Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Menjadi Indonesia (493): Pahlawan Indonesia – RM Oetarjo Studi Pertanian di Wageningen;Landbouwschool-Veeartsensch.

Tempo Doelo by Tempo Doelo
25.03.2022
Reading Time: 22 mins read
0
ADVERTISEMENT

 




false
IN


























































































































































Setelah sekolah guru (kweekschool)
dan sekolah kedokteran, beberapa dekade kemudian didirikan sekolah pertanian
(landbouwschool) dan sekolah kedokteran hewan (veeartsenschool) di Buitenzorg
(kini Bogor). Salah satu siswa pribumi pertama yang melanjutkan studi pertanian
ke Belanda adalah RM Oetarjo. Lalu satu dekade kemudian siswa pribumi pertama
melanjutkan studi kedokteran ke Belanda adalah Sorip Tagor Harahap.

RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

Institut Pertanian Bogor adalah
lembaga pendidikan tinggi pertanian yang secara historis merupakan bentukan
dari lembaga-lembaga pendidikan menengah dan tinggi pertanian serta kedokteran
hewan yang dimulai pada awal abad ke-20 di Bogor. Sebelum Perang Dunia II,
lembaga-lembaga pendidikan menengah tersebut dikenal dengan nama Middelbare
Landbouwschool, Middelbare Bosbouwschool dan Nederlandsch Indische
Veeartsenschool. Lahirnya Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tanggal 1
September 1963 berdasarkan keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu
Pengetahuan (PTIP) No. 92/1963 yang kemudian disahkan oleh Presiden RI Pertama
dengan Keputusan No. 279/1965. Pada saat itu, dua fakultas di Bogor yang berada
dalam naungan Universitas Indonesia berkembang menjadi 5 fakultas, yaitu
Fakultas Pertanian, Fakultas Kedokteran Hewan, Fakultas Perikanan, Fakultas
Peternakan dan Fakultas Kehutanan. Pada tahun 1964, lahir Fakultas Teknologi
dan Mekanisasi Pertanian yang kini menjadi Fakultas Teknologi Pertanian.
(Wikipedia)

Lantas
bagaimana sejarah RM Oetarjo? Seperti disebut di atas, RM Oetarjo melanjutkan
studi pertanian ke Belanda. Sementara pada waktu itu sudah ada sekolah
pertanian dan sekolah kedokteran hewan di Buitenzorg. Lalu bagaimana sejarah RM
Oetarjo? Seperti kata ahli
sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.

ADVERTISEMENT

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.

Pahlawan Indonesia dan RM
Oetarjo: Studi Pertanian di Belanda

Setelah
menyelesaikan sekolah dasar berbahasa Belanda (ELS), Raden Mas Oetarjo
melanjutkan studi ke sekolah menengah (HBS). Pada tahun 1904 RM Oetarjo lulus
ujian masuk di HBS Semarang (lihat De locomotief, 13-05-1904). Yang juga
diterima adalah Raden Mas Setiono (kemudian menjadi Raden Mas Notowirojo, Nona
Raden Adjeng Caroline dan Raden Mas Alibazah. Pada tahun 1905 RM Oetarjo lulus ujian
transisi naik dari kelas satu ke kelas dua (lihat Het nieuws van den dag voor
Nederlandsch-Indie, 28-04-1905). Yang lulus ujian bersama antara lain Raden Mas
Alibasah dan Be Soen Tjong. Di atas mereka yang lulus naik ke kelas tiga antara
lain Be Tiat Tjong, Raden Soemito, Raden Mas Notodiningrat, Jap Hong Tjoen,
Raden Mas Soegijarto, Raden Mas Soerjopoetro dan Raden Soebijakto. Yang lulus
naik ke kelas empat antara lain Raden Mas Gondowinoto. Pada kelas tertinggi
naik ke kelas lima antara lain Raden Mas Notosoeroto, Mas Soedjono dan Jap Soei
Tjong yang mana Raden Mas Ambija Soedibijo.

Pada tahun 1903 Dr AA Fokker datang ke Hindia
dan bertemu dengan pesiunan guru yang menjadi jurnalis di Padang, Saleh Harahap
gelar Dja Endar Moeda. Fokker sepakat dengan Dja Endar Moeda membantu dalam
penerbitan majalah dwimingguan di Belanda, Bintang Hindia. Tidak lama kemudian
Dja Endar Moeda menyusul datang ke Belanda dengan membawa dua guru, guru senior
Radjioen Harahap gelar Soetan Casajangan dan guru junior yang sebelumnya
membantunya dalam menerbitkan majalah Insulinde, Djamaloedin. Dua guru ini akan
menjadi editor bersama Dr Abdoel Rivai yang beranngkat sendiri dari Batavia.
Soetan Casajangan adalah adik kelas Dja Endar Moeda lulusan sekolah guru
Kweekschool Padang Sidempoean. Sedangkan Djamaloedin lulusan Kweekschool Fort
de Kock. Pada awal tahun 1905 Soetan Casajangan pulang sebentar ke kampongnya
di Padang Sidempoean karena ingin melanjutkan studi keguruan di Belanda. Soetan
Casajangan berangkat bulan Juli dari Batavia menuju  kembali ke Belaanda. Pribumi yang sudah
kuliah di Belanda baru satu orang yakni Raden Kartono (abang dari RA Kartini,
lulusan HBS Semarang tahun 1896).

Pada
tahun 1906 di HBS Semarang, yang lulus ujian naik ke kelas tiga antara lain
Raden Simnardjo dan Raden Mas Soehoed (lihat De locomotief, 28-04-1906). Tidak
ada ada nama RM Oetarjo. Nama RM Oetarjo baru tercatat pada tahun 1907 sebagai
siswa yang lulu ujian naik dari kelas dua ke kelas tiga (lihat Het nieuws van den
dag voor Nederlandsch-Indie, 06-05-1907). Yang sama-sama lulus antara lain Raden
Mas Notowirojo dan Raden Mas Soediarto. Pada tahun 1908 dalam daftar kelulusan
di HBS Semarang kembali tidak ada nama RM Oetarjo (lihat De locomotief, 04-05-1908).
Yang tercatat naik ke kelas empat antara lain Raden Mas Soediarto. Raden Mas
Simbardjo dan Raden Mas Notowirojo, Ini berarti RM telah ketinggalan kelas
untuk yang kali kedua. Akan tetapi terdapat nama RM Oetarjo luus ujian transisi
dari kelas satu ke kelas dua di Rijks Landbouwschool di Wageningen (lihat Arnhemsche
courant, 07-09-1908). Disebutkan RM Oetarjo berasal dari Pekalongan. Catatan:
Siswa yang diterima di Landvouwschool adalah lulusan kelas dua HBS).

Raden Mas Oetarjo setelah naik kelas tiga di
HBS Semarang tahun 1907 tidak meneruskan, tetapi berangkat ke Belanda untuk
melanjutkan studi. Di Belanda RM Oetarjo diterima di sekolah Landbouwschool di
Wageningen. Lalu pada tahun 1908 RM Oetarjo lulus ujian naik ke kelas dua.  Pada tahun 1908 ini di Belanda, mahasiswa senior
Radjioen Harahap gelar Soetan Casajangan mengajak Raden Soemitro yang baru
lulus HBS di Leiden dan diterima di Indische Administrative Dienst, untuk mengirim
undangan ke semua orang Hindia yang studi di Belanda untuk menghadiri pertemuan
pembentukan organisasi yang diadakan pada tanggal 25 Oktober di kediaman Soetan
Casajangan di Leiden. Hasil pertemuan Anggaran Dasar disetujui pada prinsipnya
dengan suara bulat dan diputuskan untuk mendirikan ‘Indische Vereeniging’.
Kemudian dilanjutkan untuk memilih pengurus yang nana Presiden terpilih adalah R.
Soetan Cssajangau Soripada dan sebagai sekretaris dan bendahara RM Soemitro (lihat
Bataviaasch nieuwsblad, 28-01-1909).

Pada
tahun 1909 RM Oetarjo lulus ujian di Landvouwschool di Wageningen dari kelas
dua kelas tiga (lihat Algemeen Handelsblad, 15-07-1909). Dalam daftar lulus
hanya RM Oetarjo bernama non Eropa/Belanda. Disebutkan RM Oetarjo berasal dari
Djepara. Pada tahun 1901 RM Oetarjo lulus ujian akhir (lihat Arnhemsche courant,
12-07-1910). Hanya RM Oetarjo, asal Djepara yang bernama non Eropa/Belanda. RM
Oetarjo kemudian melanjutkan studi untuk mendapatkan sertifikat kursus satu
tahun (Indische Klaase).

Lulusan landbouwschool dapat melanjutkan studi
untuk kursus satu tahun (Indische Klasse) dan kursus tuga tahun, Sertifikat
tiga tahun ini kira-kira setara dengan sarjana pertanian. Hal yang serupa juga
dengan di bidang kejuruan. Untuk kursus dua tahun dengan sertifikat guru akta
LO, dan untuk kursus dua tahun lagi (total empat tahun) dengan sertifikat guru
akta MO (setara sarjana pendidikan).

Pada
tahun 1911 RM Oetarjo di Rijks Landbouwschool di Wageningen lulus ujian sertifikat
Indische Klasse (lihat Arnhemsche courant, 12-07-1911). Pada tahun ini juga
Soetan Casajangan lulus ujian akta guru MO di Rijkskweekschool. (akta guru LO
diperoleh pada tahun 1909).

Pada tahun 1912 setelah mendapatc sertifikat
diploma pertanian kursus satu tahun (Indische Klassse), Raden Mas Oetarjo
kembali ke tanah air (lihat De nieuwe courant,  
10-05-1912). Disebutkan kapal ss Rembrandt berangkat dari Amsterdam pada
tanggal 11 Mei dengan tujuan akhir Batavia dimana dalam manifes kapal terdapat
nama RM Oetarjo. Hanya nama RM Oetarjo bernama non Eropa/Belanda. Sementara
itu, Soetan Casajangan, ketua Indische Vereeniging yang pertama belum kembali
ke tanah air. Soetan Casajangan diangkat sebagai guru bahasa Melayu di sekolah
Handelschool di Amsterdam.

Tunggu deskripsi lengkapnya

Landbouwschool  dan Veeartsenschool: Buitenzorg dan Wageningen

Sebelum
RM Oetarjo studi di Rijks Landbouwschool di Wageningen, pribumi pertama yang
sudah ada adalah Baginda Djamaloedin. Seperti disebut di atas Djamaloedin
adalah guru lulusan sekolah guru Kweekschool Fort de Kock yang tiba di Belanda
pada tahun 1903. Pada tahun 1905 Djamaloedin lulus ujian dari kelas persiapan
naik kelas satu Rijks Landbouwschool di Wageningen (lihat Algemeen Handelsblad,
19-07-1905). Disebutkan Djamaloedin berasal dari Priaman. Satu kelas dengan
Djamaloedin adalah Raden Mas Soemardji berasal dari Kediri.

Rijks Landbouwschool di Wageningen adalah
sekolah pertanian pemerintah (kerajaan Belanda) di Wageningen. Lama studi
adalah tiga tahun dengan kelas persiapan selama setahun. Lalusan Rijks
Landbouwschool di Wageningen dapat melanjutkan studi dengan pilihan kursus satu
tahun (Indische Klasse) atau kursus tiga tahun (setara sarjana pertanian).
Lulusan HBS dua tahun diterima di kelas satu.

Pada
tahun 1906 Baginda Djamaloedin lulus ujian transisi dari kelas satu ke kelas
dua (lihat Arnhemsche courant, 13-07-1906). Raden Mas Soemardji juga lulus.
Disebutkan Raden Mas Soemardji berasal dari Trenggalek, Kediri. Pada tahun 1907
Baginda Djamaloedin dan Raden Mas Soemardji lulus ujian akhir di Rijks
Landbouwschool di Wageningen pada tanggal 4 Juli (lihat Arnhemsche courant, 10-07-1907).
 

Raden Mas Soemardji lulus ujian akhir Indische
Klasse di Rijks Landbouwschool di Wageningen pada tanggal 11 Juli (lihat Arnhemsche
courant, 13-07-1908). Disebutkan Raden Mas Soemardji  Widjojosiwajo berasal dari Trenggalek. Tidak
ada nama Bagianda Djamaloedin pada kelulusan tahun 1908 ini. Boleh jadi
Djamaloedin tidak meneruskannnya. Tampaknya RM Soemardji akan segera pulang ke
tanah air. Hal ini karena ayahnya, bupati Tranggalek
RT
Widjojo Koesoemo diberitakan meninggal dunia (lihat Soerabaijasch handelsblad, 21-10-1908).
Pada bulan November 1908 RM Soemardji berangkat dengan kapal ss Koning Willem
III dari Amsterdam dengan tujuan Batavia pada tanggal 14 November (lihat De
nieuwe courant, 13-11-1908). Dalam manifes kapal hanya RM Somardji dengan nama
non Eropa/Belanda. Baginda Dajamaloedin sendiri masih di Belanda melanjutkan
studi di Wageningen (program kursus tiga tahun?) (lihat Provinciale Geldersche
en Nijmeegsche courant, 21-08-1909), Djamaloedin hanya disebut telah
menyelesaikan studi di Rijkslandbouwschool di Wageningen dan akan belajar
beberapa lembaga pertanian di Lonneker, Belanda (lihat Tubantia, 04-06-1910). Tidak
terinformasikan bagaimana kelanjutkan studi Djamaloedin di Wageningen. Menteri
Koloni mengangkat Djamaloedin sebagai ahli pertanian di bawah GG di Hindia
(lihat Nederlandsche staatscourant, 06-10-1910). Bagianda Djamaloedn kembali ke
tanah air pada 24 Oktober 1910 dengan kapal ss Grotius dari Amsterdam dengan
tujuan akhir Batavia (lihat De Maasbode. 23-12-1910).

Di
tanah air sudah dibuka sekolah pertanian Landbouwschool di Buitenzorg. Pada
tahun 1907 dibuka sekolah kedokteran hewan Veeartsenschool di Buitenzorg. Beberapa
siswa Landbouwschool ditransfer ke sekolah Veeartsenschool ditempatkan di kelas
dua salah diantaranya JA Kaligis. Sedangkan siswa Veearsenschool di kelas satu
diantarnya Sorip Tagor Harahap. Pada tahun 1910 JA Kaligis lulus di
Veeartsenschool. Sementara Sorip Tagor baru lulus tahun 1912 dan kemudian
diangkat sebagai asisten dosen di Veeartsenschool. Pada tahun 1912
Landbouwschool ditingkatkan yang namanya menjadi Middlebare Landbouwschool.
Lulusan pertama sekolah pertanian dengan kurikulum baru ini adalah Abdoel Azis
Nasution gelar Soetan Kanaikan.

Soetan Casajangan kembali ke tanah air pada
bulan Juli 1913. Untuk sementara Soetan Casjangan ditempatkan di sekolah ELS di
Buitenzorg sebelum penempatannya di sekolah guru Kweekschool di Fort de Kock.
Soetan Casajangan kemungkinan akan bertemu kembali dengan Baginda Djamaloedin,  

Pada
tahun 1913 Sorip Tagor berangkat ke Belanda untuk melanjutkan studi kedokteran
hewan di Utrecht. Besar dugaan Sorip Tagor telah bertemu dengan Soetan
Casajangan sebelum berangkat ke Belanda.

Tunggu
deskripsi lengkapny
a

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post
Batas Indonesia: Mengenal Batas Ujung ke Ujung Pulau Indonesia

Batas Indonesia: Mengenal Batas Ujung ke Ujung Pulau Indonesia

ADAKAH TANDA AMAL SEORANG HAMBA DITERIMA ALLAH TA'ALA ?

Iklan

Recommended Stories

Pemkot Surabaya Siapkan Antisipasi Lonjakan Wisatawan Saat Libur Nataru 2024

11.12.2023

Lagi Rencanakan Bulan Madu Berkelas? Jelajahi Destinasi Romantis ini Untuk Perjalanan yang Berkesan

28.12.2023
Syeikh Yusuf Qardhawi Serukan Pemerintah Kaum Muslimin Bersatu Selamatkan Masjid Al-Aqsa

Syeikh Yusuf Qardhawi Serukan Pemerintah Kaum Muslimin Bersatu Selamatkan Masjid Al-Aqsa

08.11.2014

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

21.01.2026
Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

21.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?