa
ini.

(sekarang kadang kala digunakan dalam peta-peta geografis dunia), adalah
gugusan pulau-pulau di sebelah timur Pulau Jawa, dari Pulau Bali di sebelah
barat, hingga Pulau Timor di sebelah timur. Kepulauan Barat Daya dan Kepulauan
Tanimbar yang merupakan bagian dari wilayah Provinsi Maluku secara geologis
juga termasuk dalam kepulauan Nusa Tenggara. Pulau-pulau di Timor Group (kini
provinsi Nusa Tenggara Timur) terdapat sejumlah pulau besar yakni Flores, Sumba
dan Timor. Sedangkan pulau-pulau yang lebih kecil antara lain Komodo, Adonara, Solor,
Pantar, Alor, Sawu, Rote dan Atauro (Wikipedia)
Lantas
bagaimana sejarah penemuan pedalaman Flores, Sumba dan Timor? Seperti disebut
di atas, pulau-pulau di wilayah Timor Group sudah lama dikenal, namun penemuan
wilayah pedalaman baru terjadi belakangan (era Hindia Belanda). Lalu bagaimana
sejarah penemuan pedalaman Flores, Timor dan Sumba? Seperti kata ahli sejarah
tempo doeloe, semuanya
ada permulaan. Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.
Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.
Pahlawan Indonesia dan Penemuan
Pedalaman Timor Group: Flores, Sumba dan Timor
Tunggu
deskripsi lengkapnya
Pulau Flores: Penemuan Situs
Zaman Kuno
Tunggu
deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com



