*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini
Nama Tadashi Maeda cukup dikenal
dalam sejarah Indonesia. Dalam buku-buku sejarah di sekolah namanya selalu
disebut. Laksamana Muda Tadashi Maeda beperan penting pada seputar kemerdekaan
Indonesia. Mengapa sejarahnya perlu ditulis lagi. Sejauh data baru ditemukan,
narasi sejarah Tadashi Maeda perlu dilengkapi.
Maret 1898–13 Desember 1977) adalah seorang perwira Angkatan Laut Jepang di
Hindia Belanda. Selama pendudukan Jepang di Indonesia, ia menjabat sebagai
Kepala Penghubung Angkatan Laut dan Angkatan Darat Tentara Jepang. Maeda
memiliki peran yang cukup penting dalam kemerdekaan Indonesia dengan
mempersilakan kediamannya di Djakarta sebagai tempat penyusunan naskah
proklamasi oleh Soekarno, Mohammad Hatta dan Achmad Soebardjo, ditambah sang
juru ketik Sayuti Melik. Maeda lahir di kota Kajiki, prefektur Kagoshima,
Jepang. Maeda masuk Akademi Angkatan Laut Jepang mengambil spesialisasi
navigasi, dan pada tahun 1930 ia telah berpangkat letnan satu. Maeda awalnya
merupakan staf khusus seksi urusan Eropa selama satu setengah tahun, sebelum
ditugaskan ke Markas AL Ōminato [en] antara tahun 1932 dan 1934. Maeda
berspesialisasi terkait dengan Jerman. Maeda ditunjuk menjadi ajudan Laksamana
Muda Sonosuke Kobayashi, dan menemaninya ke Britania Raya sebagai bagian
kontingen perwakilan Jepang ke koronasi Raja George VI. Pada tahun 1940, Maeda
ditunjuk menjadi atase AL untuk Belanda, dan setelah Jerman Nazi menyerbu
Norwegia dan Denmark, Maeda memperingatkan pemerintah Belanda bahwa Jerman akan
menyerbu Belanda selanjutnya. Pada bulan Oktober 1940, Maeda ditugaskan ke
Indonesia (Hindia Belanda) untuk menegosiasikan perjanjian dagang dengan
pemerintah kolonial, untuk membeli minyak. Selain itu Maeda juga ditugaskan
membangun jaringan mata-mata di Indonesia, dengan bantuan warga Jepang sipil
seperti Shigetada Nishijima. Maeda dipanggil kembali ke Jepang pertengahan
1941, dimana ia kembali bekerja di seksi urusan Eropa. Saat Jepang menyerbu
Hindia Belanda, Maeda ditugaskan untuk mengatur operasi-operasi AL di wilayah Papua.
Setelah invasi usai dan pemerintah kolonial Belanda jatuh, Maeda ditugaskan di ke
Batavia/Djakarta sebagai penghubung antara AL Jepang dan Angkatan Darat ke-16
Jepang.
(Wikipedia)
Lantas
bagaimana sejarah Tadashi
Maeda?
Seperti disebut di atas, Tadashi
Maeda
adalah perwira angkatan laut Jepang, yang memiliki peran strategis ketika
ditugaskan di Belanda dan di Indonesia. Tadashi Maeda cukup dekat dengan para
pejuang Republik. Lalu bagaimana sejarah Tadashi Maeda? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya
ada permulaan. Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.
Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.
Pahlawan Indonesia dan Tadashi
Maeda: Perwira Laut Jepang di Belanda dan di Indonesia
Tunggu
deskripsi lengkapnya
Tadashi Maeda: Sebelum dan
Sesudah Kemerdekaan Indonesia
Tunggu
deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com




