Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Menjadi Indonesia (447): Pahlawan Indonesia-Raden Soemitro Studi di Belanda; Awal Indische Vereeniging di Belanda 1908

Tempo Doelo by Tempo Doelo
02.03.2022
Reading Time: 22 mins read
0
ADVERTISEMENT

 




false
IN


























































































































































Siapa Raden Soemito, sejatinya
sudah dikenal sejak lama, namun kurang terangkat ke permukaan. Raden Soemitro
adalah anggota BPUPKI tahun 1945.  Jika
mundur jauh ke belakang, Raden Soemitro termasuk yang aktif berpartisipasi
dalam pembentukan organisasi mahasiswa di Belanda tahun 1908 (Indische
Vereeniging). Sepulang studi di Belanda Raden Soenitro berkarir di pemerintahan
daerah. Hal itulah mengapa nama Raden Soemitro sempat menghilang dari dunia perjuangan
hingga kembali munculnya sebagai anggota BPUPKI.

RELATED POSTS

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

Raden Adipati Arya Poerbonegoro Soemitro Kolopaking
adalah bupati Kabupaten Banjarnegara sejak 1927 sampai 1945. Tahun 1945
terpilih menjadi seorang anggota BPUPKI. Soemitro Kolopaking lahir di
Papringan, Banyumas pada tanggal 14 Juni 1887. Ia adalah anak dari Raden
Tumenggung Jayanegara II dengan pangkat “Adipati Arya” yang merupakan
keturunan Kanjeng Raden Adipati Dipadiningrat. Dia mengenyam Sekolah Jawa
(1893-1896), ELS (1896-1901), Gymnasium Willem III (1901-1907) dan dilanjut
sebagai Mahasiswa Indologi di Leiden (1907-1914). Selama menjadi mahasiswa itu
Soemitro melanglang buana ke berbagai negara untuk mencari tambahan dana
kuliah. Sebagai bupati, ia mengalami 3 zaman, yaitu zaman Hindia Belanda,
Jepang dan Republik Indonesia. dan menerima sebutan “Gusti Kanjeng Bupati”,
lalu “Banjarnegara Ken Cho” dan terakhir sebagai “Bapak
Bupati”. Kapal kelas empat dengan tiket seharga 15 gulden mengantar
Soemitro ke Belanda pada 1907. Saat itu, ia masih berusia 19 tahun dan baru
lulus dari HBS KW III. Seperti ditulis Harry Poeze dalam Di Negeri Penjajah
(2007, hlm. 75), Soemitro tinggal di Leiden dan bekerja sebagai perawat domba
dengan upah 1,5 gulden perhari. Kadang Soemitro pergi ke Jerman dan bekerja di
pertambangan dengan nama samaran WA Snell. Dia sempat belajar pertanian di
Hiide Maatschappij dan sebuah sekolah pertamanan. Di Leiden, ia belajar
Indologi, ilmu yang sangat berguna baginya jika bekerja di jawatan pemerintahan
Hindia Belanda. Soemitro adalah salah seorang pendiri Perhimpunan Indonesia. Ia
pulang setelah tujuh tahun belajar di Belanda. Di Hindia Belanda, Soemitro
sempat jadi pegawai di Pegadaian dan Pabrik teh, sebelum jadi perwira Polisi di
Bandung. Seperti adiknya, Sunario, Soemitro juga dipercaya Hatta. Setelah tidak
ada lagi Badan Intelijen sebesar BRANI atau Bagian V. (Wikipedia).

Lantas
bagaimana sejarah Raden Soemitro? Seperti disebut di atas, Raden Soemitro
adalah salah satu pendiri organisasi mahasiswa Indonesia di Belanda tahun 1908.
Pada era pendudukan Jepang, Raden Soemitro menjadi salah satu anggota BPUPKI. Lalu
bagaimana sejarah Raden Soemito? Dalam blog ini pernah ditulis, tetapi masih
memerlukan penelusuran data lebih lanjut. Seperti kata ahli
sejarah
tempo doeloe,
semuanya
ada permulaan.
Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.

ADVERTISEMENT

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.

Pahlawan Indonesia dan Raden
Soemitro: Indische Vereeniging di Belanda 1908

Nama
Raden Soemitro cukup banyak, bahkan nama Raden Soemitri pada sejaman ada
beberapa. Pada tahun 1907 ada nama Raden Soemitro lulus ujian akhir di HBS
Semarang, ada juga nama Raden Soemitro lulus HBS di Leiden (lihat Het vaderland,
17-07-1907). Ada juga Raden Soemitro lulus ujian transisi di sekolah kedokteran
STOVIA Batavia naik dari kelas tiga tingkat persiapan ke kelas satu tingkat
medik (lihat Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indie, 07-10-1907).
Selain itu masih ada nama Raden Soemitro yang lainnya. Lantas yang mana Raden
Soemitro yang ikut berpartisipasi dalam pembentukan organisasi mahasiswa
pribumi Indische Vereeniging di Belanda tahun 1908?

Tampaknya hanya ada dua kemungkinan. Yakni
Raden Soemitro yang lulus HBS di Leiden dan Raden Soemitro yang lulus HBS di
Semarang. Raden Soemitro van Semarang
berangkat bulan Juli 1908 ke Belanda (lihat
Sumatra-bode, 08-07-1908). Raden Soemitro berangkat dengan kapal ss Kawi dengan
tujuan akhir Nederland. Satu kapal dengan Raden Soemitro adalah Raden Ambia
Soedibio

Pada
tahun 1907 mahasiswa senior di Belanda Radjioen Harahap gelar Soetan Casajangan
meninisiasi mendidirikan sebuah organisasi mahasiswa. Gagasan pendidirian
organisasi mahasiswa ini dapat diwujudkan dengan berdirinya Indische
Vereeniging (Perhimpunan Indonesia) yang disahkan pada tanggal 25 Oktober 1908
di Leiden. Soetan Casajangan menjadi presiden pertama dan sebagai sekretaris
Raden Soemitro.

De nieuwe vorstenlanden, 01-02-1909: ‘Indische
Vereeniging. Di Belanda, telah dibentuk persatuan orang-orang Hindia yang
belajar disana, R Soetan Casajangan menulis tentang hal ini di Koloniaal
Weekblad sebagai berikut: Tiga tahun lalu saya sudah merencanakan untuk
membentuk sebuah sarikat untuk orang-orang Hindia di Belanda. Karena saya
terlalu sibuk pada saat itu, saya tidak dapat melaksanakan rencana saya segera.
Pada bulan Juni tahun ini [Juni 1908, red], Mr. JH Abendanon datang mengunjungi
saya dan bertanya apakah saya pernah berpikir untuk memberikan bantuan kepada
orang Hindia. Saya menjawab pertanyaan ini dalam persetujuan dan kemudian dia
mendorong saya untuk melanjutkan rencana saya yang bermanfaat itn. Mengenai hal
ini langkah pertama yang saya lakukan meminta salah satu orang mahasiswa
pribumi dari Hindia sebagai staf saya, namanya R Soemitro. Lalu kami mengirim
undangan ke semua orang pribumi Hindia yang belajar di Belanda untuk menghadiri
pertemuan. Pada tanggal 25 Oktober, kami, sebanyak lima belas orang Hindia,
berkumpul di tempat saya, di Leiden, dan pertemuan pertama diadakan. Saya
meminta Soemitro untuk memimpin pertemuan, R Hussein Djajadiningrat ditunjuk
sebagai sekretaris sementara. Statuta sementara disetujui yang pada prinsipnya
berisi dasar Indische Vereeniging yang diputuskan secara prinsip. Kemudian kami
melanjutkan untuk memilih pengurus. Pemimpin terpilih: R. Soetan Casajangan
Soripada, Sekretaris dan merangkap bendahara 
RM Soemitro. Komite terdiri dari R. Soetan CS, RM Soemitro, RMP Sosro
Kartono dan R. Hoesain Djajadiningrat yang diangkat untuk menyusun AD dan
peraturan lebih lanjut (ART). Pada tanggal 15 November pertemuan kedua diadakan
di Den Haag. Kita dapat membaca AD tersebut sebagaimana diwartakan surat kabar
Bat. Nbld yang menulis, antara lain, bahwa Vereeniging pribumi menyandang nama
Indische Vereeniging dan berkedudukan di Den Haag. Tujuannya adalah untuk
mempromosikan kepentingan bersama orang Hindia di Belanda dan untuk tetap
berhubungan dengan Hindia. Orang Hindia sebagai penduduk asli Hindia Belanda.
Vereeniging berusaha mencapai tujuan ini dengan: mempromosikan asosiasi antara
orang Hindia di Belanda, mendorong orang siswa Hindia untuk belajar di Belanda.
Untuk menjelaskan yang terakhir, peraturan internal (ART) menyatakan: Asosiasi
berusaha mendorong orang Hindia untuk belajar di Belanda dengan melakukan hal
berikut: dengan memberikan informasi untuk memberikan informasi tentang studi
dan tinggal di Belanda, dengan membantu orang-orang Hindia yang baru tiba dan
dengan memberikan semua informasi yang mungkin tentang Belanda berdasarkan
permintaan. Anggota biasa hanya bisa orang Hindia yang tinggal di Belanda. Kami
berharap asosiasi pemuda ini berhasil’.

Lantas
siapa Raden Soemitro yang telah menjadi sekretaris Indische Vereening di Belanda?
Raden Soemitro van Semarang atau Raden Soemitro yang lulusan HBS di Leiden?
Okelah. Untuk mendapatkan latar belakang Raden Soemitro lulus HBS di Leiden
harus kita telusuri lebih dahulu. Yang jelas bahwa Raden Soemitro van HBS
Semarang adalah anak dari Bupati Koetoardjo dan cucu dari mantan Bupati
Banjoemas (lihat Het vaderland, 14-08-1908).

Seperti disebut di atas Raden Soemitro lulus
HBS di Leiden (lihat Het vaderland, 17-07-1907). Lalu kemudian diberitakan
Raden Soemitro lulus ujian masuk Indisch Ambtenaar di Belanda (lihat De courant,
07-09-1907), Nama Raden Soemitro tampkanya berkaitan dengan berita surat kabar De
nieuwe courant, 11-10-1908 yang setahun kemudian memberitakan di Universiteitv
te Leiden lulus ujian masuk Nederlandsc Indie Administrative Dienst Raden
Soemitro. Lalu sejak kapan Raden Somitro berada di Belanda hingga lulus HBS di
Belanda. Dalam buku laporan pendidikan di Belanda tercatat nama Raden Soemitro
(luhat  Verzameling van verslagen en
rapporten behoorende bij de Nederlandsche Staatscourant, 1907). Disebutkan
dalam ujian HBS yang dilakukan, salah satu nama, Raden Soemitro dinyatakan
lulus dan diberikansertifikat/izajah, dimana dinyatakan Raden Soemitro lahir 14
Juni 1887 di Papringan,

Tidak
ditemukan nama Raden Soemitro pada tahun-tahun sebelum 1907 di Belanda. Sebagai
siswa sekolah HBS, nama Raden Soemitro hanya ditemukan di Batavia yang lulus
ujian masuk di sekolah HBS di KW III School Batavia tahun 1901 (lihat De
Preanger-bode, 02-05-1901). Pada tahun 1903 Raden Soemitro lulus ujian naik ke
kelas tiga (lihat Bataviaasch nieuwsblad. 09-05-1903). Satu kelas dengan Raden
Soemitro antara lain Mohamad dan Soemarsono. Di atas mereka satu tahun naik ke
kelas empat antara laian Doeta Keosoema. Pada kelas yang tertinggi naik ke
kelas lima antara lain Dahler Hoesen. Di kelas-kelas yang lebih rendah tidak
ada nama yang diidentifikasi sebagai nama pribumi. Pada tahun 1904 Raden
Soemitro lulus ujian naik ke kelas empat (lihat Bataviaasch nieuwsblad, 07-05-1904).
Tampaknya sejauh ini Raden Soemitro lancar dalam studi (tidak pernah
ketinggalan kelas).

Pada tahun 1903 Saleh Harahap gelar Dja Endar
Moeda di Padang membawa dua guru dan satu dokter ke Belanda. Dja Endar Moeda
adalah pemimpin surat kabar berbahasa Melayu di Padang, Pertja Barat. Tujuan
keberangkatan itu adalah utnuk membantu Dr AA Fokker yang akan mendirikan
majalah dwi mingguan di Amsterdam, Bintanfg Hindia. Tiga orang yang dibawa Dja
Endar Moeda akan bekerja untuk Dr AA Fikker di Bintang Hindia, sementara Dja
Endar Moeda akan menjadi partner di Hindia (pemasok berita dan juga untuk
distribusi). Dua guru tersebut adalah Radjioen Harahap gelar Soetan Casajangan
guru di Padang Sidempoean dan Djamaloedin lulusan guru Kweekschool Fort de Kock
(lulu tahun 1901) yasg menjadi asisten editor Dja Endar Moeda dalam mengelola
majalah Insulinde di Padang. Soetan Casajangan adalah adik kelas Dja Endar
Moeda di sekolah guru Kweekschool Padang Sidempoean. Dja Endar Moeda lulus
tahun 1884 dan Soetan Casajangan lulus tahun 1887. Namun dalam perkembangannya,
Soetan Casajangan ingin melanjutkan studi di Belanda. Pada tahun 1905 Soetan
Casajangan pulang untuk mempersiapkan segala sesuatunya dan kembali ke Belanda
pada bulan Juli 1905. Sementara guru Djamaloedin dan dokter Abdoel Rivai tetap
aktif mengelola majalah Bintang Hindia. Pada tahun 1905 dapat dikatakan baru
dua mahasiswa pribumi di Belanda dimana yang kedua adalah Soetan Casajangan
sendiri. Sedangkan mahasiswa pertama adalah Raden Kartono yang tiba di Belanda
tahun 1896 lulusan HBS Semarang. Raden Kartono adalah abang dari RA Kartini.
Catatan: Dja Endar Moeda setelah pensiun guru di Singkil dan sepulang
menunaikan haji ke Mekkah pada tahun 1895 memilih tinggal di Padang. Dja Endar
Moeda pada tahun itu mendirikan sekolah swasta di Padang karena banyak penduduk
usia sekolah tidak tertampung di sekolah pemerintah. Pada tahun 1897 Dja Endar
Moeda dtawari pemilik surat kabar Pertja Barat sebagai editor. Pada tahun 1898
Dja Endar Moeda mengatakan bahwa pendidikan dan jurnalistik sama pentingnya,
sama-sama mencerdasakan bangsa. Pada tahun 1900 Dja Endar Moeda mengakuisisi
surat kabar Pertja Baraat sekaligus percetakannya. Pada tahun 1900 ini Dja
Endar Moeda menerbitkan surat kabar baru berbahasa Melayi Tapian Na Oeli. Masih
pada tahun 1900 ini Dja Endar Moeda mendirikan organisasi kebangsaan di Padang
yang diberi nama Medan Perdamaian. Lalu organ dari organisasi ini diterbitkan
majalah Insulinde dengan Dja Endar Moeda sebagai editor. Medan Perdamaian
adalah organisasi kebangsaan pertama Indonesia (jauh sebelum Boedi Oetomo
didirikan di Batavia tahun 1908).

Besar
dugaan bahwa Raden Soemotro tidak meneruskan studinya di HBS (5 tahun) di KWS
III School Batavia, tetapi melanjutkan studi ke Belanda. Dengan mengasumsikan
Raden Soemitro berangkat pada tahun 1904 ini, maka jika dan hanya jika lancar
studi pada tahun 1905 Raden Soemitro di Belanda lulus ujian transisi naik dari
kelas empat ke kelas lima dan kemudian setahuan berikut pada tahun 1906 lulus
ujian akhir. Namun seperti disebut di atas Raden Soemitro lulus ujian akhir
tahun 1907. Oleh karena itu, setelah tidak meneruskan studi di KWS III tahun
1904, Raden Soemitro kehilangan waktu setahun. Diduga kehilangan setahun adalah
masa persiapan keberangkatan di tanah air, pelayaran ke Belanda dan masa
adaptasi di Belanda. Sangat masuk akal bahwa Raden Soemitro baru masuk HBS di Belanda
pada tahun ajaran 1905 (dan kemudian lulus ujian akhir 1907)

Saat Raden Soemitro masuk sekolah umum HBS di
Leiden, Soetan Casajangan di Belanda sedang mempersiapkan studi untuk
melanjutkan studinya di bidang keguruan di Haarlem, Belanda. Sejauh yang
diketahui pada tahun 1905 ini di Belanda yang tengah studi hanya tiga orang
yakni Raden Kartono, Soetan Casajangan dan Raden Soemitro. Dalam
perkembangannya diketahui Djamaloedin juga melanjutkan studi di Belanda (di
bidang pertanian) dan Abdoel Rivai (di bidang kedokteran). Pada tahun-tahun ini
juga kehadiran tiga dokter pribumi seperti Dr Abdeol Rivai lulusan Docter Djawa
School di Batavia, yakni F Laoh, W Tehupelori dan JF Rehupelory. Pada akhir
tahun 1905 Soetan Casajangan menulis artikel yang dimuat di Bintang Hindia yang
berisi kiat belajar di Belanda yang di dalamnya tip mempersiapkan keberangkatan
studi ke Belanda, selama pelayaran, dan pilihan-;pilihan sekolah dan
universitas yang dapat dimasuki di Belanda. Sejak artikel ini muncul di Bintang
Hindia semakin banyak siswa-siswa pribumi yang melanjutkan studi ke Belanda
termasuk Husein Djajaningrat yang tiba di Belanda tahun 1906 (lulusan HBS KW
III School Batavia).

Pada
tahun 1908 jumlah mahasiswa pribumi di Belanda sudah sekitar 15 orang. Pada saat
inilah Soetan Casajangan menginisiasi pembentukan organisasi mahasiswa pribumi
di Belanda. Pada saat ini Raden Soemitro baru lulus ujian propaedeutisch di
Ned, Indie Administrative Dienst di Leiden yang kemudian diminta Soetan
Casajangan mengirim undangan pertemuan di tempat kediaman Soetan Casajangan di
Leiden. Seperti disebut di atas, terbentuknya organisasi mahasiswa pribumi
pertama di Belanda yang mana sebagai 
ketua Soetan Casajangan dan Raden Soemitro sebagai sekretaris, Dari
titik inilah awal sinar perjuangan Indonesia dimulai di lingkungan pendidikan
melalui persatuan (organisasi pribumi terpelajar).

Seperti disebut di atas, nama Raden Soemitro ada
dua orang di Belanda. Raden Soemitro yang lulusan HBS Semarang yang lulus tahun
1908 sudah tiba di Belanda (lihat Het vaderland, 14-08-1908). Raden Soemitro
bersama saudaranya Raden Ambio lulusan HBS Soerabaja berangkat ke Belanda pada
bulan Juli 1907 (lihat Sumatra-bode, 08-07-1908). Disebiut kapal ss Kawi
berangkat dari Batavia pada tanggal 14 Juli dengan tujuan akhir Nederland
dimana dalam maniofes kapal terdapat nama Raden Soemitro dan Raden Ambio. Kedua
putra dari Bupati Koetoardjo ini diterima di fakultas teknik di Delft (lihat
De
nieuwe courant, 10-09-1908). Disebutkan ada empat mahasiswa yang diterima yang
berasal dari Hindia, selain Soemitro dan Ambia juga disebutkan Be Tiat Tjong
dan Notodhiifingrat, Be Tiat Tjong sama-sama lulus dengan Raden Soemitro dari
HBS Semarang

 

Tunggu deskripsi lengkapnya

Raden Soemitro: Bupati hingga
Menjadi Anggota BPUPKI

Tunggu
deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Kanker darah tidak boleh makan ini
Sejarah

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

11.07.2024
Sejarah

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

10.07.2024
Sejarah

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

09.07.2024
Sejarah

Apel terakhir pasukan Inggris sebelum meninggalkan Indonesia dan menyerahkan kontrol militer kepada tentara Belanda, 28 November 1946

08.07.2024
Sejarah

Peta kuno dari sekitar tahun 1633: Posisi Nusantara di Asia

07.07.2024
Sejarah

Pemindahan warga Belanda/Indo mantan penghuni kamp Jepang ke Australia, 1946

06.07.2024
Next Post

PERKARA YANG DIANJURKAN AGAR BISA BERSABAR

Penting! Hak Khiyar dalam Jual Beli

Iklan

Recommended Stories

Resep Beef Cubes dengan Creamy Brown Sauce & The Dog Whisperer

12.12.2020

Resep Sarapan Sehat Tim (Kukus) Tahu Jamur Spesial

06.11.2013

PUJIAN DAN KEMULIAAN DENGAN IBADAH DI MALAM HARI

04.04.2016

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?