Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Menjadi Indonesia (436): Pahlawan Indonesia – Tan Boen Aan Insinyur Teknik Sipil; Detik-Detik Berakhir THS Bandoeng

Tempo Doelo by Tempo Doelo
24.02.2022
Reading Time: 19 mins read
0
ADVERTISEMENT

 




false
IN


























































































































































Tan Boen Aan bukanlah Tan Boen An tokoh politik di
Medan. Tan Boen Aan adalah aktivis muda Tionghoa lulusan fakultas teknik THS di
Bandoeng. Pada era pendudukan Jepang, Ir Tan Boen Aan cukup aman dan tetap
mendapat tempat di dalam pemerintahan. Boleh jadi karena Ir Tan Boen Aan cukup
dekat dengan golongan nasionalis. Satu tempat yang penting bagi Ir Tan Boen Aan
adalah salah satu anggota DPR pada  era
Republik Indonesia sebagai salah satu diantara perwakilan minoritas
Cina/Tionghoa.

RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

Tan Boen Aan atau Adil I[s]manto (lahir di Banjarnegara
pada 14 Agustus 1918) adalah seorang politikus Tionghoa-Indonesia. Dari masa
pendudukan Jepang sampai kemerdekaan Indonesia, ia menjabat sebagai insinyur
Jawatan Pekerjaan Umum (irigasi wilayah Brantas). Ia tergabung dalam Partai
Sosialis Indonesia. Pada masa Republik Indonesia Serikat, ia menjabat sebagai
anggota DPR mewakili Jawa Timur. Pada masa Demokrasi Parlementer, tahun
1950-1959, ia menjadi salah satu dari delapan orang peranakan Tionghoa menjadi
anggota legislatif, yang lainnya adalah Tan Po Gwan, Tjoa Sie Hwie, Tjung Tin
Jan, Teng Tjin Leng, Siauw Giok Tjhan, Tjoeng Lin Sen (kemudian Tio Kang Soen),
dan Yap Tjwan Bing (kemudian Tony Wen atau Boen Kim To)
. (Wikipedia)   

Lantas bagaimana sejarah Tan Boen Aan? Seperti disebut di atas, Tan Boen
Aan adalah tokoh Cina/Tionghoa yang dibedakan dengan Tan Boen An di Medan. Tan
Boen Aan adalah aktivis organisasi Tionghoa lulusan THS Bandoeng yang cukup
dekat dengan golongan nasionalis yang menjadi passwordnya menjadi anggota DPR
pada sidang ke-VI di Jogjakarta. Lalu bagaimana sejarah Tan Boen Aan? Seperti
kata ahli
sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan
dan meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo
doeloe.

ADVERTISEMENT

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku
hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga
merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan
artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel
saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah
pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk
lebih menekankan saja*.

Pahlawan Indonesia dan Tan
Boen Aan Insinyur Teknik Sipil; Detik-Detik Berakhir THS Bandoeng

Setelah
lulus sekolah menengah, Tan Boen Aan melanjutkan studi ke perguruan tinggi di
Bandoeng. Pada tahun 1938 Tan Boen Aan lulus ujian tahun pertama di THS
Bandoeng (lihat  Bataviaasch nieuwsblad, 04-06-1938).
Yang sama-sama lulus dengan Tan Boen Aan antara lain Togar Pohan, R von
Bartheld, Han Tik Bing, Mohamad Sjarif dan R Soehardi.

Technische Hoogeschool te Bandoeng (THS
Bandoeng) dibuka tahun 1920. Siswa yang diterima adalah lulusa HBS lima tahun
dan AMS enam tahun. Lama studi empat tahun. R Soekarno, lulusan HBS Soerabaja
diterima di THS tahun 1922 dan lulus tahun 1926. Lulusan HBS dan AMS juga ada
yang melanjutkan studi teknik ke Belanda (di Delft). Tan Boen Ann, lulus dari
HBS Batavia tahun 1937.

Pada
tahun 1940 Tan Boen Aan lulus ujian tahun ketiga di THS Bandoeng (lihat  Bataviaasch nieuwsblad, 05-06-1940). Dari nama
yang disebut di atas hanya von Bartheld dan Han Tik Bing yang lulus sama-sama
Tan Boen Aan. Togar Pohan lulus tahun kedua. Ini mengindikasikan Pohan pernah
satu tahun tinggal kelas atau menunda studi. Kini teman satu kelas Pohan antara
lain AH Tamboenan Tio Keng Lim dan M Soebjanto.

Selama di Bandoeng Tan Boen Aan antif
organisasi dan pada tahun 1940 menjadi ketua Ta Hsioh (cabang Bandoeng).
Seperti halnya dulu organisasi pemuda pribumi banyak ragamnya dalam bentuk
federasi pada tahun 1928 (semua telah merger tahun 1930 dengan nama tunggal),
organisasi-organisasi pemuda Cina/Tionghoa yang sebelumnya dalam bentuk
federasi pada konferensi 1937 dimerger (lihat De Indische courant, 20-05-1937).
Hua
Chiau Tsing Nien Hui dan Shiong Tih Hui bergabung dengan Centrale Chung Hsioh
yang kemudian nama baru diubah menjadi Tsing Chung Hui (Jong
Chineezen-Vereeniging); Konferensi berikutnya tahun 1938 diadakan di Soerabaja
jika Djokja tidak bersedia. Dewan pertama Tsing Chung Hui terdiri sebagai
berikut: Dr Sie Boen Lian, ketua kehormatan; Penasehat Dr. Ong Hok Lan dan Tan
Tek Peng; Ketua Oh Sien Hong; Sekretaris pertama Ting Swan Tiong; Sekretaris
ke-2 Ko Siok Hie; Bendahara Koo Jan Gwan; Komisaris: nona Lie Goen Djiet, Oey
Bing Liong, Dr Tjoa Sik Ien, Oei Sing Bie, Kwee Tik Tjiang dan Tjan Joe Hok.

Tan
Boen Aan lulus tahun 1941 dan mendapat gelar insinyur teknik sipil di THS
Bandoeng. Tan Boen Aan langsung pulang kampong ke Pasoeroean. Namun tidak lama
kemudian Tan Boen Aan diangkat sebagai insinyur pengairan di wilayah kerja Province
Oost Java (lihat Bataviaasch nieuwsblad, 27-06-1941). Sementara rekannya yang
sama-sama lulus von Berthold yang berada di Bandoeng juga diangkat dengan tugas
yang sama di Province Sumatra. Wilayah kerja Tan Boen Aan di Oost Java di
afdeeling irigasi daerah aliran sungai Brantas (lihat De Indische courant, 24-07-1941).

Han Tik Bing baru dinyatakan lulus pada bulan
Desember (lihat Bataviaasch nieuwsblad, 21-12-1941). Tan Boen Aan termasuk yang
lancar studi meski aktif di organisasi. Keterlamabatan lulus Han Tik Bing dan
yang lain diduga kuat karena gagal di ujian bulan Mei dan harus dilakukan ujian
ulangan pada bulan Desember. Tampaknya kelulusan di THS pada bulan Desember ini
diduga kuat merupakan kelulusan terakhir di THS. Hal ini karena bulan Maret
1942 Pemerintah Hindia Belanda menyerah kepada militer (kerajaan) Jepang.    

Pada
awal tahun 1942 Ir Tan Boen Aan menikah dengan 
L Kwee Hiang NIO (lihat Soerabaijasch handelsblad, 16-01-1942). Dari
keterangan pernikahan ini diketahui keluarga Ir Tan Boen Aan berada di Kediri
sedangkan istrinya di Pasoeroean.

Tunggu deskripsi
lengkapnya

Ir Tan Boen Aan: Aktivis
Tionghoa Seorang Republiken

Selama
pendudukan militer Jepang Ir Tan Boen Aan tidak terinformasikan. Ir Tan Boen
Aan juga belum terinformasikan pada awal kemerdekaan Indonesia (setelah
proklamasi kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945). Nama yang terinformasikan
adalah Tan Ling Djie yang menjadi anggota Panitia Kerja Komite Nasional
(Indonesia) Pusat (Badan Kerja KNIP) yang dipimpin oleh Soetan Sjahrir sebagai ketua
dan Mr Amir Sjarifoeddi Harahap sebagai wakil ketua serta Mr R Soewandi sebagai
sekretaris (lihat Het dagblad : uitgave van de Nederlandsche Dagbladpers te
Batavia, 31-10-1945).

Anggota termuda dari komite ini adalah Adam
Malik, kepala kantor berita Republik Antara. Jumlah keseluruhan komite kerja
adalah 25 orang termasuk Tan Ling Djie dari kelompok minoritas Cina/Tionghoa
(lihat Het dagblad : uitgave van de Nederlandsche Dagbladpers te Batavia, 27-11-1945).
Partai Sosialis dipimpin oleh Soetan Sjahrir, Mr Amir Sjarifoeddi Harahap dan
Oei Hwee Goat (gabungan dari Partai Rakyat Sosialis yang dipimpin Soetan
Sjahrir dan Partai Sosialis Indonesia yang dipimpin Mr Amir Sjarifoeddi Harahap).

Setahun
kemudian dibentuk lagi komite kerja KNIP yang baru (lihat Algemeen Handelsblad,
27-11-1946). Komposisi Komite Kerja PNI (Partai Nasional Indonesia) dengan 10
kursi, diikuti oleh Partai Sosialis dengan 5 kursi, Masjumi dengan 5 kursi, Parkindo
(Partai Kristen Indonesia) dan PPI (Pemoeda Poetri Indonesia, gerakan pemuda
perempuan) masing-masing satu kursi dan Dr A. Halim (non partai). Pada bulan
Maret 1947 anggota Komite Kerja masih Tang Ling Djie dan Siauw Giok Tjhan. Pada
akhir 1947 kembali susunan Komite Kerja berubah dimana Tan Ling Djie (partai
PKI) dan Mr Tan Po Goan (golongan Tionghoa).

Pada tahun 1948 Tan Boen Aan menjadi anggota
DPR Negara Jawa Timur (lihat De vrije pers : ochtendbulletin, 18-12-1948). Pada
bulan Juli 1949 Ir Tan Boen Aan terpilih menjadi ketua (partai) Persatoean
Tionghoa Soerabaja (lihat De vrije pers : ochtendbulletin, 08-07-1949).

Anggota
KNIP pada Sidang ke VI di Jogjakarta (Desember 1949) dari golongan minoritas
Cina/Tionghoa adalah Inje Beng Hoat, Liem Koen Hian, Dr Ong Eng Die, Ir Tan
Boen Aan (tinggal di Bondowoso) dan Drs Yap Tjwan Bing.

Pada era RIS anggota DPR-RIS 1950 antara lain
Yap Tjwan Bing, Mr Teng Tjin Leng, Ir Tan Boen Aan (Negara Jawa Timur), Mr Tjoa
Sie Hwie, Tjoeng Tin Jan dan Tjoen Lin Sen  Dalam daftar anggota DPR hasil Pemilu 1955
tidak ada nama Ir Tan Boen Aan.

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post

Sejarah Menjadi Indonesia (437): Pahlawan Indonesia - Dr Tarip Siregar Peneliti Terbaik Hindia Belanda; Kakek Dr Sangkot Marzuki

Alamat dan Nomor Telepon Kantor Asuransi Sinar Mas di Solo

Iklan

Recommended Stories

[Resep Kokidol] Cheese Roll a la Kokidol, Kriuk dan Legits Surgawi

19.12.2016

Gubernur Jenderal Hindia-Belanda terakhir, Tjarda van Starkenborgh Stachouwer (tanpa istri): Dalam beberapa foto (2)

30.01.2025
Mensyukuri Keringanan Allah dalam Beribadah di Rumah

Mensyukuri Keringanan Allah dalam Beribadah di Rumah

21.05.2020

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?