Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Menjadi Indonesia (491): Pahlawan Indonesia – Noto Soeroto Studi di Leiden; Indische Vereeniging dan Soetan Casajangan

Tempo Doelo by Tempo Doelo
24.03.2022
Reading Time: 23 mins read
0
ADVERTISEMENT




false
IN



























































































































































false
IN


























































































































































Catatan: R, Soetan Casajangan, RM Soemitro, RMP Sosro Kartono dan R
Hoesain Djajadiningrst berempat sama-sama tinggal di Leiden (yang lainnya di
Amsterdam, Den Haag, Haarlem, Delft dan Wageningen).

RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

RM
Notosoeroto diketahui studi (fakultas) hukum di Leiden (lihat De Maasbode, 01-04-1909).
Disebutkan bahwa dewan redaksi majalah Melayu-Belanda untuk pemuda Hindia dan Cina,
yang muncul di sini di Belanda, sekarang lengkap dan terdiri sebagai berikut:
Pemimpin redaksi adalah Clockener Brousson dengan anggota R Soetan Casajangan
Soripada, guru Batak ternama, RM Noto Soeroto, studi hukum di Leiden, putra
Pangeran Noto di Redjo dari keluarga Pakoe Alam, seorang bangsawan Jawa dan
Amaroellah gelar Soetan Mangkoeto, seorang Melayu dari Pantai Barat Sumatera,
mantan asisten guru di Idi di Aceh. Dalam hal ini tampaknya bidang studi RM
Notosoeroto berubah menjadi bidang sosial (hukum). Padahal dalam ujian nasional
masuk perguruan tinggi di Belanda Notosoetoro pada pilihan IPA (sebagaimana
jurusannya di HBS).

Majalah yang diterbitkan tersebut adalah
majalah Bandera Wolanda (lihat Deli courant, 03-04-1909). Penerbitan majalah
baru ini menjadi semacam pengganti majalah sebelumnya Bintang Hindia yang
berhenti terbit (dimana pada awalnya Soeran Casajangan juga menjadi anggota
redaksi tahun 1903-1905). Setelah satu persatu keluar dari Bintang Hindia yakni
Soetan Casajangan (melanjutkan studi keguruan), Djamaloedin (studi pertaniaan)
dan Abdoel Rivai (studi kedokteran) direkrut lagi tiga editor yang didatangkan
dari Hindia termasuk diantaranya Amaroellah. Jadi dalam hal ini RM Noto Soeroto
adalah pendatang baru dalam bidang jurnalistik (di Belanda).

ADVERTISEMENT

RM
Notosoeroto tampaknya memiliki selera yang berbeda. Dalam sebuah artikel surat
permbaca yang dimuat pada surat kabar De nieuwe courant, 10-05-1909 menyatakan
sangat mengangumi bintang-bintang ksatria yang diberikan pemerintah Kerajaan
Belanda kepada yang berprestasi pada setiap tahun, termasuk kegembiraanya ada
sejumlah orang pribumi yang mendapatkan tanda bintang tersebut. Notosoeroto
mengharapkan orang pribumi yang mendapatkan bintang menjadi lebih banyak. Boleh
jadi itu karena ayahnya Notordiredjo termasuk yang mendapatkannya. Harapan
Notosoeroto dalam artikel surat pembaca itu kemudian dikutip editor surat kabar
De Preanger-bode, 19-07-1909 dan kemudian berbagai surat kabar.

Pendapat RM Noto Soeroto tersebut telah
menjadi viral di berbagai surat kabat di Hindia maupun di Belanda. Pendapat
Notosoeroto tersebut disandingkan dengan adanya protes tentara pribumi asal
Jawa di Soerabaja beberapa waktu sebelumnya. Tentara Jawa tersebut tidak puas
situasi dan kondisi yang ada di dalam ketentaraan karena tentara pribumi
dibedakan sebagai kelas yang berbeda dengan gaji dan proyeksi karir yang tidak
akan bisa dicapai pribumi. Protes ini kemudian telah mempengaruhi pemuda
pribumi khususnya pemuda Jawa untuk memasuki dua militer. Dalam hubungannya
dengan protes itu, pendapat Noto Soeroto yang dianggap terpeljar di Belanda
menjadi sebagai angin segar di kalangan Belanda, dalam hal ini dalam pers
(berbahasa) Belanda. RM Noto Soeroto menjadi seakan dijadikan role model dalam
pemuda yang berpikiran maju, ke arah orientasi Belanda. Sebaliknya protes
(mantan) tentara itu telah memicu dan menggelinding diantara penduduk yang
mulai menyadari ketidakadilan dalam semua aspek, tidak hanya di dalam tubuh
militer (berlawanan dengan puja puji Notosoeroto tentang Belanda).  

Tentu
saja RM Noto Soeroto harus dimaklumi, karena masih muda. Namun persoalannya banyak
mahasiswa pribumi (dalam hal ini di Belanda) yang muda-muda termasuk Raden
Soemitro (sekretaris Indische Vereeniging). RM Notosoeroto berpendapat bukan
tanpa disadari, tetapi sebaliknya dengan sadar mengembangkan opini ini sambil
tetap memperhatikan opini yang berbeda dari dua pihak yang berbeda (orang
Belanda dan orang prbumi). Oleh karena opini Notosoeroto ini ditulis dalam pers
(berbahasa) Belanda di Belanda dengan sendirinya menjadi penting dalam
perhatian orang-orang Belanda baik di Hindia maupun di Belanda, Pada bulan Juli
RM Notosoeroto artikelnya dimuat di Nieuw Rotterdam Courant yang isinya terkait
dengan pendidikan pribumi (lihat De locomotief, 03-11-1909). Opini ini juga
mendapat banyak perhatian. Dalam hubungan ini, RM Notosoeroto, lewat opininya
di surat kabar menjadikan namanya spesial diantara pers Belanda.

Sebaliknya, mahasiswa-mahasiswa pribumi lainnya
di Belanda tidak seperti gaya Notosoeroto yang sentripetal ke luar, tetapi
sentripugal ke dalam bagaimana mereka lancar studi, semakin banyak pribumi yang
datang studi ke Belanda dan bagaimana mengingat situasi dan kondisi tanah air
tentang penduduknya, bagaimana menumbuhkan dan membuatnya berkembang.
Opini-opini Notosoeroto sebenarnya arahnya sama dengan mahasiswa-mahasiswa yang
lainnya, seperti Soetan Casajangan, Tidak ada yang salah;. Hanya saja pilihan
tidak bergeraknya yang berbeda. Soetan Casajangan dan kawan memulai dari
belakang, dari permasalahan dasar penduduk dan (juga) mahasiswa juga termasuk
peningkatan pendidikan pribumi, sedangkan Notosoeroto justru bergeak dari depan
yang memperjuangkan kesamaan denga orang Eropa/Belanda, seperti bintang ksatria.
Dengankata lain Notosoeroto pendekatan yang digunakannya menarik gerbong,
sedangkan Soetan Casajangan dkk dengan pendekatan mendorong gerbong. Namun
bahayanya pendekatan Notosoeroto ini memiliki implikasi bahwa hanya sebagian
kecil pribumi (termasuk dirinya) yang terbang jauh dan terbang tinggi diantara
pribumi, Sedangkan Soetan Casajangan dkk akan bergerak bersama, meski pelan
tapi pasti (karena gerbongnya besar). Boleh jadi pendekatan yang diusung Soetan
Casajangan ini yang menyebabkan mengapa sebelumnya Soetan Casajangan memerlukan
perkumpulan (sebagai wadah persatuan dan kesatuan). Seperti kita lihat nanti
Notosoeroto berjuang bagai lone ranger tentang tanah air di Belanda, sebaliknya
Soetan Casajangan kembali ke tanah air menjadi direktur sekolah guru dan R
Soemitro menjadi bupati (hidup bersama dengan pribumi).

Keberanian
RM Noto Soeroto, yang dapat mengundang polemik, di pers (berbahasa) Belanda
adalah satu poin yang penting. Suara pribumi, via Notosoeroto dapat bergaung di
mata dan telinga orang Belanda (di Hindia maupun di Belanda). Namun yang ada
hanya Noto Seoroto sendiri. Ibarat pohon kelapa menjulang tinggi diantara
pepohonan besar akan mudah tersambar petir. RM Notoseoeroto yang berapi-api,
terkesan ingin bergegas dan cenderung tidak sabar, sebaliknya Soetan Casajangan
dkk lebih cenderung agak bersabar tetapi ada kemajuan yang dihasilkan meski itu
kecil.

Pribumi pertama yang memulai polemik di surat
kabar (berbahasa( Belanda ini adalah Saleh Harahap gelar Dja Endar Moeda,
pemimpin surat kabar Perta Barat di Padang. Polemik Dja Endar Moeda ini terjadi
pada tahun 1899. Ibarat kendaraan, gaya yang kini dilakukan Notosoeroto dalam
membawa kendaraan adalah dengan menekas gas (gaspol) sedangkan Dja Endar Moeda
dengan menekan rem sambil menukar gigi (rtendah atau tinggi). Ketika kebijakan
baru GG ingin memperluas penggunaan bahasa Belanda di bidang pendidikan bahkan
hingga sekolah dasar, Dja Endar Moeda protes bahwa itu tidak mungkin, bahkan
menurut Dja Endar Moeda untuk pengajaran di sekolah guru bahasa Belanda
sebaiknya jangan menjadi kewajiban tetapi sebagai pilihan. Ketika orang-orang
Belanda mengumpulkan dana secara nasional (termasuk pribumi kaya dan Cina ikut menyumbang)
untuk membantu transvaal di Afrika Selatan, Dja Endar Moeda protes bahwa bantun
itu lebih penting untuk mengangkat drajat penduduk pribumi yang berada di
sekitar anda daripada orang de Boer di Afrika Selatan. Pada tahun 1905 Dja
Endar Moeda disudutkan dengan pasal delik pers yang lalu kemudian Dja Endar
Moeda divonnis pengadilan dengan hukuman cambuk dan diusir dari koat Padang. Gaya
Dja Endar Moeda inilah yang kini berkembang diantara para anggota mahasiswa
pribumi yang tergabung dalam Indische Vereeniging, minus RM Noto Seoroto.
Bukankah gayanya sama dengan Dja Endar Moeda? Seperti disebut di atas Dja Endar
Moeda dan Soetan Casajangan sama-sama lulusan sekolah guru Kweekschool Padang
Sidempoean. Seperti kita lihat nanti, gaya kedua anak Padang Sidempoean akan
diikuti junior mereka di Batavia, Parada Harahap, jurnalis berpengaruh di
Batavia (sejak 1923).

RM  Notosoeroto dan Soetan Casajangan tidak lama
di majalah Bandera Wolanda *mungkin sudah ditutup). Soetan Casajuangan menjadi
editor pada majalah Bintang Perniagaan (diterbitkan  (diterbitkan oleh Fa. B.J. Rubens & Co.).
Soetan Casajangan sendiri sudah lulus guru akta LO tahun 1909 (dan lulus akta
MO tahun 1911) dan mengajar di sekolah pedagangan Handelschool di Amsterdam. Pada
fase ini diterbitkan majalah (Jawa) di Belanda yang diterbitkan oleh Het Huis
Oud en Nieuw yang diberi nama Oedaja (Oedyana Para Prajifna) dengan editor Dr
Boenjamin. Dalam edisi (pertama) bulan April 1910 salah satu artikel ditulis
oleh RM Notosoeroto dengan judul ‘Masa depan kita juga dalam perdagangan dan
pelayaran (lihat Algemeen Handelsblad, 11-05-1910). RM Notosoerorot juga
menulis artikel di majalah Het Huis Oud en Nieuw (lihat  Algemeen Handelsblad juga 30-05-1910).

RM Notoseoroto kembali menulis artikel di
surat kabat Nieuw Rotterdam Courant yang menyoriti peran Boedi Oetomo dalam
peningkatan status kesehatan masyarakat di Jawa (lihat Nieuwe Rotterdamsche
Courant, 09-07-1910). Untuk sekadar menambahkan Boedi Oetomo didirikan
mahasiswa STOVIA pada Mei 1908 di Batavia antara lain R Soetomo, R Goenawan
dkk. Namun pada kongres pertama di Jogjakarta pada bulan Oktober dikooptasi
oleh para senior yang mana ketua terpilih bupati Karanganjar. Setelah tiga
tahun kepengurusan baru dipimpin oleh Notokoesoemah. Namun baru satu tahun
ketua Boedi Oetomo mendapat kririik yang kemudian mengundurkan diri pada tahun
1912. Sebagai pengganti ketua dalam kepengurusan baru adalah Notodiredjo (ayah
dari RM Notosoeroto).

Bagaimana
tentang studi RM Notosoeroto di Leiden yang tinggal di Den Haag tidak
terinformasikan. Sementara rekan-rekan mereka sudah ada yang menyelesaikan,
paling tidak separuhnya, seperti Abdoel Rivai, Boenjamin dan Laoh telah lulus
dokter, Soetan Casajangan lulus sekolah guru akta LO dan Raden Kartono dalam
bidang Indologi. Yang jelas pada tahun 1910 dikabarkan RM Notosoeroto berminat
bergabung dengan kadet cadangan militer Belanda (lihat Bredasche courant, 30-07-1910).
Sebagaimana sebelumnya RM Notosoeorot pernah penulis artikel berjudul ‘Pertahanan
Jawa dengan bantuan Jawa’ yang dimuat pada surat kabar Nieuwe Rotterdam Courant).
Apakah ada kaitan ide-ide Notosoeto tentang bintang ksatria dan pertahanan dan
tentara pribumi dengan keinginan bergabung dengan militer Belanda mungkin
terkait. RM Noto Soeroto memang berbeda.

Tunggu deskripsi lengkapnya

RM Noto Soerot: Indische
Vereeniging dan Soetan Casajangan

Tunggu
deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

 

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post
Kisah Samiri dalam Al Quran

Kisah Samiri dalam Al Quran

ALLAH TA'ALA MENGKHUSUSKAN PUASA ANAK ADAM BAGI-NYA

Iklan

Recommended Stories

Pemkot Surabaya Siapkan Antisipasi Lonjakan Wisatawan Saat Libur Nataru 2024

11.12.2023

Lagi Rencanakan Bulan Madu Berkelas? Jelajahi Destinasi Romantis ini Untuk Perjalanan yang Berkesan

28.12.2023
Syeikh Yusuf Qardhawi Serukan Pemerintah Kaum Muslimin Bersatu Selamatkan Masjid Al-Aqsa

Syeikh Yusuf Qardhawi Serukan Pemerintah Kaum Muslimin Bersatu Selamatkan Masjid Al-Aqsa

08.11.2014

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

21.01.2026
Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

21.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?