Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Menjadi Indonesia (411): Pahlawan Indonesia–Dr Ir Thung Tjeng Hiang Sekolah Kesatuan Bogor; Era Mahasiswa di Belanda

Tempo Doelo by Tempo Doelo
11.02.2022
Reading Time: 30 mins read
0
ADVERTISEMENT

 




false
IN


























































































































































Siapa Thung Tjeng Hiang? Mungkin hanya samar-samar
terinformasikan pada masa ini. Yang jelas nama Thung Tjeng Hiang dihubungkan
dengan sekolah yang terkenal di Bogor Sekolah Kesatuan. Nama besar tidak selalu
terinformasikan. Itulah masalahnya. Namun sejarah tetaplah sejarah. Untuk soal
ini tidak hanya Thung Tjeng Hiang yang minim narasi sejarahnya, masih banyak
lagi. Pada masa muda Thung Tjeng Hiang aktif dalam organisasi mahasiswa di
Belanda.

RELATED POSTS

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

Sekolah Kesatuan Bogor adalah sekolah swasta berdiri
sejak 22 Agustus 1949 di Kota Bogor dan dikelola oleh “Yayasan
Kesatuan”, Ketika berdiri, nama nsekolah “Sekolah Rakyat Prof. Dr.
Ir. Thung”, dan kemudian diubah menjadi “Sekolah Kesatuan” pada
11 April 1966. Sekolah ini bermula tahun 1949 ketika Prof. Dr. Ir. Thung Tjeng
Hiang mengadakan pertemuan dengan beberapa orang tua dan ahli-ahli pendidikan
untuk membicarakan penampungan anak-anak yang terancam putus sekolah akibat
ditutupnya sebuah Taman Kanak-Kanak Partikelir di Bogor. Pada saat itu, Prof.
Thung, seorang Guru Besar pada Fakultas Pertanian Universitas Indonesia di Bogor.
Pada 22 Agustus 1949, didirikan “Sekolah Rakyat Prof. Dr. Ir. Thung”
lengkap dengan Badan Pengurusnya. Prof. Dr. Ir. Thung terpilih sebagai Ketua
Badan Pengurus pertama. Sekolah hanya menyediakan pendidikan untuk TK saja.
Sekolah ini bernaung di bawah “Yayasan Sosial Thung Tjoen Pok” yang
bergerak dalam bidang sosial, pendidikan, dan pengajaran. Pada 1 Agustus 1959,
dibuka SMP Prof. Dr. Ir. Thung. Untuk jenjang SMA dibuka tahun 1965. Pada 11
April 1966 secara resmi “Sekolah Prof. Dr. Ir. Thung” berubah nama
menjadi “Sekolah Kesatuan”. Pada tahun 1973 mulai dibuka sebuah
akademi yang bernama “Akademi Ketatalaksanaan Kesatuan Bogor”. Pada
tahun 1982 Sekolah Kesatuan berubah nama menjadi “Lembaga Pendidikan
Kesatuan”. Pada tahun 1994 – nama “Lembaga Pendidikan Kesatuan”
kembali menjadi “Sekolah Kesatuan”. Lalu tahun 1995 mulai berdiri
“Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kesatuan”.Tempo doeloe sekitar 1983an sekolah ini selalu saya lewati jika ingin menonton film Mandarin di bioskop Ranggagading.

Lantas
bagaimana sejarah
Thung Tjeng
Hiang
? Nah,
itu dia! Seperti disebut di atas,
Thung Tjeng Hiang adalah seorang tokoh sejak
mahasiswa di Belanda tetapi kini kurang terinformasikan. Yang dikenal luas
adalah Sekolah Kesatuan Bogor. Lalu bagaimana sejarah
Thung Tjeng Hiang?
Seperti kata ahli
sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan
meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo
doeloe.

ADVERTISEMENT

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku
hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga
merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan
artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel
saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah
pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk
lebih menekankan saja*.

Pahlawan Indonesia – Dr Ir
Thung Tjeng Hiang: Organisasi Mahasiswa di Belanda

Setelah
lulus sekolah dasar berbahasa Belanda (ELS),
Thung Tjeng Hiang melanjutkan studi ke Batavia. Thung
Tjeng Hiang lulus ujian penerimaan di sekolah Gymnasium Willem III Batavia
(lihat Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indie, 03-05-1911). Pada tahun
1912  lulus ujian transisi naik dari
kelas satu ke kelas dua (lihat Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indie, 02-05-1912).
Pada tahun ini Sorip Tagor Harahap lulusan sekolah kedokteran hewan Veearsten
School di Buitenzorg melanjutkan studi kedokteran hewan ke Belanda di Utrecht.
Sorip Tagor kelak dikenal sebagai kakek artis Risty/Inez Tagor.

Gymnasium Willem III adalah sekolah berasrama di Batavia.
Siswa yang diterima di GW III Batavia adalah lulusan sekolah dasar ELS.
Gymnasium KW III ini menyelenggarakan HBS 5 tahun yang mana tiga tahun pertama setara
sekolah menengah pertama (MULO). Thung Tjeng Hiang lulus ujian masuk di
Soekaboemi (lulusan ELS Soekaboemi). Tiga tahun pertama HBS di GW III dapat
sertifikat diploma yang dapat meneruskan ke kelas lebih lanjut (kelas empat
HBS). Kemudian lulusan sekolah MULO dari luar KWS III juga ditempatkan di kelas
empat. Lulusan HBS dapat melanjutkan studi ke fakultas/universitas di Belanda.
Seperti kita lihat nanti GW III kemudian sejak 1814 lebih dikenal sebagai
sekolah Koning Willem III School (KW III).

Tampaknya Thung Tjeng Hiang lancar
dalam studi. Pada tahun 1913 lulus ujian treansisi naik ke kelas tiga (lihat Het
nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indie, 02-05-1913) dan kemudian lulus di
tahun 1914 naik kelas empat HBS di KW III School (lihat Het nieuws van den dag
voor Nederlandsch-Indie, 23-04-1914). Pada tahun 1915 Thung Tjeng Hiang lulus
ujian naik ke kelas lima (lihat Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indie,
23-04-1915).

Gymnasium Willem III/KW III School didirikan tahun 1860.
HBS juga didirikan di Soerabaja dan Semarang. Di Batavia sendiri ada juga
sekolah yang menyelenggarakan HBS 5 tahun yakni sekolah Prins Hendrik School
(PHS) yang didirikan tahun 1911. Seperti KW III School, sekolah PHS juga sangat
terkenal (sekolah elit). Seperti kita lihat nanti lulusan PHS ini antara lain Mohamad
Hatta (wakil presien), Ida Loemongga Nasoetion, perempuan Indonesia pertama
meraih gelar doktor di bidang kedokteran tahun 1931; Anwar Makarim (kakek
Nadiem Makarim) dan Soemitro Djojohadikoesoemo (ayah dari Prabowo Subianto)..

Akhirnya Thung Tjeng Hiang lulus
ujian akhir di KW III School pada tahun 1916 (lihat Het nieuws van den dag voor
Nederlandsch-Indie, 27-05-1916). Yang lulus bersama Thung Tjeng Hiang antara
lain AA Maramis.

Di Indonesia (baca: Hindia Belanda) belum ada sekolah
tinggi. Jika lulusan sekolah dari Hindia melanjutkan studi harus ke Belanda.
Mahasiswa pertama di Belanda adalah Raden Kartono tahun 1896 (lulusan HBS
Semarang). Mahasiswa kedua adalah Radjioen Harahap gelar Soetan Casajangan yang
mulai studi tahun 1905. Pada tahun 1908 saat mana jumlah mahasiswa pribumi asal
Hindia di Belanda, Soetan Casajangan mendirikan organisasi mahasiswa yang
diberi nama Indische Vereeniging (sekaligus menjadi ketua pertama). Sedangkan
sekretaris Raden Soemitro, lulusan HBS Semarang 1907. Pada bulan Januri 1917 sebagai
bagian dari Indische Vereeniging, Sorip Tagor dkk mendirikaan organisasi
mahasiswal asal Sumatra. Pengurus adalah Sorip Tagor ketua, Dahlan Abdoellah
wakil ketua, Todoeng Harahap gelar Soetan Casajangan sebagai
sekretaris-bendahara. Salah satu komisaris adalah Tan Malaka.

Setelah
lulus HBS di Batavia,
Thung Tjeng
Hiang langsung berangkat studi ke Belanda. Tidak terinformasikan kapan berangkat.
Pada tahun 1917 Thung Tjeng Hiang diberitakan lulus ujian kandidat di sekolah
tinggi Rijks Hoogere Land, Tuin  en
Boschbouwschool di Wageningen (lihat Het vaderland, 08-07-1917). Yang sama-sama
lulus dengan Thung Tjeng Hiang antara lain Thung Tjeng Louw (mereka bersua
sudah sama-sama sejak GW III/KW III School di Batavia).
S. Sastrawidagda

Di Wageningen sudah ada Zainoeddin Rasad yang bersekolah
di Miiddlebare Koloniale Landbouwschool. Pada tahun 1916 Zainoeddin Rasad lulus
ujian transisi naik dari kelas dua ke kelas tiga (lihat Provinciale
Overijsselsche en Zwolsche couran,   
17-07-1916). Sekolah sejenis sudah ada di Hindia yakni Middlebare
Landbouwschool yang didirikan tahun 1912 di Buitenzorg. Lulusan pertama adalah
Abdoel Azis Nasoetioan gelar Soetan Kanaikan. Seperti kita lihat nanti dua
sekolah di Buitenzorg ini Veeartsenschool dan Miidlebare Landbouwschool yang
menjadi cikal bakal Institut Pertanian Bogor. Setelah lulus tahun 1917 Z Rasad
melanjutkan studi ke Landbouwhoogeschool di Wageningen. Pada tahun 1918 Z Rasad
lulus ujian propaedeutisch (lihat Provinciale Overijsselsche en Zwolsche
courant, 08-11-1918). Dalam hal ini Thung Tjeng Hiang dan Thung Tjeng Louw adalah
senior dari Zaindoeddin Rasad.

Pada
tahun 1918 diselenggarakan Kongres Federasi Mahasiswa Indonesia (Congres
Indonesisch Verbond) di Wageningen (lihat De avondpost, 31-08-1918). Kongres
ini tergabung mahasiswa Indo/Belanda, Cina dan pribumi. Dalam hal ini asosiasi
mahasiswa pribumi Indische Vereeniging (Perhimpoenan Hindia) dan asosiasi
mahasiswa Cina Churg-Hwa Hui. Dalam kongres ini sejumlah mahasiswa berbicara
diantaranya Thung Tjeng Hiang, Soerjo Poetro, Goenawan Mangoenkoesoemo, Sorip
Tagor Harahap, Samsi Sastrawidagda, Oei Lauw Pik, Zainoeddin Rasad, Han Tiouw
Tjong, Sin Ki Aij dan Dahlan Abdoellah.

Jumlah peserta kongres lebih dari 100 mahasiwa.
Ketua Kongres adalah JA Jonkman. Federasi mahasiswa Indonesia memiliki lebih
dari 700 anggota yang terdiri dari Hollander, Indonesier dan Chineesen ke dalam
sejumlah organisasi. Dalam Kongres ini yang dibicarakan adalah keinginan
masyarakat Indonesia (Hindia Belanda) untuk bebas menentukan nasib sendiri yang
tidak terikat dengan Kerajaan Belanda. Namun demikian disebutkan bantukan
kerajaan Belanda dapat diterima yang sesuai dengan Liga Bangsa-Bangsa.

Kongres
Federasi Mahasiswa Indonesia yang diadakan pada tahun 1918 ini merupakan
kelanjutan dari kongres tahun sebelumnya. Pada kongres 1917 ketuanya adalah HJ
van Mook. Pada kongres tahun 1917 mahasiswa-mahasiswa pribumi dari Indische
Vereeniging mengidentifikasi diri sebagai Indonesier. Hal itulah mengapa pada
kongres tahun 1918 ini nama kongres tidak lagi Indisch tetapi Indonesisch. Dalam
kongres tahun 1917 turut berbicara Goenawan, Sorip Tagor dan Dahlan Abdoellah.
Thung Tjeng Hiang baru berbicira pada kongres tahun 1918 ini.

Algemeen Handelsblad, 24-11-1917: ‘Indisch
Studentencongres. Kemarin pagi Kongres Mahasiswa Hindia dibuka di Leiden dalam
rangka peringatan lustrum ketiga (15 tahun) Asosiasi Mahasiswa-Indologis
(Studenten-Indologenvereeniging) yang didirikan pada tahun 1902. Auditorium
kecil Universitas sepenuhnya diisi dengan peserta konferensi (yang secara
konsisten terdiri dari mahasiswa yang terdaftar di universitas Belanda). Saat
ini Masyarakat Hindia adalah; Chineesebc Vereeniging Chung Hwa Hui; de
vereeniging van Indologlsche studenten van het Utreehtsch Studentencorps ‘Van
Verre’; de vereeniging Onze Koloniën te Delft; de Studjentenafdeeling van de
Vereeniging Oost en West (Leiden); de vereeniging Kcempoelan Tani Djawi
(Wageningen); en de onderafdeelingen Tropische Land- en Boschbouw van de
Studentcnvereeniging te Wageningen. Mr. van Mook, presiden serikat membuka
pertemuan…(tiba giliran) Dahlan Ahdoellah sebagai pembicara mewakili Indisch
Vereeniging: ‘Kami, Indonesiers adalah elemen utama di Belanda, rakyat Hindia,
dan karena itu kami memiliki hak untuk memiliki lebih dari sebelumnya dalam
pemerintahan nasional. Indisch Vereenigingner lebh tua dari yang lainnya…’.
Dahlan Abdoellah mengurai di awal tentang kehidupan awal di Hindia hingga
datangnya Belanda’. Catatan: Mengapa Dahlan Abdoellah mengatakan Indisch
Vereeniging lebih tua dari yang lain karena Indisch Vereeniging didirikan tahun
1908 oleh Soetan Casajangan.

Setelah
Kongres Indonesia tahun 1918, Thung Tjeng Hiang tidak terinformasikan. Boleh
jadi tengah sibuk mempersiapkan ujian-ujian. Pada tahun 1921 Thung Tjeng Hiang
diberitakan telah lulus ujian akhir dan mendapat gelar sarjana pertanian dengan
keahlian ilmu agronomi di Rijkshoogere land-, tuin- en boschbouwschool (lihat Verzameling
van verslagen en rapporten behoorende bij de Nederlandsche Staatscourant, 01-01-1921).
Pengujinya cukup banyak yang diketuai oleh Prof. Dr MJ van Uven dan materi yang
diuji juga cukup banyak.

Ujian tertulis berlangsung 21-22 September,
lisan 23-27 September. Tiga kandidat mengikuti ujian Pertanian Kolonial.
Hasilnya, ijazah diberikan oleh panitia kepada: Willem Hesselink, lahir di
Manondjaja; Nancy Geertruida Hoek, lahir di Semarang; dan Thung Tjeng Hiang,
lahir di Buitenzorg. Hasil ujian ini dilaporkan di Wageningen 27 September
1921. Prof MJ van. Uven, sebagai ketua dan 
Prof J van Baren sebagai sekretaris. Anggota penguji lainnya adalah Prof.
JH Aberson, Prof. L. Broekema, Prof. Dr. A. v. Bijlert, Prof. JW Dieperink, Prof.
Dr. JA Honing, Prof. HKHA Mayer Gmelin, Pof. Mr. JC Kielstra, Prof. Dr. HM
Quanjer; Prof. HC Reimers, Prof. Dr. W. Roepke, Prof. JH Thai Larsen,  Prof. MF Visser, dan Prof. A. H. Berkhout.

Ir Thung
Tjeng Hiang tampaknya tidak segera pulang ke tanah air. Kemungkinan Thung Tjeng
Hiang akan melanjutkan studi ke tingkat doktoral. Thung Tjeng Hiang masih tetap
aktif di Perhimpunan Tionghoa Chung Hwa Hui. Pada tahun 1923 Thung Tjeng Hiang
menulis beberapa artikel di majalah Tsa Chin organ dari Chung Hwa Hui di
Belanda.

Perhimpienan Indonesia Indische Vereeniging di
Belanda juga memiliki organ berupa majalah Hindia Poetra. Majalah ini pada
tahun 1919 pernah dipimpin oleh Soewardi Soerjaningrat (kelak dikenal Ki Hadjar
Dewantara). Pada tahun 1921 Indische Verrninging oleh Dr Soetomo dkk diubah
namanya menjadi Indonesiasche Vereeniging. Lalu pada tahun 1924 oleh Mohamad
Hatta dkk diubah namanya menjadi Perhimpoenan Indonesia. Pada masa kepengurusan
Mohamad Hatta di Perhimpoenan Indonesia nama organ Hindia Poetra diubah menjadi
Indonesia Merdeka.

Hingga
tahun 1925 Ir Thung Tjeng Hiang masih di Belanda dan masih menulis artikel di
majalah Chung Hwa Hui (lihat Het Vaderland: staat- en letterkundig nieuwsblad, 27-09-1925).
Pada tahun 1926 Ir Thung Tjeng Hiang di Belanda menjadi salah satu editor buku
peringatan 15 tahun Chung Hwa Hui. Jika mengacu pernyataan Dahlan Abdoellah
pada Kongres Mahasiswa Indonesia di Belanda tahun 1917,  Chung Hwa Hui didirikan tahun 1910 sedangkan
Indische Vereeniging didirikan tahun 1908. Di dalam buku peringatan itu kata
pengantar dibuat oleh ZE Wang Kouang Ky, Utusan Republik China di Belanda, sebagai
pelindung Chung Hwa Hui.

Lantas siapa pelindungan organisasi Indische
Vereeniging/Perhimpoenan Indonesia? Tidak terinformasikan. Kemungkinan besar
tidak ada, organisasi bersifat independen dan mandiri. Tentu saja
mahasiswa-mahasiswa Indonesia golongan pribumi tidak nyaman dengan menempatkan
pejabat Pemerintahan Hindia Belanda sebagai pelindung. Saat itu siapa yang
menjadi pemimpin Indonesia golongan pribumi tentu saja belum ada. Persatuan
nasional belum terwujud secara menyeluruh. Baru pada tahun 1927 di Batavia terbentuk
Federasi Organisasi Kebangsaan Indonesia yang disebut Permofakatan Perhimpoenan-Perhimpoenan
Kebangsaan Indonesia (PPPKI) yang mana sebagai ketua MH Thamrin dan sekretaris
Parada Harahap. Pada tahun 1928 para pemuda juga membentuk federasi yang
disebut Persatoean Pemoeda Peladjar Indonesia (PPPI) dimana pengurus inti
Soegondio (ketua), Mohamad Jamin (sekretaris) dan Amir Sjarifoeddin Harahap
(bendahara).

Pada
tahun 1927 Ir Thung Tjeng Hiang ikut berpartisipasi dalam kongres yang diadakan
di Brussel (lihat Deli courant, 03-08-1927). Kongres ini bertema Menentang
Imperialisme dan Kolonialisme yang diadakan untuk menentang penindasan dan
untuk kemerdekaan nasional, Kongres ini juga dihadiri Mohamad Hatta dari
Perhimpoenan Indonesia. Dalam perkembangannya diketahui Ir Thung Tjeng Hiang
telah meraih gelar doktor (Ph.D) di Belanda. Ir Dr Thung Tjeng kemudian kembali
ke tanah air. Pada tahun 1929 Ir Dr Thung Tjeng disebut bertempat tinggal di
Klaten (lihat Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indie, 01-11-1929).
Seperti halnya Mohamad Hatta cukup prominent di.Perhimpoenan Indonesia,
demikian juga Thung Tjeng Hiang di Chung Hwa Hui.

Tunggu
deskripsi
lengkapnya

Dr Ir Thung Tjeng Hiang Era
Pengakuan Kedaulatan Indonesia: Sekolah Kesatuan Bogor

Pada
tanggal 21 Januari 1946 kampus Universiteit van Indonesie dibuka kembali dengan
status Nood Universiteit (Universitas Darurat). Universiteit van Indonesia
sendiri didirukan pada tahun 1940 (namun tidak lama kemudian terjadi pendudukan
Jepang).
Untuk menarik minat mahasiswa lama, pembiayaan
bagi angkatan 1940 dan 1941 uang kuliah akan digratiskan (lihat Het dagblad :
uitgave van de Nederlandsche Dagbladpers te Batavia, 12-11-1946).

Pada saat pembukaan kembali ‘Universitas
Darurat’ Universiteit van Indonesia terdiri dari delapan fakultas
(faculteit)dan selusin lembaga (institute) yang semua di bawah naungan Universiteit
van Indonesia (lihat Het nieuws: algemeen dagblad, 24-10-1947). Fakultas yang
ada terdiri dari Fakultas Kedokteran (faculteiten der geneeskunde di Batavia,
Fakultas Kedokteran Hewan (faculteiten der dierengenees kunde) dan Fakultas
Pertanian (faculteit van landbouw wetenschap) di Bogor. Selain itu terdapat
Fakultas Hukum (faculteiten der rechts), Fakultas Ilmu Sosial (faculteiten der
sociale weten), Fakultas Sastra dan Filsafat (faculteit der letteren en
wijsbegeerte). Fakultas lainnya adalah Fakultas Sains dan (faculteit der exacte
wetenschap) dan Fakultas Teknik (faculteit van technische wetenschap) di
Bandoeng. Lembaga/institut yang ada dan yang akan diadakan antara lain:
pendidikan jasmani (instituut voor lichamelijke) di Bandung, dental institute
(tandheelkundig instituut) di Surabaija dan pelatihan meteorologi di Bandoeng
dan pelatihan guru yang akan diadakan.

Dalam
situasi inilah Ir Dr Thung Tjeng Hiang diangkat sebagai dosen di fakultas
pertanian di Bogor dengan status guru besar. Seperti di Belanda di antara waktu
studi Thung Tjeng Hiang aktif di organisasi mahasiswa. Pada saat ini saat
menjadi dosen aktif di dunia kemasyarakatan. Dalam Kongres Chih Hsieng Lien Ho
Hui, federasi kelompok studi yang diadakan di Batavia pada tanggal 26 Juni 1948
Prof Dr Thung Tjeng Hiang termasuk salah satu pembicara (lihat Het dagblad :
uitgave van de Nederlandsche Dagbladpers te Batavia, 28-06-1948).

Tujuan dari kongres ini adalah untuk memulai
penyelidikan ilmiah terhadap masalah yang ada terkait dengan status masa depan di
Indonesia. Prof Dr Thung Tjeng Hiang membawakan topik berjudul Minoritas dan
Kebudayaan. Pembicara pertama adalah Gouw Sioei Tjiang dengan topik berjudul:
Masalah tentang Tionghoa Peranakan sebagai Minoritas di Indonesia Merdeka,
Dalam kongres ini dibentuk Union of Chinese Academics sebagai badan payung bagi
semua kalangan studi di Indonesia, yang akan mencakup perwakilan dari asosiasi
akademisi nasional. Prof. Dr. Thung Tjeng Hiang terpilih sebagai ketua,
sekretaris Mr Tan Eng Hoa.

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Kanker darah tidak boleh makan ini
Sejarah

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

11.07.2024
Sejarah

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

10.07.2024
Sejarah

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

09.07.2024
Sejarah

Apel terakhir pasukan Inggris sebelum meninggalkan Indonesia dan menyerahkan kontrol militer kepada tentara Belanda, 28 November 1946

08.07.2024
Sejarah

Peta kuno dari sekitar tahun 1633: Posisi Nusantara di Asia

07.07.2024
Sejarah

Pemindahan warga Belanda/Indo mantan penghuni kamp Jepang ke Australia, 1946

06.07.2024
Next Post

Alamat dan Nomor Telepon Kantor Asuransi Jiwa Sequislife di Palembang

JIKA BERSABAR DISEMPURNAKAN PAHALA TANPA BATAS

Iklan

Recommended Stories

al-Adab al-Mufrad

al-Adab al-Mufrad

12.04.2013
Keindahan Gunung Bromo: Menyaksikan Sunrise dan Lautan Awan di Penanjakan

Gombong sebagai tempat pertukaran warga militer antara Indonesia dan Belanda, 1948 (4)

28.08.2017

Perangko-perangko pertama Republik Indonesia

11.07.2014

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?