Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Menjadi Indonesia (500): Pahlawan Indonesia-Pribumi Studi di Belanda; Willem Iskander, 1857 hingga Raden Kartono 1896

Tempo Doelo by Tempo Doelo
29.03.2022
Reading Time: 21 mins read
0
ADVERTISEMENT




false
IN


























































































































































 

RELATED POSTS

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini

Sebelum ada sekolah guru (hoogerekweekschool)
dan fakultas (hoogeschool) di Indonesia (baca: Hindia Belanda; siswa-siswa pribumi
asal Hindia harus melanjutkan studi ke Belanda. Studi ke Belanda adalah awal
revolusi pendidikan bagi golongan pribumi di Hindia Belanda (baca: Indonesia). Pribumi
pertama studi ke Belanda adalah Sati Nasoetion tahun 1857 untuk mendapatkan
akta guru. Baru tahun 1896 pribumi memulai studi ke perguruan tinggi di Belanda
yakni Raden Sosro Kartono untuk mendapatkan gelar sarjana.

ADVERTISEMENT

Willem Iskander (lahir
dengan nama Sati Nasution lalu bergelar Sutan Iskandar di Pidoli Lombang,
Sumatra Utara, Maret 1840). Ia mengawali pendidikannya di Sekolah Rendah
(Inlandsche Schoolan) di Panyabungan (1853-1855). Februari 1857 ia berangkat ke
Belanda bersama Alexander Philippus Godon, Asisten Resident Mandailing-Angkola
untuk melanjutkan Sekolahnya. Ia lulus dan mendapat ijazah Guru bantu
(Hulponderwijzer) 5 Januari 1859. Willem mendirikan sekolah guru (kweekschool)
sepulang dari pendidikan di Belanda. Tahun 1874 ia pergi melanjutkan
pendidikannya ke Belanda kedua kali untuk mendapatkan Ijasah Guru Kepala
Sekolah (Hoofdonderwijzer). Ia berangkat dengan membawa tiga guru mudas Barnas
Lubis (Muridnya), Raden Mas Soerono dari Kwekschool Surakarta dan Raden Adi
Sasmita dari Majalengka.
Raden Mas Panji Sosrokartono (10 April 1877 – 8 Februari 1952) adalah wartawan perang, penerjemah
dan guru. R.M.P. Sosrokartono adalah kakak kandung RA Kartini, Setelah tamat
dari Europeesche Lagere School di Jepara, Sosrokartono meneruskan pendidikannya
ke H.B.S. di Semarang. Selanjutnya pada tahun 1898, Sosrokartono meneruskan
sekolahnya ke negeri Belanda dengan masuk di Sekolah Teknik Tinggi Leiden.
Namun demikian, karena merasa tidak cocok, ia pun pindah ke Jurusan Bahasa dan
Kesusastraan Timur sehingga lulus dengan menggenggam gelar Doctorandus in de
Oostersche Talen dari Perguruan Tinggi Leiden. Beliau merupakan mahasiswa
Indonesia pertama yang meneruskan pendidikan ke negeri Belanda, yang pada
urutannya disusul oleh putra-putra Indonesia lainnya.
(Wikipedia)

Lantas
bagaimana sejarah pribumi generasi pertama studi ke Belanda? Seperti disebut di
atas, pribumi pertama melanjutkan studi ke Belanda adalah Sati Nasoetion alias
Willem Iskander. Lalu kemudian pada tahap berikutnya pribumi yang melanjutkan
pendidikan tinggi di Belanda yang dimulai oleh Raden Kartono. Lalu bagaimana
sejarah pribumi generasi pertama studi ke Belanda? Seperti kata ahli
sejarah
tempo doeloe,
semuanya
ada permulaan.
Untuk menambah
pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.

Pahlawan Indonesia – Pribumi Generasi
Pertama Studi di Belanda: Willem Iskander (1857)

Pengetahuan
adalah persyaratan elementer perjuangan bangsa (kesejahteraan). Pengetahun yang
dimaksud adalah tambahan pengetahuan melalui proses pendidikan moder, Yang
dimaksud pendidikan modern adalah proses pembelajaran dengan menggunakan aksara
Latin. Dengan demikian dimungkinkan terbentuk relasi pendidikan di Eropa di
Hindia (baca: Indonesia). Oleh karenanya pendidikan penduduk pribumi (bangsa
Indoensia) dengan pendidikan di Eropa terkoneksi melalui proses penddidikan
yang menggunakan aksara Latin.

Sejak kehadiran bangsa Eropa di Nusantara,
kkhususnya orang-orang Belandsa (era VOC dan Pemerintah Hindia Belanda), introduksi
aksara Latin secara perlahan diperluas diantara penduduk dan dintensifkan dari
waktu ke waktu. Ini diawali program pemerintah Hindia Belanda mendirikan sekolah-sekolah
(dasar) di berbagai tempat utama dengan introduksi aksara Latin. Guru-guru asal
Belanda didatangkan dan menjadi guru di sekolah-sekolah yang didirikan. Dalam
konteks inilah pengetahuan (baru) dari Eropa diperkenalkan kepada para siswa
melalui buku dan memungkinkan untuk mampu membaca berita surat kabar atau
mejalah. Lalu untuk menggantikan posisi guru yang didatangkan, dimulai
mendirikan sekolah guru (kweekschool) pribumi di Soerakarta tahun 1851.  Namun jumlah guru baru lulusan sekolah guru
tersebut hanya setitik dari yang dibutuhkan sangat banyak, belum lagi soal
kualitasnya.

Pada
tahun 1857 seorang lulusan sekolah rakyat di afdeeling Angkola Mandailing (Res.
Tapanoeli) menyadari arti pendidikan dan kualitas pendidikan bagi pribumi terutama
ke masa depan dan kemudian melanjutkan studi keguruan di Belanda. Lulusan
sekolah rakyat itu adalah Sati Nasoetion, pribumi pertama yang melanjutkan
studi ke Belanda. Sati Nasoetion berhasil dalam studi dan lulus tahun 1860
mendapat akta guru di Haarlem, Belanda.

Sebelum Sati Nasoetion berada di Belanda,
tidak diketahui seberapa banyak orang pribumi. Apakah ada yang bekerja di
pelabuhan atau kapal-kapal di Belanda atau apakah ada yang menjadi anak asuk
atau pembantu rumah tangga di Belanda tidak diketahui secara jelas. Yang pasti
adalah sebelumnya diketahui sudah ada pribumi yang berada di Belanda, paling
tidak satu orang yakni Raden Saleh, dibawa ke Belanda karena talentanya dalam
hal melukis pada tahun 1829. Setelah dua dasar warsa, dengan kemampuan melukis
Raden Saleh yang hebat kembali ke tanah air pada tahun 1852. Tentu saja Raden
Saleh tidak pernah bertemu dengan Sati Nasoetion karena beda periode waktu..  

Dengan
izajah akta guru di Belanda, Sati Nasoetion alias Willem Iskander pulang ke
tanah air pada tahun 1861 dan kemudian pada tahun 1862 mendirikan sekolah guru
di kampong halamannya di Tanobato, onderafdeeling Mandailing.

Tunggu
deskripsi lengkapnya

Pribumi Generasi Pertama
Kuliah (Perguruan Tinggi) di Belanda: Raden Sosro Kartono (1896)

Seperti
halnya Sati Nasoetion alias Willem Iskander, pada tahun 1896, Raden Sosro
Kartono (abang RA Kartini) menyadari arti penting melanjutkan pendidikan di
perguruan tinggi (fakultas/universitas). Tidak lama setelah lulus sekolah menengah
(HBS) di Semarang, Raden Kartono berangkat studi ke Belanda.

Pada masa lampau, tidak lama setelah Willem
Iskander kembali ke tanah air pada tahun 1861, beberapa tahun kemudian sesorang
siswa asal Djogjakarta berangkat ke Belanda. Putra Jogjakarta tersebut bernama Ismangoen
Danoe Winoto. Ismangoen berangkat tanggal 24 Juni 1864 bersama FN
Nieuwenhuijzen dan keluarga dari Batavia dengan kapal uap Java menuju Belanda
via Singapoera (lihat Java-bode : nieuws, handels- en advertentieblad voor
Nederlandsch-Indie, 29-06-1864). Setelah sekian lama, nama Ismangoen Danoe
Winoto kembali terdeteksi di Delft (lihat Delftsche courant, 12-07-1871).
Disebutkan dalam ujian  ambtenaren Oost
Indie (pegawai pemerintah Hindia Belanda) untuk bagian A dari 54 orang yang
mendaftar dan hanya 48 yang mengikuti ujian dimana 29 diantaranya dinyatakan
lulus termasuk Ismangoen Danoe Winoto yang dicatat sebagai Raden Mas Ismangoen.
Berita ini juga dilansir surat kabar lain di Hindia yang mana disebutkan Radhen
Maas Ismangoen adalah cucu kaisar (Soeltan) Djokdjokarta (Java-bode: nieuws,
handels- en advertentieblad voor Nederlandsch-Indie, 21-08-1871). Salah satu
penguji dalam ujian ambtenaar tersebut adalah Nieuwenhuijzen (Nederlandsche
staatscourant, 12-01-1872). FN Nieuwenhuijzen adalah mantan Resident
Soeracarta. Akhirnya tahun 1875 Ismangoen Danoe Winoto lulus studi (lihat De
standaard, 15-07-1875). Lulusan akademi ini berhak diangkat sebagai pejabat
pemerintah (Ambtenar) di Hindia Belanda. Ismangoen Danoe Winoto dan kawan-kawan
diangkat Menteri Koloni sebagai pegawai pemerintah di Hindia Belanda
berdasarkan tanggal 28 Agustus (lihat Algemeen Handelsblad, 02-09-1875).
Ismangoen
Danoe Winoto setelah 10 tahun meninggalkan kampung halaman kembali ke kampung
halaman di Hindia Belanda. Ismangoen Danoe Winoto berlayar dengan kapal Amalia
(lihat Het nieuws van den dag : kleine courant, 20-03-1876). Dua tahun sebelum,
Ismangoen kembali ke tanah air, pada bulan Mei 1874 tiba (kembali) di Belanda
dengan membawa tiga guru muda yakni Barnas Lubis, salah satu siswanya, Raden
Soerono dari Soerakarta dan Raden Adi Sasmuta dari Bandoeng. Willem Iskander
akan melanjutkan studinua di bidang keguruan sedangkan tiga guru muda untuk
mendapatkan akta guru seperti yang diraihnya pada tahun 1860. Lantas apakah
Ismangoen pernah bertemu dengan Willem Iskander, paling tidak dengan guru muda
dari Soerakarta, tidak terinformasikan. Dengan berbekal akta/diploma pemerintah
menempatkan dimana. Ismangoen Danoe Winoto ditempatkan sebagai pejabat di
Sekretaris Jenderal (Algemenen Secretarie) (lihat De locomotief: Samarangsch
handels- en advertentie-blad, 30-06-1876). Ismangoen Danoe Winoto ditempatkan
bersamaan dengan van Boetzelaar (teman yang sama-sama lulus di Belanda). Ada
sejumlah pribumi generasi pertama yang studi setelah yang pertama Willem
Iskander. Seperti disebut di atas selain Willem Iskander, Ismangoen, Barnas
Lubis, Raden Soerono dan Raden Sasmita, juga terdapat guru-guru muda berikut.
Salah satu diantara guru muda yang sukses seperti Willem Iskander adalah JH
Wattimena dari Ambon (1884).

Raden
Kartono studi di Polytechnische di Delft. Ini mengindikasikan bahwa Raden
Kartono adalah generasi kedua pribumi studi di Belanda. Posisi Raden Kartono
ini menjadi sangat penting, sebab hanya Raden Kartono satu-satunya pribumi yang
tengah studi di Belanda. Dalam hal ini Raden Kartono adalah pembuka pintu
pendidikan yang lebih tinggi (perguruan tinggi).

Pada tahun 1899 seorang lulusan Docter Djawa
School, Abdoel Rivai berangkat ke Belanda. Tujuan utamanya adalah studi kedokteran.
Tampaknya ada halangan yang menyebabkan Abdoel Rivai bekerja di Belanda dengan
menerbitkan majalah berbahasa Melayu Bandera Wolanda. Namun tidak lama kemudian
Abdoel Rivai kembali ke tanah air pada tahun 1901. Pada tahun 1903 Dr AA Fokker
datang ke Hindia lalu berpartner dengan Saleh Harahap gelar Dja Endar Moeda
pemimpin surat kabar Pertja Barat du Padang. AA Fokker akan menerbitkan majalah
berbahasa Melayu di Belanda yang diberi nama Bintang Hindia. Untuk membantu AA
Fokker, Dja Endar Moeda pada tahun 1903 membawa dua guru ke Belanda untuk
menjadi anggota redakasi Bintang Hindia. Dua guru tersebut adalah guru senior
Radjioen Harahap gelar Soetan Casajangan dan guru junior Djamaloedin. Sedangkan
satu lagu yang ikut bergabung dengan Bintang Hindia di Belanda adalag Abdoel
Rivai yang berangkat sendiri dari Batavia. Dalam perkembangannya, pada tahun
1905 Soetan Casajangan kembali ke kampong halaman untuk mempersipkan rencana
untuk studi di Belanda dan kembali pada bulan Juli 1905 di Belanda. Selanjutnya
Abdoel Rivai dan Djamaloedin juga melanjutkan studi di Belanda.  

Setelah
ada beberapa pribumi studi di Belanda (R Kartono, Soetan Casajangan, Abdoel Rivai
dan Djamaloedin), lalu kemudian pada tahun 1906 Hoesein Djajadiningrat, yang
baru lulus HBS di Batavia tiba di Belanda. Pada tahun ini juga Raden Soemitro
lulusan sekolah HBS di Batavia meneruskan sekolah HBS di Belanda. Pada tahun
1907 salah satu pribumi yang tiba di Belanda adalah lulusan sekolah HBS
Semarang Raden Mas Notosoeroto). Pada tahun 1908 jumlah pribumi yang tengah
mempersiapkan diri maupun yang tengah studi sudah mulai banyak. Berapa banyaknya?
Masih sedang di listing sevara lengkap.

Pada tahun 1908, saat mana jumlah pribumi
sudah cukup banyak, Soetan Casajangan menginisiasi pembentukan organisasi
pribumi yang studi di Belanda. Setelah mengirim undangan ke semua yang ada,
pada tanggal 25 diadakan pertemuan di kediaman Soetan Casajangan di Leiden yang
dihadiri oleh 15 orang. Di sepakati dibentuk organisasi pribumi yang studi di
Belanda dengan nama Indische Vereeniging. Untuk penguruan dipilih secara
aklamasi Soetan Casajangan sebagai ketua dan Raden Soemitro sebagai sekretaris.

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

 

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Kanker darah tidak boleh makan ini
Sejarah

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

11.07.2024
Sejarah

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

10.07.2024
Sejarah

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

09.07.2024
Sejarah

Apel terakhir pasukan Inggris sebelum meninggalkan Indonesia dan menyerahkan kontrol militer kepada tentara Belanda, 28 November 1946

08.07.2024
Sejarah

Peta kuno dari sekitar tahun 1633: Posisi Nusantara di Asia

07.07.2024
Sejarah

Pemindahan warga Belanda/Indo mantan penghuni kamp Jepang ke Australia, 1946

06.07.2024
Next Post
Pentingnya Melakukan Perjalanan Umrah di Bulan Ramadan

Pentingnya Melakukan Perjalanan Umrah di Bulan Ramadan

Adakah Do’a Menyambut Bulan Ramadhan?

Adakah Do'a Menyambut Bulan Ramadhan?

Iklan

Recommended Stories

[Penginapan] Caravan Park Adelaide – Melbourne

03.12.2012
Hukum Mengingkari Adanya Jin dan Fenomena Kesurupan

Resep Ikan Wader Tepung Goreng 2 Kali Lebih Renyah dan Lebih Awet

22.07.2016

Mendengar Adzan Tidak Shalat Jumat

16.11.2020

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?