Dulu ada buku yang dikenal luas berjudul
Manajemen: Suatu Pengantar. Penulis utama buku ini adalah Prof Dr J Panglaykim.
Buku Panglaykim ini terbilang salah satu buku tentang manajemen yang terawal di
Indonesia. Dalam hubungan itu, J Panglaykim adalah sebagai guru besar di
Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. J Panglaykim sendiri memperoleh gelar
sarjana ekonomi di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Kita perlu
mengenangnya, bukan karena saya pengajar manajemen di Departemen Manajemen
Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (kini Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Indonesia). Akan tetapi dalam hubungannya dengan manajemen Sejarah
Menjadi Indonesia.
J.E. Pangestu (nama lengkap: Pang Lay Kim, 24 Maret 1922 – 1 Agustus 1986)
adalah seorang pakar ekonomi, dosen, penulis, pengusaha, dan peneliti senior
Indonesia. Ia dikenal luas sebagai ahli marketing, moneter, dan manajemen.
Sepanjang hidupnya, Panglaykim banyak berkecimpung di dunia pendidikan. Sarjana
dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (1956); Doktor dari Universitas
California, Berkeley, AS (1961) dan
Doktor dari Universitas Indonesia (1963). Dosen Fakultas Ekonomi
Universitas Indonesia dan Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. J.
Panglaykim juga aktif di Center for Strategic and International Studies (CSIS)
sebagai anggota Dewan Direktur.Ia juga merupakan ayah kandung dari Mari Elka
Pangestu. Pang Lay Kim wafat pada tahun 1986 di Jakarta. (Wikipedia).
Lantas
bagaimana sejarah J Panglaykim? Seperti disebut di atas, narasi sejarah Panglaykim
masih terbilang minim. Padahal dalam daftar jabatan yang pernah dipegang
Panglaykim yanng dicatat di dalam Wikipedia sangat banyak. Lalu bagaimana
sejarah J Panglaykim? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.
Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya
sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi,
sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti
surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya
digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga
merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan
artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel
saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah
pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk
lebih menekankan saja*.
Pahlawan Indonesia dan Pang
Lay Kim: Sarjana Ekonomi Universitas Indonesia
Pang
Lay Kim di Bandoeng adalah keluarga biasa. Ayahnya Pang Lie Lie adalah orang
biasa. Namun semangat Pang Lay Kim sungguh luar biasa. Ayahnya, Pangh Lie Lie
meninggal bulan Oktober 1949 di Bandoeng (lihat Java-bode : nieuws, handels- en
advertentieblad voor Nederlandsch-Indie, 17-10-1949). Disebutkan alamat mereka
di Kleine Lengkong No. 70. Saat sang ayah Pang Lie Lie meninggal, Pang Lay Kim
sudah menikah. Saat ini adalah pasca gencatan senjata (antara RI dengan
Belanda/NICA) dan dalam persiapan perundingan KMB di Den Haag.
Pada era Hindia Belanda, Pang Lay Kim
bersekolah di Batavia. Pang Lay Kim adalah pemain basket andal. Pang Lay Kim
termasuk salah satu pemain muda andalan Batviasche Korfbal Bond (BKB) yakni BKB
II. Pang Lay Kim berasal dari klub HCH (lihat Bataviaasch nieuwsblad, 14-03-1941).
Di dalam liga BKB, klub HCH ikut di Divisi I (utama) dan Divisi II. Pang Lay
Kim pemain HCH II (junior). Seetelah berakhirnya Pemerintah Hindia Belanda saat
terjadi pendudukan Jepang hinggga berakhir perang kemerdekaan, keberadaan Pang
Lay Kim tidak terinformasikan.
Pasca
pengakuaan kedaulatan Indonesia, Pang Lay Kim diktehaui melanjutkan pendidikan
di Batavia (lihat Java-bode : nieuws, handels- en advertentieblad voor
Nederlandsch-Indie, 20-09-1951), Disebutkan di Akademi Perniagaan lulus ujian
dari semester dua ke semester tiga antara lain Pang Lay Kim, Z Arifin, Djoa
Khoen Hap, N Pasaribu, R Purbaja dan DE Nasoetion.
Pasca pengakuaan kedaulatan Indonesia ini,
mulai banyak didirikan akademi=akademi seperti Akademi Perniagaan dan Akademi
Wartawan (pimpinan jurnalis senior Parada Harahap). Sementara perguruan tinggi
hanya terdapat dua buah yakni Universitas Gadjah Mada (UGM) di Jogjakarta
(Republik) dan Universiteit van Indonesia (Belanda/NICA) yang dibuka sejak 1947.
Pada saat pengakuaan kedaulatan Indonesia (sejak 27 Desember 1949) Universiteit
van Indonesia di bawah RIS (Republik Indonesia Serikat)—sementara UGM di Jogja
di bawah Republik Indonesia. Pada bulan Agustus 1950 RIS dibubarkan dan kembali
ke negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sejak itu nama Universiteit van
Indonesia diubah menjadi Universitas Indonesia (UI). Pada bulan September 1950
dibentuk baru Fakultas Ekonomi di dalam Universitas Indonesia (dekan Mr, S.
Kolopaking Sanyatavijaya). Fakultas Ekonomi sendiri sudah dibentuk sejak
Universiteit van Indonesia yang diadakan di Makassar tetapi kemudian harus
ditutup. Setelah pembentukan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia mahasiswa fakultas
ekonomi di Makassar diarahkan untuk transfer ke Djakarta. Sehubungan dengan
pembukaan Fakultas Ekonomi yang baru ini, beberapa mahasiswa di program studi
Ilmu Sosial, Fakultas Hukum dan Sosial transfer ke Fakultas Ekonomi termasuk
Tan Goan Tiang. Pada tahun 1950 Tan Goan Tiang diberitakan lulus ujian
propaedeutische atau ujian setelah tahun pertama di Department Sociale
Wetenschappen (Departemen Ilmu Sosial) Faculteiten der Rechtsgeleerdheid en
Sociale Wetenschappen, Universiteit van Indonesie (Fakultas Hukum dan Ilmu
Sosial). (lihat Java-bode: nieuws, handels- en advertentieblad voor
Nederlandsch-Indie,24-01-1950).
Tampaknya
Pang Lay Kim tidak meneruskan studinya di Akademi Perniagaan, tetapi ikut ujian
masuk di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Yang jelas bahwa lulusan pertama
Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia tahun 1953 adalah Drs. Sie Bing Tat
(lihat De nieuwsgier, 09-06-1953).
Sie Bing Tat lulus ujian sekolah menengah HBS
di Soerabaja pada tahun 1947 (lihat Nieuwe courant, 15-02-1947). Sie Bing Tat
kemudian melanjutkan studi ke Universitas Indonesia. Pada tahun 1948 Sie Bing
Tat lulus ujian propaedetisch pertama di Department Sociale Wetenschappen (lihat
Indische courant voor Nederland, 04-09-1948). Tampaknya Sie Bing Tat dan Tan
Goan Tiang dari departemen sosial (Fakultas Hukum dan Sosial) transfer ke
Fakultas Ekonomi. Jumlah mahasiswa di Fakultas Ekonomi semakin meningkat dari
tahun ke tahun (yang dimulai dari tahun 1950) dimana Sie Bing Tat termasuk
salah satu angkatan pertama.
Pada
tahun 1955 yang lulus dari Fakultas Ekonomi Ubiversitas Indonesia antara lain Drs.
Widjojo Nitisastro dan Drs. Tan Goan Tiang. Hingga tahun 1955 ini sudah ada delapan
sarjana ekonomi yang lulus dari Fakultas Ekonomi Universita Indonesia, yakni
(sesuai urutan kelulusan): (1) Drs. Sie Bing Tat, (2) Drs. Oei Kwie Tik, (3)
Drs. Saleh Siregar, (4) Drs. Widjojo Nitisastro, (5) Drs Tan Goan Tiang (6)
Drs. R Dahmono, (7) HMT Oppusunggu, dan (8) Drs. Tjiong Joe Lian. Pada tahun
1955 ini Pang Lay Kim kembali berduka, mertua perempuan meninggal dunia di
Djakarta (lihat De nieuwsgier, 29-10-1955).
Drs. Tan Goan Tiang adalah ayah dari teman
saya Ayke Soraya yang mana nama Tan Goan Tiang kelak dikenal sebagai Drs.
Nathanael Iskandar (kini namanya telah ditabalkan sebagai nama Gedung A di
kampus Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia di Depok).
Pang
Lay Kim lulus di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada tahun 1956.
Berbagai rintangan telah dilalui Pang Lay Kim dan berbagai duka dialami, namun
studinya tetap dapat dijalani dengan baik dan berhasil menjadi sarjanan ekonomi
di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Pada tahun ini terbit majalah/surat kabar
Business News. Drs Pang Lay Kim menjadi salah satu pendiri (lihat De
nieuwsgier, 06-12-1956). Disebutkan Business News adalah edisi pertama majalah
keuangan dan ekonomi. Untuk sementara akan terbit dua kali seminggu dipimpin
oleh Drs Sarbini Sumawinata, Drs Tan Tek Hian, Khoe Has Lip, Drs Pang Lay Kim
dan Drs Oay Jam Hoey. Alamat editor dan administrasi
di jalan Biak No 29, Djakarta. Catatan: Drs Sarbini Sumawinata adalah salah
satu dosen di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Tunggu
deskripsi lengkapnya
Sarjana-Sarjana Ekonomi dan
Panglaykim: Masa Transisi Hindia Belanda – Indonesia
Tunggu
deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com


