*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini
Tidak lama setelah (kerajaan)
Jepang menyerah kepada Sekutu (pimpinan) Amerika Serikat, kemerdekaan Indonesia
diproklamasikan tanggal 17 Agustus 1945. Saat ini, pemimpin Indonesia dengan portofolio
tertinggio adalah Mr Amir Sjarifoeddin Harahap. Mengapa? Ir Soekarnio dan Drs
Mohamad Hatta berkolaborasi dengan Jepang, sedangkan Amir Sjarifoeddin Harahap
anti Jepang dan masih berada di kamp tahanan Jepang di Malang.
April 1907 – 19 Desember 1948) adalah seorang politikus dan jurnalis
berkebangsaan Indonesia. Ia menjabat sebagai Perdana Menteri ketika Revolusi
Nasional Indonesia sedang berlangsung. Berasal dari keluarga Angkola Muslim,
Amir menjadi pemimpin sayap kiri terdepan pada masa Revolusi. Lahir di kota
Medan. Ia dididik di Haarlem dan Leiden di Belanda sebelum memperoleh gelar
sarjana hukum di Batavia. Selama waktunya di Belanda ia belajar filsafat Timur
dan Barat di bawah pengawasan Theosophical Society. Ayahnya, Djamin gelar
Baginda Soripada (1885–1949), seorang jaksa di Medan. Ibunya, Basunu Siregar
(1890–1931), dari keluarga Batak yang telah membaur dengan masyarakat
Melayu-Islam di Deli. Amir menikmati pendidikan di ELS atau sekolah dasar
Belanda di Medan pada tahun 1914 hingga selesai Agustus 1921. Atas undangan
saudara sepupunya, T.S.G. Mulia yang baru saja diangkat sebagai anggota
Volksraad dan belajar di kota Leiden sejak 1911, Amir pun berangkat ke Leiden.
Ia tinggal di rumah guru pemeluk Kristen Calvinis, Dirk Smink, dan di sini juga
Mulia menumpang. Namun pada September 1927, sesudah lulus ujian tingkat kedua,
Amir kembali ke kampung halaman karena masalah keluarga, walaupun teman-teman
dekatnya mendesak agar menyelesaikan pendidikannya di Leiden. Kemudian Amir
masuk Rechtshoogeschool te Batavia dengan bantuan beasiswa pemerintah kolonial.
Amir pernah divonis penjara karena dituduh bersalah dalam kasus delik pers pada
tahun 1933. Ia nyaris dibuang ke Boven Digoel namun diselamatkan oleh Gunung
Mulia dan salah satu gurunya. (Wikipedia).
Lantas
bagaimana sejarah Amir Sjarifoeddin
Harahap?
Seperti disebut di atas, Amir Sjarifoeddin
Harahap adalah pemilik portofolio tertinggi pada saat kerajaan Jepangf menyerah
kepada Sekutu yang tidak lama kemudian kemerdekaan Indonesia diproklmasikan. Lalu
bagaimana sejarah Amir Sjarifoeddin
Harahap?
Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan
meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo
doeloe.
Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.
Pahlawan Indonesia dan Amir
Sjarifoeddin Harahap: Lulusan Sekolah Dasar Eropa (ELS) Studi ke Belanda
Tunggu
deskripsi lengkapnya
Mr Amir Sjarifoeddin Harahap: Daftar
Pahlawan Indonesia Bergelar Nasional
Tunggu
deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com



